00:00Saudara seminggu melayani pasien di tenda darurat,
00:03para tenaga kesehatan di RS UD Ruteng mulai mengalami kelelahan.
00:07Sejumlah tenaga kesehatan jatuh sakit.
00:11Nakes bergantian menangani pasien,
00:13termasuk korban luka dan pasien sakit di pengungsian di RS UD Ruteng,
00:19menggarai Nusa Tenggara Timur.
00:21Faktor cuaca dan fasilitas kesehatan yang terbatas
00:24membuat para nakes mengalami kelelahan.
00:27Tenda darurat menjadi tempat utama pelayanan kesehatan
00:31sekaligus ruang kerja bagi tenaga medis
00:34untuk memastikan kebutuhan pasien tetap terpenuhi.
00:43Kita pantau saudara kondisi korban gempa di RS UD Ruteng NTT.
00:48Ada jurnalis Kompas TV, Citos Natun di sana.
00:51Citos, selamat pagi. Ini sepekan setelah gempa.
00:53Apakah masih banyak korban gempa yang dirawat di RS UD Ruteng
00:58dan bagaimana kondisi mereka yang Anda pantau saat ini?
01:02Selamat pagi.
01:03Dan juga saudara memang rumah sakit umum daerah Ruteng ini
01:07merupakan rumah sakit rujukan dari tiga kabupaten di wilayah Manggarai,
01:11yakni Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan kabupaten Manggarai sendiri.
01:15Dan kalau kami pantau sejak awal rumah sakit ini
01:18beroperasi untuk melayani para pasien, khususnya korban terdampak gempa,
01:24memang setiap hari kami melihat selalu saja ada rujukan-rujukan
01:27dari posko-posko yang dibangun dari tiga wilayah kabupaten ini.
01:31Dan memang kalau kita lihat para pasien atau para tenaga medis di sini
01:37bekerja atau dilayani di posko atau tenda-tenda pengungsian
01:42yang disiapkan di halaman rumah sakit umum Ruteng ini.
01:46Dan tentu ini cukup berpengaruh pada situasi pelayanan
01:50dan juga kesehatan para pasien karena harus dilayan di luar
01:54dan di tengah kondisi cuaca yang cukup dingin apalagi di malam hari.
01:58Hal ini tentu menyulitkan pelayanan ekstra bagi para pasien di sini
02:04dan juga kondisi nakes yang mulai kelelahan
02:07karena harus melayani pasien yang cukup banyak
02:10dan juga di luar ruangan dengan kondisi yang cukup ekstrim seperti ini.
02:14Dan Ian dan juga saudara, memang di rumah sakit ini juga kemarin
02:18Kementerian Kesehatan telah membangun satu rumah sakit lapangan
02:21di Stadion Golodukal yang jaraknya kurang lebih 5 km dari rumah sakit ini
02:25yang khususnya dibuat untuk melayani para pasien terdampak gempa
02:31khususnya yang mengalami patah tulang dan cedera-cedera tulang lainnya
02:35karena di rumah sakit ini belum ada ruangan operasi khusus
02:39yang melayani pasien patah tulang
02:43karena memang belum ada ketersediaan dokter di sini.
02:46Dan Ian dan juga saudara, kami memantau juga kemarin
02:49kami berbincang dengan beberapa nakes di rumah sakit ini
02:52mereka mulai mengalami kelelahan dan juga mereka meminta
02:57agar bisa diperhatikan baik dari suplemen ataupun vitamin begitu
03:01serta juga adanya tambahan relawan di sini
03:04karena memang semakin hari baik pasien umum
03:07maupun pasien-pasien dari posko-posko darurat
03:09yang dibangun di tiga kabupaten yang ada di wilayah Manggarai ini
03:13terus berdatangan. Dan kemudian dengan kondisi seperti ini
03:16mereka berharap ada perhatian khusus dari pemerintah.
03:20Baik, artinya hingga saat ini pantauan Anda di sana selalu ada pasien
03:24yang dirujuk begitu setiap hari dari rumah sakit lainnya
03:28dan memang ini terkendala juga perawatan terkait dengan peralatan
03:31karena dilakukan di tenda darurat ataupun di tenda pengusian.
03:35Cetus tadi Anda sempat menyinggung terkait tenaga kesehatan yang sakit
03:38begitu karena kelelahan pantauan Anda saat ini di sana
03:43bagaimana juga ini penanganan terhadap para tenaga kesehatan
03:46apakah ada penanganan khusus ataupun perawatan khusus
03:50bagi tenaga kesehatan yang memang terpantau sakit ini
03:53dan apakah ini juga jadinya mengurangi optimalisasi pelayanan
03:58terhadap korban gempa yang dirujuk ke sana. Cetus.
04:03Yang memang benar memang cukup prihatin juga kita melihat kondisi
04:09dari sejumlah nakis yang mulai sakit.
04:11Kemarin kami memantau ada perawat begitu yang mulai memasang infus
04:17untuk dirinya sendiri ataupun dibantu oleh temannya
04:19tapi tetap melayani para pasien yang terus berdatangan
04:24dan ada juga dokter yang mulai sakit dan kemudian bersyukur kemarin
04:30dokter-dokter dari luar pulau NTT mulai bertangan
04:34yang diperbantukan oleh Kementerian Kesehatan
04:36dan juga superelawan-superelawan dokter dari berbagai daerah
04:40dan kalau kita lihat memang tentu ini berpengaruh pada pelayanan kesehatan
04:46karena memang pasien yang cukup banyak
04:49di tengah keterbatasan fasilitas yang juga minim
04:52dan obat-obatan yang rusak akibat tertimpa bangunan dari rupa sakit ini
04:57yang akibat dampak pada tanggal gempa 15 Agustus kemarin
05:02dan karena itu diharapkan pemerintah bisa mengirimkan sejumlah relawan
05:07ataupun memberikan suplemen ataupun vitamin dan juga perhatian
05:11kepada para nakis ini agar pelayanan bisa berjalan maksimal
05:15di rumah sakit terujukan di rupa ini.
05:17Oke, Citos Anda tadi sempat menyebutkan bahwa hampir setiap hari
05:22begitu pasien rujukan begitu didatang
05:26ataupun dirujuk ke RSUD Ruteng NTT
05:29lalu bagaimana dengan pasien yang diperbolehkan pulang
05:32apakah juga sudah banyak pasien ataupun korban gempa
05:36yang sudah diizinkan pulang
05:37dan terakhir juga pantauan Anda di sana
05:39hingga saat ini apakah masih ada gempa susulan Citos?
05:43Baik, memang untuk pasien, kondisi pasien di rumah sakit Ruteng ini sendiri
05:48silih berganti ada yang datang, ada yang masuk
05:51dan juga ada yang sudah diperbolehkan pulang
05:55ada yang diizinkan untuk menginap
05:57ataupun rawat inap di rumah sakit
06:00tapi konsekuensinya adalah di tanda-tanda darurat
06:03yang sudah disiapkan oleh pemerintah
06:05di depan alaman rumah sakit umum
06:08dan kalau kita melihat memang kemarin
06:11sampai dini hari tadi
06:14memang masih terjadi gempa-gempa susulan
06:16sehingga ini menyulitkan para warga
06:19ataupun para pasien dan nakis
06:21yang berada di rumah sakit umum Ruteng
06:24karena bangunan-bangunan yang ada
06:27yang tidak bisa digunakan lagi
06:28kemarin kami juga sudah memantau
06:30ada tim dari Kementerian PU
06:32dan juga Kementerian Kesehatan
06:33yang melakukan asesmen
06:35atas gedung yang rusak ini
06:37sehingga apakah ada rekomendasi
06:40bahwa para pasien bisa diperolehkan
06:42masuk kembali ke dalam ruangan
06:44gedung perubah sakit
06:45tapi dengan kondisi gempa-gempa susulan
06:48yang terus terjadi
06:49karena punya potensi untuk merusak
06:52dengan kekuatan yang cukup besar
06:54tadi pagi kurang lebih 5,6 skala Richard
06:57gempa terjadi
06:59begitu sehingga ini yang ditakutkan
07:02baik oleh keluarga, para pasien
07:04dan juga para nakis yang selama ini
07:07bertugas di tenda-tenda yang sudah disiapkan oleh pemerintah
07:11mengingat bangunan ini masih labil
07:15dan juga kelihatan belum layak untuk digunakan
07:17untuk melalui para pasien di sini
07:19oke hingga tadi pagi gempa susulan masih terpantau
07:23sehingga memang diputuskan perawatan
07:25terhadap pasien korban gempa
07:27masih dilakukan di tenda darurat
07:29di halaman di RSUD Ruteng Nusa Tenggara Timur
07:33terima kasih laporan langsung Anda
07:35Jurnalis Kompas TV, Citos Natun
07:37dari RSUD Ruteng NTT
07:40selamat bertugas kembali
Komentar