Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
OKI, KOMPAS.TV Penanganan kebakaran lahan di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, masih terus dilakukan hingga saat ini.

Kebakaran lahan juga terjadi di sejumlah daerah lain di Sumatera Selatan.

Penanganan kebakaran lahan di Sumatera Selatan melibatkan tim gabungan yang terdiri atas Manggala Agni Sumatera, BPBD, TNI, Polri, serta Masyarakat Peduli Api.

Di Kabupaten Ogan Komering Ilir, tim Manggala Agni Daerah Operasi OKI masih melakukan pemadaman lanjutan setelah tiga lahan di tiga kecamatan terbakar.

Sementara itu, kebakaran lahan juga terjadi di Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Ogan Ilir.

Sejumlah kejadian telah berhasil ditangani dan api berhasil dipadamkan. Namun, upaya penanganan masih terus dilakukan di beberapa wilayah, di antaranya Ogan Komering Ilir, Banyuasin, dan Musi Banyuasin.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, per 28 Juli, terdapat 4.900 titik panas yang tersebar di Kalimantan Barat, Riau, Papua Selatan, Aceh, dan Kalimantan Timur.

Titik panas perlu diwaspadai, terutama saat puncak musim kemarau, sebagai indikasi kebakaran hutan dan lahan.

BMKG juga tengah menyiapkan modifikasi cuaca untuk memitigasi kebakaran hutan dan lahan di wilayah rawan, yakni Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.

Baca Juga Pemprov Jawa Tengah Perkuat Satgas dan Masyarakat Peduli Api Hadapi Karhutla | JMP di https://www.kompas.tv/regional/682881/pemprov-jawa-tengah-perkuat-satgas-dan-masyarakat-peduli-api-hadapi-karhutla-jmp

#karhutla #sumateraselatan #ogankomeringilir #bmkg #kompastv

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/683039/karhutla-di-oki-sumsel-masih-ditangani-bmkg-siapkan-modifikasi-cuaca-kompas-siang
Transkrip
00:10Intro
00:19Anda kembali di Kompas Siang, Saudara.
00:21Penanganan kebakaran lahan gambut di Kabupaten Ogan, Komering, Ilir, Sumatera Selatan masih terus dilakukan hingga saat ini.
00:27Kebakaran lahan juga terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Selatan.
00:34Penanganan kebakaran lahan di Sumatera Selatan masih terus dilakukan tim gabungan Manggala Agni Sumatera di semua daerah operasi dan juga
00:43di BPBD oleh BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat peduli apa.
00:47Di Ogan, Komering, Ilir, tim Manggala Agni daerah operasi Oki masih melakukan pemadaman lanjutan menyusul tiga lahan di tiga kecamatan
00:56yang terbakar.
00:57Sementara itu sejumlah daerah di Sumatera Selatan juga mengalami kebakaran lahan.
01:01Mulai Musi Banyu Asin, Banyu Asin, dan Ogan, Ilir.
01:06Sejumlah kejadian mampu ditangani dan api padam.
01:09Sementara beberapa di antaranya seperti di Oki, Banyu Asin, dan Musi Banyu Asin masih dilakukan upaya penanganan hingga kini.
01:22Dan Saudara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebut per 28 Juli ada 4.900 titik panas tersebar di Kalimantan Barat,
01:32Riau, Papua Selatan, Aceh, dan Kalimantan Timur.
01:35Titik panas perlu diwaspadai terutama saat puncak musim kemarau sebagai indikasi kebakaran hutan dan lahan.
01:42BMKG tengah menyiapkan modifikasi cuaca untuk memitigasi karhutlah di wilayah Rawan yakni Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.
01:5428 Juli 2026, BMKG mencatat 4.900 titik panas terutama di Kalimantan Barat, Riau, Papua Selatan, Aceh, dan Kalimantan Timur.
02:08Kondisi ini perlu diwaspadai menjelang puncak kemarau di bulan Agustus hingga September sebagai indikasi awal potensi kebakaran hutan dan lahan.
02:17Kemudian yang kelima, risiko kebakaran hutan dan lahan diperkirakan mencapai puncak pada Agustus sampai September 2026
02:26dengan wilayah terdampak meluas di Sumatera dan Kalimantan, khususnya Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan.
02:37Ini tengah dilakukan operasi modifikasi cuaca, OMC nanti akan dijelaskan lebih lanjut oleh Deputi Modifikasi Cuaca BMKG.
02:46Tujuannya untuk mendukung upaya mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Rawan, yaitu di Provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah.
02:57Dan saudara, proses pemadaman kebakaran lahan gambut di Ogan Komering Ilir.
03:02Untuk memantaunya, kita akan terhubung dengan jurnalis Kompas TV Purwantoro.
03:08Jadi Purwantoro, bagaimana proses pemadaman kebakaran lahan gambut di sana?
03:14Ya, Fidi, proses pemadaman dan penanganan kebakaran lahan di Sumatera Selatan masih tetap dilakukan,
03:23terutama di daerah-daerah yang belum sepenuhnya padam.
03:27Seperti di Ogan Komering Ilir, saat ini masih dilakukan, kalau istilah Satgas adalah mopping up atau menyisir beberapa sejumlah titik
03:38api yang masih membara atau masih mengeluarkan asap di bawah permukaan.
03:44Sementara itu, Fidi, sejumlah kebakaran lain juga terjadi sejak kemarin.
03:49Itu ada di Musibanyu Asin, di Lahan Gambut juga, yang ada di Muara Medak.
03:54Itu sekitar 25 hektare yang saat ini sedang terbakar dan masih terus ditangani oleh Satgas Gabungan yang ada di Sumatera
04:02Selatan.
04:03Kemudian yang ada di Muara Elim, di Kecamatan Sungai Rotan, juga sudah menyelesaikan tugas pemadamannya.
04:12Namun saat ini masih dilakukan mopping up untuk melakukan penyisiran kembali titik-titik api yang masih membara atau mengeluarkan asap.
04:23Sampai saat ini seluruh, terutama tim gabungan yang ada di darat maupun di udara, sedang melakukan penanganan yang tingkat kejadian
04:35kebakaran lahan di Sumatera Selatan makin naik di penghujung Juli 2026, Fidi.
04:43Baik, Purwanto, kendalanya ada kendala nggak sih di sana? Apa kendalanya bisa diceritakan?
04:49Baik, Fidi. Makin masif atau makin seringnya kejadian kebakaran lahan di Sumatera Selatan ini, terutama di lahan-lahan gambut adalah
05:00tinggi permukaan air atau kanal-kanal yang sudah turun seiring dengan memasuki puncak musim kemarau.
05:10Sehingga pot-pot air yang biasa digunakan untuk penanganan itu cukup jauh.
05:16Bahkan tim darat harus melakukan atau menarik selang peralatan mereka itu hampir sekitar 350 meter dari titik air ke titik
05:28api yang akan dipadamkan.
05:29Sementara itu memang dari udara hampir 7 helikopter saat ini dimaksimalkan untuk melakukan pengeboman atau waterbombing yang dilakukan dari udara,
05:43Fidi.
05:44Sementara itu juga modifikasi cuaca masih dilakukan hingga 30 Juli hari ini adalah merupakan operasi terakhir.
05:57Nanti mungkin akan dilanjutkan seandainya atau ada informasi atau ada kemungkinan adanya titik-titik awan atau kemungkinan awan-awan hujan
06:09masih berpotensi untuk disemai garam guna memaksimalkan atau memancing untuk turunnya hujan.
06:18Kendala-kendala lain yang dihadapi adalah jauhnya titik-titik api untuk diakses terutama oleh tim darat.
06:28Sementara itu memang kemudahan terjadinya kebakaran lahan di Sumatera Selatan cukup tinggi seperti yang dipergerakan BMKG yang diinformasikan bahwasannya
06:39tingkat kemudahan terjadinya kebakaran itu cukup tinggi seiring dengan makin keringnya masa-masa terutama bahan-bahan yang ada di lahan
06:50-lahan gambut yang tersebar di wilayah Sumatera Selatan, Fidi.
06:53Baik ada kendala di sana hambatan untuk memadamkan api karena sumber air untuk memadamkan kebakaran ini jauh dan juga lokasi
07:02kebakaran yang memang cukup jauh dan sulit diakses oleh para petugas.
07:07Terima kasih Purwanto untuk laporan Anda soal kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.
07:14Selamat bertugas kembali dan Anda juga tetap waspada berhati-hati di sana.

Dianjurkan