- 6 menit yang lalu
- #pialadunia2026
- #worldcup2026
- #fifa
- #prancis
KOMPAS.TV Piala Dunia 2026 kembali mencatat sejarah. FIFA mengumumkan rekor jumlah penonton yang hadir langsung ke stadion berhasil menembus angka 5 juta orang. Momen bersejarah itu terjadi saat laga babak 32 besar antara Prancis melawan Swedia di Stadion MetLife.
Penonton ke-5 juta tersebut adalah Rafael Naufel, seorang suporter Timnas Prancis. Sebagai bentuk apresiasi, FIFA memberikan penghargaan yang diserahkan langsung oleh dua legenda sepak bola Prancis, Blaise Matuidi dan Youri Djorkaeff. Rafael juga menerima jersey Timnas Prancis serta berkesempatan bertemu dan berfoto bersama pelatih Les Bleus, Didier Deschamps.
Rafael mengaku sangat terharu atas pengalaman tersebut. Sebagai penggemar Paris Saint-Germain (PSG), ia menyebut Blaise Matuidi sebagai salah satu legenda idolanya. Ia juga merasa bangga bisa bertemu Youri Djorkaeff, anggota skuad juara dunia Prancis 1998.
Sementara itu, persaingan di Piala Dunia 2026 semakin memanas memasuki babak 16 besar. Sejumlah tim unggulan seperti Jerman dan Belanda harus tersingkir lebih awal. Sebaliknya, Paraguay dan Norwegia tampil sebagai tim kejutan setelah sukses melaju ke fase gugur.
Lalu, mampukah Paraguay kembali membuat kejutan saat menghadapi Prancis yang datang dengan skuad bertabur bintang? Bagaimana peluang tim-tim unggulan, tuan rumah, dan para kuda hitam untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026? Simak analisis lengkapnya bersama analis sepak bola Gita Suwondo hanya di KompasTV.
#PialaDunia2026 #WorldCup2026 #FIFA #Prancis
Baca Juga Cristiano Ronaldo usai Menang 2-1 Atas Kroasia, Sebut Luca Modric Legenda Sepak Bola di https://www.kompas.tv/olahraga/678565/cristiano-ronaldo-usai-menang-2-1-atas-kroasia-sebut-luca-modric-legenda-sepak-bola
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/678593/pesta-piala-dunia-2026-pecahkan-rekor-jumlah-penonton-di-stadion-tembus-5-juta-orang
Penonton ke-5 juta tersebut adalah Rafael Naufel, seorang suporter Timnas Prancis. Sebagai bentuk apresiasi, FIFA memberikan penghargaan yang diserahkan langsung oleh dua legenda sepak bola Prancis, Blaise Matuidi dan Youri Djorkaeff. Rafael juga menerima jersey Timnas Prancis serta berkesempatan bertemu dan berfoto bersama pelatih Les Bleus, Didier Deschamps.
Rafael mengaku sangat terharu atas pengalaman tersebut. Sebagai penggemar Paris Saint-Germain (PSG), ia menyebut Blaise Matuidi sebagai salah satu legenda idolanya. Ia juga merasa bangga bisa bertemu Youri Djorkaeff, anggota skuad juara dunia Prancis 1998.
Sementara itu, persaingan di Piala Dunia 2026 semakin memanas memasuki babak 16 besar. Sejumlah tim unggulan seperti Jerman dan Belanda harus tersingkir lebih awal. Sebaliknya, Paraguay dan Norwegia tampil sebagai tim kejutan setelah sukses melaju ke fase gugur.
Lalu, mampukah Paraguay kembali membuat kejutan saat menghadapi Prancis yang datang dengan skuad bertabur bintang? Bagaimana peluang tim-tim unggulan, tuan rumah, dan para kuda hitam untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026? Simak analisis lengkapnya bersama analis sepak bola Gita Suwondo hanya di KompasTV.
#PialaDunia2026 #WorldCup2026 #FIFA #Prancis
Baca Juga Cristiano Ronaldo usai Menang 2-1 Atas Kroasia, Sebut Luca Modric Legenda Sepak Bola di https://www.kompas.tv/olahraga/678565/cristiano-ronaldo-usai-menang-2-1-atas-kroasia-sebut-luca-modric-legenda-sepak-bola
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/678593/pesta-piala-dunia-2026-pecahkan-rekor-jumlah-penonton-di-stadion-tembus-5-juta-orang
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Saudara perhelatan Piala Dunia 2026 mencatatkan sejarah rekor penonton yang datang ke stadion pecah pada laga Perancis kontra Swedia.
00:11Supporter sepak bola Perancis masuk dalam buku sejarah perhelatan terakbar sejagat 2026.
00:18Rafael Novel menjadi penonton kelima juta yang menyaksikan laga Piala Dunia secara langsung ke stadion.
00:25Rekor itu pecah di stadion Madlife di mana pada dua Perancis kontra Swedia di babak 32 besar.
00:33Federasi sepak bola dunia FIFA memberikan penghargaan kepada Rafael yang diserahkan langsung oleh legenda sepak bola Perancis Blaise Matuidi dan
00:42Yuri Yorcaev.
00:44Selain berfoto dengan dua legenda, Rafael juga mendapatkan hadiah jersi bintang Perancis di Sayerdou sekaligus berfoto bersama pelatih Le Bleu
00:53di Dier Deschamps.
01:13Saudara sebentar lagi kita menanti bebak 16 besar pesta bola dunia.
01:17Sejumlah tim besar tak mampu melaju lebih jauh seperti Jerman dan juga Belanda.
01:23Justru ada tim kejutan seperti Paraguay yang mampu melenggang ke 16 besar.
01:29Lalu bagaimana peluang tim kejutan, tuan rumah, dan juga tim-tim besar di bebak ini kita bahas bersama analis sepak
01:35bola Gita Suwondo.
01:37Bung Gita, selamat pagi.
01:39Selamat pagi.
01:40Bung Gita, sebelum kita membahas terkait dengan kejutan-kejutan di bebak 16 besar pesta bola dunia,
01:46kita review dulu nih pertandingan terbaru begitu antara Portugal dan juga Kroasia yang memang sangat dramatis begitu bahkan di akhir
01:57-akhir jelang pertandingan usai.
01:58Kita lihat dari statistik dulu begitu dari bebak pertama, Anda melihatnya seperti apa?
02:03Karena kalau kita melihat dari statistik mulai dari tembakan dan penguasaan bola, ini Portugal justru yang paling menguasai.
02:11Ya, bebak pertama bahkan kalau kita bicara bebak kedua sebenarnya milik Portugal ya.
02:16Tapi hanya pada saat dibawak pertama mereka, seperti Portugal-Portugal sebelumnya, kecuali pada saat pertandingan kedua di mana mereka lebih
02:24bermain seperti individu,
02:26sehingga peluang-peluang yang mereka bukukan, mereka dapatkan pada saat masuk ke kotak penalti lawan pada zona 14 lawan,
02:34mereka tidak bisa tuntaskan menjadi gol.
02:36Bahkan kalau kita lihat jumlah shot on target mereka pun tidak terlalu signifikan dibandingkan dengan penguasaan bola yang mereka dapatkan
02:44sepanjang golong pertama.
02:47Kalau melihat penampilan dari Cristiano Ronaldo di pertandingan ataupun laga kali ini seperti apa?
02:54Ini sepertinya Ronaldo juga menorehkan rekor terbaru sebagai pemain dengan usia yang tidak muda lagi yang mencetak gol di babak
03:0316 besar ini.
03:04Maksudnya 32 besar?
03:0641 tahun dan pertama kalinya dia berhasil menciptakan satu gol di babak knockout.
03:11Sebelumnya dalam lima pertandingan piala dunia sebelumnya, dia tidak pernah mencetakkan satu gol pun di babak knockout.
03:17Halnya di fase gugur.
03:18Jadi ini saya pikir sebuah pencapaian tersendiri bagi Ronaldo bahwa akhirnya dia bisa mengangkat Portugal dengan golnya di babak knockout
03:26yang membuat Portugal melaju ke babak selanjutnya.
03:30Dan menariknya tadi dia mencetak golnya lewat penalty tadi setelah gol pertamanya dianulir.
03:36Itu saya pikir menggambarkan sisi kebintangan dari Ronaldo, sisi yang dia tidak putus asa, tidak drop setelah golnya dianulir.
03:43Karena tadi gol dianulir itu sangat tipis sekali.
03:46Hanya karena far check yang bisa membuat, far check dan lewat grafik yang bisa membuat terlihat bahwa Ronaldo tipis pundaknya
03:56dalam posisi offside.
03:57Tidak pada saat dilihat oleh Mata Wasin ataupun Mata Asisten Wasin.
04:02Karena mereka sama sekali tidak menganggap itu Ronaldo offside, kemudian far check yang menurutkan bahwa Ronaldo offside.
04:08Oke, kalau kita melihat juga ada gol-gol selain Ronaldo, juga ada Ramos di menit tambahan waktu.
04:14Sementara di sisi lawan dari Kroasia juga ada Ivan Farisik di menit 53.
04:18Anda melihat gol-gol selain Ronaldo yang diciptakan oleh baik Portugal dan juga tim lawan Kroasia seperti apa?
04:27Saya pikir kalau kita bicara Kroasia mereka mengandalkan serangan balik.
04:30Dan serangan balik itu Kroasia dari tahun ke tahun kan seperti itu.
04:33Bagaimana mereka serangan balik 4 tahun lalu juga membuat berhasil harus bermain imbang 1-1
04:37dan kemudian kalah adu penalti.
04:398 tahun yang lalu mereka masuk final dengan gaya serangan balik seperti itu.
04:43Bahkan pada saat mereka juga tidak terlalu berhasil di jalan dunia 2014 pun mereka melakukan hal yang sama.
04:49Tadi juga mereka melakukan hal yang sama.
04:50Bahkan bukan cuma gol Ivan Farisik, ada dua peluang tadi juga lewat sebuah serangan balik
04:57yang kemudian ada yang gagal, ada yang menjadi gol.
05:00Khususnya Ivan Farisik, dia juga menjadi pemain yang dalam usia yang cukup tua untuk bisa menitakan gol.
05:06Ini jadi gambaran bahwa seorang pemain yang sudah bermain di liga yang dianggap lebih di bawah liga-liga yang dia
05:14bermain sebelumnya
05:15dia tetap bisa memberikan kontribusi yang berarti bagi negaranya kalau urusannya sudah piala dunia.
05:20Tadi kalau kita lihat Modric maupun Perisik bekerja sama dengan baik untuk menggalang pertahanan dari Kroasia
05:26untuk menahan serangan-serangan Portugal dan itu cukup berhasil.
05:29Mereka bahkan unggul terlebih dahulu.
05:31Oke, kalau kita ke tambahan waktu ada drama di situ Bung Gita, kita lihat juga Wasid harus melihat Far.
05:40Sebetulnya kalau bisa Anda gambarkan walaupun jelaskan apa yang terjadi ketika kita melihat layar,
05:46skor jadi imbang, kemudian direvisi begitu setelah Wasid melihat Far.
05:51Kalau Anda melihatnya, apa yang terjadi saat itu?
05:55Ya, saya pikir Far cek itu demikian telitinya.
05:58Far-nya sudah apa ya, sudah high-tech Far, benar-benar high-tech Far.
06:04Artinya bola itu kan diberi chip, bola yang diberi chip itu membuat sentuhan kepada siapa pun bisa terdeteksi oleh Far.
06:11Tadi kalau kita lihat bagaimana bola itu di-head flick oleh pemain Kroasia nomor 20,
06:17itu terkena sentuhan rambutnya, sehingga kemudian bola terkena ke center-back Portugal nomor 13.
06:24Tapi pada saat di-head flick oleh pemain Kroasia, rekan yang nomor 15 itu sudah dalam posisi offside.
06:30Sehingga kalau tadi tidak terkena ujung rambutnya, terkena pemain Portugal, terkena center-back Portugal,
06:36nomor 15 Kroasia itu tidak dalam posisi offside.
06:38Tapi karena bola itu sudah diberi chip, sehingga kemudian ada tanda bahwa bola itu tersentuh rambut sedikit apapun pemain lawan,
06:46itu yang membuat akhirnya Far memutuskan itu offside.
06:49Memang agak apa ya, agak dalam tanda kutip menyakitkan buat Kroasia.
06:53Tapi itulah, balik-balik lagi.
06:54Sekarang sepak bola sudah demikian teknologi,
06:57itu juga kenapa Arsene Wenger berpendapat bahwa sebaiknya urusan offside itu diperbarui,
07:05bahwa offside itu harus seluruh badan, tidak hanya perbedaan tipis sehingga kemudian dalam posisi offside.
07:11Walaupun kalau melihat golnya Kroasia yang di-annulir tadi,
07:14kalau sudah Arsene Wenger offside dimasukkan, itu tetap dalam kondisi offside.
07:18Karena pemain nomor 15-nya Kroasia itu sudah benar-benar dalam posisi offside pada saat menerima bola.
07:27Oke, apabila kita melihat juga video yang ditayangkan kembali melalui Far itu,
07:31Anda melihatnya bahwa ini fair begitu, Penggita?
07:35Ya, saya pikir fair ya, karena apa?
07:37Memang menyakitkan mungkin bagi Kroasia,
07:39tapi kalau melihat Far sekarang, ya jadinya mau tidak mau kita harus mengikuti.
07:43Karena yang meminta Far itu kan juga penonton sepak bola,
07:46bahwa penonton sepak bola harus apa?
07:48Harus menerima apapun ketutusan Far.
07:50Kalau kita lihat golnya Ronaldo tadi, yang di-annulir di bawah kedua setelah mereka ke-1.
07:56Kalau belum zamannya Far, itu gol akan disahkan, karena tipis sekali.
08:01Demikian juga dengan gol Kroasia tadi.
08:03Harusnya tidak di-annulir, karena sentuhannya itu tidak terlihat kalau dengan mata biasa,
08:10atau mata hakim garis, asisten wasit.
08:13Tapi dengan adanya far, dan adanya bola yang diberi chip untuk sentuhan apapun terdeteksi,
08:19ya mau tidak mau kita harus menerima bahwa itu adalah sentuhan dan itu adalah offside.
08:23Oke, apapun yang harus diterima begitu ya, karena memang sudah keputusan.
08:26Artinya dengan menangnya Portugal melawan Kroasia,
08:30hingga saat ini sudah ada 12 tim yang melaju ke babak 16 besar.
08:35Dan kemudian kita juga akan membahas,
08:37Bung Gita terkait kejutan-kejutan di babak ini.
08:40Ada juga tim-tim besar seperti Jerman dan juga Belanda yang tidak mampu melaju ke babak berikutnya,
08:49dan juga sejauh mana ada tim kuda hitam yang kemungkinan begitu akan bersinar di piala dunia tahun ini.
08:58Begitu kita bahas,
08:59Susajida, Bung Gita, tetaplah bersama kami di Breaking News Kompas TV.
09:03Anda masih bersama kami di Breaking News Kompas TV,
09:06Saudara dan Gita,
09:06kembali bahas kait dengan kejutan-kejutan di babak 16 besar Pesta Bola Dunia,
09:11dan kita bahas bersama analis sepak bola Gita Suwondo,
09:14Bung Gita,
09:16dari tim yang sudah lolos ke babak 16 besar.
09:18Saya ingin membahas terkait dengan tim dari Paraguay yang menyingkirkan Jerman.
09:24Sampai dengan saat ini,
09:25Paraguay bisa disebut tim kuda hitam yang lolos 16 besar,
09:29bersama Norwegia.
09:29Bagaimana peluang mereka menurut Anda menghadapi Perancis?
09:33Saya pikir kalau kita bicara Paraguay,
09:35ini kejutan terbesar yang ada di babak 32 besar ya.
09:38Saya tidak menganggap bahwa
09:39apa yang dilakukan Maroko terhadap Belanda itu kejutan,
09:41karena Maroko kan levelnya memang sekarang rankingnya juga di atas Belanda.
09:45Tapi Paraguay jelas itu kejutan.
09:47Tapi kalau kita melihat Paraguay di babak kualifikasi,
09:49sebenarnya itu tidak heran.
09:50Karena kenapa?
09:51Karena mereka di babak kualifikasi pun lolos dengan mendapatkan
09:55hasil imbang lima kali dengan pendudukan kosong-kosong.
09:58Artinya tim ini kuat di belakang,
10:00itu yang tidak didapat ditembus oleh Jerman,
10:02sehingga mereka kemudian menang lewat adu penalti.
10:04Tapi balik-balik lagi,
10:06Perancis bukan Jerman.
10:07Perancis ini tim yang sangat sempurna di Piala Dunia kali ini.
10:10Mereka 4 kali main,
10:124 kali menang dengan jumlah gol yang sangat signifikan sekali.
10:15Jadi saya pikir peluang Paraguay agak sedikit tertutup,
10:19karena harus langsung berhadapan dengan Perancis.
10:22Bahkan kalau Jerman pun berhadapan dengan Perancis,
10:24dengan 4 pemain depan Perancis itu berkali-kali mencetak gol,
10:28berkali-kali memberikan asis,
10:29saling memberikan asis,
10:31ini saya pikir akan sangat sulit bagi Paraguay
10:33untuk bisa berkembang,
10:34bahkan di babak pertama sekalipun.
10:37Harusnya seperti itu ya.
10:39Kalau ngomong-ngomong soal Perancis,
10:40ini kan Perancis bisa dibilang punya dream team
10:44di Piala Dunia kali ini.
10:45Tapi kalau Anda analisis begitu,
10:48di mana sebetulnya kelemahan Perancis
10:49yang juga bisa dimanfaatkan oleh Paraguay?
10:52Saya pikir flanknya Paraguay bagus ya,
10:55sisi sayap mereka.
10:56Dan kalau kita lihat ada kelemahan Perancis,
10:59mungkin yang harus digarisbawahi adalah
11:02kunde, bekanan mereka.
11:04Kunde ini kegemarannya adalah untuk menyerang.
11:06Biasalah,
11:07back-back yang tangguh itu kan selalu overlapping yang sangat baik,
11:10sering terlambat keluar,
11:11itu yang coba dilakukan oleh Senegal
11:13pada saat pertandingan pertama Perancis.
11:15Bahwa pertama kan berkali-kali kunde dilewati,
11:18tapi Senegal tidak bisa menciptakan goal
11:19dari sejumlah peluang yang mereka dapat.
11:21Itu saya pikir yang harus dimanfaatkan oleh Paraguay.
11:24Bermain cepat,
11:25dari flank,
11:26dari kedua sisi sayap,
11:28kan kalau kita lihat goal pertama mereka kegawang Jerman
11:31itu kan datang dari sisi sayap juga,
11:32memanfaatkan blunder dari Manuel Neuer
11:34yang clearance-nya tidak sempurna.
11:36Ini yang harus dilakukan oleh Paraguay.
11:39Sejauh apa,
11:40saya juga tidak bisa berpendapat bahwa
11:43akan mudah,
11:44karena kedua centerback yang dimiliki Perancis
11:47juga centerback yang tangguh di dunia ini,
11:49di dunia sepak bola.
11:51Jadi,
11:51memanfaatkan flank,
11:52iya,
11:53tapi apakah setelah crossing ke kotak penalti
11:56akan berhasil dengan mulus,
11:57juga saya tidak terlalu yakin
11:59dengan squad yang dimiliki oleh Paraguay sekarang.
12:01Oke, artinya
12:04dari prediksi Anda,
12:06dimana banyak sekali kemungkinan yang bisa terjadi
12:09meskipun ada ketimpangan di sini.
12:12Kalau kita bicara,
12:13tadi sempat membahas terkait dengan Portugal
12:15dan Kroasia pertandingannya,
12:16kemungkinan ini Portugal juga akan menghadapi Spanyol
12:19nanti di babak 16 besar.
12:20Kalau kita prediksi,
12:21ini kan dua-duanya tim kuat,
12:23Bung Gita.
12:24Iya.
12:25Akan seperti apa
12:26nantinya laga antara Portugal melawan Spanyol?
12:29Ini akan duel di lapangan tengah,
12:31jelas ya.
12:32Tidak diprediksi bahwa pertandingan ini
12:34akan berlangsung dibikin cepat
12:36di babak 16 besar.
12:37Tadinya diperkirakan bahwa Spanyol
12:39akan ketemu Colombia.
12:40Colombia jadi juara grup,
12:42Portugal yang runner-up akhirnya ketemu Spanyol.
12:45Ini pasti akan duel di lapangan tengah
12:48yang sangat kental sekali.
12:50Kemudian kalian lihat di lini depan,
12:51ada Mikel Oyarzabal dari Spanyol
12:53yang sudah menciptakan 4 gol sejauh ini.
12:56Kemudian di lini depan Portugal kan juga
12:58banyak sekali pemain yang punya kemampuan
13:00ketak gol juga.
13:01Ada Ronaldo di sana,
13:03Gonzalo Ramos yang masuk dari bangku cadangan juga.
13:06dari sisi saya mungkin milik dari Spanyol
13:09karena ada Lamin Yamal,
13:12Alex Bayana juga di sana.
13:14Tapi saya pikir juga ini akan merupakan duel
13:17yang sangat ketat dan bukan tidak mungkin
13:19ini akan berakhir dengan adu penalti
13:20atau setidaknya perpanjangan waktu
13:22kalau melihat kualitas kedua tim.
13:24Oke, antara Portugal dan juga Spanyol.
13:28Bung Gita, kalau Anda melihat
13:29dua tim besar ini,
13:31karena kita yang terakhir lihat adalah Portugal,
13:33apakah pola permainan yang sama
13:35melawan Kroasia bisa diterapkan juga di sini
13:37saat melawan Spanyol?
13:39Iya, bisa.
13:40Bisa, tapi kemungkinan berada oleh Spanyol itu adalah
13:44siapa yang bisa bermain cepat lebih dulu
13:47itu bisa unggul dari Spanyol.
13:49Dan banyak tim yang gagal Spanyol itu kan
13:51punya durungan untuk bermain sama,
13:53putar-putar bola,
13:54dan kalau mereka bisa melakukannya dengan sangat baik
13:56ini akan apa ya,
13:58akan merupakan sebuah kerugian bagi Portugal.
13:59Portugal harus bermain cepat,
14:01tapi juga apa ya,
14:02finishing yang bagus di kotak penalti
14:04mirip dengan Perancis lah.
14:06Tapi kalau Spanyol bisa mengulur waktu,
14:08bisa memainkan bola dengan tempur mereka,
14:10ini akan merupakan kesulitan bagi Portugal.
14:12Oke, kita bergeser lagi.
14:14Bung Gita, yang menarik adalah
14:16ada Kiprah, tiga tuan rumah,
14:18ada Kanada, Amerika Serikat,
14:20dan juga Meksiko.
14:21Tapi lawan berat sudah menanti
14:24di 16 besar.
14:26Menurut Anda,
14:28siapa yang bisa melaju lebih jauh
14:30kalau kita melihat permainan-permainan sebelumnya
14:32di babak 32 besar?
14:35Saya nggak yakin Kanada akan melaju lebih jauh ya,
14:39karena mereka langsung berhadapan dengan Maroko.
14:40Maroko kan hitungannya bukan kuda hitam lagi,
14:42salah satu favorit,
14:43setidaknya masuk ke babak perempat final.
14:45Kenapa?
14:45Karena mereka ini udah Eropa,
14:47bukan Afrika lagi,
14:48dan mereka sudah pernah mencapai semifinal 4 tahun yang lalu.
14:51Jadi,
14:51saya harus mengesapingkan Kanada untuk punya peluang.
14:54Meksiko saya pikir yang paling besar,
14:56karena mereka bermain di Azteca,
14:58mereka berhadapan dengan Inggris,
15:00tidak mengecilkan arti Inggris,
15:01tapi Inggris kan apa ya,
15:03suka start lambat,
15:04ini yang harus diberikan oleh Meksiko.
15:06Ini berbanding terbalik,
15:07Meksiko itu startnya cepat,
15:08Inggris startnya lambat.
15:10Kalau Meksiko bisa memaksakan staff mereka untuk menjadi keunggulan,
15:13ini akan merupakan tekanan bagi Inggris,
15:17tapi harus diwaspadai bahwa Meksiko ini,
15:21prestasi terbaik mereka adalah saat jadi tuan rumah,
15:24lolos ke perempat final.
15:25Mereka belum pernah lebih dari perempat final.
15:27Dan mereka ini selalu gugur
15:29karena berhadapan dengan tim-tim besar sepak bola.
15:32Mereka dua kali gugur lawan Brazil,
15:34dua kali gugur lawan Argentina,
15:35dan Inggris kan salah satu negara sepak bola.
15:38Jadi secara apa ya,
15:40secara mental block Meksiko ini
15:42yang harus mereka patahkan
15:43untuk bisa mengalahkan Inggris.
15:44Ini pengalaman prestasi dan wakil pon rumah,
15:48wakil kong kakaf ini,
15:49satu yang saya pikir adalah Meksiko.
15:53Tidak mengatasi Amerika Serikat,
15:54tapi mereka berhadapan dengan Belgia,
15:57yang sekarang dalam kondisi yang sudah dalam,
15:59apa ya,
15:59sudah dalam kondisi di mana mereka
16:01sudah mengatasi ketertinggalan mereka,
16:03kemudian menjadi keunggulan
16:04pada saat berhadapan dengan Senegal.
16:06Harus diingat,
16:07pertandingan persahabatan
16:08bulan Maret lalu,
16:09mereka menghancurkan Amerika Serikat
16:11dengan lima dua saat itu.
16:13Jadi yang harus diwaspadi oleh Amerika Serikat
16:16adalah pergerakan Kevin De Bruyne
16:18dan Leandro Trossard nanti
16:20pada saat mereka saling berhadapan.
16:22Oke, Anda tadi menyebutkan bahwa
16:24kalau Kanada,
16:25kemungkinannya begitu melawan Maroko,
16:27kemungkinan lulusnya lebih kecil,
16:28dibandingkan Meksiko melawan Inggris
16:30lebih 50-50 begitu.
16:32Bung Gita,
16:33karena banyak sekali yang mendukung Inggris,
16:36termasuk di Indonesia,
16:38siapa yang bisa dijelaskan mengapa
16:39ini menjadi 50-50
16:41dan apa keunggulan Meksiko
16:43dibandingkan Inggris
16:44kalau kita review
16:45ataupun evaluasi permainan
16:46di pihak dunia kali ini?
16:50Meksiko itu belum pernah kebobolan loh
16:53sepanjang empat pertandingan.
16:55Mencetak 8 gol,
16:56belum pernah kebobolan,
16:57jadi lini belakang mereka itu solid.
16:59Kemarin melawan Ecuador kan
17:00di babak kedua berkali-kali.
17:01Ecuador mencoba menerus pertandingan mereka,
17:04mereka tidak berhasil.
17:05Inggris,
17:07persoalannya adalah lambat start.
17:08Jika Inggris tidak kebobolan terlebih dahulu,
17:10peluang Inggris tetap terbuka
17:12untuk bisa mengalahkan Meksiko di Azteca.
17:14Jangan juga dilupakan
17:16tahun 86 di Azteca ini juga
17:17kesialan menipa Inggris kan
17:18gol tangannya Maradona saat itu.
17:20Gol tangan Tuhan Maradona
17:22dan gol luar biasa Maradona
17:23lewat brilliant individu dribblenya
17:26untuk melewati 5 pemain Inggris
17:28dan mencetak gol.
17:29Ini yang harus dibahas padai oleh Inggris
17:30karena kecepatan-kecepatan pemain Meksiko
17:33itu kan hampir samalah dengan Maradona ya.
17:35Kemudian kerjasama 1-2 mereka
17:37juga sangat kental sekali.
17:38Jadi saya pikir
17:39lini tengah dan lini belakang Inggris
17:41harus diperbaiki
17:42untuk tidak ketinggalan lebih dahulu
17:45seperti halnya pada saat mereka
17:46berhadapan dengan Kongo
17:47untuk bisa membawa pukulan.
17:49Tapi saya pikir
17:50ini pertandingan yang sangat seimbang sekali
17:52antara Tuhan Rumah
17:53lawan Inggris.
17:54Oke, Bung Gita yang juga ditunggu-tunggu
17:56adalah Laga Brasil
17:57melawan Norwegia.
18:00Magalheis, lagi-lagi harus menghentikan Haalan.
18:02Begitu juga barisan pertahanan Norwegia
18:04yang harus menghentikan Vinicius.
18:06Haalan dan juga kawan-kawan
18:07akankah menyulitkan Brazil menurut Anda?
18:11Ya, karena bukan hanya Haalan
18:13di Denmark itu ada
18:16Martin Odegaard
18:17ada Eric Torsred
18:18itu dua gelandang mereka
18:19dengan passing-passingnya
18:21yang sangat baik sekali
18:23sangat brilliant sekali
18:24jadi saya pikir juga
18:25juga ada kendala ya
18:26kendala sejarah dari Brazil
18:28Brazil sejak jadi juara dunia
18:30tahun 2010
18:31tidak pernah bisa melewati
18:33fase knock-up
18:34di mana mereka berhadapan
18:35dengan tim Eropa.
18:36Tahun 2006
18:37mereka kalah dari Perancis
18:38di per-empat final
18:39tahun 2010
18:40mereka di comeback oleh Belanda
18:42di per-empat final juga
18:42tahun 2014
18:44sebagai tuan rumah
18:45mereka hancur
18:461-7 dari Jerman
18:47di semifinal
18:49tahun 2018
18:50mereka kalah dari generasi
18:51emas Belgia
18:52di per-empat final
18:53dan 4 tahun lalu
18:54mereka ditahan imbang oleh Kroasia
18:56untuk kalah adu penalti
18:57juga di per-empat final
18:57jadi
18:58mental block
18:59tidak bisa mengalahkan Eropa
19:00di fase knock-up ini
19:01yang harus dipatahkan oleh Brazil
19:03dan
19:04harus diakui bahwa Brazil yang sekarang
19:06jauh di bawah kualitas Brazil
19:08Brazil terdahulu
19:09jadi
19:10agak meragukan saya
19:11dengan Brazil
19:12bahkan
19:12saya sedikit meragukan Brazil
19:13pada saat pertandingan
19:14melawan Jepang
19:15tapi ternyata
19:16Brazil kalau melihat
19:17ke pertandingan melawan Jepang
19:19itu mereka bisa
19:19recovery ball-nya
19:21dalam 4 detik
19:22itu yang terbaik
19:22dari semua tim yang ada
19:23di pihak dunia kali ini
19:24mereka kehilangan bola
19:254 detik kemudian mereka ambil
19:27mereka kehilangan bola
19:274 detik kemudian mereka ambil
19:28ini yang membuat Jepang
19:30tidak bisa berkembang
19:30bisa gak mereka melakukan itu
19:32terhadap Norwegia
19:33yang juga punya ball winner
19:35ball winner
19:36yang baik sekali
19:37jadi ini kendalanya
19:38siapa yang memenangkan bola
19:40yang baik
19:40akan bisa memenangkan laganya
19:42oke
19:43polanya ini sangat berbeda ya
19:44pada Piala Dunia
19:462026
19:46dengan Piala Dunia
19:47tahun-tahun sebelumnya
19:48melihat juga
19:49bagian
19:50negara-negara
19:51yang juga lolos ke
19:5216 besar
19:52juga berbeda
19:53dengan tahun-tahun sebelumnya
19:54dan juga banyak sekali
19:55kejutan-kejutan
19:56jelang bebak 16 besar
19:58pesta bola dunia ini
20:00terima kasih
20:01Gita Suwondo
20:02analis sepak bola
20:03atas waktunya bersama kami
20:04di Breaking News Kompas TV
20:06Mas Sehat Selan
20:10Saudara jangan kemulia-mulia
20:12Breaking News Kompas TV
20:12akan kembali sesaat lagi
20:13untuk Anda
20:14jadi tetaplah bersama kami
20:15Terima kasih
20:20Terima kasih
Komentar