00:10Intro
00:19Anda kembali di Kompas Siang, Saudara.
00:21Penanganan kebakaran lahan gambut di Kabupaten Ogan, Komering, Ilir, Sumatera Selatan masih terus dilakukan hingga saat ini.
00:27Kebakaran lahan juga terjadi di sejumlah daerah di Sumatera Selatan.
00:34Penanganan kebakaran lahan di Sumatera Selatan masih terus dilakukan tim gabungan Manggala Agni Sumatera di semua daerah operasi dan juga
00:43di BPBD oleh BPBD, TNI, Polri, dan masyarakat peduli apa.
00:47Di Ogan, Komering, Ilir, tim Manggala Agni daerah operasi Oki masih melakukan pemadaman lanjutan menyusul tiga lahan di tiga kecamatan
00:56yang terbakar.
00:57Sementara itu sejumlah daerah di Sumatera Selatan juga mengalami kebakaran lahan.
01:01Mulai Musi Banyu Asin, Banyu Asin, dan Ogan, Ilir.
01:06Sejumlah kejadian mampu ditangani dan api padam.
01:09Sementara beberapa di antaranya seperti di Oki, Banyu Asin, dan Musi Banyu Asin masih dilakukan upaya penanganan hingga kini.
01:22Dan Saudara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyebut per 28 Juli ada 4.900 titik panas tersebar di Kalimantan Barat,
01:32Riau, Papua Selatan, Aceh, dan Kalimantan Timur.
01:35Titik panas perlu diwaspadai terutama saat puncak musim kemarau sebagai indikasi kebakaran hutan dan lahan.
01:42BMKG tengah menyiapkan modifikasi cuaca untuk memitigasi karhutlah di wilayah Rawan yakni Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah.
01:5428 Juli 2026, BMKG mencatat 4.900 titik panas terutama di Kalimantan Barat, Riau, Papua Selatan, Aceh, dan Kalimantan Timur.
02:08Kondisi ini perlu diwaspadai menjelang puncak kemarau di bulan Agustus hingga September sebagai indikasi awal potensi kebakaran hutan dan lahan.
02:17Kemudian yang kelima, risiko kebakaran hutan dan lahan diperkirakan mencapai puncak pada Agustus sampai September 2026
02:26dengan wilayah terdampak meluas di Sumatera dan Kalimantan, khususnya Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Papua Selatan.
02:37Ini tengah dilakukan operasi modifikasi cuaca, OMC nanti akan dijelaskan lebih lanjut oleh Deputi Modifikasi Cuaca BMKG.
02:46Tujuannya untuk mendukung upaya mitigasi bencana kebakaran hutan dan lahan di wilayah Rawan, yaitu di Provinsi Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah.
02:57Dan saudara, proses pemadaman kebakaran lahan gambut di Ogan Komering Ilir.
03:02Untuk memantaunya, kita akan terhubung dengan jurnalis Kompas TV Purwantoro.
03:08Jadi Purwantoro, bagaimana proses pemadaman kebakaran lahan gambut di sana?
03:14Ya, Fidi, proses pemadaman dan penanganan kebakaran lahan di Sumatera Selatan masih tetap dilakukan,
03:23terutama di daerah-daerah yang belum sepenuhnya padam.
03:27Seperti di Ogan Komering Ilir, saat ini masih dilakukan, kalau istilah Satgas adalah mopping up atau menyisir beberapa sejumlah titik
03:38api yang masih membara atau masih mengeluarkan asap di bawah permukaan.
03:44Sementara itu, Fidi, sejumlah kebakaran lain juga terjadi sejak kemarin.
03:49Itu ada di Musibanyu Asin, di Lahan Gambut juga, yang ada di Muara Medak.
03:54Itu sekitar 25 hektare yang saat ini sedang terbakar dan masih terus ditangani oleh Satgas Gabungan yang ada di Sumatera
04:02Selatan.
04:03Kemudian yang ada di Muara Elim, di Kecamatan Sungai Rotan, juga sudah menyelesaikan tugas pemadamannya.
04:12Namun saat ini masih dilakukan mopping up untuk melakukan penyisiran kembali titik-titik api yang masih membara atau mengeluarkan asap.
04:23Sampai saat ini seluruh, terutama tim gabungan yang ada di darat maupun di udara, sedang melakukan penanganan yang tingkat kejadian
04:35kebakaran lahan di Sumatera Selatan makin naik di penghujung Juli 2026, Fidi.
04:43Baik, Purwanto, kendalanya ada kendala nggak sih di sana? Apa kendalanya bisa diceritakan?
04:49Baik, Fidi. Makin masif atau makin seringnya kejadian kebakaran lahan di Sumatera Selatan ini, terutama di lahan-lahan gambut adalah
05:00tinggi permukaan air atau kanal-kanal yang sudah turun seiring dengan memasuki puncak musim kemarau.
05:10Sehingga pot-pot air yang biasa digunakan untuk penanganan itu cukup jauh.
05:16Bahkan tim darat harus melakukan atau menarik selang peralatan mereka itu hampir sekitar 350 meter dari titik air ke titik
05:28api yang akan dipadamkan.
05:29Sementara itu memang dari udara hampir 7 helikopter saat ini dimaksimalkan untuk melakukan pengeboman atau waterbombing yang dilakukan dari udara,
05:43Fidi.
05:44Sementara itu juga modifikasi cuaca masih dilakukan hingga 30 Juli hari ini adalah merupakan operasi terakhir.
05:57Nanti mungkin akan dilanjutkan seandainya atau ada informasi atau ada kemungkinan adanya titik-titik awan atau kemungkinan awan-awan hujan
06:09masih berpotensi untuk disemai garam guna memaksimalkan atau memancing untuk turunnya hujan.
06:18Kendala-kendala lain yang dihadapi adalah jauhnya titik-titik api untuk diakses terutama oleh tim darat.
06:28Sementara itu memang kemudahan terjadinya kebakaran lahan di Sumatera Selatan cukup tinggi seperti yang dipergerakan BMKG yang diinformasikan bahwasannya
06:39tingkat kemudahan terjadinya kebakaran itu cukup tinggi seiring dengan makin keringnya masa-masa terutama bahan-bahan yang ada di lahan
06:50-lahan gambut yang tersebar di wilayah Sumatera Selatan, Fidi.
06:53Baik ada kendala di sana hambatan untuk memadamkan api karena sumber air untuk memadamkan kebakaran ini jauh dan juga lokasi
07:02kebakaran yang memang cukup jauh dan sulit diakses oleh para petugas.
07:07Terima kasih Purwanto untuk laporan Anda soal kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Selatan.
07:14Selamat bertugas kembali dan Anda juga tetap waspada berhati-hati di sana.