00:00Selamat malam, berkembang rumor di tengah masyarakat melalui berbagai platform media sosial
00:06dan juga sudut-sudut perbincangan warga akan adanya kerusuhan di bulan Agustus.
00:12Beragam tanggapan atas isu rusuh tersebut, sebagian diantaranya resah dan ketakutan.
00:18Tentu ini tidak boleh dibiarkan.
00:21Desas desus rusuh Agustus, satu menjadi forum malam ini bersama saya, Yogi Nugraha.
00:26Sudah hadir di Studio Kompas TV malam ini untuk membahas tema kita hari ini.
00:32Komersaris besar Budi Hermanto, Kabupaten Mas Polda Metro Jaya.
00:37Mas Budi, apa kabar?
00:38Baik, Mas.
00:40Mbak Nining Elitos, Koordinator Dewan Buruh Nasional Kasbi.
00:43Mbak Nining, ketemu lagi.
00:45Selamat malam.
00:47Prof. Hermawan Sulistio, Prof. Diki, Ketua Tim Investigasi TGPF Mei 98.
00:53Selamat malam.
00:54Selamat malam, Prof.
00:56Saya langsung ke Prof. Kiki aja nih, Prof.
00:58Prof. Pasti mendengar nih, soal rame-rame pagar, bongkar, pasang, dan di beberapa kota besar,
01:05sehingga ditafsirkan oleh publik akan ada sesuatu yang traumatis, akan ada sesuatu yang buruk terjadi, yaitu kerusuhan.
01:13Kalau Prof. melihat beberapa mal, pengusaha, mengantisipasi itu seperti apa,
01:18atau memang ini wajar ketakutan dengan mengantisipasi membangun pagar,
01:23atau Prof. melihat sesuatu yang lain dari situasi ini?
01:25Prof. Begini, kalau dari perspektif pengusaha, pemilik mal, dan sebagainya, ya itu wajar-wajar saja karena referensi utama mereka adalah
01:3698.
01:37Bagaimana mal-mal dijarah, tapi itu sudah 40 tahun yang lalu.
01:48Situasi waktu itu sangat jauh berbeda dengan situasi sekarang.
01:52Dulu tidak ada internet, sekarang internet.
01:56Internet bisa menyebarkan hoax, penyebaran berita-berita bohong,
02:01dia bisa menjadi instrumen untuk konsolidasi gerakan untuk demo,
02:06tapi di sisi yang lain, dia juga menjadi media komunikasi yang bocor kemana-mana,
02:18kalau sifatnya mau rahasia, atau menjadi agenda terbuka.
02:23Agenda terbuka tidak memungkinkan demo sampai puluhan ribu orang gitu.
02:29Tetapi, mengapa ini semua bisa terjadi?
02:33Karena suasana politik, sosial, ekonomi tidak nyaman.
02:39Makin hari itu makin tidak nyaman.
02:42Nah, persoalannya adalah pemerintah punya tanggung jawab untuk membuat ini nyaman.
02:50Yang jadi masalah adalah, kalau tidak ada trigger, pemicu yang meledakkan situasi itu,
02:58tidak akan ada apa-apa.
03:01Jadi, tugas aparat keamanan, khususnya polisi, adalah mencegah terjadinya trigger.
03:08Trigger itu apa?
03:10Misalnya ada demo cuma 30 orang, tapi ada yang ditembak, mati.
03:15Nah, itu trigger. Pasti trigger.
03:17Nah, jadi...
03:19Kalau, kalau, Prof nggak melihat, siapa sebetulnya yang bermain di situasi seperti ini,
03:25kemudian melemparkan informasi,
03:27apakah, kan tidak mungkin ya, pengusaha-pengusaha mall itu atas inisiatif pribadi,
03:31tapi kok bisa serempak?
03:33Pasti kan ada semacam apa yang memang menebar ketakutan,
03:37apalagi sekarang di era komunikasi seperti ini,
03:39atau ada bocoran yang nyampe ke mereka.
03:41Ini kombinasi dari berbagai faktor ya, berbagai elemen.
03:45Jadi, kita tidak bisa menuduh satu kelompok buruh atau apa,
03:51atau kelompok politik, simpul-simpulnya.
03:54Simpul-simpulnya diperlakukan seperti apapun, di Soto misalnya.
03:59Di Soto itu apa?
03:59Di Soto itu apa?
04:00Di Soto itu dibawain Soto.
04:02Oh, dibawain Soto.
04:03Soto, tapi parang mentahnya pakai Rantang.
04:05Di Soto, supaya diam, supaya tidak demo.
04:10Itu bisa mereduksi, mengurangi derajat tekanannya.
04:16Tetapi tidak bisa menghilangkan sama sekali,
04:18karena alasan-alasan sumbernya itu tidak berhenti setiap hari.
04:24Apa itu?
04:25Satu, kondisi ekonomi yang sulit.
04:29Dua, ini yang agak parah sebetulnya.
04:33Para politisi, pejabat, ngomong seenaknya,
04:37tidak ada empati sama sekali masyarakat.
04:42Oke.
04:43Prof, saya ke Mas Budi dulu ya, Prof.
04:45Mas Budi dari sisi kepolisian, Polda Metro Jaya,
04:48pastikan tentu menangkap ya,
04:50ada sinyal seperti ini, menangkap kekhawatiran,
04:52dan tugas utama dari kepolisian adalah mengayomi masyarakat.
04:56Untuk memastikan bahwa tidak boleh ini ketakutan untuk berlangsung lama.
04:59Apa kira-kira yang sudah disiapkan,
05:02atau apa yang sudah berjalan,
05:04antisipasi bahwa satu, pasti kita sepakat tidak boleh ada kerusuhan di bulan apapun?
05:09Ya, setuju Mas Yogi.
05:12Kalau kita melihat dari perspektif kepolisian,
05:15pemasangan pagar ini merupakan kebijakan dari pengelola masing-masing pusat perbelanjaan.
05:21Kalau kita bisa melihat dari pertimbangan tentang
05:23bagaimana penataan kawasan dari sisi peningkatan keamanan fasilitas,
05:30kenyamanan bagi pengunjung maupun secara estetika.
05:34Jadi ini dengan pemasangan pagar-pagar itu tidak dikaitkan menjadi suatu unsur
05:41ataupun suatu ukuran bahwa kondisi Jakarta dalam kondisi tidak aman.
05:46Karena sangat jauh korelasinya.
05:47Nah, kita melihat, kami pernah menyampaikan bahwa kondisi Jakarta DKI ini dalam kondisi aman.
05:54Tolak ukurnya bisa kami buktikan.
05:56Dengan melihat bahwa kegiatan-kegiatan pendidikan berjalan dengan baik.
06:01Kegiatan-kegiatan ibadah juga berjalan dengan baik.
06:04Kegiatan pusat perbelanjaan juga berjalan dengan baik.
06:08Dan ini terlihat kegiatan-kegiatan intensitas kerutinan itu juga berjalan dengan baik.
06:13Kita melihat bahwa jalanan intensitas mobilitasan juga terjadi kepadatan di beberapa tempat.
06:19Kita melihat lagi bahwa minggu kemarin beberapa kegiatan, 47 kegiatan masyarakat di hari Sabtu,
06:25ada pertandingan bola internasional dan bahkan ini menjadi suatu tolak ukur juga
06:30dengan kehadiran Perdana Menteri Thailand ke Indonesia, khususnya ke Jakarta.
06:34Ini menjadi tolak ukur bahwa Jakarta itu masih dalam kondisi aman.
06:38Nah, kita melihat juga Polda Metro Jaya, kondisi aman itu tidak bekerja sendiri Mas Yogi.
06:45Ada Kodam Jaya, ada di sini juga pelibatan pemerintah Provinsi DKI
06:51dalam menciptakan rasa aman dan nyaman pada masyarakat
06:54karena ini merupakan suatu kebutuhan bersama dalam rasa aman dan nyaman tersebut.
07:00Tapi Mas Budi kira-kira gini, kan enggak mungkin ya tanpa sebab mereka bangun
07:05dan publik juga melihatnya se simpel begini, kok tiba-tiba ada pagar besar ya?
07:09Biasanya itu kan bicara soal keamanan, berarti kan ada potensi ancaman keamanan.
07:13Polda Metro menangkap itu enggak? Minimal dari beberapa pemilik mal.
07:17Apa sih motivasinya? Karena publik tanpa mengkonfirmasi sudah melihat,
07:21biasanya enggak ada pagar tinggi-tinggi ini kok tinggi-tinggi ada sesuatu nih.
07:25Pastinya Mas, Polda Metro Jaya itu melihat, melakukan deteksi dini.
07:29Makanya dengan ada preventive strike.
07:32Preventive strike yang sudah berjalan ini dari kepemimpinan Kapolda Metro Jaya,
07:36Komjen ASEP, ada juga preemptive education.
07:40Jadi kita melihat bagaimana mendeteksi dini.
07:42Polisi itu berkembang di dalam zaman saat sekarang.
07:46Jadi bukan hanya setelah kejadian baru dilakukan penangkapan,
07:50tetapi bagaimana upaya kepolisian khususnya Kapolda Metro Jaya
07:53melakukan pencegahan di awal dengan menghitung manajemen risiko.
07:58Oke, Mbak Dining, kolega Anda Andi Gani, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia,
08:06kolega Anda lah saya sebut sama Aktif Buru, itu menyampaikan ke publik bahwa
08:09memang ada ancaman, khusus diprediksi, dan memang kami di tingkat lapangan,
08:15saya bacakan kutipannya, lapangan sudah ada situasi-situasi yang kami sadari akan sangat-sangat rawan.
08:21Karena ini kuali sebesar perjuangan buru Indonesia mengingatkan kepada DPR dan pemerintah
08:26agar serius dalam pembahasan RU tenaga kerja.
08:29Saya tidak mungkin mengonfirmasi soal ini, tetapi paling tidak sama Aktifis Buru,
08:33sebetulnya dalam bulan Agustus ini, kalau boleh tahu ada aksi rencana besar apa sih dari...
08:39Saya tidak menempatkan Anda sebagai Aktifis Buru bahwa sebagai faktor penting kurus tidak sama sekali,
08:44tapi ingin bertanya saja, karena biasanya kan buru yang paling sering rajin turun ke lapangan dengan jumlah yang besar.
08:51Iya, pertama saya ingin menyampaikan, sebenarnya tadi Prop sudah menyampaikan,
08:56ada situasi keresahan, kita dalam situasi tidak baik gitu ya,
09:01terjadinya sebuah krisis, dampak dari sebuah krisis itu adalah kemasyarakat yang mayoritas.
09:08Ya, itu terjadinya kemerosotan atau kepercayaan publik terhadap para penguasa hari ini gitu ya.
09:14Kenapa? Berbagai macam regulasi, berbagai macam ruang-ruang demokrasi yang dipersempit gitu ya,
09:22terus kemudian kita bisa lihat dalam beberapa tahun kebelakang,
09:25tentang berbagai macam bagaimana pemerintah bersama DPR, wakil-wakil rakyat melahirkan berbagai macam regulasi,
09:33termasuk undang-undang yang justru bukan semakin terjadi perbaikan,
09:37justru ada adalah terjadi kemerosotan gitu ya, tingkat persoan perlindungan, pencegahan, bahkan sampai penegakan hukum.
09:46Nah, kalau dikatakan bahwa hari ini kita bisa lihat dalam dunia usaha maupun di dalam proses masyarakat,
09:54kesaharian hari ini adalah bagaimana semakin sulitnya masyarakat untuk memenuhi standar kebutuhan dasar mereka,
10:02dampak dari pendapatan yang semakin rendah gitu ya, harga-harga semakin mahal,
10:07kemudian kebijakan regulasi yang mau dikeluar tidak lagi melihat bagaimana perspektif menjadi untuk persoan.
10:14Anda mau bilang bahwa hibitan ekonomi itu sangat makin menguat,
10:17sementara tidak ada satupun solusi dalam bentuk kebijakan yang mungkin.
10:19Oh iya, betul gitu, karena dari berbagai macam kebijakan yang hari ini kita juga sudah sampaikan,
10:25tadi prop juga menyampaikan bagaimana empati para pejabat negara, wakil-wakil rakyat,
10:30justru kemudian tidak lagi bicara bagaimana solusi dari persoan rakyat gitu ya,
10:36tapi justru kemudian sangat tendensi menyampaikan bahwa seolah-olah masyarakat ini tidak menjadi bagian penting.
10:42Teman-teman, kawan-kawan aktivis buruk mendengar nggak sih bahwa ada ancaman ramai juga ya,
10:48jadi satisus, soal-rusu, soal khusus mendengar atau tidak,
10:50terus kemudian ada antisipasi apa gitu.
10:52Iya, kita tahu.
10:53Lalu jawabannya mbak, kita akan kembali setelah yang satu ini,
10:56tetaplah di satu meja The Forum.
10:57Terima kasih telah menonton!
Komentar