Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Tingkat pengangguran di Australia mengalami lonjakan tak terduga menjadi 4,5 persen pada Juli 2026. Menurut data Biro Statistik Australia, negara tersebut kehilangan 15.800 lapangan kerja yang mayoritas berasal dari sektor pekerja paruh waktu.

Pelemahan pasar tenaga kerja ini dipicu oleh pengetatan suku bunga bank sentral untuk mengendalikan laju inflasi. Angka ini terbilang cukup kontras dari proyeksi ekonom yang awalnya memperkirakan bakal tercipta 12.000 lapangan kerja baru.

Situasi ini pun menjadi sinyal penting bagi bank sentral Australia dalam menentukan arah kebijakan ekonomi ke depan.

Selengkapnya dalam video di atas!

#LonjakanPengangguran #LapanganPekerjaanHilang #Australia

Creative/Video Editor: Aqilah/Daffa
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Lonjakan pengangguran di negara tetangga, 15.800 lapangan kerja hilang di Juli 2026.
00:07Pasar tenaga kerja Australia menunjukkan tanda-tanda pelemahan setelah tingkat pengangguran melonjak secara tak terduga menjadi 4,5% pada
00:17Juli 2026.
00:18Berdasarkan data resmi Biro Statistik Australia, negeri kangguru ini kehilangan sebanyak 15.800 lapangan kerja
00:27yang sepenuhnya berasal dari penurunan pada sektor pekerjaan paruh waktu.
00:32Kondisi ini terbilang cukup kontras jika dibandingkan dengan proyeksi awal para ekonom yang memperkirakan akan tercipta 12.000 lapangan kerja
00:42baru.
00:43Pelemahan ini terjadi menyusul langkah Reserve Bank of Australia yang menaikkan suku bunga pada awal tahun 2026 guna menekan angka
00:52inflasi.
00:53Penjakan pengangguran yang lebih cepat dari perkiraan ini menjadi sinyal penting bagi bank sentral
00:59dalam mempertimbangkan arah kebijakan moneter dan suku bunga ke depan.
Komentar

Dianjurkan