Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ramainya pemasangan pagar di sejumlah pusat perbelanjaan memunculkan spekulasi adanya potensi gangguan keamanan.

Namun, Ketua Tim Investigasi TGPF Mei 1998, Prof. Hermawan Sulistyo, menilai langkah tersebut wajar jika dilihat dari sudut pandang para pengusaha.

Menurut Hermawan, pengalaman kerusuhan 1998 masih menjadi referensi bagi para pemilik pusat perbelanjaan. Namun, ia menegaskan kondisi saat ini sangat berbeda dengan situasi saat itu.

Hermawan menjelaskan, perkembangan internet telah mengubah pola penyebaran informasi maupun mobilisasi massa. Di satu sisi internet dapat mempercepat penyebaran hoaks dan konsolidasi aksi, tetapi di sisi lain juga membuat komunikasi menjadi lebih terbuka.

Ia menilai situasi politik, sosial, dan ekonomi yang tidak nyaman memang memicu keresahan masyarakat. Namun menurutnya, kondisi tersebut tidak otomatis berubah menjadi kerusuhan.

"Kalau tidak ada trigger, pemicu yang meledakan situasi itu gak akan ada apa-apa," katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto menegaskan pemasangan pagar di sejumlah mal merupakan kebijakan masing-masing pengelola dan tidak dapat diartikan sebagai indikator kondisi keamanan Jakarta.

Menurut Bhudi, kondisi Jakarta saat ini tetap aman. Hal itu terlihat dari aktivitas pendidikan, peribadatan, pusat perbelanjaan hingga berbagai agenda internasional yang tetap berjalan normal.

Di sisi lain, Koordinator Dewan Buruh Nasional KASBI, Nining Elitos, menilai keresahan masyarakat berakar pada persoalan ekonomi dan menurunnya kepercayaan publik terhadap pemerintah.

Menurut Nining, tekanan ekonomi yang semakin berat serta berbagai kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat menjadi faktor yang memperbesar keresahan di tengah publik.



Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/7hstu_2I8Cw



#demo #agustus #mall



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/684159/polisi-pastikan-jakarta-aman-hermawan-kerusuhan-tak-terjadi-tanpa-trigger-satu-meja
Transkrip
00:00Selamat malam, berkembang rumor di tengah masyarakat melalui berbagai platform media sosial
00:06dan juga sudut-sudut perbincangan warga akan adanya kerusuhan di bulan Agustus.
00:12Beragam tanggapan atas isu rusuh tersebut, sebagian diantaranya resah dan ketakutan.
00:18Tentu ini tidak boleh dibiarkan.
00:21Desas desus rusuh Agustus, satu menjadi forum malam ini bersama saya, Yogi Nugraha.
00:26Sudah hadir di Studio Kompas TV malam ini untuk membahas tema kita hari ini.
00:32Komersaris besar Budi Hermanto, Kabupaten Mas Polda Metro Jaya.
00:37Mas Budi, apa kabar?
00:38Baik, Mas.
00:40Mbak Nining Elitos, Koordinator Dewan Buruh Nasional Kasbi.
00:43Mbak Nining, ketemu lagi.
00:45Selamat malam.
00:47Prof. Hermawan Sulistio, Prof. Diki, Ketua Tim Investigasi TGPF Mei 98.
00:53Selamat malam.
00:54Selamat malam, Prof.
00:56Saya langsung ke Prof. Kiki aja nih, Prof.
00:58Prof. Pasti mendengar nih, soal rame-rame pagar, bongkar, pasang, dan di beberapa kota besar,
01:05sehingga ditafsirkan oleh publik akan ada sesuatu yang traumatis, akan ada sesuatu yang buruk terjadi, yaitu kerusuhan.
01:13Kalau Prof. melihat beberapa mal, pengusaha, mengantisipasi itu seperti apa,
01:18atau memang ini wajar ketakutan dengan mengantisipasi membangun pagar,
01:23atau Prof. melihat sesuatu yang lain dari situasi ini?
01:25Prof. Begini, kalau dari perspektif pengusaha, pemilik mal, dan sebagainya, ya itu wajar-wajar saja karena referensi utama mereka adalah
01:3698.
01:37Bagaimana mal-mal dijarah, tapi itu sudah 40 tahun yang lalu.
01:48Situasi waktu itu sangat jauh berbeda dengan situasi sekarang.
01:52Dulu tidak ada internet, sekarang internet.
01:56Internet bisa menyebarkan hoax, penyebaran berita-berita bohong,
02:01dia bisa menjadi instrumen untuk konsolidasi gerakan untuk demo,
02:06tapi di sisi yang lain, dia juga menjadi media komunikasi yang bocor kemana-mana,
02:18kalau sifatnya mau rahasia, atau menjadi agenda terbuka.
02:23Agenda terbuka tidak memungkinkan demo sampai puluhan ribu orang gitu.
02:29Tetapi, mengapa ini semua bisa terjadi?
02:33Karena suasana politik, sosial, ekonomi tidak nyaman.
02:39Makin hari itu makin tidak nyaman.
02:42Nah, persoalannya adalah pemerintah punya tanggung jawab untuk membuat ini nyaman.
02:50Yang jadi masalah adalah, kalau tidak ada trigger, pemicu yang meledakkan situasi itu,
02:58tidak akan ada apa-apa.
03:01Jadi, tugas aparat keamanan, khususnya polisi, adalah mencegah terjadinya trigger.
03:08Trigger itu apa?
03:10Misalnya ada demo cuma 30 orang, tapi ada yang ditembak, mati.
03:15Nah, itu trigger. Pasti trigger.
03:17Nah, jadi...
03:19Kalau, kalau, Prof nggak melihat, siapa sebetulnya yang bermain di situasi seperti ini,
03:25kemudian melemparkan informasi,
03:27apakah, kan tidak mungkin ya, pengusaha-pengusaha mall itu atas inisiatif pribadi,
03:31tapi kok bisa serempak?
03:33Pasti kan ada semacam apa yang memang menebar ketakutan,
03:37apalagi sekarang di era komunikasi seperti ini,
03:39atau ada bocoran yang nyampe ke mereka.
03:41Ini kombinasi dari berbagai faktor ya, berbagai elemen.
03:45Jadi, kita tidak bisa menuduh satu kelompok buruh atau apa,
03:51atau kelompok politik, simpul-simpulnya.
03:54Simpul-simpulnya diperlakukan seperti apapun, di Soto misalnya.
03:59Di Soto itu apa?
03:59Di Soto itu apa?
04:00Di Soto itu dibawain Soto.
04:02Oh, dibawain Soto.
04:03Soto, tapi parang mentahnya pakai Rantang.
04:05Di Soto, supaya diam, supaya tidak demo.
04:10Itu bisa mereduksi, mengurangi derajat tekanannya.
04:16Tetapi tidak bisa menghilangkan sama sekali,
04:18karena alasan-alasan sumbernya itu tidak berhenti setiap hari.
04:24Apa itu?
04:25Satu, kondisi ekonomi yang sulit.
04:29Dua, ini yang agak parah sebetulnya.
04:33Para politisi, pejabat, ngomong seenaknya,
04:37tidak ada empati sama sekali masyarakat.
04:42Oke.
04:43Prof, saya ke Mas Budi dulu ya, Prof.
04:45Mas Budi dari sisi kepolisian, Polda Metro Jaya,
04:48pastikan tentu menangkap ya,
04:50ada sinyal seperti ini, menangkap kekhawatiran,
04:52dan tugas utama dari kepolisian adalah mengayomi masyarakat.
04:56Untuk memastikan bahwa tidak boleh ini ketakutan untuk berlangsung lama.
04:59Apa kira-kira yang sudah disiapkan,
05:02atau apa yang sudah berjalan,
05:04antisipasi bahwa satu, pasti kita sepakat tidak boleh ada kerusuhan di bulan apapun?
05:09Ya, setuju Mas Yogi.
05:12Kalau kita melihat dari perspektif kepolisian,
05:15pemasangan pagar ini merupakan kebijakan dari pengelola masing-masing pusat perbelanjaan.
05:21Kalau kita bisa melihat dari pertimbangan tentang
05:23bagaimana penataan kawasan dari sisi peningkatan keamanan fasilitas,
05:30kenyamanan bagi pengunjung maupun secara estetika.
05:34Jadi ini dengan pemasangan pagar-pagar itu tidak dikaitkan menjadi suatu unsur
05:41ataupun suatu ukuran bahwa kondisi Jakarta dalam kondisi tidak aman.
05:46Karena sangat jauh korelasinya.
05:47Nah, kita melihat, kami pernah menyampaikan bahwa kondisi Jakarta DKI ini dalam kondisi aman.
05:54Tolak ukurnya bisa kami buktikan.
05:56Dengan melihat bahwa kegiatan-kegiatan pendidikan berjalan dengan baik.
06:01Kegiatan-kegiatan ibadah juga berjalan dengan baik.
06:04Kegiatan pusat perbelanjaan juga berjalan dengan baik.
06:08Dan ini terlihat kegiatan-kegiatan intensitas kerutinan itu juga berjalan dengan baik.
06:13Kita melihat bahwa jalanan intensitas mobilitasan juga terjadi kepadatan di beberapa tempat.
06:19Kita melihat lagi bahwa minggu kemarin beberapa kegiatan, 47 kegiatan masyarakat di hari Sabtu,
06:25ada pertandingan bola internasional dan bahkan ini menjadi suatu tolak ukur juga
06:30dengan kehadiran Perdana Menteri Thailand ke Indonesia, khususnya ke Jakarta.
06:34Ini menjadi tolak ukur bahwa Jakarta itu masih dalam kondisi aman.
06:38Nah, kita melihat juga Polda Metro Jaya, kondisi aman itu tidak bekerja sendiri Mas Yogi.
06:45Ada Kodam Jaya, ada di sini juga pelibatan pemerintah Provinsi DKI
06:51dalam menciptakan rasa aman dan nyaman pada masyarakat
06:54karena ini merupakan suatu kebutuhan bersama dalam rasa aman dan nyaman tersebut.
07:00Tapi Mas Budi kira-kira gini, kan enggak mungkin ya tanpa sebab mereka bangun
07:05dan publik juga melihatnya se simpel begini, kok tiba-tiba ada pagar besar ya?
07:09Biasanya itu kan bicara soal keamanan, berarti kan ada potensi ancaman keamanan.
07:13Polda Metro menangkap itu enggak? Minimal dari beberapa pemilik mal.
07:17Apa sih motivasinya? Karena publik tanpa mengkonfirmasi sudah melihat,
07:21biasanya enggak ada pagar tinggi-tinggi ini kok tinggi-tinggi ada sesuatu nih.
07:25Pastinya Mas, Polda Metro Jaya itu melihat, melakukan deteksi dini.
07:29Makanya dengan ada preventive strike.
07:32Preventive strike yang sudah berjalan ini dari kepemimpinan Kapolda Metro Jaya,
07:36Komjen ASEP, ada juga preemptive education.
07:40Jadi kita melihat bagaimana mendeteksi dini.
07:42Polisi itu berkembang di dalam zaman saat sekarang.
07:46Jadi bukan hanya setelah kejadian baru dilakukan penangkapan,
07:50tetapi bagaimana upaya kepolisian khususnya Kapolda Metro Jaya
07:53melakukan pencegahan di awal dengan menghitung manajemen risiko.
07:58Oke, Mbak Dining, kolega Anda Andi Gani, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia,
08:06kolega Anda lah saya sebut sama Aktif Buru, itu menyampaikan ke publik bahwa
08:09memang ada ancaman, khusus diprediksi, dan memang kami di tingkat lapangan,
08:15saya bacakan kutipannya, lapangan sudah ada situasi-situasi yang kami sadari akan sangat-sangat rawan.
08:21Karena ini kuali sebesar perjuangan buru Indonesia mengingatkan kepada DPR dan pemerintah
08:26agar serius dalam pembahasan RU tenaga kerja.
08:29Saya tidak mungkin mengonfirmasi soal ini, tetapi paling tidak sama Aktifis Buru,
08:33sebetulnya dalam bulan Agustus ini, kalau boleh tahu ada aksi rencana besar apa sih dari...
08:39Saya tidak menempatkan Anda sebagai Aktifis Buru bahwa sebagai faktor penting kurus tidak sama sekali,
08:44tapi ingin bertanya saja, karena biasanya kan buru yang paling sering rajin turun ke lapangan dengan jumlah yang besar.
08:51Iya, pertama saya ingin menyampaikan, sebenarnya tadi Prop sudah menyampaikan,
08:56ada situasi keresahan, kita dalam situasi tidak baik gitu ya,
09:01terjadinya sebuah krisis, dampak dari sebuah krisis itu adalah kemasyarakat yang mayoritas.
09:08Ya, itu terjadinya kemerosotan atau kepercayaan publik terhadap para penguasa hari ini gitu ya.
09:14Kenapa? Berbagai macam regulasi, berbagai macam ruang-ruang demokrasi yang dipersempit gitu ya,
09:22terus kemudian kita bisa lihat dalam beberapa tahun kebelakang,
09:25tentang berbagai macam bagaimana pemerintah bersama DPR, wakil-wakil rakyat melahirkan berbagai macam regulasi,
09:33termasuk undang-undang yang justru bukan semakin terjadi perbaikan,
09:37justru ada adalah terjadi kemerosotan gitu ya, tingkat persoan perlindungan, pencegahan, bahkan sampai penegakan hukum.
09:46Nah, kalau dikatakan bahwa hari ini kita bisa lihat dalam dunia usaha maupun di dalam proses masyarakat,
09:54kesaharian hari ini adalah bagaimana semakin sulitnya masyarakat untuk memenuhi standar kebutuhan dasar mereka,
10:02dampak dari pendapatan yang semakin rendah gitu ya, harga-harga semakin mahal,
10:07kemudian kebijakan regulasi yang mau dikeluar tidak lagi melihat bagaimana perspektif menjadi untuk persoan.
10:14Anda mau bilang bahwa hibitan ekonomi itu sangat makin menguat,
10:17sementara tidak ada satupun solusi dalam bentuk kebijakan yang mungkin.
10:19Oh iya, betul gitu, karena dari berbagai macam kebijakan yang hari ini kita juga sudah sampaikan,
10:25tadi prop juga menyampaikan bagaimana empati para pejabat negara, wakil-wakil rakyat,
10:30justru kemudian tidak lagi bicara bagaimana solusi dari persoan rakyat gitu ya,
10:36tapi justru kemudian sangat tendensi menyampaikan bahwa seolah-olah masyarakat ini tidak menjadi bagian penting.
10:42Teman-teman, kawan-kawan aktivis buruk mendengar nggak sih bahwa ada ancaman ramai juga ya,
10:48jadi satisus, soal-rusu, soal khusus mendengar atau tidak,
10:50terus kemudian ada antisipasi apa gitu.
10:52Iya, kita tahu.
10:53Lalu jawabannya mbak, kita akan kembali setelah yang satu ini,
10:56tetaplah di satu meja The Forum.
10:57Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan