Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Rumah Sakit Muhammadiyah Taman Puring akhirnya memberikan klarifikasi terkait penanganan Sutrimo yang dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (UGD). Tim Legal RS Muhammadiyah Taman Puring, Ahmad, menegaskan bahwa korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat tiba di rumah sakit.

Menurut Ahmad, berdasarkan pemeriksaan medis, Sutrimo dinyatakan dead on arrival (DOA) atau meninggal sebelum tiba di rumah sakit.

Ahmad menjelaskan, pihak rumah sakit hanya diminta memastikan apakah korban masih memiliki tanda-tanda kehidupan ketika tiba di UGD.

Ia mengatakan, rumah sakit tidak melakukan autopsi maupun pemeriksaan lebih lanjut karena tidak ada permintaan dari pihak keluarga.

Ahmad juga menyampaikan, berdasarkan pemeriksaan medis ditemukan tanda-tanda yang menunjukkan korban telah meninggal beberapa waktu sebelum tiba di rumah sakit.

Dalam berita acara rumah sakit, Ahmad menyebut terdapat catatan mengenai waktu munculnya keluhan yang disampaikan oleh pengantar korban.

Terkait identitas pengantar, Ahmad mengatakan korban diantar oleh sekitar empat orang menggunakan ambulans yang bukan milik RS Muhammadiyah Taman Puring.

Ahmad juga meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai surat dari rumah sakit yang mencantumkan nama Febrio sebagai pengantar.

Ia menegaskan, kronologi yang menyebut korban merasa sakit sebelum dibawa ke rumah sakit juga ditulis oleh pihak pengantar, bukan oleh petugas rumah sakit.

Lebih lanjut, Ahmad menyayangkan beredarnya rekaman CCTV maupun dokumen berita acara kematian yang berasal dari lingkungan rumah sakit.



Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/XM6neCvAkpQ



#eksjampidsus #febrieadriansyah #sutrimo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/video/683807/rs-muhammadiyah-klarifikasi-cctv-dan-berita-acara-kematian-sutrimo-eks-pegawai-jampidsus-dipo
Transkrip
00:02Jadi memang ada pasien yang diantar atas nama Sutrimo, terjadi pada tanggal 23 Juli 2026, kurang lebih waktunya diantara jam
00:13sembilanan.
00:14Berdasarkan pemeriksaan oleh tim medis kami, bahwa pasien sudah dinyatakan meninggal dunia.
00:21Jadi sebelum sampai di rumah sakit, pasien sudah meninggal atau dead on arrival.
00:26Mulai hari Senin 27 Juli, penyelidik melakukan olah tempat kejadian peristiwa, olah TKP.
00:36Juga melakukan pemeriksaan kepada beberapa orang saksi, mengambil beberapa barang bukti dan dilakukan pendalaman.
00:57Setelah saya tiba di rumah sakit Muhammadiyah, Taman Puring, Jakarta Selatan.
01:03Rumah sakit yang jaraknya, saudara, hanya kurang lebih berjarak 2 km dari tempat kejadian perkara,
01:10ataupun dari lokasi Sutrimo ditemukan tewas meninggal dunia dengan kondisi mulut berbusa dan juga hidung berbusa, saudara.
01:19Saya akan coba masuk ke dalam, karena sebelumnya juga saya sudah mendapatkan konfirmasi dari pihak rumah sakit Muhammadiyah
01:25dan sudah diizinkan untuk melihat secara langsung seperti apa lokasi UGD yang kala itu sempat menggambarkan Sutrimo di bawah ke
01:34rumah sakit Muhammadiyah.
01:36Dan ini adalah lokasi, saudara, di mana Sutrimo terlihat di bawah menggunakan berangkar.
01:42Saat itu Sutrimo masuk melalui jalan ini ke pintu UGD dan menggunakan selimut berwarna biru.
01:49CCTV yang merekam kejadian tersebut, saudara, adalah CCTV ini dan terlihat juga di dalam CCTV ada satu orang yang kemudian
01:57mendorong.
01:58Artinya ada sejumlah pihak yang membawa Sutrimo untuk masuk ke UGD dari rumah sakit Taman Puring Muhammadiyah.
02:06Saya juga mendapatkan konfirmasi dan juga kodifikasi yang sebelumnya sudah diberikan oleh pihak rumah sakit Muhammadiyah Taman Puring Jakarta Selatan
02:16terkait dengan hal ini.
02:17Saya konfirmasi juga soal pihak, Pak, yang membawa Sutrimo itu ke rumah sakit Muhammadiyah karena informasi yang kami dapatkan bahwa
02:26ambulansi itu bukan milik rumah sakit Muhammadiyah, betul, Pak?
02:28Betul sekali, Pak.
02:30Oke. Yang membawa sakit itu berapa orang, Pak?
02:31Kurang lebih 4 orang.
02:33Dari mereka mungkin apakah ada pihak keluarga?
02:36Kita tidak mengelusuri lebih dalam, ya. Yang kita ketahui mereka mengantarkan jenazah, kemudian diminta untuk memastikan apakah jenazah itu sudah
02:49meninggal atau belum.
02:50Oh, secara fisik, Pak, mungkin ada lebam-lebam atau temuan lain mungkin dari...
02:54Karena memang tidak diminta oleh keluarga, maka kami tidak memberikan salah utuh.
02:59Jadi kalau secara medis, kita sudah klarifikasi, ada namanya luka lebam mayat.
03:05Mayat ini sudah mati atau meninggal mungkin sejam atau dua jam sebelumnya.
03:10Kalau tertulis di dalam berita acara, jam 6.39 yang ditandatangani oleh Pebrio, itu memang sudah ada keluhan oleh si
03:24pasien yang dirasakan.
03:25Maka dari itu, dibawa langsung ke sini, mungkin jam 9.00 sampai sini memang sudah tidak ada nyawanya.
03:33Kali-kali juga di media sosial ada semacam surat, ya, Pak, ya, berkok rumah sakit Muhammadiyah.
03:39Dan di situ tertulis informasi yang mengantar adalah kerabat dari Sutrimo dan bernama Febrio.
03:47Informasi itu apakah pihak rumah sakit yang menulis atau mungkin pihak pengantar yang mengisi sendiri?
03:52Jadi, pengantarlah yang mengisi langsung. Atas nama Febrio memang tertulis.
03:57Tapi kami tidak menyebarkan berita kronologis itu kepada media manapun.
04:04Kami tidak tahu itu siapa yang menyebarkan, maka dari itu kami juga menyayangkan hal itu terjadi.
04:11Termasuk juga soal kronologi yang ditulis bahwa Sutrimo ini disebut mengambali temannya karena merasa sakit sebelumnya.
04:17Itu juga Febrio yang menulis?
04:19Betul. Jadi, Febrio yang menulis kronologis itu seperti itu.
04:24Opsi-otopsi tidak ditawarkan mungkin ataupun tidak diajukan oleh yang mengantar?
04:30Betul. Jadi, permintaan itu tidak ada di kita.
04:35Kami meminta dan berharap ya agar kasus ini bisa diberikan gambaran yang seterang-terangnya.
04:42Yang pertama, kami menyayangkan adanya berita yang beredar terkait CCTV yang keluar dari kewenangan kami.
04:51Yang kedua, terkait kronologis berita acara kematian.
04:55Kami sangat menyayangkan bahwa itu beredar begitu bebas di media sosial.
05:05Pada hari Jumat 31 Juli 2026, tim penyidik telah melaksanakan tindakan penggeledahan di salah satu rumah milik saudara EPA di
05:15daerah Radio Dalam.
05:16Berdasarkan surat perintah penyidikan yang telah diterbitkan dalam perkara dugaan tindak pidana pencucian uang, TOTO PPU.
05:32Sudara, kejanggalan terkait dengan kematian Sutrimo tidak hanya terdapat di TKP ditemukannya Sutrimo.
05:39Tidak hanya soal ambulans yang kemudian mengantarkan Sutrimo ke rumah sakit.
05:44Tetapi, ada satu kejanggalan lagi saudara, bahwa TKP ditemukannya Sutrimo tewas hanya berjarak kurang lebih 400 hingga 450 meter dari
05:54kediaman pribadi ex-Jampitsus.
05:56Sebelumnya saudara, pada pertengahan Juli 2026, saya sempat mendatangi secara langsung kediaman pribadi ex-Jampitsus.
06:04Dan saat itu ada sejumlah orang sedikitnya.
06:07Ada tiga orang di dalamnya dari rumah pribadi ex-Jampitsus, tapi tidak ada satupun orang yang nampak atau terlihat merupakan
06:16Sutrimo.
06:17Saya akan coba konfirmasi saudara apakah betul Sutrimo merupakan pegawai di rumah pribadi dari ex-Jampitsus dan juga berprofesi ataupun
06:26bertugas sebagai kepala rumah tangga sejak tahun 2008.
06:34Dan ini adalah rumah ya, dari Febri Adriansi yang sempat saya datangi, rumah pribadi nomor 15.
06:42Dan pintunya pagar tertutup termasuk juga pintu bagian dalam ini tertutup.
06:48Dan cukup berbeda jika saya bandingkan dengan pertengahan Juli ketika saya pertama kali mendatangi rumah ini.
06:53Tapi saya akan coba konfirmasi saudara.
06:57Ini sih.
07:00Sangat berbeda ya, ketika pertengahan Juli saya datangi, ada dua orang yang berada di kursi di depan garasi saudara.
07:11Tapi saat ini kondisinya betul-betul kosong, pintu garasi juga tertutup ya.
07:17Termasuk juga pintu utama yang ada di dalam.
07:21Saya sedang mencari informasi pak soal Pak Sutrimo.
07:26Bapak kenal pak?
07:30Pak Sutrimo saya kenal, cuman kalau masalah ini saya nggak tahu.
07:34Oh, Pak Sutrimo bapak kenal.
07:35Kita orang baru juga.
07:37Oh, oke.
07:38Sering bertemu dengan bapak berarti atau seperti ya pak?
07:40Nggak, cuma sekali aja.
07:42Oh, cuma sekali.
07:43Tapi bapak tahu pak Sutrimo yang mana ya pak ya?
07:45Memang beliau kerja di sini?
07:47Kalau saya ada kerja, cuma kerja aja.
07:50Kerja ya pak ya?
07:51Sebagai, berarti pegawai pak Febri ya?
07:53Itu kayak bantu-bantu aja sih.
07:56Bantu-bantu aja?
07:57Itu di bagian luar.
07:58Kayak ngantar-ngantar barang lah itu.
08:01Oh, belanjaan.
08:03Oh.
08:03Yang saya tahu sih.
08:04Tapi pak Sutrimo tinggal di sini memang?
08:07Kalau sedang bekerja gitu?
08:08Mengenapnya di sini?
08:09Bukan.
08:10Tidak?
08:11Tidak.
08:11Mengenapnya di, bapak tahu juga pak?
08:12Dia kan sering di sini pak.
08:16Kalau yang soal klinik, bapak tahu pak?
08:17Enggak.
08:18Tidak tahu ya?
08:19Punya siapa gitu?
08:20Tempatnya pun saya nggak tahu.
08:21Kalau pak Sutrimo tinggal di situ?
08:23Saya nggak tahu juga pak.
08:24Nggak tahu juga ya pak ya?
08:24Karena saya sering cuma sekali di sini pak.
08:27Itu lagi happy juga.
08:29Ketawa-ketawa.
08:31Hari apa itu pak?
08:32Masih ingat nggak pak?
08:33Itu hari Pantara Selasa dan Rabu.
08:37Pantara Selasa lah.
08:38Orangnya ini betul ya pak ya?
08:40Di sini pak ya?
08:40Ini benar ya?
08:42Betul ya.
08:42Betul ini ya?
08:44Ini foto pak Sutrimo ya?
08:47Ketika ditemukan
08:48meninggal dunia
08:50dengan kondisi mulut dan hidung berbusa.
08:55Sudara saya sudah
08:57mendapatkan konfirmasi ya
08:58dari petugas keamanan yang melekat
09:00dari Febri Adriansia
09:02ataupun ex-Jampitsus
09:03terkonfirmasi bahwa
09:04Sutrimo betul merupakan
09:06pegawai di rumah
09:08ex-Jampitsus Febri Adriansia.
09:10Saya akan coba
09:10cari informasi lain,
09:12karena ada
09:14informasi yang saya dapatkan
09:16bahwa Sutrimo juga
09:17kerap kali
09:20berkumpul ya
09:21ataupun bersosialisasi
09:22dengan
09:22warga sekitar.
09:27Ketika Pak Febri bangun rumah ini
09:29Pak Sutrimo disuruh menjaga.
09:31Ya.
09:32Berarti bisa dibilang
09:33Pak Sutrimo ini
09:33salah satu orang
09:34kepercayaan Pak Febri.
09:34Terima kasih.
09:37Terima kasih.
09:39Terima kasih.
09:40Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan