Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
JAKARTA, KOMPAS.TV - Satuan Siber (Satsiber) TNI merespons isu rencana aksi demonstrasi besar yang disebut akan berlangsung pada 27 Agustus 2026 di kawasan Parlemen, Senayan, Jakarta.

Komandan Satsiber TNI Brigjen TNI Juinta Omboh Sembiring mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial dan meminta publik lebih bijak memilah informasi.

Baca Juga FULL! BPBD-Walhi Bahas Karhutla Meluas di Kalimantan, Api-Asap Dekati Permukiman Warga | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/video/687104/full-bpbd-walhi-bahas-karhutla-meluas-di-kalimantan-api-asap-dekati-permukiman-warga-kompas-pagi

Satsiber TNI menyoroti potensi penyebaran narasi provokatif dan disinformasi di ruang digital yang dapat mempengaruhi opini publik serta mengganggu stabilitas keamanan.

TNI meminta masyarakat mengutamakan informasi resmi, tidak mudah diadu domba, dan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa menjelang agenda demonstrasi tersebut.

Produser: Prayogi Haro

Editor: Joshua

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/687112/satsiber-tni-respons-rencana-demo-27-agustus-warga-diminta-tak-terprovokasi
Transkrip
00:00Yang di media sosial itu terlalu banyak provokasi-provokasi ada, saya pikir masyarakat perlu lebih bijak, jangan terprovokasi.
00:08Ya kalau itu yang penting pesan kita adalah tidak usah terprovokasi.
00:14Yang di media sosial itu terlalu banyak provokasi-provokasi ada, saya pikir masyarakat perlu lebih bijak, jangan terprovokasi, silahkan nanti
00:24bekerja.
00:26Saya pikir itu tidak ada masalah, itu jangan kita terlalu mudah dituang itu-itu, demikian.
00:31Karena si cow ini belum ditemukan tadi?
00:33Ya.
00:34Gimana?
00:35Kalau ancaman cyber yang paling jadi perhatian bahwa tahun ini itu apa sih?
00:38Cyber kita tetap bagi dua ancamannya, yaitu ada yang ancaman menyerang infrastruktur informasi vital.
00:44Negara kita, kita tahu SuperPES 82 tahun 2022, ada 8 infrastruktur informasi vital yang harus kita lindungi,
00:54ini bukan hanya TNI, TNI adalah bagiannya saja, yaitu sektor pertahanan.
00:59Saya pikir ini harus dijaga dari ancaman fisik tersebut, dengan beragam teknik yang terus berdinamika.
01:09Kemudian di sisi lain juga kita ada ancaman kognitif yang tadi disampaikan,
01:14bahwa ancaman media maya itu sekarang, media sosial media, maksudnya sosial media itu sekarang bisa jadi senjata.
01:24Karena satu disinformasi yang akan di-flooding itu, itu bisa jadi senjata untuk memecah belah bangsa kita.
01:32Sehingga ini juga menjadi ancaman konsen kami, dengan beragam teknik-teknik yang ada.
01:37Dan semua ancaman tadi, baik yang menyerang fisik maupun menyerang kognitif alam pikiran kita ini,
01:44semuanya itu mengancam pertahanan keamanan negara.
01:46Ini menjadi konsen kami semua.
02:17Terima kasih telah menonton!
02:34Terima kasih telah menonton!
02:42Nonton di Smart TV, nonton live streaming, dan ribuan tayangan Kompas Gramedia langsung dari Smart TV kamu.
02:50Cara installnya, buka Google Play Store di Smart TV kamu.
02:54Cari Kompas TV melalui pencarian.
02:57Pilih aplikasi, lalu install.
03:00Selesai, kamu bisa menonton video pilihan editorial Kompas TV.
03:05Download Kompas TV Apps di TV kamu sekarang juga!
Komentar

Dianjurkan