00:00Jangan main-main dengan, apa istilahnya, anggaran terkait dengan yang latar belakangnya bencana, Pak.
00:09Kalau saya nggak tahu sekarang ketentuannya pengadaan barang ganjah seperti apa,
00:15300-200 juta ke bawah itu penunjukan langsung tanpa lelang.
00:21Kan begitu, Pak?
00:23Tetapi jangan bermain di situ.
00:25Kalau ingin menyelamatkan situs sejarah benar-benar murni,
00:31spiritnya akan kita ambil untuk generasi berikutnya,
00:36ya coba pikirkan tidak hanya menyelamatkan bangunan itu saja.
00:42Seperti kearifan budaya di Maroko dan sebagainya, mungkin kawan-kawan yang sudah pernah kesana,
00:49kita lihat, disitu ada peninggalannya.
00:54Ada buku yang ditulis para ulama-ulama besar tempo dulu,
01:00ada wujudnya.
01:02Ini kita cerita,
01:03mana wujudnya?
01:05Itu, Pak, tadi tayangannya.
01:08Sudah kena.
01:09Kenapa tidak dari dulu, Pak?
01:13Apalagi sekarang ini,
01:16eranya digital.
01:19Kalau bangunan itu kita kembalikan seperti semula.
01:23Pertanyaannya, siapa yang mau datang ke situ?
01:26Bagaimana anak-anak kita itu ada ketertarikan di sana?
01:31Lalu ditarik ke belakang lagi,
01:33lalu apa ya PNBP yang diharapkan akan disetorkan ke negara?
01:38Saya rasa begitu.
01:40Tetapi,
01:41kami sepakat,
01:44Ibu Ketua Panjai ini,
01:46sangat intens sekali terhadap
01:49situ-situ sejarah,
01:51apalagi terkait dengan keagamaan itu.
01:54Kami mendukungnya.
01:56Tapi tolong kalau nanti anggarannya
01:58turun, Pak.
02:00Jangan main-main dengan anggaran itu.
02:03Kualat itu, Pak, nanti.
02:05Saya nggak nyumpahin, Pak.
02:06Tetapi mungkin
02:09para suhada,
02:10para ulama besar yang
02:11pernah ada di situ,
02:15tahu generasi sekarang malah justru main-main dengan anggaran,
02:19ya sudah.
02:20Wassalam.
02:21Secara saya itu,
02:23Pak,
02:27selamat menikmati.
Komentar