Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
DEPOK, KOMPAS.TV - Polisi menangkap terduga pelaku mutilasi pria, yang jasadnya ditemukan di dalam karung di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.

Terduga pelaku merupakan teman korban yang dikenal lewat media sosial.

Niat hati membakar sampah, seorang pemuda dikagetkan dengan isi karung yang dikiranya sampah.

Ternyata, karung berisi jasad mutilasi. Sontak warga geger, pasalnya karung itu sudah ada di lahan kosong di kawasan Pancoran Mas, sejak 24 Juli dan mengeluarkan aroma tak sedap.

Tak butuh waktu lama, polisi berhasil menangkap terduga pelaku yang tega membunuh dan memutilasi pria yang jasadnya ditemukan di dalam karung.

Pelaku yang merupakan teman korban ditangkap saat melarikan diri di wilayah Panimbang, Pandeglang, Banten.

Antara pelaku dan korban saling kenal lewat media sosial.

Polisi memeriksa intensif pelaku untuk mengetahui motif pembunuhan, serta menyita barang bukti berupa sepeda motor dan ponsel milik korban yang dijual pelaku.

Polisi telah menangkap terduga pelaku mutilasi pria yang jasadnya ditemukan di dalam karung di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat. Kita bahas bersama Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala.

Baca Juga Geger! Jasad Terbungkus Karung di Depok, Polisi Tangkap Terduga Pelaku Mutilasi | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/684127/geger-jasad-terbungkus-karung-di-depok-polisi-tangkap-terduga-pelaku-mutilasi-berut

#mutilasi #depok #pembunuhan

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/684181/full-analisis-kriminolog-ui-soal-kasus-mutilasi-di-depok-apa-motif-pelaku-kompas-malam
Transkrip
00:00Setelah polisi menangkap terduga pelaku mutilasi pria yang jasadnya ditemukan di dalam karung di Pancaran Mas Depok, Jawa Barat.
00:07Terduga pelaku merupakan teman korban yang dikenal lewat media sosial.
00:16Niat hati membakar sampah. Seorang pemuda dikagetkan dengan isi karung yang dikiranya sampah.
00:22Ternyata karung berisi jasad mutilasi.
00:26Sontak warga geger. Pasalnya karung itu sudah ada di lahan kosong di kawasan Pancaran Mas sejak 24 Juli dan mengeluarkan
00:34aromata sedap.
00:36Pada 4 Agustus sore hari sekitar jam setengah empat, saya ingin membakar sampah.
00:42Pada saat saya membakar sampah tersebut, saya tidak curiga apapun karena mengira itu sampah.
00:49Pas saya menggeser, itu baru kelihatan potongan tubuh.
00:53Itu sejak kapan sih berada di situ?
00:54Kalau dari kakak saya itu dari tanggal 24 Juli, pagi jam 6.00-5.00.
01:02Tak butuh waktu lama, polisi berhasil menangkap terduga pelaku yang tega membunuh dan memutilasi pria yang jasadnya ditemukan di dalam
01:10karung.
01:12Pelaku yang merupakan teman korban, ditangkap saat melarikan diri di wilayah Panimbang, Pandeglang, Banten.
01:18Antara pelaku dan korban saling kenal lewat media sosial.
01:24Pada tanggal 24, itu ada laporan kehilangan orang.
01:28Bantuan pencarian orang yang kemudian kami telusuri atas nama Inisial K.
01:34Kemudian kami mendalami saksi-saksi, mengumpulkan bukti-bukti, dan ditemukan fakta bahwasannya,
01:41Inisial K terakhir kali sedang bersama dengan Inisial S.
01:45Polisi yang kami curigai merupakan pelaku pembunuhan tersebut.
01:50Untuk hubungan antara pelaku dengan korban, itu hanya sebatas kenal sama kenal.
01:58Polisi memeriksa intensif pelaku untuk mengetahui motif pembunuhan,
02:02serta menyita barang bukti berupa sepeda motor dan ponsel milik korban yang dijual pelaku.
02:08Tim Deputan, Kompas TV.
02:14Polisi telah menangkap terduga pelaku mutilasi pria yang jasadnya ditemukan di dalam karung di Pancoran Mas, Depok, Jawa Barat.
02:21Kita akan bahas bersama dengan kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala.
02:26Selamat malam, Prof. Adri.
02:28Selamat malam, Mas Ibrahim.
02:30Prof, pelaku dan korban saling kenal lewat media sosial.
02:33Mereka akhirnya bertemu dan terjadi cekcok.
02:36Bisa dibilang tidak begitu panjang perkenalan pelaku dan korban,
02:40tapi apa yang menjadi motif sampai ada kekerasan mengakibatkan nyawa hilang nih, Prof?
02:47Ya, dugaan saya adalah si pelaku tidak menyangka bahwa korban,
02:51ini minimal dari apa yang saya baca di berita,
02:55itu lalu melakukan aktivitas yang mengarah pada seksual, megang-megang gitu.
03:00Nah, tentu bagi orang yang tidak terbiasa atau tidak memiliki hasrat untuk itu,
03:07maka tentu dianggap sebagai sesuatu yang menjijikan,
03:11dan lalu kemudian mengarah pada munculnya yang kita sebut sebagai hate atau kebencian.
03:15Dan ini memang menjadi satu hal yang seringkali terjadi pada konteks hate terhadap kelompok yang kita sebut sebagai LGBTQ.
03:22Nah, maka lalu kemudian kebencian itu lalu didampakkan, disalurkan melalui serangan kepada korban.
03:30Walaupun mungkin betul bahwa terdapat indikasi, terdapat konflik di antara mereka,
03:34sebelum kemudian pelaku menusuk korban.
03:36Demikian.
03:37Tentu itu yang juga dinantikan oleh publik ya Prof,
03:42soal bagaimana motif yang nanti akan digali oleh penyidik terhadap pelaku yang sudah ditangkap di Pandeglang.
03:50Tapi bagaimana Anda melihat dari timeline-nya ketika pelaku sudah melakukan kekerasan,
03:56terus berupaya untuk menghilangkan jejak atau bahkan,
04:00tapi tidak jauh ternyata dari tempat tinggal sementara pelaku Prof.
04:07Mungkin di situ dalam konteks keterburuan atau mungkin ketergesaan juga ya.
04:13Kenapa?
04:13Karena yang bersakutan setelah membunuh lalu memilih modus mutilasi.
04:18Itu saya kira hal yang benar ya.
04:21Dengan kata lain, sebagai satu pilihan untuk mengelak dari tanggung jawab hukum,
04:25maka mutilasi itu seringkali dilakukan oleh orang-orang,
04:28oleh pelakunya agar kemudian dia tidak usah lari, tidak usah menghilang,
04:31namun cukup korban saja yang kemudian dirusak,
04:34dihilangkan jati dirinya, misalnya dengan cara dibakar,
04:37dibuang di beberapa tempat dan seterusnya.
04:39Nah sampai situ, ketika dia memutilasi itu sudah tepat itu.
04:42Tapi, mengapa kemudian dia meninggalkan, menyertakan kepala di karung itu?
04:50Nah padahal kepala kan adalah penanda tuguh yang paling gampang
04:53untuk kemudian membuat pihak berwajib segera menganalui siapa korban.
04:58MAA ditinggal di situ.
04:59Yang hilang adalah kaki, kaki dari korban.
05:04Biasanya triggernya apa ketika orang jadi ekstrim seperti itu,
05:08triggernya apa Prof?
05:09Nekat seperti itu?
05:12Ada faktor pendorong dan faktor penarik.
05:14Faktor pendorong tentu saja adalah emosi ya, rasa marah.
05:16Tapi juga di pihak lain penariknya adalah,
05:18dan ini saya dapat dari berbagai ratusan kasus mutilasi di Indonesia,
05:22ada dua hal.
05:23Pertama adalah bahwa yang bersakutan itu memiliki waktu yang panjang,
05:28dengan kata lain waktu yang panjang itu tidak diketahui orang lain,
05:30dan berada di tempat yang aman.
05:32Jadi kalau misalnya benar bahwa pelaku melakukannya,
05:35melakukan pembunuhan dan mutilasi itu dilakukan di rumah sendiri,
05:38di kontrakannya,
05:39maka jelas itu adalah tempat yang aman bagi pelaku.
05:42Dan ketika di kontrakannya juga tentu tidak ada orang yang datang ya,
05:45karena mungkin malam hari, atau ya paling enggak,
05:47tidak ada orang yang mengganggu pada waktu diri hari,
05:50maka lalu dia bisa dengan bebas memutilasi.
05:53Nah, dua hal itulah yang selalu ada,
05:54yang menjadikan mutilasi dipilih.
05:56Sebagai satu cara untuk membebaskan diri dari tanggung jawab hukum.
05:59Masalahnya adalah bahwa ternyata dia melakukan kesalahan yang fatal,
06:02yakni mengikut sertakan kepala dalam karung tersebut,
06:05mana menjadikan dia ketahuan.
06:06Demikin.
06:07Prof, tapi ini pelaku juga menjual motor korban.
06:11Artinya ini ada upaya juga ya Prof,
06:13dari pelaku menguasai harta korban.
06:17Nah, dengan adanya dua tindakan seperti ini,
06:20pembunuhan dan juga menguasai harta korban,
06:22harus bagaimana penyidik menginvestigasinya secara hati-hati Prof?
06:27Ya tentu karena di Indonesia tidak memakai cara berpikir akumulasi ya,
06:30maka tentu dengan pengenaan pasal pembunuhan saja,
06:35itu sudah cukup sebetulnya.
06:36Tidak lagi ada pasal-pasal tambahan yang lebih ringan.
06:38Itu yang pertama.
06:39Yang kedua betul bahwa memang soal dia menjual harta benda korban itu memang menjadikan,
06:45kita lalu bingung sebetulnya.
06:47Motivasinya apa?
06:48Apakah pertama-tama karena kesal, karena dipegang-pegang,
06:51lalu kemudian dibunuh dan kemudian hartanya diambil,
06:54atau dengan sebetulnya dari awal hendak mengambil harta,
06:57lalu kemudian dibunuh dan sebetulnya yang namanya megang-megang itu adalah hanya kilas saja.
07:01Hanya satu alasan saja gitu ya.
07:06Jadi sayangnya dampaknya polisi tidak memiliki satu kontra-kontra argumen ya,
07:13dengan kata lain tidak ada saksi lain.
07:14Tetapi tadi bahwa yang bersangkutan sudah menjual harta korban itu sendiri dapat dilihat sebagai satu indikasi
07:20bahwa pelaku memang minimal ada perencanaan ya dalam rangka menghilangkan nyawa korban dan memutuasi.
07:25Demikian.
07:26Artinya bisa masuk ranah pembunuhan berencana dong, Prof?
07:29Kalau misalkan itu tadi ada dugaan mensureya ke arah sana?
07:33Tentunya.
07:34Apalagi kalau kita melihat bahwa dalam konteks hukum,
07:37sebetulnya perencanaan itu nggak perlu dalam bentuk misalnya bikin proposal gitu ya.
07:40Tapi cukup misalnya ketika kita berbuat sesuatu yang khas,
07:44sesuatu yang khusus ya,
07:45dari kehidupan kita sehari-hari.
07:47Contoh misalnya saya lah,
07:48sebagai dosen saya biasa membawa buku.
07:50Tapi hari itu saya membawa tali misalnya.
07:55Nah itu sudah dapat dianggap sebagai suatu hal yang khusus.
07:57Nah itu juga kan gitu.
07:59Dia biasanya ketemu orang di luar,
08:01tapi kenapa pada yang kali ini kok ketemunya di dalam ya?
08:04Ketemunya di rumah ya?
08:05Jangan-jangan dia hendak menguasai harta korban pertama-tama dengan cara membunuh,
08:10dilajukan dengan membutuhasi,
08:11baru kemudian menguasai handphone serta motor.
08:14Mungkin begitu.
08:15Oke, itu juga yang harus dibuktikan oleh penyidik tentu dalam pendalamannya hingga saat ini.
08:19Tapi Prof, bicara soal ini orang baru kenal di media sosial,
08:22tak begitu lama berujung pada tindak kekerasan kriminal.
08:27Apa yang perlu diwaspadi oleh warga, Prof,
08:29soal pertemanan yang fanan di media sosial, Prof?
08:33Ya ini juga menurut saya memang satu keanehan.
08:35Jangan-jangan memang ini disengaja oleh pelaku,
08:38atau kalau kita memakai versi pelaku bahwa korban memang sengaja mengarah pada aktivitas seksual sejenis,
08:44maka memang dari awal memang kedua belah pihak ini memang ingin gitu ya.
08:49Makanya betul bahwa ini menurut saya terlalu cepat ini,
08:52apalagi kalau melihat rentang usia diantara korban dan pelaku yang beda...
08:5520 tahun yang lebih?
08:57Iya.
08:58Rasanya kok nggak cocok ya.
09:00Tapi tadi mungkin memang dari segi pelaku memang merencanakan untuk menguasai dan menguasai harta korban,
09:06tapi kalau di pihak lain mungkin korban memang ingin satu berhubungan seksual sejenis dengan pelaku.
09:12Mungkin begitu.
09:12Oke baik, tentu motifnya bagaimana itu yang jelasnya dirudut,
09:17nanti kita akan tunggu hasil dari investigasi yang dilakukan oleh pihak kepolisian.
09:22Tapi terima kasih Prof. Adrianus Meliala,
09:24Kriminal Universitas Indonesia telah menyampaikan pandangannya di program Kepas Malam hari ini.
09:29Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan