Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono meminta agar seluruh mitra hingga pihak-pihak yang mengenalnya agar tidak menghubungi dirinya secara pribadimelalui pesan singkat (japri) jika ditemukan keluhan dalam tata laksana program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Sudaryono mengatakan tindakan ini dilakukan demi menghindari fintah serta menjaga integritas.

"Saya membatasi untuk tidak saya terima di ruangan saya. Sekali lagi, belum tentu kalau saya terima itu kemudian saya bicara hal-hal yang tidak etis. Tapi kalau saya terima itu membuat orang menduga-duga, jadilah yang namanya fitnah gitu," ujar Sudaryono, Jakarta, Rabu (29/7/2026).

Baca Juga [FULL] Kepala BGN Siap Berantas Praktik Penyimpangan MBG hingga soal Dapur di Kawasan 3T di https://www.kompas.tv/nasional/683035/full-kepala-bgn-siap-berantas-praktik-penyimpangan-mbg-hingga-soal-dapur-di-kawasan-3t

#bgn #mbg #sppg

Produser: Ikbal Maulana
Thumbnail: Lintang

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/683041/hindari-fitnah-kepala-bgn-sudaryono-larang-mitra-mbg-mengadu-via-japri
Transkrip
00:00Bapak dan Ibu semua yang saya hormati, jadi hari ini saya meluncurkan atau kami, saya sebagai Kepala Badan Gisi Nasional
00:07didampingi dua waka saya,
00:09meresmikan peresmian Pusat Pelayanan Terpadu dan juga Media Center Badan Gisi Nasional.
00:16Ya tepat tangan dulu boleh lah ya.
00:24Ini menunjukkan komitmen sebagaimana sudah saya sampaikan di awal-awal dulu.
00:30Kita ini maunya terang-benerang, tidak ada yang sembunyi-sembunyi, tidak ada yang diam-diam, tidak ada yang gelap-gelap.
00:36Semuanya harus terang-benerang.
00:37Maka pusat pelayanan terpadu itu adalah zona hijau namanya.
00:45Jadi semua orang diterima di tempat itu.
00:48Zona hijau di mana orang boleh ketemu sama orang di tempat itu.
00:54Maka ada juga kalau ada zona hijau, maka ada namanya zona merah.
00:58Zona merah itu misalnya seseorang yang berkepentingan itu ketemu dengan pejabat dengan kepentingan dia.
01:06Itu nggak boleh.
01:07Jadi segala aduan, segala hal yang memang perlu dibicarakan harus dibicarakan secara resmi.
01:15Termasuk saya membatasi, saya pribadi membatasi orang-orang yang barangkali dia punya dapur, dia mitra, dia supplier lah, dia entah
01:25apalah begitu.
01:26Saya membatasi untuk tidak saya terima di ruangan saya.
01:30Sekali lagi, belum tentu kalau saya terima itu kemudian saya bicara hal-hal yang tidak etis.
01:36Tapi kalau saya terima itu membuat orang menduga-duga, jadilah yang namanya fitnah.
01:44Jadi saya daripada menjadi diduga-duga oleh orang, apalagi diduga-duga oleh publik, diduga-duga oleh netizen, diduga-duga oleh
01:54masyarakat,
01:56dan itu diduga-duganya adalah diduga-duga yang negatif, lebih baik itu kita hindarkan.
02:01Dan saya ingin saya bersama dua wakas saya berkomitmen dan kami membawa budaya ini sampai ke level bawah.
02:07Di level eselon 1, eselon 2, dan seterusnya, saya larang dengan keras menerima pihak-pihak yang berkepentingan secara gelap-gelap,
02:19diam-diam,
02:21semuanya harus direspon dengan cara yang proper, yang baik.
02:25Saya ingin badan gizi ini memiliki semacam SLE atau standar layanan yang betul-betul handal.
02:36Jadi pusat pelayanan terpadu itu adalah tempat curhatnya orang, tempat mengadu orang.
02:42Di situ ada call centernya.
02:44Di call center ada nanti diupdate, kemudian keluhannya sampai di mana.
02:50Nah, jadi mohon maaf, barangkali kalau sekarang ini misalnya, kok kemarin-kemarin orang ada yang ngadu lama gitu ya.
02:57Nah, kami lagi benahi semua.
02:59Kasih kami beberapa hari, ini insya Allah semua aduan ada nomor aduannya,
03:04aduannya itu di follow up sampai di mana, sudah ditanggapi, gimana, dan lain-lain.
03:08Insya Allah kita harus, kita siapkan itu semua.
03:11Sehingga betul-betul orang itu tidak ada yang tidak merasa puas.
03:15Jadi semua orang itu kemudian boleh bercerita, berkeluh kesah, atau barangkali bertanya, harus ketemu apa yang dia inginkan.
03:27Termasuk pusat pelayanan terpadu ini, baik sistem, ada WhatsApp, ada website, ada call center, dan lain-lain.
03:35Itu kemudian yang tidak terselesaikan itu kemudian maju ke meja pimpinan.
03:40Jadi kami bisa mengetahui hal-hal mana saja yang tidak bisa diselesaikan di level-level tertentu.
03:47Jadi ada, saya monitor tiap hari, kemudian keluhan-keluhan itu.
03:53Ada memang ya, misalnya ada orang mengenal saya, kemudian bertanya,
03:58Pak, kok ini top up-nya belum, kami belum bisa masak misalnya.
04:03Tetap, itu juga bagian dari saya, kita follow up.
04:07Ada masalahnya, dan seterusnya.
04:09Tapi tidak kemudian saya berikan salurannya dengan saluran yang benar.
04:15Jadi maksud saya, kepada siapapun yang mengenal kami, boleh.
04:19W.A. kami boleh, tapi kalau bisa tuh jangan W.A. langsung lah.
04:23Menghindari fitnah-fitnah ini.
04:25Lebih baik, tetap pakai jalur yang baik.
04:28Kalau Anda semua, sahabat saya, sayang sama saya, please.
04:32Harus mengadu, harus komplain, harus bertanya ke saluran yang kita sediakan.
04:38Kami siap untuk memperbaiki komunikasi, pelayanan, kemudian update dari mulai.
04:46Follow up-nya itu kira-kira sejauh mana, kita lagi perbaiki ke sana.
04:50Jadi saya mohon dukungan semuanya.
04:52Insya Allah ini sesuatu hal yang tidak sulit.
04:55Bukan rocket science, ini hal-hal yang lumrah.
04:58Bapak dan Ibu semua yang saya hormati, di momen kesempatan ini juga media center penting ya.
05:05Saya kira rekan-rekan media bisa ngecas handphone, ya kan.
05:10Ngecas handphone aja, ya kalau ada kopi-kopi lah, ada lah gitu.
05:13Bisa santai, indomie, nggak boleh sebut merek, mie instan ya.
05:19Nggak boleh sebut merek.
05:20Mie instan, tadi ada yang usul, salah satu wartawan Mas Dar, kalau bisa ada mie instan gitu.
05:25Mohon maaf ini kan namanya badan gizi ya, jadi ya please lah ya, harus yang bergizi ya.
05:33Jadi kita namanya BGN itu berawalan dari huruf B, jadi kami ingin BGN itu baik, bagus, benar, bersih, dan bergizi.
05:51Ada dua hal, saya sampaikan, kita tegas dalam menegakkan peraturan, kita tegas.

Dianjurkan