00:10Intro
00:16Saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis, Saudara bersama saya Ian Rahman.
00:20Saudara Badan Pengelola Investasi dan Antara akan terus dilibatkan dalam Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK.
00:28Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa menegaskan dan Antara tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.
00:38Menteri Keuangan Purbaya bilang hadirnya dan Antara dalam Rapat KSSK,
00:43yakni untuk mendengar masukan sehingga bisa selaras dengan antar regulator dan dapat saling menjaga perekonomian Indonesia.
00:52Menurut Purbaya, dengan adanya masukan dari dan Antara, KSSK bisa mengetahui lebih dalam di dunia bisnis.
00:59Meski demikian, Purbaya memastikan dan Antara tidak memiliki hak suara dalam keputusan pada Rapat KSSK.
01:06Di sisi lain, menurut dan Antara, dengan terlibatannya di KSSK, setiap keputusan yang diambil KSSK dapat lebih berdampak terhadap pertumbuhan
01:15ekonomi nasional.
01:16Dengan demikian, keputusan KSSK tidak hanya didorong dari sisi moneter dan fiskal saja, tapi juga dari dunia usaha termasuk BUMN.
01:27Dan Antara pada Rapat ini sebagai undangan, jadi kita juga kan regulator semuanya rapat bisa antar regulator saja.
01:37Dan kadang-kadang kami ingin mendengar masukan langsung dari pelaku bisnisnya yang memanage bisnis yang besar itu.
01:44Dan Antara memberikan masukan yang cukup positif pada Rapat sore hari ini.
01:49Artinya kita bisa dapat informasi yang lebih untuk memastikan kebijakan kita lebih tepat sasaran ke depannya.
01:57Di undang-undangnya boleh diukuti oleh lembaga dan pihak lain yang diundang.
02:07Jadi kita SSK-SSK boleh mengundang pihak lain di luar KSSK.
02:12Tapi dalam keputusan, dan Antara tidak akan punya hak suara kira-kira gitu.
02:18Dan memberi masukan dan melihat proses yang akan terjadi seperti apa.
02:23Dan kita harapkan sih nanti kebijakannya kalau penting banget, dan Antara tidak akan ikut nih.
02:29Dalam mengambil keputusannya, dia akan keluar kalau hal yang penting sekali.
02:32Yang berhubungan dengan bisnis.
02:34Tapi kalau yang umum-umum, sekarang masih umum, ya dia bisa ikut mendengarkan keputusan apa yang kita ambil.
02:41Sampai sekarang masih memberi masukan dan untuk kita berguna sekali untuk melihat keadaan yang nyata di dunia,
02:48di dunia bisnis, dunia yang sedang di tangan dengan antara.
02:52Kalau kita kan regulator biasa di belakang melihat data-data aja.
02:55Kadang-kadang ada kemungkinan menterjemahkan datanya agama-agama sedikit.
03:01Jadi, dan Antara memperkaya kita dengan informasi tambahan di situ.
03:07Sebelumnya, Saudara Presiden Prabowo Subianto meminta Komunitas Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK
03:12untuk melibatkan dan Antara dalam koordinasi keuangan.
03:16Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan,
03:19sekaligus mendukung pencapaian program prioritas pemerintah.
03:22Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia, Destrida Mayanti, bilang,
03:25arahan ini disampaikan Presiden dalam pertemuan khusus bersama jajaran KSSK dan dan Antara
03:30di Istana Kepresidenan pada Senin sore.
03:33Sinkronisasi kebijakan antara BI, OJK, LPS, dan Kementerian Keuangan dinilai krusial
03:38agar setiap kewenangan lembaga berjalan efektif.
03:41KSSK berkomitmen mengoptimalkan pelan masing-masing anggota
03:44dalam pengawal agenda ekonomi dan pembangunan nasional.
03:51Kami yang diundang ini KSSK ya, KSSK plus ada dan Antara tadi.
03:56Jadi intinya adalah ke depan bagaimana KSSK terus di dalam KSSK-nya
04:03juga terus meningkatkan koordinasi dan kerjasama khususnya terkait dengan kebijakan-kebijakan
04:08di mana masing-masing kita ada kebijakan yang bisa harus kita koordinasikan.
04:13Kemudian juga tentunya kita bersama-sama juga akan mensupport gitu
04:18KSSK juga mensupport pemerintah sesuai dengan arah kebijakan
04:26yang memang sudah menjadi garis dari pemerintah, pencapaian pemerintah.
04:31Jadi intinya tadi seperti itu, peningkatan dari masing-masing di Bank Indonesia
04:35apa yang bisa dilakukan dari OJK, dari LPS, dan kemudian juga dari Kementerian Keuangan.
04:42KSSK diminta Presiden untuk ribatkan dalam dan Antara dalam rapat pengambilan keputusan
04:48lantas apa urgensinya, kehadiran dan Antara akan memperkuat koordinasi kebijakan
04:51atau justru memunculkan persoalan baru dan juga potensi konflik kepentingan.
04:56Kita bahas bersama Teku Rifki, Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPM-FPB Universitas Indonesia.
05:01Mas Rifki, selamat pagi, apa kabar?
05:04Pagi, Mas Siang, kabar baik.
05:06Mas Rifki, ini menurut Anda, apa urgensinya Presiden meminta KSSK untuk melibatkan dan Antara
05:12dalam rapat pengambilan keputusan?
05:15Ya, sebetulnya kalau kita melihat secara umum tidak ada urgensinya ya.
05:20Dimana sebetulnya yang lebih urgent itu adalah rapat KSSK yang memang bisa dianggap independen dan kredibel.
05:27Karena belakangan ini kita tahu permasalahan utama yang kita hadapi di sektor keuangan dan moneter adalah
05:35pelemahan rupiah yang terus berlanjut.
05:38Dimana pelemahan rupiah ini salah satu isu utamanya adalah akibat pasar dan investor menilai
05:45kebijakan atau pengambilan keputusan di Indonesia ini kurang kredibel dan kurang independen.
05:51Nah, dengan adanya dan Antara di rapat KSSK justru malah memperkeruh suasana ini.
05:57Karena harusnya KSSK ini adalah rapat yang diisi oleh para regulator di sektor keuangan, bukan pelaku usaha.
06:06Mas Rifki, bila tidak ada urgensinya, lalu apakah menurut Anda ada alasan yang lebih relevan
06:13yang membuat dan Antara ini masuk dalam pembahasan stabilitas ekonomi?
06:19Seharusnya tidak ada. Jadi kalau kita lihat dari statementnya Pak Menteri Purbaya
06:24bahwa memang perlu masukkan dari pelaku usaha atau private sector,
06:31pertanyaan berikutnya yang muncul adalah kenapa hanya dan Antara yang dilibatkan.
06:35Karena private sector di Indonesia ini kan cukup luas gitu.
06:39Terdiri dari banyak sektor, lalu kemudian juga terdiri dari betul-betul private, bukan hanya BMN saja.
06:51Jadi memang yang perlu dipikirkan berikutnya adalah apakah ini justru tidak menimbulkan conflict of interest gitu.
06:59Karena hanya dengan Antara dan ini membuat dengan Antara memiliki akses informasi
07:04yang tidak dimiliki oleh pelaku-pelaku usaha lainnya sehingga tidak menciptakan level playing field di private sector.
07:13Berarti ini tidak mengindahkan asas-asas keadilan begitu.
07:17Kalau demikian.
07:18Kalau kita melihat visi misinya juga, ini yang diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudisa Dewa, Mas Rifki.
07:24Visinya adalah untuk memperkuat koordinasi kebijakan.
07:26Namun, bukankah ini menurut Anda berpotensi memunculkan persoalan lain?
07:30Ini soal independensi yang tadi Anda sebutkan, independensi regulator dan juga potensi konflik kepentingan?
07:37Ya, betul. Memang ini sangat besar potensi adanya konflik kepentingan dan independensi.
07:44Satu, KSSK ini kan salah satunya adalah Bank Indonesia yang independensinya ini sangat-sangat perlu dijaga.
07:52Tapi kalau kita lihat sebetulnya di rapat KSSK itu sendiri, sebetulnya harusnya KSSK ini jarang sekali dihadiri oleh Presiden.
08:02Apalagi kalau kita lihat di situ ada perwakilan dari DPR.
08:06Jadi memang ini sudah kelihatan tidak terlalu independen lagi dalam pengambilan keputusannya.
08:12Ingat, KSSK ini dulu dibentuk pasca terjadinya krisis Bank Senturi dan Global Financial Crisis 2008.
08:23Dimana saat itu pengambilan kebijakan dianggap tidak terlalu independen.
08:29Dibuatlah komite sendiri, komite stabilitas sistem keuangan yang harusnya pengambilan kebijakan ini bisa independen dan terlepas dari nuansa politis.
08:40Tapi dengan dimasukkannya dan antara, lalu kemudian juga hadir Presiden dan DPR, justru ini bertolak belakang dengan motif dulu dibentuk
08:49awalnya KSSK tersebut.
08:51Ada potensi ekonomi kepentingan di sini.
08:53Lalu pertanyaan selanjutnya Mas Rifi, dengan masukan dan antara ke forum KSSK, apakah ini juga artinya mempertaruhkan kredibilitas KSSK dan
09:03ragam kebijakannya di mata pasar?
09:05Iya, sangat. Jadi kalau misalnya kemudian nanti ada kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak sejalan dengan sentimen pasar, pasar sangat bisa
09:17menebak ini adalah ada tekanan politis.
09:20Kita lihat contoh saja yang baru-baru ini terjadi ke mundurnya Gubernur Bank Indonesia.
09:26Mundurnya Gubernur Bank Indonesia, walaupun di state karena alasan pribadi, tapi banyak spekulasi di pasar, ini muncul karena ada faktor
09:35-faktor politis.
09:36Nah kita nggak tahu ini benarnya yang mana, tapi sangat mudah pasar membaca ada tekanan politis.
09:41Karena ada faktor-faktor yang membuat pasar membaca bahwa Bank Indonesia atau berbagai lembaga yang terlibat KSSK ini sudah menurun
09:50independensinya.
09:52Jadi ini ke depannya jadi akan sangat sulit untuk BI atau OJK atau LPS melakukan manuver dan kementerian keuangan yang
10:02tidak sejalan dengan pasar,
10:03sangat mudah diinterpretasikan, ini ada tekanan politis yang dampaknya sangat mudah untuk menjadi dampak negatif dan menjadi sentimen yang justru
10:13bisa menimbulkan capital outflow yang besar dari Indonesia.
10:17Oke tentunya dengan masuknya dan antara di sini perlu ada batasan begitu, batasan apa yang perlu diperjelas dan juga sejauh
10:24mana dasar hukum yang diperlukan setelah dan antara diputuskan secara berkala hadir dalam forum KSSK.
10:30Kita bahas usai jeda, Mas Rifki tetap bersama kami di Kompas Bisnis.
10:36Kompas Bisnis.
11:03Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan, LPM, FFB, Universitas Indonesia.
11:07Mas Rifki, ini dibandingkan dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK dan juga LPS, posisi dan antara tentu berbeda, bukan regulator.
11:16Jadi apakah seharusnya keterlibatan ini bersifat terbatas dan apa risikonya jika kehadiran dan antara yang tadinya bersifat ad hoc, ini
11:23berubah jadi praktik rutin?
11:25Ya, memang sifatnya sebetulnya dalam kondisi ideal itu adalah dan antara tidak hadir ya dalam rapat KSSK karena ini kan
11:34sudah mencapur adukan antara regulator dan pelaku usaha dengan konflik kepentingan yang cukup tinggi.
11:41Tapi kemudian kalau ini apa dan antara sudah dilibatkan tentu perlu diatur batas-batasan yang jelas sejauh mana dan antara
11:50bisa berkontribusi dalam rapat KSSK.
11:54Apakah kemudian ditunjukkan ke publik bahwa diskusi KSSK mengenai topik A, B, C, D.
12:02Sehingga kemudian dan antara keterlibatannya ini bisa dijustifikasi perlu memang masukan dari pelaku usaha.
12:09Tapi kemudian kalau memang isu-isu sensitif harusnya dan antara tidak perlu ikut.
12:15Dan ini justru akan semakin parah kalau kemudian menjadi bisa menghadiri rapat KSSK secara permanen.
12:24Kenapa? Karena tadi konflik kepentingannya terus berlanjut, kedua juga pasti akan banyak informasi-informasi sensitif terkait sisi regulator yang kemudian
12:34dan antara jadi bisa mengetahui.
12:36Sehingga kemudian tidak menciptakan level playing field antar pelaku usaha karena dan antara mendapatkan informasi atau adanya first mover advantage
12:45di sini.
12:46Oke jika demikian berarti menurut Anda artinya harus ada dasar hukum yang jelas mengenai batas keunangan.
12:51Jika demikian aturan-aturan apa saja yang perlu dimasukkan?
12:56Ya tentu informasi-informasi yang tidak sensitif ya menjadi batasan-batasan yang membolehkan dan antara untuk berpartisipasi.
13:06Tapi kemudian kalau kita melihat di sini dan antara itu kan juga berisi banyak BMN di sektor keuangan.
13:14Sedangkan di sini ada OJK dan Bank Indonesia yang mengatur atau sebagai regulator untuk sektor-sektor tersebut.
13:22Jadi memang perlu dipastikan bahwa informasi yang keluar dari regulator ini tidak memberikan unfair advantage terhadap dan antara beserta isinya
13:32dibandingkan dengan pelaku usaha lainnya yang tidak berpartisipasi dalam rapat KSSK.
13:38Jadi walaupun dan antara tidak memiliki haksuara tapi mereka bisa memiliki akses informasi yang tidak diketahui oleh publik maupun pelaku
13:48usaha lainnya.
13:49Nah ini perlu dipastikan bahwa ini tidak akan terjadi dan menimbulkan unfair advantage tadi.
13:54Oke Mas Rifki tentunya mau tidak mau kita jadi selalu membandingkan antara dan antara dengan tetangga kita saja, Temasek begitu.
14:03Kalau mau membandingkan dengan Temasek, apa yang bisa dipelajari? Temasek kan tetap dipisahkan dari otoritas moneter.
14:10Ya betul. Memang yang banyak hal yang kita bisa pelajari dari Temasek.
14:14Salah satunya adalah Temasek itu tidak memiliki keunggulan bisnis dari pelaku usaha lainnya.
14:21Jadi pelaku usaha di luar Sovereign Wealth Fundnya Temasek itu memiliki informasi yang sama dengan Temasek itu sendiri.
14:29Lalu kemudian persaingan usahanya juga dijaga agar transparan dan kredibel.
14:34Lalu juga dibuat agar regulasinya ini tidak menguntungkan badan usaha yang berada di dalam Temasek.
14:41Sehingga kompetisinya terjadi secara sehat.
14:44Dan kompetisi yang sehat ini membuat Temasek bisa bersaing tidak hanya di level dalam negeri.
14:49Tapi juga di level global pun perusahaan-perusahaan Temasek bisa bersaing.
14:54Karena di dalam negerinya ini sudah dinertur sedemikian rupa.
14:58Sehingga mereka ini bisa bersaing secara sehat.
15:01Oke banyak bisa diambil pelajaran dari Temasek.
15:04Tadi bukan hanya independensi, tapi juga bagaimana kompetisi dan kompetensi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaannya juga berlangsung secara sehat.
15:12Terima kasih, Teku Rifki, Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan dari LPM, FEB, Universitas Indonesia atas waktunya dan penjelasannya bersama kami
15:20di Kompas Bisnis.
15:22Sehat selalu.
15:23Terima kasih, Mas Iyan. Sehat selalu.