Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Ketua Tim Investigasi TGPF Mei 1998, Prof. Hermawan Sulistyo, mengingatkan pentingnya kehati-hatian para pejabat dalam menyampaikan pernyataan kepada publik di tengah situasi yang sensitif.

Menurut Hermawan, salah satu langkah jangka pendek untuk meredam situasi adalah menghindari pernyataan-pernyataan pejabat yang justru memancing kegaduhan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Bhudi Hermanto mengimbau masyarakat agar lebih bijak menyikapi informasi yang beredar di media sosial.

Menurut Bhudi, masyarakat perlu membedakan kritik dan saran dengan konten yang mengandung provokasi.

Di sisi lain, Koordinator Dewan Buruh Nasional KASBI, Nining Elitos, meminta pemerintah segera merespons keresahan masyarakat agar kepercayaan publik tidak terus menurun.

Nining juga menyoroti pentingnya empati dari para penyelenggara negara terhadap kondisi masyarakat.



Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.

Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/7hstu_2I8Cw



#demo #agustus #mall

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/talkshow/684183/hermawan-ingatkan-pejabat-jangan-asal-bicara-kasbi-hentikan-kebijakan-yang-membebani-satu-meja
Transkrip
00:01Masih di satu majadu forum, saya di bagian akhir akan membagi ke tiga tamu kehormatan saya malam ini.
00:09Kalau begitu, Mas Budi, bagaimana publik sebaiknya merespon ini?
00:14Atau apa yang harus dilakukan atau apa yang sudah akan dilakukan oleh kepolisian?
00:19Kita juga mengajak masyarakat untuk bisa memilah informasi-informasi yang dapat kita dipercaya.
00:29Jangan juga ruang digital diterima mentah-mentah, sehingga selain kalau hanya itu terkait tentang kritik, saran, itu mungkin tidak ada
00:39masalah.
00:40Tapi kalau itu sudah provokasi, sehingga persepsi dan psikologis ini terbawa untuk melakukan suatu perbuatan.
00:46Kita mengajak untuk masyarakat kita lebih bijak, wise, di dalam melihat unggahan ataupun memprediksi suatu persoalan.
00:53Kami, Polda Mitrujaya, selalu akan menyampaikan situasi terkini.
00:58Dan sampai sedetik ini kami sampaikan bahwa situasi Jakarta masih aman kondusif dan seluruh masyarakat masih dapat melakukan aktivitas seperti
01:06semula.
01:07Oke, Mbak Nining, apa pendapat Anda merespon desa-desus ini dan menurut Anda sebaiknya seperti apa masyarakat, termasuk juga kawan
01:16-kawan aktivis buruh?
01:17Iya, kalau kita tidak pernah ingin terjadinya sebuah kerusuhan gitu ya gitu.
01:25Kita ingin mengingatkan bahwa pemerintah ini supaya tidak terjadi kemerosotan kepercayaan publik,
01:34maka segera perbaiki apa yang kemudian menjadi pesan-pesan suara-suara rakyat
01:40tentang persoalan peningkatan kesejahteraan, perlindungan, hentikan kekerasan, berikan ruang berdemokrasi untuk rakyat gitu ya.
01:49Terus kemudian juga bagaimana lapangan pekerjaan sehingga krisis ekonomi yang hari ini dihadapi oleh mayoritas rakyat
01:59dan kemudian termasuk juga terjadi bagaimana beban negara hari ini, hutang semakin besar gitu ya, pajak semakin diberikan kepada rakyat
02:08ini
02:08segera dihentikan dan apa yang kemudian mandat dari konstitusi negara untuk memenuhi bagaimana tentang persoalan kemakmuran, kesejahteraan gitu ya,
02:21mencerdaskan kehidupan bangsa itu harus menjadi prioritas dari pemerintah dan wakil-wakil rakyat.
02:26Hentikan saut-sautan yang tidak penting gitu ketika merespon rakyat.
02:32Rakyat itu keinginan empati, rakyat sedang susah katanya harus ikat pinggang tapi pejabatnya jalan-jalan gitu ya,
02:40dia beli mobil mewah gitu, hal itu yang harus dirubah.
02:44Sensitifitas, baik, baik, terima kasih.
02:46Prof Kiki?
02:47Jadi, jangka pendek, jangka menengah, jangka panjang.
02:52Jangka pendek itu, enggak, saya mau ralat dulu, don't get me wrong, jangan salah bahwa saya menuduh demonya itu bayaran.
03:04Oke.
03:05Enggak, ada elemen-elemen yang bayaran.
03:08Ada juga.
03:09Ada juga yang tidak.
03:10Yang murni perjuangan.
03:11Yang murni dan yang bayaran ini yang biasanya mengganggu, merusak.
03:15Nah, jangka pendek misalnya, mari beli plaster rame-rame, mulutnya pejabat sama anggota DPR itu di plaster aja gitu.
03:24Supaya enggak celometan, malah bikin rusuh gitu.
03:29Enggak semuanya kan?
03:31Ada yang baik juga?
03:32Enggak semua, di DPR saya lihat cuma Nadian aja yang coap-coap, masih mendingan.
03:36Yang lain tuh balik lagi, didemo, dirusak, kembali lagi.
03:42Nah, lalu jangka menengah, jangka panjangnya adalah kita siapkan saluran dari jalanan ke PW-PW Allegoris misalnya.
03:53Lalu, seperti di London, ada Hyde Park.
03:58Kalau mau teriak-teriak, mau ngomong apa aja, masuk ke kawasan taman itu, silahkan di situ.
04:05Oke.
04:06Nah, polisi berkali-kali mau mencoba ini masih belum berhasil, sampai sekarang.
04:11Ini mungkin...
04:11Taman aspirasi gitu ya, kira-kira ya?
04:14Persoalannya didatang ke depan kantornya aja, pejabatnya enggak ada, Pak.
04:18Apalagi kalau enggak ada di...
04:19Hyde Park-nya di DPR sana, di depan sana.
04:22Baik, baik.
04:22Nah, itu aja.
04:25Terus yang terakhir, mudah-mudahan tidak rusuh.
04:29Amin.
04:29Saya himbau teman-teman, pemain lama yang turun ke jalan, ini situasinya sudah berbeda.
04:37Ya.
04:38Kalau masih muda tidak radikal, itu tidak punya hati.
04:43Kalau sudah tua masih radikal, itu tidak punya otak.
04:46Dan saya sudah mulai punya otak.
04:48Terima kasih.
04:49Dan sebaiknya tidak boleh radikal.
04:51Terima kasih.
04:51Makanya yang penting itu kebijakannya berpihak kepada rakyat.
04:54Oke, terima kasih Mas Budi, terima kasih Mbak Nining, terima kasih Prof. Kiki.
04:59Atas nama apapun, kerusuhan yang diwarnai kekerasan tidak boleh terjadi.
05:03Terima kasih.
05:04Terima kasih.
Komentar

Dianjurkan