Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Presiden Prabowo Subianto meminta penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Riau dipercepat.

Dalam laporan penanganan per 23 Agustus 2026, terdapat 306 hotspot dan 7 titik api aktif dengan total luasan sekitar 900 hektare.

Prabowo meminta aparat segera bertindak sejak muncul hotspot, termasuk membangun sumur bor dan mengerahkan TNI-Polri agar kebakaran tidak meluas.

Baca Juga Dicecar Pertanyaan! Prabowo Kroscek Laporan BPBD Riau, Soroti 900 Hektar Karhutla di https://www.kompas.tv/video/687120/dicecar-pertanyaan-prabowo-kroscek-laporan-bpbd-riau-soroti-900-hektar-karhutla

Prabowo juga menegaskan tidak akan memberi toleransi jika ditemukan korporasi yang sengaja memerintahkan pembakaran lahan. Ia meminta polisi, kejaksaan, dan intelijen menyelidiki dugaan keterlibatan korporasi serta menyatakan izin perusahaan dapat dicabut jika terbukti terlibat.

Dalam rapat tersebut, Prabowo juga meminta tiga tersangka kasus karhutla tahun 2025 dibawa ke Jakarta untuk didalami bersama BIN.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/687123/full-prabowo-ancam-cabut-izin-korporasi-terlibat-karhutla-riau-bpbd-kapolda-bin-diminta-usut
Transkrip
00:04Yang terhormat Bapak Presiden, dengan hormat dilakukan pada hari ini, Senin 24 Agustus 2026,
00:12bertempat di GOSPO Aju Provinsi Riau, Kota Pekanbalu.
00:17Telah hadir beberapa Menteri, Panglima TNI Kapoling Kupalabit,
00:22serta dari depinan daerah, PLT Gubernur, Pangdam, Kapolda,
00:30kemudian masing-masing pejabat dari BMKG, Basarnas, BP, BD, dan Rangkat Lajan.
00:38Selanjutnya, atas izin Bapak Presiden, pertama kali disampaikan penjelasan dari BMKG daerah Provinsi Riau.
00:46Dipersilah.
01:11Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
01:13Mohon izin Pak Presiden melaporkan situasi dan kondisi penanggulan karula Provinsi Riau.
01:21Mohon izin, untuk kondisi di Provinsi Riau memang di tahun 2026 ini terjadi peningkatan.
01:31Ini memang dibicu oleh fenomena enlino yang sangat kuat,
01:36sehingga dibandingkan dengan tahun 2025 ada peningkatan.
01:41Untuk pertanggal kemarin 23 Agustus,
01:47deteksi hotspot di Provinsi Riau sebanyak 306 titik.
01:53Nah, dari hotspot 306 titik ini yang sudah menjadi terbakar 7 titik,
01:59yaitu tersebar di 4 kabupaten.
02:04Pertama di Kabupaten Perlelawan 1 titik,
02:07Indra Giri Hilir 2 titik,
02:10Indra Giri Hulu 2 titik,
02:12Kampar 2 titik.
02:13Nah, saat ini yang masih cukup besar itu berada di Kabupaten Perlelawan,
02:18itu di Keremutan,
02:19dan Kabupaten Kampar di Ribu Panjang.
02:23Selanjutnya, untuk luasan terbakar di Provinsi Riau dari Januari sampai dengan bulan Agustus ini,
02:31berjumlah sebanyak 16.277,50 hektare.
02:37Nah, ada pun titik hotspot,
02:39total dari Januari sampai dengan Agustus itu sebanyak 10.514 titik,
02:48kemudian yang sudah menjadi fire spot terbakar 521 titik.
02:54Nah, Alhamdulillah sudah bisa kita padamkan,
02:57sehingga tinggal dari saat ini 7 titik tadi yang kami sampaikan sebelumnya.
03:03Berapa luas?
03:04Luasnya 16.277,50 hektare.
03:09Itu kan semuanya.
03:11Semuanya Pak, izin.
03:12Enggak, hari ini yang 7 titik itu berapa luasnya?
03:15Di Keremutan itu sekitar sudah 700 hektare,
03:22kemudian di Ribu Panjang sekitar 10 hektare.
03:29Enggak, total di Provinsi Riau hari ini 7 titik itu luasnya berapa?
03:37Lebih kurang sekitar 900 hektare.
03:41900 hektare?
03:42900 hektare.
03:43Terbagi di 4 kabupaten.
03:48Jadi dari 16.000 hektare yang terbakar,
03:54sekarang tinggal 900?
03:55900 siap.
03:58Dan dari Januari sampai Agustus.
04:01Saya kira cukup bagus itu.
04:05Saya terima kasih.
04:06Siapa bersen?
04:07Yang 900 ini saya kira saya bisa segera.
04:11Siapa bersen?
04:13Terima kasih.
04:14Penanganan di Rio ini.
04:18Sampaikan terima kasih.
04:21Penghargaan saya dari semua, kepada semua anak buahmu.
04:25Pangdam, Kapolda, Gubernur, BPPD, dan semua KL, semua institusi.
04:37Saya kira ini cukup membanggakan.
04:40Kalian mengatasi 15.000 hektare.
04:46Ini saya yakin yang 900 ini bisa saudara segera kerahkan TNI Polri,
04:59kerahkan kekuatan kita.
05:01Kalau Anda perlu tambahan bantuan, segera laporan.
05:06Kalau perlu tambahan, tapi saya percaya kalian tinggal 900 itu tetap waspada untuk ke depan.
05:16Ya, terima kasih.
05:17Siap, terima kasih Pak.
05:18Lanjut apa yang kau butuh sekarang?
05:20Siap, kami izin menyampaikan sebarang titik panas di Riau.
05:27Terpantau bahwa yang ada titik panas, tadi berapa?
05:367 titik api, titik panas berapa?
05:39306, izin Pak Presiden.
05:41Tapi berada di wilayah selatan Riau.
05:44Di wilayah utara tergolong aman, Pak.
05:47306 ya?
05:48306.
05:51Jangan nunggu sampai jadi titik api.
05:54Siap.
05:54Ya, tolong.
05:56Masuk ke titik hotspot itu.
06:02Segera aja masuk, ambil tindakan dini.
06:10Di tempat-tempat itu bisa dibikin bor air?
06:16Siap, bisa Pak.
06:17Bisa Pak.
06:19Kedalamannya dalam nggak?
06:21Bisa antara 30 sampai 50 meter.
06:25Itu bisa kita bikin?
06:27Segera aja di 300 titik langsung bikin bor air.
06:31Siap, Pak Presiden.
06:32Terima kasih banyak, Pak Presiden.
06:33Ya, langsung ke situ, langsung bikin bor air.
06:36Siap.
06:37Begitu ada hotspot, bikin bor air di situ.
06:40Siap.
06:40Jangan tunggu titik api.
06:42Jangan tunggu titik api.
06:43Siap.
06:44Kemudian semua aparat mencegah kalau ada oknum atau manusia yang sengaja membakar untuk alasan apapun.
06:56Siap.
06:56Kasih penjelasan, edukasi ke semua unsur di semua desa, beri penjelasan bahwa membakar lahan adalah dilarang, keras.
07:13Kalau mereka butuh untuk buka lahan, mereka laporan ke kepala desa, camat, bupati, nanti pemerintah yang akan bantu mereka.
07:24Siap.
07:24TNI dan Polri akan membantu pemerintah daerah, membantu rakyat.
07:31Diorganisir per kelompok tani, diorganisir per...
07:39Nanti biayanya bisa melalui kur, operasi, tapi tidak boleh mereka liar.
07:48Apalagi kalau ada korporasi yang menyuruh, itu saya minta polisi, kejaksaan, selidiki, intelligence, selidiki.
08:00Kalau ada indikasi, segera laporan, kita segera cabut.
08:03Siapapun, korporasi apapun, ada sedikit indikasi, mereka ikut menyuruh, membakar-bakar, kita cabut izinnya.
08:12Seluruh izin korporasi itu kita cabut.
08:16Saya tidak main-main, ya. Tolong.
08:20Kepolisian saya kira di sini main peran yang sangat penting.
08:25Lanjut.
08:26Siap, Pak.
08:28Untuk kesiapan personil kekuatan kita, total ada 14.382 orang untuk tim Satgas Daratnya.
08:39Kemudian untuk Satgas Udara, ada satu unit pesawat yang untuk melaksanakan modifikasi cuaca.
08:49Nah, ini sangat efektif, Pak Presiden.
08:51Begitu ada awan, kita langsung modifikasi.
08:54Alhamdulillah, turun hujan.
08:56Ini untuk membasahi lahan-lahan gambut yang kering sehingga tidak mudah terbakar.
09:00Nah, cuma kita kendalanya tergantung awan yang ada.
09:04Kemudian untuk patroli udara, dari BNBB kita dibantu satu unit, dari Kementerian Kehutanan satu unit, kemudian helikopter waterbombing lima unit.
09:15Nah, total air yang sudah kita siram, 41.896.000 liter air.
09:22Apa? Liter?
09:23Liter.
09:25Dengan...
09:26Angkanya saya tidak lihat.
09:2941.000.
09:30Oh, itu itu.
09:31Oh, ya.
09:3241.000.
09:34Juta.
09:35Juta.
09:35Juta.
09:36Sudah siram.
09:37Bagus.
09:38Hanya dengan lima heli.
09:40Lima heli, izin.
09:42Yuk.
09:46Terkendali ya, berarti juga butuh tambahan helikopter waterbombing.
09:51Kemarin, izin.
09:54Ijin, Bapak Presiden, kami izin menjelaskan.
09:57Selama ini kegiatan yang kami lakukan, yang paling efektif adalah melakukan OMC.
10:03Kadar tanah yang ada di wilayah Riau ini tidak seperti yang tahun lalu.
10:09Kita basahi sehingga cukup air untuk di dalam tanah.
10:13Kemudian, proses pemadaman yang kita lakukan di tempat-tempat yang tidak terjangkau oleh pasukan darat,
10:20kita menggunakan helikopter waterbombing untuk memutus jalur apakah tidak bisa lompat atau kebakarannya meluas ke sasaran yang lainnya.
10:32Nah, waterbombing yang kita siapkan dengan lima helikopter ini, kita sudah dari mulai awal Maret sampai dengan sekarang,
10:41sudah 41 juta liter kita siram untuk menyirami atau memadamkan seluruh potensi karhuta yang kita tidak bisa jangkau.
10:53Kemudian, strategi kami yang berikutnya, kita membuat sekat kanal bakar, sekat bakar,
11:01itu untuk meng-containment apabila kebakaran itu berubah menjadi besar, kita membuat sekat kanal.
11:09Dan ini Bapak Presiden cukup efektif, kita lebarkan.
11:14Karena lahan ini gambut, ketika pendinginan dia akan terbawa angin, akan jadi lagi,
11:20maka yang kita lakukan strategi sekarang ini yang bisa memotong jalur api agar tidak bisa melebar adalah dengan sekat bakar
11:28atau kontainer.
11:30Kemudian, perlu kami lakukan, sekat kanal, sekat kanal.
11:34Itu berapa dalam?
11:36Berapa dalam sampai keluar air, kurang lebih gambut itu 2-3 meter sudah keluar air.
11:43Lebarnya, kami menggunakan alat-alat berat yang ada sekitar 5-7 meter untuk menyekat.
11:51Berapa alat, ekskavator ya?
11:54Ekskavator.
11:55Kami sudah stand-bykan ada 15 unit, kemudian nanti mendapatkan tambahan lagi dari bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang ada di
12:05sekitar untuk kita maksimalkan.
12:07Oke, pakai aja yang ada semua ya, ekskavator.
12:10Kemudian, ekskavator itu tidak yang terlalu besar ya?
12:14Tidak terlalu besar, yang bisa ada jalannya bisa masuk untuk ke dalam.
12:18Kemudian kami juga, terima kasih Bapak Presiden sudah mendapatkan tambahan dari Kemhan,
12:222 helikopter untuk waterbombing, tambahan untuk?
12:25Tambahan.
12:25Siap.
12:32Jadi 5, nanti tambah 2.
12:33Tambah 2, siap.
12:34Tapi juga butuh, udah terkendali.
12:37Semakin banyak, semakin bagus Bapak Presiden.
12:41Coba cek nanti, saya harus cek Palembang nanti.
12:45Siap.
12:46Saya cek, kalau Palembang lebih butuh, aku alihkan ke Palembang.
12:49Siap.
12:49Siap, siap.
12:52Siap, OMC.
12:53Iya, mungkin OMC.
12:54Siap.
12:56Pesawat OMC, dari udara bisa?
12:59Tambah.
13:01Awan bagus di sini?
13:02Siap.
13:03Awan potensi uap air, kadang bagus, kemudian di bagian selatan agak sedikit berkurang.
13:11Jadi dengan perubahan adanya angin munson yang dari selatan Bapak Presiden, El Nino yang di sebelah kiri, potensi uap air
13:19yang dari arah Australia ini relatif lebih kering.
13:21Kita masih bersyukur di bulan Agustus itu angin munson masih ada sedikit yang dari utara, membawa uap air itu yang
13:28kita maksimalkan untuk OMC.
13:31Kemudian Bapak Presiden kami laporkan, kami juga sudah dibentuk tim PRCPB yang diinisiasi oleh Bapak Panglima TNI.
13:41Kami sudah siapkan peterjun-peterjun terbaik untuk melaksanakan vipol di daerah-daerah tertentu, untuk bisa secara langsung on the spot
13:50memadamkan api.
13:53Sudah ada tim di sini?
13:54Siap, ada tim Alfa yang sudah kami siapkan.
13:57Sudah?
13:58Siap, sudah di sini.
13:59Apa timnya?
14:01Tim Alfa.
14:03Tim Alfa ya?
14:04Siap.
14:04PPRC apa?
14:05PRCPB, Pasukan Reaksi Penanggulan Cepat, PRCPB.
14:11Siap, oke, good.
14:13Bagus.
14:18Oke.
14:21PRCPB, bencana.
14:23Siap.
14:23D-nya daerah.
14:25Penanggungan, Pasukan Reaksi Cepat, Penanggulan Bencana, PRCPB.
14:30Bagus.
14:31Yuk punya penunjuan-penunjuan vipol di sini.
14:33Siap, kami dari pusat untuk penunjuan vipol kita kumpulkan di tempat yang susah dijangkau.
14:44Kalau dia bisa dijangkau mungkin dengan heli mungkin cukup dengan rappelling atau fast roping.
14:51Rappelling dengan fast roping, siap.
14:54Para motor juga siap, termasuk drone.
14:56Jadi saya minta titik panasnya itu, hotspotnya sudah.
15:00Siap.
15:01Kita ya.
15:02Segera di war air, sudah mulai kita.
15:07Siap.
15:08Antisipasinya.
15:09Siap, Pak Pak Persir.
15:11Kambalokan.
15:16APD sudah cukup.
15:18APD di sini baru saja.
15:20Tapi yang tadi tadi di sini sudah diberangkan.
15:27Jadi tim yang terdekat sama titik api atau titik panas harus pakai APD.
15:41Tim vipol, vipolnya bisa pakai APD nggak ya?
15:45Pakai ya?
15:46Bisa ya?
15:48Alatnya?
15:49Oke, oke.
15:51Bagus, bagus.
15:52Itu kalau bisa, you praktekkan.
15:53Saya minta di dokumentasi ya.
15:55Ini saya kira pertama kali ya kita lakukan ya.
15:57Dalam sejarah ya ini ya.
15:59Bagus.
16:01Ya benar, jadi vipol itu jangan hanya untuk upacara aja.
16:05Tapi ini sekarang kita pakai untuk bantu rakyat.
16:10Baik, bagus.
16:14Silakan yang lain, yang mau laporan.
16:16Selanjutnya dipersilakan Pak Kapolda untuk menjelaskan.
16:20Terima kasih.
16:20Terima kasih.
16:49Yang kami hormati Bapak Presiden.
16:51Pak Kapolda untuk menjelaskan.
16:52Dan 36 tersangka dengan luas yang terbakar sejumlah 806,57 hektare.
17:01Kemudian, next.
17:03Untuk upaya pencegahan sekaligus memutus mata rantai Karhutlah yang disebabkan, semuanya disebabkan oleh manusia Bapak.
17:12Setelah kita melihat data di 2021-2022 pada saat COVID-19 itu zero Karhutlah Bapak.
17:19Jadi semua saat ini yang dilakukan Karhutlah, semuanya dari manusia baik yang disengaja maupun tidak disengaja.
17:27Kami membuat satu pendekatan baru, kami membuat 513 pelang peringatan penegakan hukum Karhutlah agar tidak terulang kembali.
17:41Ini terjadi di tahun lalu Bapak, di 2025 di Kabupaten Rokan Hilir.
17:48Dan Alhamdulillah sekarang setelah kita melaksanakan pemasangan pelang semur hidup Bapak, jadi bekas kebakaran tidak boleh ada lagi yang melakukan
18:00penanaman.
18:01Karena ini biasa menggunakan modus, modus oleh perusahaan besar, menggunakan petani atau masyarakat kecil, pura-pura memancing di situ, kemudian
18:13melakukan pembakaran.
18:14Lalu yang berikutnya, next.
18:18Maaf, ada bukti-bukti atau indikasi ke arah korporasi yang menyuruh?
18:32Sampai saat ini belum ada Bapak, tapi beberapa tersangka yang 2025 setelah kita lakukan investigasi,
18:41ada yang tidak mempunyai kebun di situ, ada dua atau tiga orang,
18:48tetapi dia ada di situ, padahal alasan dia hanyalah untuk memancing, padahal tidak ada lokasi memancing di situ.
18:54Ada berapa orang?
18:55Ada total sampai saat ini untuk tahun lalu ada 90...
19:01Ada tiga orang pada tahun lalu Bapak.
19:03Yang tidak punya ladang di situ.
19:04Ada tiga orang Bapak.
19:06Turun dibawa ke Jakarta ya.
19:09Turun dikirim ke Jakarta, Kapolri.
19:12Kita dalami di Jakarta.
19:14Siap, siap Bapak.
19:29Kemudian...
19:29Kodam 19 Tuan Kutambusai, dengan pemerintah daerah, lalu dengan stakeholder terkait.
19:363030 personil kami, kami membuat infrastruktur pengendalian Karhutlah.
19:43Di situ ada 18 sumur bor.
19:46Sumur bornya begini Bapak, memang karakteristik di sini banyak sungai.
19:51Ada ratusan sungai di sini.
19:52Jadi kalau kita menggali dengan alat eskavator, 2-3 meter sudah ketemu.
19:58Beda dengan di Kalimantan Bapak, hampir.
20:00Sampai dalam benar.
20:01Kemudian ini embung Bapak.
20:03Kami sudah membuat 1390 embung.
20:06Khusus untuk yang kejadian hari ini di Kabupaten Pelalawan, Kecamatan Kerumutan.
20:12Itu setiap 50, sekarang sampai saat ini 700 hektare Bapak.
20:16Setiap 50 meter kami buatkan embung seperti di sana.
20:20Nah, jadi sumber airnya itu, itu diambil dari situ ketika ini kosong, kita pindah lagi ke kembung yang lain.
20:28Nanti 2-3 jam ini akan muncul lagi airnya, karena memang menyerap dari gambut semua.
20:33Lalu ada 1988 sekat kanal.
20:36Kemudian ini ada 268 menara pantau.
20:40Yang punya kewajiban perusahaan atau korporasi-korporasi yang ada di sini.
20:44Tahun lalu ada 5 korporasi yang sudah dilakukan penegakan hukum oleh Kementerian Lingkuan Hidup, Bapak.
20:51Karena mereka tidak memenuhi kewajibannya, seperti membuat menara pantau saat ini,
20:57atau kewajiban bagaimana ada tim reaksi cepat kalau seandainya ada titik api atau ada fire spot yang muncul di lokasinya.
21:05Ada berapa perusahaan?
21:06Ada 5 perusahaan yang diberikan sanksi oleh Kementerian Lingkuan Hidup, Bapak.
21:12Lingkuan Hidup?
21:13Lingkuan Hidup.
21:14Siap, Bapak.
21:14Next.
21:15Kemintaan nama korporasi itu ya.
21:18Kemudian ini...
21:19Cari lagi yang melanggar tahun ini.
21:22Siap, Bapak.
21:23Kemudian...
21:245 perusahaan itu sudah memperbaiki sekarang?
21:26Sudah, Bapak.
21:27Sudah.
21:28Sudah memenuhi, tapi sampai sekarang masih status quo 5 perusahaan tersebut.
21:31Maksudnya...
21:315 perusahaan sawit.
21:32Masih status quo, Bapak.
21:33Dicabut di sini ya?
21:35Belum.
21:35Belum dicabut.
21:36Oh.
21:39Ya, nanti kita dalemik lagi di Jakarta.
21:42Pokoknya siapa perusahaan yang tidak mau ikut menjaga?
21:48Ini kita cabut.
21:51Siap.
21:52Kemudian...
21:53Ini kan sumber.
21:54Sumber kehidupan rakyat.
21:56Sumber kehidupan perusahaan itu juga.
22:00Nggak boleh dia seenaknya, dia tidak mencegat.
22:03Mencegah ya, Pak.
22:05Lanjut.
22:06Siap.
22:06Kemudian kekuatan kami tadi yang berikutnya adalah kemitran atau gotong royong yang kami sampaikan.
22:13Kami mengeluarkan maklumat.
22:15Biasanya maklumat itu penegakan hukum saja dikeluarkan oleh Kapolda.
22:18Tetapi tahun lalu kami mengajak Forkopimda, Pak Gubernur, untuk sama-sama mengeluarkan maklumat pencegahan Katrudla.
22:26Di antaranya adalah melakukan pencegahan sebagai tanggung jawab kita bersama, larangan pembakaran lahan, kemudian itu adalah tanggung jawab pemilik lahan,
22:33lalu restorasi pasca Karhutla.
22:35Kami ganti ke depan, dengan program presisi Bapak Kapolri, kami turunkan di bawah ada green policing, bahwa kita hadir untuk
22:47menjaga keberlangsungan dengan melakukan restorasi sebanyak-banyaknya.
22:51Kami kelakukan edukasi sosialisasi ke seluruh sekolah terutama Pak Ud, TKSD, untuk memberikan pencerahan kepada anak-anak mulai usia dini
23:02sudah memberikan penanaman, bahkan hadiah kado ulang tahun kami kasih kado pohon untuk ditanam.
23:10Anak-anak kami suruh menanam pohon lalu diberikan nama, dan itu setiap saat babinkam timas, babinsa, sampai ke tingkat bawah
23:19kita turunkan.
23:20Kemudian berikutnya ada instruksi mendagri Bapak nomor 1 2026, kemarin kami mendapatkan, menerima dengan Pak Gubernur, kami sudah mengumpulkan seluruh
23:32bupati, wali kota, se-provinsi Riau, sampai kepada camat, sampai kepada kepala desa,
23:40di samping ada babinsa dan babinkam timas, kita sampaikan untuk menyampaikan tentang pencegahan-pencegahan pembakaran lahan yang dilakukan oleh masyarakat
23:49sendiri.
23:50Lalu kami juga mengajak mereka, kalau melakukan pembukaan lahan, kami yang akan mendampingi pembukaan lahan.
23:58Bahkan pemerintah daerah, babinsa, babinkam timas, memberikan dukungan untuk memetakan mana lahan yang bisa dikembangkan untuk menanam.
24:09Karena setelah kami analisa, dari 800 hektare yang dibakar 2026, 700 sekian itu adalah lahan APL Bapak, jadi dibuka oleh
24:22petani, area penggunaan lain.
24:26Kemudian yang kedua, ada hutan konsversi, itu hanya beberapa, hanya 9 persen Bapak.
24:36Lalu ini yang menjadi kekuatan kami di daerah, mengumpulkan seluruh pejabat struktural,
24:41mulai dari bupati, camat, sampai kepada kepala desa, sampai kepada babinsa, babinkam timas, untuk bergerak serentak.
24:55Kemudian, ini tadi sudah dijelaskan, pasca kakutlah, tadi sebelum, pada saat kita melakukan pemadaman,
25:04dan ini yang kita lakukan saat ini, kami dengan pemerintah daerah, terutama dengan jajaran dan ramil,
25:12Pak Polsek, kami membuat posko kesehatan, bagaimana banyak masyarakat yang terdampak,
25:21yang sampai saat ini sudah diliburkan sekolahnya, kita bagi masker, kita beri posko kesehatan,
25:27dan yang paling penting Bapak, ada O2 Oksigen, yang kami buat di kantor Polsek, juga di kantor-kantor kelurahan,
25:36untuk masyarakat bisa datang untuk mendapatkan oksigen.
25:41Lalu, untuk petugas, kami membuat posko di tengah-tengah tempat yang kebakaran.
25:47Jadi, tahun ini ada satu dari Manggala Agni yang meninggal dunia karena kehabisan oksigen,
25:54jadi setiap mereka melakukan pemadaman, mereka mampir, 15 menit mereka mendapatkan udara segar.
26:00Nah, ini yang perlu untuk kita mencegah, jangan sampai anak-anak kita di lapangan mendapatkan ISPA, Bapak.
26:09Berapa perkiraan Anda, berapa tabung oksigen yang masih kalian perlu?
26:16Kami masih, sementara ini yang di kerumutan yang terdampak, kami masih ada 30 tabung oksigen.
26:23Pak Gubernur kemarin sudah menyiapkan 50 tabung oksigen.
26:27Jadi, kami perlu banyak, Bapak?
26:32Berapa, kira-kira?
26:34Perlu bisa 500, Bapak.
26:36500?
26:37Siap.
26:37Kak Balok, segera kirim 500.
26:42Terima kasih.
26:43Siap, next.
26:46Ini upaya-upaya pencegahan yang sudah kami lakukan.
26:50Pernah Bapak Kapolri pada tahun lalu itu membuat jambu rekat hudlah,
26:54kita memberikan edukasi kepada anak-anak mahasiswa,
26:58anak-anak pelajar untuk sama-sama bagaimana mencinta alam sama-sama mereka,
27:03kita ajarkan bagaimana untuk bisa memadamkan api bersama-sama.
27:07Kemudian ada sosialisasi juga di lembaga pendidikan.
27:11Kami menambah embung,
27:13mumpung upaya-upaya pencegahan ini kami lakukan secara awal,
27:17Bapak Panglima Kodam, kami dengan Pak Gubernur,
27:20sudah dari awal sudah menyiapkan banyak embung untuk sebagai sarana,
27:24kalau seandainya ada kekeringan, kita bisa mendapatkan sumber air.
27:27Kemudian, next.
27:32Upaya preventif yang lainnya,
27:34kita sudah melakukan sosialisasi, Bapak.
27:36Ada 500 ribu, sekian kegiatan.
27:38Lalu kami bersama jajaran ke bawah di Babin,
27:42saya sama Babin Kap Timas,
27:43sudah ada 502 kegiatan menyebarkan maklumat dari kami bersama,
27:49Forkopimda, untuk menyampaikan kepada masyarakat.
27:52Kemudian, pemasangan sepanduk sudah puluhan ribu,
27:55dan apel siaga.
27:56Mungkin di sini yang paling banyak,
27:57ada 44 kegiatan apel siaga.
28:00Lalu patroli dilakukan secara kolaboratif juga bersama.
28:04Lalu kami melakukan juga FGD.
28:06Next.
28:08Next.
28:11Nah ini sineritas, kemarin kami dikerumutan dengan Panglima TNI,
28:16dengan Pangdam,
28:17di lokasi tersebut,
28:19ternyata saat ini sudah ditutup lagi dengan api.
28:24Sudah apa?
28:25Sudah kebakar lagi, Bapak, yang di sini,
28:27kan dari kanan ke kiri.
28:29Ternyata dia bisa lompat,
28:30sudah bisa lompat,
28:31karena pengaruh angin kemarin, Bapak.
28:35Gambut.
28:36Siap.
28:37Demikian Bapak,
28:38yang dapat kami laporkan, Bapak.
28:40Baik.
28:41Terima kasih ya, saya...
28:44Terima kasih,
28:45saya benar-benar gembira
28:50melihat penanganan saudara-saudara.
28:53Saya kira ini sesuatu yang baik,
28:56mungkin kita catat untuk disampaikan ke daerah-daerah lain,
29:01di cara penanggungan.
29:06Langkah-langkah kegiatan preventif kalian juga cukup bagus.
29:17Pangdam sudah berapa lama di sini?
29:19Siap, satu tahun.
29:20Kapolda?
29:21Siap, baru 17 bulan.
29:27Siap.
29:28Eh, baru-baru.
29:30Tuhan lebih, Bapak.
29:32Coba cari kejabatan
29:35supaya mereka bisa naik.
29:38Ya, selesai dulu.
29:40Kalau 900 kosong ini.
29:42Terima kasih, Pak Pak.
29:44Ya.
29:45Ya, kalau begitu 900 selesai,
29:48ya,
29:50Pak Newatani, Kapolri,
29:52kita harus gini,
29:54saya, bukan apa-apa,
29:55saya kalau,
29:56Anda tahu saya kan,
29:59kalau nggak beres,
30:00aku juga,
30:01bicaranya juga ketus ya.
30:04Tapi kalau bagus,
30:05saya bicara bagus.
30:07Saya besar hati.
30:09Kalau itu saya mau mendarat di udara,
30:13ya saya agak berdoa-doa,
30:14waduh,
30:14jangan sampai situasinya
30:18black ternyata.
30:20Ternyata doa saya mungkin
30:23agak dikabulkan,
30:25saya dapat berita yang
30:26membesarkan hati saya.
30:29Dan ini kerja keras,
30:30saudara-saudara semua, ya.
30:31Terima kasih semuanya.
30:33Ini teamwork.
30:34Aku senang.
30:35Tadi istilah Anda itu,
30:36gotong royong.
30:37Saya suka sekali.
30:40TNI, Polri,
30:42BPD,
30:43semua jalur,
30:44semua unsur,
30:45kommenter daerah,
30:48sipil,
30:49semuanya bergerak.
30:50Ini,
30:51ini,
30:52yang kita inginkan.
30:54Jadi saya terima kasih,
30:55saya besar hati,
30:57laksanakan,
30:58kegiatan ini,
31:00minimalkan,
31:02begitu 900,
31:04hektare selesai,
31:06ya.
31:06Saya minta laporannya,
31:07pakai waktu ini ya,
31:08Sambal Kapolri,
31:10Asad.
31:11Enggak.
31:12Kita sekarang ini harus
31:13menghormati kerja keras.
31:16Tentunya nanti,
31:18BNPD,
31:19dan jalur-jalur yang lain,
31:20ya kita juga hormati.
31:23Gubernur,
31:23terima kasih.
31:25Jadi apa yang bisa kita bantu,
31:27kita bantu.
31:28Jadi tetap,
31:29kalian masih minta
31:29tambahan dua helikopter,
31:32water bombing.
31:33Tetap.
31:34Tetap.
31:35Ya udah.
31:39Tidak mau oksigen,
31:40Bapak?
31:40Oksigen.
31:40Ya, oksigen.
31:41Ya, prioritas oksigen.
31:45You butuh 500 ya?
31:47Anda butuh 500?
31:50Kirim 500 segera ya?
31:52Kalau perlu,
31:52tambahinlah 700 lah.
31:54Biar itu cenderung.
32:00Tapi saya senang ini,
32:02embung-embung,
32:02sama sekat-sekat gitu.
32:04itu sudah, ya.
32:08Good.
32:10Bagus.
32:10Ada lagi tambahan?
32:13Ya, Pak Pak Uri.
32:15Karena tadi
32:15sempat kami ngobrol
32:17dengan Gubernur
32:17dan Pak Rambut
32:19dengan Pak Andam,
32:20Memang
32:20tadi perlu tambahan
32:22detik-detik
32:23yang dibuat
32:24sumur-sumur berurimanan
32:26yang di tempat-tempat
32:27yang potensial
32:28memang sering terjadi
32:29kebakaran, Pak.
32:30Itu kan bisa ditarik
32:31dalam waktu kurun
32:33mungkin lima tahun ke belakang
32:35atau apa.
32:35Sehingga kemudian
32:37pada saat peristiwa kering,
32:39OMC tidak ada,
32:40awan tidak ada,
32:41tapi paling tidak
32:41sumber airnya itu
32:42betul-betul
32:43permanen sudah ada di situ, Pak.
32:45Oke.
32:46Kebutuhan
32:48sumur bor.
32:56Berapa kalian butuh?
32:58Kemarin sudah dicatat ya?
33:01Yang kebutuhan
33:02kalteng ya,
33:03sumur bor.
33:04Kalbar juga
33:05kita mau kirim ya.
33:06Hari ini sudah terkirim
33:08lima ratus.
33:09Dalam minggu depan
33:10dua ribu, Pak.
33:10Ke Kalimantan.
33:12Untuk
33:12alat bor juga?
33:14Alat bor.
33:16Dua ribu.
33:17Dalam bulan ini, Pak.
33:18totalnya.
33:20Sudah terkirim
33:21lima ratus.
33:23Ke mana, Pak?
33:25Tiga provinsi
33:26Kalbar,
33:27Kalteng,
33:28Kalsel, Pak.
33:29Iya.
33:33Kalau Rio
33:34perlu tambahan bor
33:35kita kirim ke Rio juga.
33:38Perlu, perlu, Pak.
33:39Perlu.
33:40Sama Kaltim juga perlu.
33:42Jangan menunggu.
33:43Kita preventif semua.
33:45Siap.
33:48Setahun dua kali, Pak.
33:49Lebih banyak dibandingkan yang lain, Pak.
33:51Jadi,
33:51mungkin dengan mempelajari data yang ada,
33:54kecenderungannya,
33:55kebakarannya di mana,
33:56kritiknya bisa jauh lebih.
33:58Ya, baik.
33:58Kami petakan.
34:00Kurang lebih berapa,
34:01kalau butuh?
34:03Titik sumur bor.
34:05Kita akan mengecek dulu, Pak.
34:12Di data kami ada 159 desa yang rawan, Pak.
34:16Jadi, sumur bor ini mungkin untuk setiap sampai lima tahun ke depan masih bisa kita panggil.
34:20Ya, berapa jadi butuh, Pak?
34:21Sekitar 500 sumur bor sampai 700 sumur bor.
34:25Kalau misalnya satu desa itu ada dua titik sumur bor yang kita bisa gali.
34:31Akan bantu sangat.
34:32Akan sangat bantu, ya.
34:33Jadi, you butuh 500.
34:35500.
34:375, catat.
34:39500 sumur bor, ya.
34:421 sumur bor di sini harganya berapa?
34:4860 juta, Pak.
34:5040 sampai 60 juta.
34:5240 sampai 60 juta kalau yang di sini, kalau di lahan di mineral.
34:56Pak, kita kasih rupiah.
34:57Oke, saya coba.
34:58Pak, Pak.
35:01Pak, izin saran, Pak.
35:03Mungkin ini masalah genset dengan pompa ini selama ini sudah dilakukan, Pak.
35:07Tapi selama ini dibawa masing-masing, Pak.
35:10Jadi, mungkin harus didesain khusus.
35:13Ini yang sedang dicoba di kalteng, di kalbar.
35:15Sehingga genset dengan pompa ini itu bisa terlindung di situ, Pak.
35:20Ya.
35:21Terlindung di situ.
35:22Resikonya memang kalau memang tidak lebih cepat, ya memang hilang, Pak.
35:25Tapi, mungkin lebih baik seperti itu karena selama ini tidak dibawa.
35:29Kan ada babin mas, ada?
35:33Ada, Pak.
35:34Ya, sudah.
35:34Tanggungnya orang mereka.
35:36Ya.
35:38Ya.
35:39Ya, kan?
35:46Berapa, Pak?
36:07Terima kasih, Pak.
36:33Terima kasih, Pak.
37:11Ya, nanti segera ya kita turunkan 500 bor ya untuk sekian ratus desa.
37:19Jadi, bisa dua mungkin, satu desa ya.
37:22Lebih mungkin.
37:26Apa lagi?
37:28Ya, Pak Presiden.
37:29Ya.
37:30Pertama, kami melaporkan.
37:31Kami sudah menerima juga instruksi menteri, Pak, dan negeri.
37:35Dan sudah kami menerima instruksi pengumur kepada kepala daerah.
37:42Alhamdulillah, ini sudah kami laksanakan.
37:44Yang keduanya, kami sesuai aran Pak Mendagri, kami menyiapkan dana BTT.
37:49Kami sudah kami siapkan dana BTT untuk kebutuhan menunjang karula, Pak Presiden.
37:55Alhamdulillah, dan ketiganya, kami mengucapkan terima kasih kekompakan dari tim Purko Pindah terhadap penanganan karula disini cepat terasih.
38:05Terima kasih, Pak Presiden.
38:07Selain lain?
38:09Ya, silakan, Kemendagri.
38:10Siap.
38:11Siap, mohon izin, Pak Pak.
38:14Kami sampaikan, Pak Pak.
38:16Kami melihat bahwa di Riau ini, pencegahannya bagus, Pak, awalnya, Pak.
38:22Karena kami mendengar dari awal perusahaan-perusahaan sawit itu dikumpulkan oleh Purko Pindah, dan kemudian ditekan.
38:31Jangan sampai ada pembakaran.
38:34Karena belajar dari tahun-tahun yang lalu, modus untuk peruasaan itu, Pak.
38:39Dengan ditekan ini, mikir, Pak.
38:41Yang kedua, proaktif langsung sampai ke garda terdepan di tingkat kecamatan, Polsek, dan Ramil, kemudian juga camat, dan kemudian juga
38:56langsung di bawah,
38:56Pak Binsa, Pak Binsa, Pak Binsa, dan Kepala Desa, itu sudah tahu orang-orang yang pelaku-pelaku yang biasa membakar
39:052 hektare, kemudian yang membakar isuruh, gitu, Pak.
39:10Nah, ini dikumpulkan, sehingga airnya menjadi berkurang.
39:14Saran kami memang langkah ini terus lanjutkan sambil, untuk mencegah jangan sampai pembakaran baru.
39:20Jangan sampai kendor, Pak.
39:22Karena ini kan panasnya masih berlanjut, Pak.
39:25Kalau diperkirakan nanti kan akan el nino-nya, el nino-nya agak panjang, gitu.
39:29Jadi kami mungkin, meskipun nanti 900 hektare sudah selesai, terus saja pernama itu tidak kendor, gitu, Pak.
39:37Mungkin, Pak, masih.
39:38Terima kasih.
39:39Ya, sebagaimana tadi ya, teruskan langkah-langkah saudara, beri edukasi, pembinaan, ya.
39:51Gubernur semua jajaran, Pangdam, Kapolda semua jajaran ke bawah.
39:58Dan semua unsur juga mengambil langkah-langkah pencegahan terhadap oknum-oknum atau korporasi yang masih coba-coba atau masih nakal.
40:16Tapi langkah-langkah saya kira dengan yang tadi ya, sudah saya beri petunjuk.
40:22Semua hotspot sudah Anda lakukan aksi pencegahan.
40:33Bor segera kita kirim, Anda sudah benar bikin embung-embung di tempat hotspot, saya kira, ya.
40:45Jangan, jangan.
40:47Dan kemudian ada tim reaksi cepat, ya, penanggulaan bencana itu, saya kira bagus sekali.
40:54Dibantu dari pusat, ya.
40:56Jadi, tolong, di sini ada, di posko kalian, kalian bisa monitor titik api.
41:02Titik api bisa, ya.
41:03Titik hotspot juga bisa.
41:05Jadi, begitu hotspot sudah ada koordinatnya, kalau tidak salah, di sini ada sekitar 300 hotspot, ya.
41:14Segera, ya, Anda lakukan itu semua.
41:21Begitu titik api, harus kirim tim.
41:25Tapi begitu hotspot, lakukan pencegahan.
41:29Sekat, embung, bor.
41:38OMC diupayakan terus, ya.
41:43Helikopter water bombing, stand by.
41:48Baik, ada hal-hal lain?
41:50Silakan, Pak Nima.
41:54Ingin, Pak Presiden, untuk tiga batalion yang untuk membantu karhut laut yang di Kalimantan sudah bergeser semua.
42:01Kemudian, seribu orang penyuluh dari pusat nanti akan, dan sudah digeser, sudah mulai datang ke Riau dan ke Kalimantan, Pak.
42:14Setara bertahap, seribu orang sudah kita siapkan untuk membantu memberikan penyuluhan kepada masyarakat.
42:20Kemudian, pesawat CN sudah digeser ke sini juga untuk membantu dengan heli, Pak.
42:27Kemudian, tadi ada tim SUS, sudah satu tim pre-fall.
42:34Rencana akan dicoba di sini, tapi lihat cuaca, kalau awannya bagus kita akan terjunkan.
42:42Kemudian, tim pass-rooping juga sudah siap, Pak, dengan helinya.
42:46Kemudian, tim paramotor, parastrik sudah disiapkan.
42:51Nanti kalau awannya bagus, bisa kita coba, Pak.
42:54Terima kasih.
42:55Oke, Panglima Teknik ini, tapi perhatikan, Kalbar itu lebih berat, ya.
43:00Jadi, konsentrasi Kalbar, dan saya juga minta diperhatikan untuk Lampung.
43:07Lampung ada, ya, Wai Kambas, Taman Nasional, itu fokus kita juga, ya.
43:17Saya dapat laporan itu juga ada hotspot di situ, dan sudah ada kebakaran berapa hektare, gitu, ya.
43:24Dan di situ kan taman konservasi kita untuk gajah dan sebagainya.
43:33Gajah-gajah terakhir di, termasuk di Sumatera harus kita rawat.
43:43Baik, terima kasih sekali lagi ya, Saudara-saudara.
43:47Saya sangat besar hati, saya bangga dengan pekerjaan kalian, leadership kalian, management dan leadership kalian sangat bagus.
43:56Ini diteruskan, ya.
44:02Kalau tidak ada lagi, Maseknek, Kapolri.
44:07Kami juga tambahkan di Kalbar 300 personil, Pak.
44:11Oke, terima kasih.
44:11Sehingga untuk berkuat, dan nanti arahan Bapak untuk Wai Kambas, koordinasi juga.
44:17Tolong ya.
44:17Terima kasih.
44:20Kemudian, mohon izin, Pak, kami datakan dari data yang kami catat,
44:28bahwa ada beberapa kasus korporasi yang saat ini sedang berproses perdata di Radilan, Pak.
44:35Kalau memang nanti ternyata memang mereka ada posisi di mana mereka tidak melaksanakan kewajibannya, Pak,
44:42nanti kami akan cek lagi sesuai dengan arahan Bapak tadi.
44:46Walaupun ini sudah berjalan, Pak, di luar yang ada,
44:49tapi kalau itu jadi modus yang tadi seperti disampaikan,
44:52membakar lahan atau tidak melengkapi peralatan yang wajib dimiliki korporasi,
44:58mungkin kami nanti laporkan.
45:02Nanti juga kasih tahu kejaksaan ya.
45:06Terima kasih.
45:08Terima kasih.
45:08Terima kasih.
45:09Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan