Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Amerika Serikat terus menggaungkan niat negosiasi dengan Iran. Ajakan ini disampaikan di tengah gempuran yang terus menyasar Iran.

Apakah gempuran ini bagian dari upaya untuk memaksa Iran mengikuti skema negosiasi yang dibawa Presiden Amerika Serikat Donald Trump, yang mengklaim Hormuz sudah dibuka pada Rabu ini.

Kita akan membahasnya bersama Fauzia Cempaka Timur, Analis Senior Indo-Pacific Strategic Intelligence serta Dean Atase Pertahanan di Iran 2009-2012, Mayjen TNI (Purn) Budi Pramono.

Baca Juga Penasihat Militer Iran Semprot Klaim Trump soal Perang AS-Iran: Anda Hidup Dalam Mimpi! di https://www.kompas.tv/internasional/684043/penasihat-militer-iran-semprot-klaim-trump-soal-perang-as-iran-anda-hidup-dalam-mimpi

#trump #iran #amerika

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/684156/full-analisis-peneliti-soal-strategi-as-tekan-iran-negosiasi-atau-eskalasi-perang
Transkrip
00:00Amerika Serikat terus menggaungkan niat negosiasi dengan Iran.
00:04Ajakan ini disampaikan di tengah gempuran yang terus menyasar Iran.
00:08Apakah gempuran ini bagian dari upaya untuk memaksa Iran mengikuti skema negosiasi yang dibawa Presiden Amerika Serikat Donald Trump
00:16yang mengklaim hormus sudah dibuka pada Rabu ini.
00:19Kita akan membahasnya bersama Fauzia Cempaka Timur, analis senior Indo-Pacific Strategic Intelligence
00:25dan juga Dian atas pertahanan di Iran tahun 2009 hingga 2012,
00:31Majen TNI Purnawirawan Budi Pramono.
00:34Selamat petang Prof. Budi dan juga Mbak Cempaka.
00:37Saya akan langsung ke Prof.
00:39Selamat petang, selamat sore.
00:41Prof. Budi, kalau kita dengar informasi terbaru, kesepakatan sudah terjadi dan selat hormus sudah dibuka.
00:48Apakah ini bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya Prof menurut Anda?
00:52Tidak bisa dipertanggungjawabkan.
00:55Kebenarannya, karena kita sudah tahu polanya Trump itu seperti apa.
01:00Jadi untuk saya sampaikan bahwa bisa dipertanggungjawabkan dari sisi mana,
01:05karena sudah terpola, polanya Trump itu seperti apa sih?
01:09Polanya Trump itu kan memberikan tekanan.
01:11Tekanan militer, tekanan ekonomi, tekanan politik, dan lain sebagainya.
01:16Kemudian jedah.
01:17Nah jedah ini untuk apa sih?
01:19Jedah ini untuk testing the water, untuk sampai sejauh mana keterukuran daripada tekanan tersebut.
01:25Setelah itu, lakukan diplomasi.
01:27Nah diplomasi tentunya dia coercive diplomacy, as usual.
01:31Seperti biasa, itu yang dilakukan oleh Trump.
01:33Nah setelah itu, baru dia klaim kemenangan.
01:36Bahwa apa yang dilakukan dengan diplomasinya itu dijual ke dalam negeri,
01:40bahwa ini merupakan kemenangan bagi kita.
01:43Nah itulah yang saya sampaikan bahwa ini tidak bisa dijamin.
01:47Sebetulnya Mbak, memang kalau menurut saya, memang ada sih ruang kompromi itu.
01:52Ruang kompromi itu akan ada Mbak,
01:54kalau Amerika menurunkan,
01:57menurunkan dari transformasi Iran menjadi pengendalian ancaman.
02:02Diturunkanlah.
02:03Nah kalau dari sisi Iran,
02:06Iran memang ya mau gak mau ya menerima
02:08keterbatasan-keterbatasan yang diberikan.
02:11Ini semua, kenapa?
02:13Karena dia ingin menahan atau menjaga kedaulatannya.
02:18Oke, tapi sebelum kita ke sana Prof.
02:20Sebelum kita ke sana Prof,
02:22artinya apa yang disebut bahwa sudah ada negosiasi
02:25yang menuju ke arah positif,
02:28negosiasinya sudah semakin dekat,
02:30itu sementara hanya klaim Amerika Serikat saja?
02:34Ya, itu klaim Amerika Serikat.
02:36Kenapa?
02:36Karena setiap dia melakukan diplomasi,
02:39itu yang dilakukan adalah koership diplomasi.
02:41Carrot and stake.
02:42Di satu sisi dia memberikan tekanan,
02:44di satu sisi dia memberikan,
02:46di sisi lain dia juga memberikan way out-nya seperti apa.
02:50Tapi way out yang diberikan ini ke Iran,
02:52Iran terkesannya ini kok mengajak perundingan,
02:58tapi kok paksaan banget.
02:59Jadi itulah yang kita selalu sampaikan koership diplomasi.
03:03Nah, koership diplomasi ini sudah terpola.
03:06Nah, kesepakatan-kesepakatan mungkin ada.
03:09Kesepakatan dari sisi Amerika tentunya,
03:13dia sepakat karena ada alasan.
03:15Dari sisi Iran juga,
03:17dia sepakat karena ada...
03:19Ya, itu apa alasan mempertahankan kedaulatan tadi.
03:23Sedangkan Amerika mau sepakat.
03:25Kenapa?
03:26Karena dia juga ingin menunjukkan ke seluruh negara teluk
03:29bahwa dia masih punya bargaining position.
03:31Ini juga penting, iya.
03:33Oke.
03:34Kalau dari Mbak Cepaka sendiri,
03:35Anda setuju dengan perspektif yang disampaikan Prof. Budi?
03:38Dan kalau saat ini,
03:40klaim terbarunya adalah selat hormus sudah dibuka,
03:42Rabu ini?
03:44Jadi memang kalau menurut laporan dari Institute for Study of War,
03:48ya Mbak, ya laporannya memang menyatakan bahwa
03:50diskusi tentang Amerika Serikat dan Iran itu memang belum ada,
03:54direct of, gitu ya.
03:55Dan memang disampaikan oleh Prof. Budi tadi benar.
03:58Namun dalam konteks ini,
03:59ketika kita bilang ada yang disebut dengan
04:01substantive bargaining,
04:02atau tarik-menarik,
04:04tawar-menawar yang sepatutnya substantif
04:06terkait dengan hormus sendiri.
04:08Karena kita tahu bahwa
04:09Amerika Serikat dan Qatar
04:11sedang berdekusiasi,
04:13dalam ini berdiskusi.
04:14Di sisi lain juga bagai
04:16dari Kementerian Luar Negeri Iran
04:18menyatakan bahwa memang mereka sedang berbicara dengan Oman
04:21dan juga dengan Qatar.
04:23Dalam konteks ini,
04:24salah satu yang menjadi sumbat
04:25atau bahkan terletusnya
04:27fase kedua dari perang ini adalah
04:29tentunya terkait hormus.
04:30dan bagaimana jalur selatan
04:32dan jalur utara ini di-manage, gitu.
04:35Dan satu yang memang disampaikan oleh Trump
04:37terkait dengan total opening
04:39of Salat Hormuz sendiri
04:41sebenarnya itu overclaim menurut saya.
04:43Karena memang yang sebenarnya terjadi
04:46adalah keinginan Trump
04:47untuk membuka jalur di bagian selatan,
04:49yaitu jalurnya Oman, gitu.
04:51Yang selama ini,
04:52memang keinginan Iran adalah
04:53untuk memberikan yang disebut
04:56dengan awalnya tol fee, gitu ya.
04:58Namun saat ini secara teknis
05:00memang sudah menurun sebenarnya
05:01intensitas Iran sendiri.
05:03Sehingga yang secara teknis saat ini
05:05yang disampaikan oleh Iran adalah
05:06hak pemantauan
05:07atau intervensi maritim
05:08yang sifatnya memang legal.
05:10Oke.
05:11Tapi Mbak Cempaka,
05:13Anda menyatakan ini overclaim.
05:16Lalu apa sebenarnya
05:17yang menjadi tujuan Amerika Serikat
05:19dengan klaimnya ini?
05:20Apa sebenarnya yang ingin disepakati
05:22ataupun dimanfaatkan
05:24terhadap overclaim ini?
05:25Tapi tetap bersama kami,
05:27kita akan membahas ya usai jeda.
05:28Tetap di Kompas Petang.
05:31Terima kasih Anda masih bersama kami
05:33di Kompas Petang Amerika Serikat
05:34terus menggaungkan
05:35niat negosiasi dengan Iran.
05:37Bahkan klaim terakhirnya
05:38Selat Hormuz sudah dibuka
05:39dan negosiasi sudah berlangsung
05:41dengan positif.
05:43Saya akan kembali ke Mbak Cempaka.
05:46Mbak Cempaka,
05:47kalau Anda tadi menyebutnya
05:49ini overclaim,
05:50sebenarnya apa tujuan Amerika Serikat
05:52mengklaim ini?
05:54Tentu ada beberapa alasan, Mbak,
05:56dalam hal ini.
05:56Dan tentu ini adalah pola yang berulang
05:59sejak fase yang pertama,
06:00yaitu saja menjadikan
06:01leverage diplomatik.
06:03Karena kita tahu
06:04poin-poin terkait negosiasi ini
06:05belum tercapai secara optimum
06:07begitu ya bagi Trump
06:08maupun bagi Iran sendiri.
06:10Itu yang pertama.
06:11Yang kedua juga
06:12untuk menghasilkan konsesi
06:13sebesar-besarnya
06:14untuk Amerika Serikat.
06:16Dan bagaimana saya melihat
06:17bagaimana ini pola
06:19yang diinginkan Trump
06:19untuk menjaga kredibilitas
06:21di depan audiens domestiknya,
06:23baik Kongres
06:23dan seputu negara-negara teluk
06:26begitu ya.
06:26Kita tahu bahwa
06:27negara-negara teluk ini
06:29perlu diakinkan
06:30begitu ya
06:31keberadaan Amerika Serikat ini
06:32masih penting
06:33di regional
06:34dan juga pasar internasional tentunya
06:36yang paling terdampak
06:37dari kondisi
06:38konflik saat ini.
06:40Dan saya rasa
06:40mungkin juga
06:41yang mungkin terakhir adalah
06:43dalam konteks pertanyaannya
06:45adalah
06:45Amerika Serikat ingin
06:46merepresentasikan
06:47keberhasilan yang dilakukan
06:49sementara ini
06:49oleh Oman, Qatar,
06:51dan pihak regional lainnya
06:52sebagai keberhasilan
06:53Amerika Serikat juga.
06:54Oke, Prof Budi
06:56kalau Anda melihatnya
06:57apa yang membuat
06:58Amerika Serikat
06:59saat ini terus memberikan
07:00ancaman,
07:01terus menggempur wilayah Iran
07:02tapi di sisi lain
07:04sambil memaksakan
07:05negosiasi?
07:07Ya,
07:08yang diinginkan
07:09adalah
07:10tujuan politik.
07:11Ini kembali lagi
07:12kita ke close switch.
07:14Bahwa
07:15politik ini
07:16apa
07:16apa itu
07:18kekuatan militer ini
07:19merupakan
07:20kelanjutan
07:20the continuation of politics.
07:21selama
07:22tujuan politik
07:24dari Amerika ini
07:25tidak tercapai
07:26maka Amerika akan
07:27terus berulang
07:28dengan pola-pola yang
07:29tadi disampaikan
07:29saya awal
07:31dan disampaikan oleh
07:31Mbak Cempaka.
07:33Tujuan politiknya
07:34apa sih yang sampai
07:34saat ini tidak tercapai?
07:36Kan keinginan dia
07:37untuk meminimize
07:38nuklirnya
07:39belum diminimize.
07:41Kan tujuan dia
07:42agar dia tidak
07:43berusaha
07:43memperkuat proksi
07:44kan tetap
07:45berusaha memperkuat proksi.
07:47Kan tujuan dia
07:48agar
07:48meng-constrained
07:49rudal
07:50dan
07:51drone-nya
07:53kan tidak
07:53dilakukan
07:54itu semua.
07:55Tujuan dia
07:56untuk membuka
07:57hormus sebagai
07:58jalur internasional
07:59kan tidak
08:00dilakukan oleh dia.
08:01Nah selama
08:02tujuan politik ini
08:03belum tercapai
08:04bagi Amerika
08:05Amerika akan
08:06terus
08:06berulang-ulang
08:08ini semua
08:09serangan yang ada
08:10dan lain sebagainya.
08:11Ini kan
08:12hanya tujuan
08:13taktis
08:13capaian-capaian
08:15taktis Amerika
08:15fasilitas energinya
08:17dihancurkan
08:18kemudian
08:19ekonominya juga
08:20dibuat
08:20memurat
08:21marit
08:21ini baru
08:22taktis
08:22tujuan politiknya
08:24belum tercapai
08:25jadi makanya
08:26wajar
08:27kalau sampai detik ini
08:28saling mengklaim
08:29dan klaimnya
08:30dia itu
08:31diakui
08:31Amerika itu
08:32pengen
08:33bahwa kesepakatan
08:34yang ada itu
08:35diakui sebagai
08:36kemenangannya
08:37nah Iran
08:38kesepakatan yang ada
08:40Iran ingin
08:41diakui
08:42dunia bahwa
08:43ini bukan
08:43penyerahan
08:44yang seperti itu
08:46apa
08:46ada penyelesaian
08:48saya pikir ini
08:49never ending solution
08:52tapi kalau
08:53Mbak Cempaka sendiri
08:54Anda melihatnya
08:56bagaimana
08:56Trump mengelola
08:57konflik dengan Iran ini
08:59kalau tadi Prof Budi
09:00menyebutkan bahwa
09:00bisa jadi loh
09:01ini akan terus berlanjut
09:02ketika
09:03tujuan yang
09:04diinginkan Amerika Serikat
09:05belum juga didapatkan
09:08satu kelemahan
09:09yang memang
09:10merupakan
09:11bagian kelemahan
09:11dari
09:12gencatan senjata
09:13sebelumnya
09:15negosiasi di
09:16Burgenstock
09:16Swiss adalah
09:17memang tidak ada
09:18yang disebut dengan
09:19oleh Trump
09:20sebagai
09:20parameters of a deal
09:22artinya
09:22tidak ada
09:23poin-poin teknis
09:25terkait dengan
09:25beberapa
09:26poin yang
09:27disepakati
09:28sehingga
09:28yang terjadi
09:29pada serangan
09:30pada konteks
09:31Amerika Serikat ke Iran
09:33maupun
09:33balasan
09:34dari Iran
09:36ke Amerika Serikat
09:36menurut Trump
09:37adalah bahwa
09:38memang adalah
09:39karena tidak adanya
09:40parameters of a deal
09:40sehingga saat ini
09:41yang diinginkan oleh Trump
09:43adalah pembuatan
09:44atau pemastian
09:45terhadap parameter
09:46dari deal-deal ini
09:47begitu
09:48namun
09:49terutama terkait dengan
09:50sholat hormus
09:51namun kalau kita lihat
09:52memang
09:52tidak ada
09:54saya rasa
09:55tidak ada
09:56direction
09:56atau direksi
09:57terkait dengan
09:58serangan
09:58berikutnya
10:00yang dilakukan oleh
10:01Trump
10:01kenapa?
10:01karena
10:01pola
10:02entrapment
10:03escalation
10:04artinya
10:05eskalasi yang terus
10:06meningkat
10:06artinya
10:07yang dilakukan oleh
10:08Trump
10:08harus lebih
10:09besar lagi
10:10serangannya
10:11dari serangan terakhir
10:12yang kita tahu
10:13cukup besar juga
10:14kita tahu ada
10:14beberapa kali
10:15dalam hari yang lalu
10:17begitu ya
10:17yang cukup besar
10:19jadi entrapment ini
10:20artinya
10:20Trump terjebak
10:21untuk terus
10:22meningkatkan
10:23eskalasinya
10:23nah sekarang
10:24pertanyaannya
10:25apakah secara militer
10:26Trump memang
10:27Amerika Serikat sendiri
10:29secara militer
10:30memiliki kemampuan
10:31masih memiliki
10:31kapasitas
10:34interceptor
10:34dan lain sebagainya
10:35untuk melakukan
10:36serangan yang lebih tinggi
10:38daripada serangan
10:38yang terakhir
10:39kemarin
10:39tapi kalau menurut Anda
10:41sendiri
10:41dari perspektif Anda
10:42apakah ada
10:43target-target
10:44Amerika Serikat
10:45dan juga Israel
10:46yang saat ini
10:47memang
10:47belum tercapai
10:49ataupun
10:49mana saja
10:50yang sudah tercapai
10:52kalau kita bicara
10:53tentang Israel
10:54kita tentu
10:54lihat baru fase
10:55kedua ini
10:56Israel tidak
10:57dilibatkan
10:58secara militer
10:59tidak ada serangan
11:00menuju Israel
11:01dan Israel pun
11:02tidak melakukan
11:02bantuan serangan
11:04yang sifatnya
11:04berasal dari
11:05Israel sendiri
11:06itu yang pertama
11:07namun
11:08kalau kita lihat
11:08dari Amerika Serikat
11:09sendiri
11:09yang memang
11:11perlu
11:11diwaspadai
11:12adalah bagaimana
11:13pelebaran
11:14atau
11:16feelover
11:17yang mungkin
11:17terjadi
11:18itu mungkin
11:18tidak melibatkan
11:19Israel
11:19tapi justru
11:20melibatkan
11:20negara-negara
11:21teluk
11:22dan negara-negara
11:23Arab
11:23kita tahu
11:23kemarin
11:24beberapa kali
11:24terjadi serangan
11:25yang
11:27gabungan
11:28antara Amerika Serikat
11:29dan seluruh di Arabia
11:29ini belum pernah terjadi
11:30sebelumnya
11:31di fase pertama
11:32nah ini
11:33hal-hal ini
11:34yang menurut saya
11:34justru
11:35menjadi
11:36poin yang perlu
11:37diwaspadai
11:38dan ketika kita
11:39bicara tentang
11:40target-target
11:41maka
11:42tentu saja
11:42yang paling penting
11:43untuk diselesaikan
11:44adalah terkait
11:44dengan
11:45selat hormus
11:45yang juga
11:46merupakan
11:46pemantik
11:47dari fase
11:48kedua ini
11:49Prof Budi
11:51kalau klaimnya
11:52Amerika Serikat
11:52klaimnya
11:53Donald Trump
11:54adalah selat
11:55hormus
11:55sudah dibuka
11:56saat ini
11:57Rabu ini
11:58lalu bagaimana
11:59Anda melihat
12:00respon Iran
12:01menghadapi
12:02statement dari
12:04Presiden AS
12:04dan juga
12:05ancaman-ancaman
12:06Amerika Serikat
12:07tapi di sisi lain
12:08tetap
12:09menginginkan
12:10adanya
12:11diplomasi
12:11atau negosiasi
12:12jadi begini
12:14Mbak
12:14di Iran itu
12:17sepengetahuan
12:19saya
12:19dia sudah
12:20terbagi jelas
12:21sipil
12:22politik sipil
12:23lanjutkan
12:24diplomasi
12:25tapi
12:26IRCC
12:27dia tetap
12:28tegak
12:28kokoh
12:29tegar
12:29untuk
12:30membalas
12:31serangan
12:31tetap
12:33tegar
12:34untuk
12:34mempertahankan
12:35rejim
12:36dan dia tetap
12:37steady like the rock
12:38untuk
12:39mempertahankan
12:40kedaulatannya
12:41tapi secara
12:42kemampuan
12:43amunisi
12:44kekuatan senjata
12:45itu masih mumpuni Pak
12:46masih mumpuni
12:48kenapa demikian
12:49buktinya
12:49sampai detik ini
12:50Iran tidak rata
12:51dengan tanah
12:52artinya apa
12:53ya dia mempunyai
12:54kemampuan-kemampuan
12:55yang selalu saya
12:56sampaikan
12:57untuk
12:57conventional warfare
12:58for sure
12:59gak ada ceritanya
13:00Iran
13:01mau memenangkan itu
13:02mau memenangkan
13:02air strike
13:03gak ada ceritanya
13:04mau memenangkan
13:05naval strike
13:06gak ada ceritanya
13:07tapi kalau
13:08pembalasan
13:09setelah itu
13:10membuat musuh
13:11berhitung
13:12itulah tujuan
13:13Iran
13:13makanya
13:14Iran tidak
13:15berkeinginan
13:16untuk
13:16conventional warfare
13:17yang menang
13:18tapi dia berkeinginan
13:19agar Iran
13:20diperhitungkan
13:21secara global
13:22Iran
13:23diperhitungkan
13:24mampu
13:25menahan
13:27international
13:28energy security
13:29dalam hal ini
13:30minyak
13:31oil
13:31dan lain sebagainya
13:32itu
13:33dan Iran
13:35dipercaya
13:36oleh dunia
13:37bahwa dia
13:37tidak mudah
13:38dikalahkan
13:39inilah yang
13:40menjadikan
13:41negara-negara
13:41teluk
13:42walaupun
13:43Yordan
13:44kemudian
13:45dia
13:45dilakukan serangan
13:47dan lain sebagainya
13:48dia tidak
13:49merasa
13:49atau dia tidak
13:50pengen
13:51untuk terseret
13:52ke dalam
13:52perang besar
13:53Amerika menyerang
13:55Iran
13:55sangat tidak
13:56mau
13:56ini Yordania
13:57kenapa?
13:57karena dia sadar
13:58sesadar-sadarnya
13:59bahwa rudalnya
14:00Iran itu
14:01coverage-nya
14:02sampai ke sana
14:03kalau itu
14:04dia lakukan
14:05maka
14:05ya
14:06nanti
14:07domestiknya
14:07dia
14:08semakin tidak
14:09percaya
14:09dengan pemerintahan
14:10yang ada
14:11jadi sekali lagi
14:12dengan Iran ini
14:13harus unik
14:15semua negara-negara
14:16Middle East
14:17berhitung
14:18secara cermat
14:19agar
14:20yang disampaikan
14:20Mbak Cempaka
14:21spillover tadi
14:22tidak membesar
14:23menjadi
14:24perang regional
14:25itu Mbak
14:26kalau menurut saya
14:27oke
14:28baik
14:28terima kasih
14:29atas perspektif Anda
14:30Prof Budi Pramono
14:32dan juga Mbak Fauzia
14:33Cempaka
14:34sudah berbagi
14:35perspektif
14:35di Kompas Petang
14:36selamat sore
14:37ya
Komentar

Dianjurkan