Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara akan terus dilibatkan dalam rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Danantara tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto meminta Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melibatkan BPI Danantara dalam koordinasi keuangan. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus mendukung pencapaian program prioritas pemerintah.

Lantas, apa urgensinya? Apakah kehadiran Danantara akan memperkuat koordinasi kebijakan atau justru memunculkan persoalan baru serta potensi konflik kepentingan?

Simak ulasannya bersama Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI, Teuku Riefky, dalam program Kompas Bisnis pada Kamis (30/7/2026).

Baca Juga Purbaya: KSSK Perkuat Koordinasi Kebijakan Ekonomi, Danantara Hanya Beri Masukan di https://www.kompas.tv/nasional/682781/purbaya-kssk-perkuat-koordinasi-kebijakan-ekonomi-danantara-hanya-beri-masukan

#kssk #danantara #prabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/683020/full-presiden-prabowo-libatkan-danantara-di-kssk-ekonom-ui-soroti-urgensinya
Transkrip
00:10Intro
00:16Saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis, Saudara bersama saya Ian Rahman.
00:20Saudara Badan Pengelola Investasi dan Antara akan terus dilibatkan dalam Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK.
00:28Meski demikian, Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa menegaskan dan Antara tidak memiliki hak suara dalam pengambilan keputusan.
00:38Menteri Keuangan Purbaya bilang hadirnya dan Antara dalam Rapat KSSK,
00:43yakni untuk mendengar masukan sehingga bisa selaras dengan antar regulator dan dapat saling menjaga perekonomian Indonesia.
00:52Menurut Purbaya, dengan adanya masukan dari dan Antara, KSSK bisa mengetahui lebih dalam di dunia bisnis.
00:59Meski demikian, Purbaya memastikan dan Antara tidak memiliki hak suara dalam keputusan pada Rapat KSSK.
01:06Di sisi lain, menurut dan Antara, dengan terlibatannya di KSSK, setiap keputusan yang diambil KSSK dapat lebih berdampak terhadap pertumbuhan
01:15ekonomi nasional.
01:16Dengan demikian, keputusan KSSK tidak hanya didorong dari sisi moneter dan fiskal saja, tapi juga dari dunia usaha termasuk BUMN.
01:27Dan Antara pada Rapat ini sebagai undangan, jadi kita juga kan regulator semuanya rapat bisa antar regulator saja.
01:37Dan kadang-kadang kami ingin mendengar masukan langsung dari pelaku bisnisnya yang memanage bisnis yang besar itu.
01:44Dan Antara memberikan masukan yang cukup positif pada Rapat sore hari ini.
01:49Artinya kita bisa dapat informasi yang lebih untuk memastikan kebijakan kita lebih tepat sasaran ke depannya.
01:57Di undang-undangnya boleh diukuti oleh lembaga dan pihak lain yang diundang.
02:07Jadi kita SSK-SSK boleh mengundang pihak lain di luar KSSK.
02:12Tapi dalam keputusan, dan Antara tidak akan punya hak suara kira-kira gitu.
02:18Dan memberi masukan dan melihat proses yang akan terjadi seperti apa.
02:23Dan kita harapkan sih nanti kebijakannya kalau penting banget, dan Antara tidak akan ikut nih.
02:29Dalam mengambil keputusannya, dia akan keluar kalau hal yang penting sekali.
02:32Yang berhubungan dengan bisnis.
02:34Tapi kalau yang umum-umum, sekarang masih umum, ya dia bisa ikut mendengarkan keputusan apa yang kita ambil.
02:41Sampai sekarang masih memberi masukan dan untuk kita berguna sekali untuk melihat keadaan yang nyata di dunia,
02:48di dunia bisnis, dunia yang sedang di tangan dengan antara.
02:52Kalau kita kan regulator biasa di belakang melihat data-data aja.
02:55Kadang-kadang ada kemungkinan menterjemahkan datanya agama-agama sedikit.
03:01Jadi, dan Antara memperkaya kita dengan informasi tambahan di situ.
03:07Sebelumnya, Saudara Presiden Prabowo Subianto meminta Komunitas Stabilitas Sistem Keuangan atau KSSK
03:12untuk melibatkan dan Antara dalam koordinasi keuangan.
03:16Langkah ini dilakukan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan,
03:19sekaligus mendukung pencapaian program prioritas pemerintah.
03:22Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia, Destrida Mayanti, bilang,
03:25arahan ini disampaikan Presiden dalam pertemuan khusus bersama jajaran KSSK dan dan Antara
03:30di Istana Kepresidenan pada Senin sore.
03:33Sinkronisasi kebijakan antara BI, OJK, LPS, dan Kementerian Keuangan dinilai krusial
03:38agar setiap kewenangan lembaga berjalan efektif.
03:41KSSK berkomitmen mengoptimalkan pelan masing-masing anggota
03:44dalam pengawal agenda ekonomi dan pembangunan nasional.
03:51Kami yang diundang ini KSSK ya, KSSK plus ada dan Antara tadi.
03:56Jadi intinya adalah ke depan bagaimana KSSK terus di dalam KSSK-nya
04:03juga terus meningkatkan koordinasi dan kerjasama khususnya terkait dengan kebijakan-kebijakan
04:08di mana masing-masing kita ada kebijakan yang bisa harus kita koordinasikan.
04:13Kemudian juga tentunya kita bersama-sama juga akan mensupport gitu
04:18KSSK juga mensupport pemerintah sesuai dengan arah kebijakan
04:26yang memang sudah menjadi garis dari pemerintah, pencapaian pemerintah.
04:31Jadi intinya tadi seperti itu, peningkatan dari masing-masing di Bank Indonesia
04:35apa yang bisa dilakukan dari OJK, dari LPS, dan kemudian juga dari Kementerian Keuangan.
04:42KSSK diminta Presiden untuk ribatkan dalam dan Antara dalam rapat pengambilan keputusan
04:48lantas apa urgensinya, kehadiran dan Antara akan memperkuat koordinasi kebijakan
04:51atau justru memunculkan persoalan baru dan juga potensi konflik kepentingan.
04:56Kita bahas bersama Teku Rifki, Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPM-FPB Universitas Indonesia.
05:01Mas Rifki, selamat pagi, apa kabar?
05:04Pagi, Mas Siang, kabar baik.
05:06Mas Rifki, ini menurut Anda, apa urgensinya Presiden meminta KSSK untuk melibatkan dan Antara
05:12dalam rapat pengambilan keputusan?
05:15Ya, sebetulnya kalau kita melihat secara umum tidak ada urgensinya ya.
05:20Dimana sebetulnya yang lebih urgent itu adalah rapat KSSK yang memang bisa dianggap independen dan kredibel.
05:27Karena belakangan ini kita tahu permasalahan utama yang kita hadapi di sektor keuangan dan moneter adalah
05:35pelemahan rupiah yang terus berlanjut.
05:38Dimana pelemahan rupiah ini salah satu isu utamanya adalah akibat pasar dan investor menilai
05:45kebijakan atau pengambilan keputusan di Indonesia ini kurang kredibel dan kurang independen.
05:51Nah, dengan adanya dan Antara di rapat KSSK justru malah memperkeruh suasana ini.
05:57Karena harusnya KSSK ini adalah rapat yang diisi oleh para regulator di sektor keuangan, bukan pelaku usaha.
06:06Mas Rifki, bila tidak ada urgensinya, lalu apakah menurut Anda ada alasan yang lebih relevan
06:13yang membuat dan Antara ini masuk dalam pembahasan stabilitas ekonomi?
06:19Seharusnya tidak ada. Jadi kalau kita lihat dari statementnya Pak Menteri Purbaya
06:24bahwa memang perlu masukkan dari pelaku usaha atau private sector,
06:31pertanyaan berikutnya yang muncul adalah kenapa hanya dan Antara yang dilibatkan.
06:35Karena private sector di Indonesia ini kan cukup luas gitu.
06:39Terdiri dari banyak sektor, lalu kemudian juga terdiri dari betul-betul private, bukan hanya BMN saja.
06:51Jadi memang yang perlu dipikirkan berikutnya adalah apakah ini justru tidak menimbulkan conflict of interest gitu.
06:59Karena hanya dengan Antara dan ini membuat dengan Antara memiliki akses informasi
07:04yang tidak dimiliki oleh pelaku-pelaku usaha lainnya sehingga tidak menciptakan level playing field di private sector.
07:13Berarti ini tidak mengindahkan asas-asas keadilan begitu.
07:17Kalau demikian.
07:18Kalau kita melihat visi misinya juga, ini yang diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudisa Dewa, Mas Rifki.
07:24Visinya adalah untuk memperkuat koordinasi kebijakan.
07:26Namun, bukankah ini menurut Anda berpotensi memunculkan persoalan lain?
07:30Ini soal independensi yang tadi Anda sebutkan, independensi regulator dan juga potensi konflik kepentingan?
07:37Ya, betul. Memang ini sangat besar potensi adanya konflik kepentingan dan independensi.
07:44Satu, KSSK ini kan salah satunya adalah Bank Indonesia yang independensinya ini sangat-sangat perlu dijaga.
07:52Tapi kalau kita lihat sebetulnya di rapat KSSK itu sendiri, sebetulnya harusnya KSSK ini jarang sekali dihadiri oleh Presiden.
08:02Apalagi kalau kita lihat di situ ada perwakilan dari DPR.
08:06Jadi memang ini sudah kelihatan tidak terlalu independen lagi dalam pengambilan keputusannya.
08:12Ingat, KSSK ini dulu dibentuk pasca terjadinya krisis Bank Senturi dan Global Financial Crisis 2008.
08:23Dimana saat itu pengambilan kebijakan dianggap tidak terlalu independen.
08:29Dibuatlah komite sendiri, komite stabilitas sistem keuangan yang harusnya pengambilan kebijakan ini bisa independen dan terlepas dari nuansa politis.
08:40Tapi dengan dimasukkannya dan antara, lalu kemudian juga hadir Presiden dan DPR, justru ini bertolak belakang dengan motif dulu dibentuk
08:49awalnya KSSK tersebut.
08:51Ada potensi ekonomi kepentingan di sini.
08:53Lalu pertanyaan selanjutnya Mas Rifi, dengan masukan dan antara ke forum KSSK, apakah ini juga artinya mempertaruhkan kredibilitas KSSK dan
09:03ragam kebijakannya di mata pasar?
09:05Iya, sangat. Jadi kalau misalnya kemudian nanti ada kebijakan-kebijakan yang dianggap tidak sejalan dengan sentimen pasar, pasar sangat bisa
09:17menebak ini adalah ada tekanan politis.
09:20Kita lihat contoh saja yang baru-baru ini terjadi ke mundurnya Gubernur Bank Indonesia.
09:26Mundurnya Gubernur Bank Indonesia, walaupun di state karena alasan pribadi, tapi banyak spekulasi di pasar, ini muncul karena ada faktor
09:35-faktor politis.
09:36Nah kita nggak tahu ini benarnya yang mana, tapi sangat mudah pasar membaca ada tekanan politis.
09:41Karena ada faktor-faktor yang membuat pasar membaca bahwa Bank Indonesia atau berbagai lembaga yang terlibat KSSK ini sudah menurun
09:50independensinya.
09:52Jadi ini ke depannya jadi akan sangat sulit untuk BI atau OJK atau LPS melakukan manuver dan kementerian keuangan yang
10:02tidak sejalan dengan pasar,
10:03sangat mudah diinterpretasikan, ini ada tekanan politis yang dampaknya sangat mudah untuk menjadi dampak negatif dan menjadi sentimen yang justru
10:13bisa menimbulkan capital outflow yang besar dari Indonesia.
10:17Oke tentunya dengan masuknya dan antara di sini perlu ada batasan begitu, batasan apa yang perlu diperjelas dan juga sejauh
10:24mana dasar hukum yang diperlukan setelah dan antara diputuskan secara berkala hadir dalam forum KSSK.
10:30Kita bahas usai jeda, Mas Rifki tetap bersama kami di Kompas Bisnis.
10:36Kompas Bisnis.
11:03Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan, LPM, FFB, Universitas Indonesia.
11:07Mas Rifki, ini dibandingkan dengan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK dan juga LPS, posisi dan antara tentu berbeda, bukan regulator.
11:16Jadi apakah seharusnya keterlibatan ini bersifat terbatas dan apa risikonya jika kehadiran dan antara yang tadinya bersifat ad hoc, ini
11:23berubah jadi praktik rutin?
11:25Ya, memang sifatnya sebetulnya dalam kondisi ideal itu adalah dan antara tidak hadir ya dalam rapat KSSK karena ini kan
11:34sudah mencapur adukan antara regulator dan pelaku usaha dengan konflik kepentingan yang cukup tinggi.
11:41Tapi kemudian kalau ini apa dan antara sudah dilibatkan tentu perlu diatur batas-batasan yang jelas sejauh mana dan antara
11:50bisa berkontribusi dalam rapat KSSK.
11:54Apakah kemudian ditunjukkan ke publik bahwa diskusi KSSK mengenai topik A, B, C, D.
12:02Sehingga kemudian dan antara keterlibatannya ini bisa dijustifikasi perlu memang masukan dari pelaku usaha.
12:09Tapi kemudian kalau memang isu-isu sensitif harusnya dan antara tidak perlu ikut.
12:15Dan ini justru akan semakin parah kalau kemudian menjadi bisa menghadiri rapat KSSK secara permanen.
12:24Kenapa? Karena tadi konflik kepentingannya terus berlanjut, kedua juga pasti akan banyak informasi-informasi sensitif terkait sisi regulator yang kemudian
12:34dan antara jadi bisa mengetahui.
12:36Sehingga kemudian tidak menciptakan level playing field antar pelaku usaha karena dan antara mendapatkan informasi atau adanya first mover advantage
12:45di sini.
12:46Oke jika demikian berarti menurut Anda artinya harus ada dasar hukum yang jelas mengenai batas keunangan.
12:51Jika demikian aturan-aturan apa saja yang perlu dimasukkan?
12:56Ya tentu informasi-informasi yang tidak sensitif ya menjadi batasan-batasan yang membolehkan dan antara untuk berpartisipasi.
13:06Tapi kemudian kalau kita melihat di sini dan antara itu kan juga berisi banyak BMN di sektor keuangan.
13:14Sedangkan di sini ada OJK dan Bank Indonesia yang mengatur atau sebagai regulator untuk sektor-sektor tersebut.
13:22Jadi memang perlu dipastikan bahwa informasi yang keluar dari regulator ini tidak memberikan unfair advantage terhadap dan antara beserta isinya
13:32dibandingkan dengan pelaku usaha lainnya yang tidak berpartisipasi dalam rapat KSSK.
13:38Jadi walaupun dan antara tidak memiliki haksuara tapi mereka bisa memiliki akses informasi yang tidak diketahui oleh publik maupun pelaku
13:48usaha lainnya.
13:49Nah ini perlu dipastikan bahwa ini tidak akan terjadi dan menimbulkan unfair advantage tadi.
13:54Oke Mas Rifki tentunya mau tidak mau kita jadi selalu membandingkan antara dan antara dengan tetangga kita saja, Temasek begitu.
14:03Kalau mau membandingkan dengan Temasek, apa yang bisa dipelajari? Temasek kan tetap dipisahkan dari otoritas moneter.
14:10Ya betul. Memang yang banyak hal yang kita bisa pelajari dari Temasek.
14:14Salah satunya adalah Temasek itu tidak memiliki keunggulan bisnis dari pelaku usaha lainnya.
14:21Jadi pelaku usaha di luar Sovereign Wealth Fundnya Temasek itu memiliki informasi yang sama dengan Temasek itu sendiri.
14:29Lalu kemudian persaingan usahanya juga dijaga agar transparan dan kredibel.
14:34Lalu juga dibuat agar regulasinya ini tidak menguntungkan badan usaha yang berada di dalam Temasek.
14:41Sehingga kompetisinya terjadi secara sehat.
14:44Dan kompetisi yang sehat ini membuat Temasek bisa bersaing tidak hanya di level dalam negeri.
14:49Tapi juga di level global pun perusahaan-perusahaan Temasek bisa bersaing.
14:54Karena di dalam negerinya ini sudah dinertur sedemikian rupa.
14:58Sehingga mereka ini bisa bersaing secara sehat.
15:01Oke banyak bisa diambil pelajaran dari Temasek.
15:04Tadi bukan hanya independensi, tapi juga bagaimana kompetisi dan kompetensi yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaannya juga berlangsung secara sehat.
15:12Terima kasih, Teku Rifki, Peneliti Makroekonomi dan Pasar Keuangan dari LPM, FEB, Universitas Indonesia atas waktunya dan penjelasannya bersama kami
15:20di Kompas Bisnis.
15:22Sehat selalu.
15:23Terima kasih, Mas Iyan. Sehat selalu.

Dianjurkan