Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Selat Hormuz bakal dibuka pada 5 Agustus waktu setempat. Menurut Donald Trump, pembicaraan dengan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz sedang berlangsung dan diperkirakan akan segera selesai.

Namun di sisi lain, pihak Iran berulang kali membantah adanya negosiasi dengan Washington.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Qatar menyatakan mediasi antara Amerika Serikat dan Iran telah mencapai tahap yang progresif terkait pembahasan Selat Hormuz. Qatar juga menegaskan pembicaraan antar kedua pihak masih terus berlangsung, meskipun terdapat pernyataan yang berbeda dari Washington dan Teheran.

Meski demikian, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Qatar mengonfirmasi belum ada kesepakatan yang dicapai antara kedua pihak yang berkonflik tersebut.

Melalui Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Esmail Baghaei, Iran membantah tegas sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat.

Baghaei menegaskan negosiasi Iran saat ini hanya dilakukan dengan Oman dan berfokus untuk mencapai kesepahaman mengenai Selat Hormuz.

Pernyataan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran tersebut bertolak belakang dengan klaim Donald Trump yang menyebut telah membatalkan serangan besar-besaran ke Iran karena adanya proses negosiasi.

Apakah Amerika Serikat benar-benar akan melancarkan serangan besar ke Iran, ataukah pernyataan Donald Trump hanya merupakan strategi untuk mengulur waktu?

Topik ini akan dibahas bersama Pakar Hubungan Internasional President University Teuku Rezasyah dan Pakar Intelijen dan Keamanan Universitas Indonesia Stanislaus Riyanta.

Baca Juga Detik-Detik Kapal Perang AS Luncurkan Rudal Tomahawk ke Iran | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/684140/detik-detik-kapal-perang-as-luncurkan-rudal-tomahawk-ke-iran-sapa-malam

#trump #iran #as #selathormuz #perang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/684154/full-pakar-hi-pengamat-intelijen-keamanan-soal-beda-klaim-iran-as-terkait-negosiasi-konflik
Transkrip
00:00Bagaie, Iran membantah tegas sedang bernegosiasi dengan Amerika Serikat.
00:04Bagaie menegaskan negosiasi Iran saat ini hanya dengan Oman yang berfokus untuk mencapai kesepahaman saat Hormuz.
00:13Pernyataan melu Iran ini bertolak belakang dengan klaim Donald Trump yang bilang telah membatalkan serangan besar-besaran ke Iran karena
00:20ada negosiasi.
00:22kami berkata dari Amerika Serikat.
00:28kami berkata dari Afrika, kita berkata dari kemahiran kemahiran kemahiran kemahiran dan kemahiran kemahiran kemahiran.
00:45selamat menikmati
01:15Presiden Amerika Serikat menyebut bakal membuka Selat Hormuz hari ini
01:19atau 5 Agustus waktu setempat
01:21karena negosiasi sedang berlangsung dengan Iran
01:24bahkan Trump bilang ini bakal menjadi kesempatan terakhir Iran
01:29namun Iran membantah sedang melakukan negosiasi
01:32dan siap menargetkan kapal-kapal AS
01:34apakah Amerika Serikat bakal menyerang Iran habis-habisan
01:37atau sekadar strategi Trump mengulur waktu
01:41kita akan perbincangkan dengan pakar hubungan internasional
01:44dari Presiden University, Tegu Reza Shah
01:47dan juga pakar intelijen dan keamanan Universitas Indonesia
01:50Stanislaus Rianta
01:52selamat malam Pak Reza, Pak Stanis
01:55selamat malam, selamat dari Presiden University
01:58terima kasih sudah hadir
01:59saya ke Pak Stanis
02:01sebenarnya ada di mana fase yang saat ini kita sama-sama lihat
02:05kenapa Iran menyebut tidak ada negosiasi dengan AS
02:09sementara AS mengklaim sebaliknya
02:13ini malah semakin banyak drama-drama terjadi
02:16sebenarnya saya lihat bahwa
02:18Iran semakin kepentingannya dia adalah
02:21selat Hormuz yang bisa dikapitalisasi
02:23sementara AS juga punya kepentingan internal sebenarnya
02:26kayak dalam negeri
02:27ketika masyarakat Amerika menuntut pertanggung jawaban
02:31dana perang yang sudah banyak terjadi
02:33jadi ini untuk apa? karena dana perang yang sudah
02:36keluar ratusan triliun, ribuan triliun
02:39ini kan dipertanggung jawabkan
02:40sementara Amerika juga tidak menang
02:43Iran juga tidak kalah
02:44jadi ini ada dua kepentingan sebenarnya
02:46tapi saya melihat ini situasinya sudah tidak baik
02:48karena tujuannya sudah makin tidak jelas
02:51makin tidak jelas dan dalam situasi tidak jelas ini
02:54apapun bisa terjadi ketidakpastiannya bisa terjadi
02:56nanti Trump kalau panik dia juga bisa melakukan serangan-serangan yang lebih ekstrim
03:00sementara Iran juga bisa nekat untuk melakukan serangan-serangan gitu loh
03:03karena situasinya tidak jelas saat ini
03:04ada kepentingan-kepentingan yang berbeda
03:07kalau Pak Reza bagaimana melihat
03:09Iran mengakui ada negosiasi dengan Oman
03:12tapi tidak mengakui adanya negosiasi dengan Amerika Serikat
03:16yang diklaim Qatar sedang terjadi
03:19terima kasih
03:19penjelasan Pak Stanislaus tadi sangat jelas ya
03:22kalau dalam pandangan saya
03:23yang terjadi adalah pengelabuan ya
03:25karena Trump ini sangat panik ya
03:27perang ini sudah berjalan 5 bulan 5 hari
03:30dan pemilu selat itu akan berlangsung selasa tanggal 3 November
03:35jadi
03:36jadi 3 bulan kurang 2 hari
03:39dan karena itu wajar kalau Amerika Serikat sedang bingung
03:42karena itu banyak sekali ancaman-ancamannya
03:45misalnya dia mengatakan
03:47pembicaraan sudah melibatkan Amerika Serikat, Iran dan Oman
03:50kemudian Iran mengatakan tidak ada kami negosiasi dengan Amerika Serikat
03:54kami dengan Oman, Pakistan dan Qatar ya
03:56namun Trump juga pada saat yang sama melakukan ancaman
04:00bahwa akan melakukan penyerangan terhadap Iran yang lebih dasyat
04:04terus seperti biasa Trump itu melakukan aksi-aksi plus dan minus
04:07misalnya mengatakan nanti ke depannya tidak akan ada lagi biaya transit
04:12kemudian mengatakan juga kepada Iran pada saat yang sama
04:14ini adalah kesempatan Anda yang terakhir
04:16kemudian juga mengatakan juga
04:18ini adalah fokus untuk jangka panjang
04:22denuklerisasi
04:23kemudian Trump juga mengatakan akan meminta kompensasi keamanan
04:27pada negara-negara yang terlindung
04:29jadi untuk itu dunia berada pada posisi yang membingungkan
04:33tapi yang uniknya adalah
04:34ini dampaknya langsung pada harga minyak
04:36bagaimana kita perlihatkan
04:38kita perhatikan harga minyak mentah brand itu merosot hampir 6%
04:42hingga berada pada level 79 USD per barul
04:47kemudian juga sentimen pasar mengatakan
04:50meredahnya resiko perang
04:52karena mereka sangat takut harga minyak itu melonjak lagi
04:55kemudian juga ada kabar bahwa ada pemulihan pasokan itu itu mungkin
05:00kemudian tapi yang uniknya adalah tanggapan dari perusahaan-perusahaan besar dunia
05:04seperti CFO Exxon Mobil
05:06kemudian Neil Hansen dan CEO Chevron
05:08misalnya Mike Wirth itu menekankan bahwa
05:11memang betul keadaan membaik
05:14tapi terjadi penyempitan pada kapasitas kilang global
05:18dan untuk itu harga juga masih kemungkinan naik turun
05:22jadi Trump itu sangat piawai mempermainkan emosi dunia
05:28tapi yang jelas di dalam negeri
05:31kalau kita berbicara soal pekerjaan
05:34itu reputasi Trump menurun antara 33 sampai 36%
05:39kemudian tingkat kelolakan sudah turun sampai
05:42sudah dekat ke 60%
05:45kemudian masyarakat juga sudah frustrasi secara ekonomi
05:47di dalam kondisi seperti ini ya Trump mencoba bermain
05:50opini publik kemudian
05:52opini publik kemudian permainan di DPR Amerika Serikat
05:55jadi Trump melakukan banyak aksi
05:57yang harapannya adalah ratingnya menaik
06:00kemudian solidaritas sukutu barat itu naik
06:03kemudian dukungan dari perusahaan minyak itu meninggi
06:06dan dengan demikian dia bisa berjalan pelan-pelan
06:09yang dibutuhkan sekarang adalah exit strategi
06:11bagaimana caranya perang ini berhenti
06:13dan dia mendapat dukungan dari negara-negara
06:16yang terlibat dalam negosiasi
06:18Qatar, Oman, dan Pakistan
06:20menarik tadi baik Pak Stanis maupun Pak Reza menjelaskan
06:24ada setidaknya dua faktor yang bisa kita lihat
06:27sudut pandangnya dari mulai konflik di Selat Hormuz
06:29juga internal Amerika Serikat yang masih jadi kendala Trump
06:33apalagi sudah tiga bulan perang berlangsung
06:35saya ke Pak Stanis dulu
06:37kita akan mulai lima bulan bahkan
06:39saya ke Pak Stanis dulu
06:40kita bahas dari sisi Selat Hormuz
06:42dari sisi de facto maupun de Euro
06:44kalau de Euro dalam kondisi perang ini ya sulit lah kita berbicara
06:48tapi secara de facto sebenarnya untuk Selat Hormuz
06:51siapa yang paling kuat memegang keamanan di sana
06:54apakah faktor Iran lebih besar
06:56dan sekutunya ataukah Amerika Serikat juga punya pengaruh besar di Hormuz
07:01ya faktanya Iran menguasai Selat Hormuz
07:04faktanya menguasai dan Amerika memang tidak sampai masuk secara dalam ke Selat Hormuz
07:09dia di bawah di dekat Oman, di bawah di sana
07:12jadi dia belum masuk ke Selat Hormuz
07:13dan Amerika akan berpikir berulang kali
07:16kalau dia masuk mengintervensi Selat Hormuz
07:19karena Iran juga mempunyai drone laut
07:22dia juga punya kapal cepat-kapal cepat yang siap untuk melakukan serangan-serangan
07:25yang ini akan sangat merepotkan
07:27sementara kapal Indo-Amerika
07:29ini juga akan kesulitan ketika masuk ke Selat Hormuz
07:31karena ukurannya memang tidak cocok untuk masuk ke Selat Hormuz
07:34jadi secara de facto
07:36Iran menguasai Selat Hormuz
07:39dan ini cukup menjadi senjata yang sangat ampuh
07:43jadi senjata yang ampuh bagi Iran itu bukan nuklir, bukan peluru kendali
07:46tapi penguasaan Selat Hormuz yang terbukti senjata ini bisa membuat dunia menjadi
07:52kena tekanan cukup berat
07:54terutama tekanan terkait energi
07:55dan yang kita ingat adalah
07:57ini mendekati Eropa mendekati musim dingin
08:00dan Eropa itu ketergantungan terhadap pasokan gas dari Qatar
08:03itu cukup tinggi
08:05jika Selat Hormuz nanti dikuasai oleh Iran
08:08dan kewasukan gas ini tidak bisa melewati Selat Hormuz
08:12maka Eropa akan mengalami krisis energi
08:15ini yang mengkhawatirkan
08:17kalau dari Pak Reza
08:19soal Amerika Serikat yang menunda serangan
08:22apakah memang sesuai dengan apa yang Trump katakan
08:24meskipun kita tahu
08:25apa yang disampaikan Trump seringkali berbeda dari faktanya dalam hal Iran
08:30memang secara wilayah menghadapi Iran
08:32dan untuk itu Iran sedang sangat percaya diri
08:35karena dia sudah merotokkan banyak sekali instalasi Amerika Serikat
08:38seperti radar, air defense, kemudian operational infrastructure
08:43demikian
08:45nah kalau Pak Reza melihatnya
08:47apakah ini Amerika Serikat menunda serangan terhadap Iran
08:51karena tekanan Trump yang bilang bahwa
08:54kami akan menyiapkan serangan yang lebih besar
08:56atau faktanya sebaliknya Pak Reza
08:57justru reload senjatanya
08:59reload amunisi, reload logistiknya
09:02butuh waktu lebih lama untuk Amerika Serikat
09:03dalam kondisi seperti ini, ada tekanan juga dari internalnya
09:07tepat sekali
09:09kalangan dalam negeri sudah mulai meminta pertanggung jawaban
09:12pertanggung jawaban dari Donald Trump
09:14kemudian military industrial complex
09:17itu tidak bisa bergerak secepat yang diharapkan Donald Trump
09:20karena kontrak-kontrak itu harus ditangani
09:22harus ditandatangani oleh Kongres
09:25kemudian oleh Pentagon
09:26dan juga oleh elit-elit yang berada di Amerika Serikat
09:29kemudian juga kontrak-kontrak itu tergantung juga
09:32pada lobby-lobby kalangan Yahudi
09:35karena banyak sekali saham Yahudi di situ
09:37tapi yang jelas Amerika Serikat kemampuan menyerangnya
09:40sudah sangat terbatas
09:41dimana dikatakan konon
09:43lebih dari 50% perangkat Amerika Serikat itu sudah habis
09:46jadi untuk itu
09:47kalau dalam hal terjadinya krisis
09:49di Asia Timur
09:50kemudian di Laut Cina Selatan
09:53kemudian juga dalam konflik Ukraina
09:55itu Amerika Serikat tidak akan banyak bicara
09:57karena itu Amerika Serikat sangat mengharapkan
09:59dukungan dari sekutu-sekutunya
10:01konon juga
10:02pesawat-pesawat tempur Amerika Serikat
10:04hidup konon ada 49 aset yang sudah rontok
10:08misalnya fighter aircraft itu 11 sudah rontok
10:11F-15-1 sudah rontok
10:12P-8 aircraft 1 sudah rontok
10:15dan C-17 transport sudah rontok
10:17jadi helikopternya juga sudah rontok 4
10:19kemudian instalasi misil dia
10:22sudah rontok juga 6
10:23jadi tampaknya Trump sangat khawatir
10:26tapi itulah Trump selalu menggunakan momentum
10:29untuk menyatakan kesiapannya untuk perang jangka panjang
10:32walaupun dalam kenyataannya
10:34kalau perang ini berlanjut sampai November
10:35itu kemungkinan besar
10:37opini publik akan condong kepada Demokrat
10:40dan siap-siap Donald Trump
10:41akhir November atau awal Desember
10:43dia akan dimakzulkan
10:46demikian
10:46kalau dari sisi keamanan dan intelijen
10:49Pak Stanis juga setuju bahwa Amerika Serikat
10:51ada kesulitan dalam reload amunisinya
10:55dalam reload senjatanya
10:56untuk melawan Iran
10:59saya melihat sebaliknya
11:00sebenarnya Amerika ini kan negara kuat ya
11:02soal alusista
11:03dia punya alusista yang cukup
11:05dia punya persenjataan yang besar
11:07masalahnya adalah
11:08kenapa dia tidak memaksimalkan alusista itu
11:11ini kan yang menjadi keraguan banyak pihak
11:13akhirnya ada pihak yang mengatakan
11:14jangan-jangan memang tidak punya senjata gitu loh
11:16tapi kalau kita melihat ranking-ranking persenjataan
11:19global power misalnya
11:20Amerika itu nomor satu
11:21sementara Israel nomor 15
11:23Iran nomor 16
11:24ini dari peringkat alusista
11:25Amerika pasti unggulnya
11:27tapi kenapa
11:28cukup lama
11:29untuk menyelesaikan perang ini
11:30ini kan menjadi pertanyaan-pertanyaan para big
11:33jadi mereka meragukan
11:35sebenarnya
11:35ada gak apa
11:37Amerika itu kekuatan itu
11:39atau Trump yang cenderung
11:41menahan-nahan diri
11:42jadi saya kira
11:43Trump melakukan perhitungan
11:44dia menghitung-hitung
11:45kalau dia menyerang sekarang
11:47maka akan ada balasan lagi
11:48ketika ada balasan
11:49maka perlu berapa waktu
11:50Trump menghitung
11:52timing yang tepat
11:53waktu yang tepat
11:54sehingga
11:54ketika nanti pas pemilu
11:56itu publik menjadi
11:58meningkat kepercayaan terhadap Trump
12:00Amerika menang
12:02itu baru dihitung
12:04makanya
12:04Trump tidak menggunakan
12:05kekuatannya sekarang
12:06karena hitungannya
12:07nanti kalau misalnya
12:08melakukan serangan
12:08dan nampak kalah
12:10itu cukup berbahaya
12:11jadi Trump ingin terlihat menang
12:14Trump ingin terlihat kuat
12:15dan Trump ingin terlihat
12:16menggunakan
12:17anggaran sebaik-baiknya
12:18momennya pas
12:19ketika nanti
12:20pemilu selah
12:20jadi saya kira ini
12:21persoalan waktu
12:22bukan persoalan
12:24kebutuhan alusista
12:25atau kekurangan alusista
12:28dalam kondisi seperti ini
12:31kita akan bahas dulu
12:33jadi apa exit plan
12:34yang paling logis
12:36dalam kondisi Amerika Serikat
12:38Iran yang tensinya
12:39tidak kunjung turun
12:40tapi juga tidak menempuh
12:42kata selesai
12:42sepertinya dalam waktu dekat
12:43sesaat lagi
12:44disapa Indonesia malam
12:45kami kembali
12:51kembali di
12:52Sapa Indonesia malam
12:53kami masih bersama
12:54dengan pakar hubungan
12:55internasional dari
12:56President University
12:57Tegu Reza Shah
12:59dan pakar intelijen
13:00Kabanan Universitas Indonesia
13:02Stanislaus Rianta
13:03kita akan bahas
13:04di sesi ini
13:05kan kalau bicara
13:06soal kondisi
13:07maju mundur
13:08perundingan
13:09lalu juga tensinya
13:10naik turun
13:11di Selat Hormuz
13:12exit plan
13:13yang paling memungkinkan
13:15apa
13:15apakah memang
13:16tidak bisa dalam waktu dekat
13:17tapi setidaknya
13:18mengarah kemana
13:19menuju ke
13:21exit plan
13:21atau jalan keluar itu
13:23pak Stanis
13:23kalau dari anda
13:27situasi
13:27supaya dia menang
13:28di pemilu selat
13:29makanya exit plan
13:30exit plan terkait
13:31Iran
13:32itu pasti akan berhubungan
13:33dengan strategi
13:34supaya nama dia
13:35baik
13:35nama dia kuat
13:37jadi exit planenya
13:38yang paling bagus
13:39nanti dia akan membiarkan
13:40seperti ini
13:41naik turun
13:42naik turun
13:42terus
13:43sehingga ketika perang itu
13:44publik mengharapkan
13:45pemimpin yang kuat
13:46atau nanti
13:47akhirnya dia
13:48membuat narasi-narasi
13:50menciptakan kondisi
13:51bahwa
13:51Iran sangat berbahaya
13:53sehingga diperlukan
13:53pemimpin yang kuat
13:54yang bisa
13:55memerangi Iran
13:56itu
13:57saya kira
13:57jadi situasi akan digantung
13:59tapi kalau
13:59misalnya
14:00Trump melakukan
14:01selangan besar-besaran
14:02terhadap Iran
14:02dan nanti menjadi
14:03kecaman dunia
14:04itu berbahaya
14:05bagi
14:05exit strategi
14:07bagi karir dia
14:07terutama nanti
14:08di pemilu selat
14:09saya kira itu pilihannya
14:10jadi Pak Stanis
14:12tidak mudah juga
14:12untuk Amerika Serikat
14:13menjalankan ya
14:14apa yang Trump bilang
14:15bahwa akan melakukan
14:16serangan besar-besaran
14:17kalau Iran tidak
14:18tanda kutip
14:19nurut dalam
14:20proses negosiasi
14:21yang berlangsung
14:22begitu ya Pak Stanis
14:23ya
14:23ya dan dampaknya
14:24akan berbahaya
14:25ketika Iran
14:26nanti marah
14:26menutup selatu remus
14:27maka terjadi
14:28krisis energi
14:29di banyak negara
14:30termasuk Eropa
14:31saya kira ini
14:31berbahaya bagi Amerika
14:32dan kita lihat
14:34misalnya Amerika Serikat
14:35punya sekutu-sekutunya
14:36Israel
14:37terutama Pak Reza
14:38dalam kondisi hari ini
14:40seberapa besar
14:41sekutu ini
14:42bisa membantu
14:43menuju ke
14:43exit plan
14:44dan siapa
14:45sebenarnya yang punya
14:46kunci apakah
14:46yang memang hanya
14:47Amerika Serikat
14:47dan Iran
14:48atau ada
14:50peran sekutu
14:51yang lebih besar
14:51dalam hal ini
14:52yang bisa didorong
14:53Pak Reza
14:54Pak Reza
14:59silakan
15:03Pak
15:04ya
15:04silakan
15:07terima kasih
15:08yang diperlukan
15:09adalah
15:10angin segar
15:12bahwa Iran
15:12itu melunak
15:13kalau bicara
15:14soal hormus
15:14dan juga
15:15melunak
15:15soal nuklir
15:16jadi kemudian
15:17pada saat yang sama
15:18kalaupun terjadi
15:20pergantian kepemimpinan
15:21di level menteri
15:22pun di Iran
15:22itu sudah merupakan
15:23kemenangan bagi Amerika Serikat
15:25demikian
15:26tapi bicara soal
15:28perundingan
15:29sebenarnya
15:30sejauh ini
15:31masih jadi
15:31bottleneck
15:32apa sih Pak Reza
15:33sehingga
15:33belum ada jalan
15:34perundingan
15:35dari 5 bulan lalu
15:36sampai sekarang
15:37yang belum bisa
15:38ditempuh
15:39yang belum bisa
15:40dicari celahnya
15:40Pak Reza
15:43oke
15:43terputus
15:44saya ke Pak Stanis
15:45bicara soal tadi
15:46kita bahas
15:47soal negosiasi
15:47sebenarnya
15:48celah yang masih
15:49belum ketemu
15:50dalam negosiasi ini
15:50apa sih Pak Stanis
15:53ya
15:53permasalahannya adalah
15:55ketika dalam
15:55negosiasi ini
15:57antara Iran
15:57dan Israel
15:58terkait perang
15:59ini kan
15:59perang ini
16:00tidak hanya melibatkan
16:01dua entitas ini
16:02ada entitas lain
16:03yang terlibat
16:03seperti Israel
16:04dan Israel
16:05tidak dilibatkan
16:06dalam
16:07negosiasi
16:08sementara ada
16:08ada pihak lain juga
16:10seperti yang kuat
16:10misalnya nanti ada
16:11Qatar, ada Pakistan
16:12ada Cina
16:13bahkan ada Rusia
16:14kalau mereka tidak
16:15dilibatkan
16:16mereka terus akan
16:17mengganggu
16:17bahkan kita lihat
16:18kemarin Israel
16:19memprovokasi
16:20jadi saya kira
16:21kalau mau benar-benar
16:22damai
16:22maka
16:22libatkan semua
16:23pihak yang terlibat
16:24ini dalam suatu
16:25perundingan
16:25ketika perundingan
16:26hanya Iran
16:27atau Amerika
16:27maka perundingan itu
16:28akan hanya jadi
16:29drama-drama saja
16:31kalau misalnya
16:32perundingan dilakukan
16:32tapi provoking
16:33atau provokasi
16:35dari masing-masing
16:36sekutu dilakukan
16:37itu juga akan
16:37percuma ya Pak Reza
16:38jadi
16:39apa sebenarnya
16:40yang paling mungkin
16:41agar sekutu juga
16:42satu jalan
16:44untuk menuju
16:44ke exit plan
16:45yang dihadapkan
16:47benar sekali
16:48kata Pak Stanis
16:49kuncinya adalah
16:49negara-negara lain juga
16:51negara-negara teluk
16:52kemudian juga
16:53Rusia dan Cina
16:54cukup statement
16:55dari
16:56dari Cina
16:57dan Rusia
16:58yang mengatakan
16:59Trump sudah menunjukkan
17:01kenegrawanannya
17:02dan juga
17:03dan juga
17:04kerja keras
17:05dari Donald Trump
17:06lewat berbagai negosiasi
17:07itu akhirnya
17:08akan berujung
17:08pada suasana
17:09yang lebih baik
17:11walaupun dalam
17:12kenyataannya
17:12hormus
17:13dan isu nuklir
17:15itu tetap
17:15dikendalikan oleh Iran
17:16Amerika Serikat
17:18dan
17:19masing-masing
17:21sekutunya
17:22harus satu
17:22satu jalan
17:23menuju ke
17:24jalan keluar
17:25ke konflik
17:26yang sampai sekarang
17:27tidak berkesudahan
17:27jangan sampai
17:28lebih panjang lagi
17:29dari lima bulan
17:30yang sudah berjalan
17:30terima kasih
17:31atas waktunya
17:32pakar hubungan
17:33internasional
17:33dari President University
17:34Bapak
17:36Teku Reza Shah
17:37terima kasih juga
17:38Pak Stanis
17:39Lalu Sriyanta
17:40pakar intelijen
17:41dan keamanan
17:42Universitas Indonesia
17:43Selamat malam
Komentar

Dianjurkan