Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Program pelatihan dasar militer untuk calon manajer koperasi desa dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih, dicetuskan oleh pemerintah pusat melalui koordinasi Kementerian Pertahanan.

Kebijakan ini berada di bawah naungan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebagai inisiator utama program strategis nasional Kopdes Merah Putih.

Kemhan menyatakan pelatihan ala militer ini awalnya bertujuan membentuk kedisiplinan tinggi, ketahanan mental, integritas, serta karakter kepemimpinan yang kuat bagi para manajer yang nantinya mengelola dana masyarakat di tingkat desa.

Jumlah total peserta yang direncanakan mengikuti program pembekalan ini secara nasional adalah 35.476 orang.

Dari data yang disampaikan anggota Komisi I DPR Fraksi PDIP, TB Hasanuddin terungkap jika anggaran untuk latihan militer calon manajer Kopdes menelan biaya lebih dari 1 triliun rupiah.

Biaya latihan militer untuk satu orang peserta mencapai Rp30 juta.

Kelima peserta yang meninggal adalah Anisa Muyassaroh, yang meninggal dunia usai mengikuti latihan militer di Satuan Pendidikan dan Kejuruan Resimen Induk Daerah Militer Enam Mulawarman, Balikpapan.

Kedua, Yonanda Muhammad Taufiq yang mengikuti pelatihan militer di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur Komando Pembinaan Doktrin, Pendidikan, dan Latihan TNI Angkatan Darat Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan.

Ketiga, Novia Rahmadhani Sihotang yang meninggal usai mengikuti latihan militer di Satuan Pendidikan Pusbahasa Kodiklatau, Jakarta.

Keempat, Rifki Renaldi Gunawan, yang meninggal usai mengikuti latihan Satdik Yon Parako 465 di Jakarta. Kelima, Nola Dya Sari, yang mendapat pelatihan di Satdik C Kalimantan.

Baca Juga Latsarmil Calon Manajer Kopdes Berganti Jadi Pembekalan Bela Negara, Apa Saja Perubahannya? di https://www.kompas.tv/nasional/678097/latsarmil-calon-manajer-kopdes-berganti-jadi-pembekalan-bela-negara-apa-saja-perubahannya

#kopdes #latsarmil #calonmanajer

_

Sahabat KompasTV, apa pendapat kalian soal berita ini? Komentar di bawah ya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/678239/5-calon-manajer-kopdes-merah-putih-meninggal-kemhan-hentikan-pelatihan-militer-kompas-petang

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:02Kembali di Kompas Petang Saudara, program pelatihan dasar militer untuk calon manajer kooperasi Desa Merah Putih dan calon pengelola kampung
00:09nelayan Merah Putih dicetuskan oleh pemerintah pusat melalui koordinasi Kemenhan.
00:14Kebijakan ini berada di bawah naungan pemerintahan Presiden Prabowo sebagai inisiator utama program strategis nasional Kopdes Merah Putih.
00:21Kemenhan menyatakan pelatihan ala militer awalnya bertujuan membentuk kedisiplinan tinggi ketahanan mental, integritas serta karakter kepemimpinan yang kuat bagi para
00:31calon manajer.
00:33Kita lihat datanya jumlah total peserta yang direcanakan untuk mengikuti program pembegalan ini dalam secara nasional adalah 35.476 orang.
00:4430.000 peserta calon manajer kooperasi Desa Merah Putih, Kelurahan Merah Putih di bawah naungan Kementerian Kooperasi.
00:535.476 orang calon pengelola kampung nelayan Merah Putih dan di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan.
01:03Kita lihat slide berikutnya.
01:04Dari data yang disampaikan anggota Komisi 1 DPR Fraksi PDIP TB Hasanuddin, terungkap juga anggaran militer atau anggaran latihan dasar
01:14militer calon manajer kopdes menelan biaya lebih dari 1 triliun rupiah atau bernilai sekitar 30 juta rupiah untuk peserta.
01:25Dan biaya latihan militer ini telah diperhitungkan sekitar 30 juta per orangnya.
01:31Dan berikutnya kelima peserta ini yang mengikuti latihan dasar militer tercatat ada 5 orang yang meninggal.
01:41Antara lain Anissa Muyasaroh yang meninggal dunia.
01:44Usai mengikuti latihan militer di Satuan Pendidikan dan Kejuruan Resimen Induk Daerah Militer 6 Mula Warman Balikpapan, Kalimantan Timur.
01:54Kedua ada Yonanda Muhammad Taufik dan tempat pelatihannya berada di Satuan Pendidikan Pusat Latihan Tempur Komando Pemilahan Doktrin Pendidikan dan
02:04Latihan TNI Angkatan Darat Batu Raja Ogan Komelir Ulu Sumatera Sulatan.
02:09Yang ketiga yakni bernama Novia Rahmadani Sihotang yang melakukan pelatihan di Satuan Pendidikan Pusbahasa Kodit Latau Jakarta.
02:24Lalu berikutnya yang korban juga meninggal yakni bernama Rif Tiki Renaldi Gunawan yang meninggal usai mengikuti latihan Sabtik Ian Paroko
02:34465 di Jakarta.
02:36Kelima adalah korban bernama Nola Giyasari yang mendapatkan pelatihan di Satdik C, Kalimantan.
02:43Kementerian Pertahanan menegaskan kelima orang korban sudah lolos tes kesehatan awal, namun saat menjalani latihan dasar militer korban mengalami penurunan
02:52kesehatan seperti heat stroke, henti jantung atau cardiac arrest hingga riwayi kesehatan medis lainnya.
03:01Dan Saudara Kementerian Pertahanan menghentikan program latihan dasar militer usai lima calon manajer kooperasi Desa Merah Putih meninggal.
03:09Materi pelatihan ini fokus kepada latihan bela negara, manajerial dan olahraga ringan untuk menjaga kebukaran.
03:18Kegiatan diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial.
03:24Dalam penyesuaian ini, materi teknis dan taktis militer sudah dihilangkan, termasuk kegiatan menembak, taktik regu sunapan, serta kegiatan teknis dan
03:35taktik militer lainnya.
03:37Tidak ada lagi latihan fisik dalam pengertian latihan militer.
03:42Aktivitas yang ada hanya bersifat olahraga ringan untuk menjaga kebugaran.
03:48Kementerian Pertahanan beserta seluruh panitia seleksi nasional akan terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan agar kegiatan ini berjalan lebih aman.
04:07Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurrahman melayat ke rumah duka Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, calon manajer Koperasi Desa Merah Putih yang
04:15meninggal dunia saat mengikuti latihan militer di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
04:23Usai lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih meninggal, pemerintah akhirnya menghapus materi latihan fisik dan mengurangi durasi waktu pelatihan
04:31kepada peserta.
04:32Materi pelatihan kepada calon manajer Koperasi Desa dan Kampung Melayan Merah Putih akan difokuskan pada material manajerial.
04:41Ini sudah mulai dievaluasi, sudah berlangsung sehingga kegiatan-kegiatan fisik ini sudah ditiadakan, dikurangi semaksimal mungkin dan dititikberatkan kepada bagaimana
04:57manajemen perkoperasian.
05:01Karena kan ini calon-calon manajer nantinya, itu yang dititikberatkan dan waktunya saya mendapatkan informasi diperpendek.
05:14Wakil Ketua Komisi 13 DPR RI dari fraksi PDIP, Andreas Hugo Parera, menuntut pertanggung jawaban dari pelaksana latihan militer yang
05:22merenggut nyawa lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih.
05:25Andreas juga mendesak Komnas HAM untuk menyelidiki peristiwa meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih, karena menduga adanya pelanggaran
05:34HAM dalam kasus ini.
05:37Kami melihat bahwa ada hal yang harus dikliarkan, yaitu pertanggung jawaban terhadap nyawa manusia.
05:45Dan kita minta ke Komnas HAM untuk melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut.
05:51Menurut Bapak yang harus bertanggung jawab siapa?
05:53Ya pelaksananya dong, pelaksananya harus bertanggung jawab.
06:00Peneliti Posdem, Universitas Andalas, Ferry Amsari menyebut, pemerintah harus mengevaluasi menyeluruh agar materi pelatihan untuk calon manajer Koperasi Desa Merah
06:10Putih lebih relevan.
06:11Ferry juga menegaskan, pemerintah harus bertanggung jawab dan mengusut meninggalnya lima calon manajer Koperasi Desa Merah Putih.
06:20Tentu saja antara konsep pelatihan dan orang yang akan menerima pelatihan tidak menyambung.
06:27Sehingga kelemahan fisik mereka akan menjadi terdampak dengan daya latihan yang berat itu.
06:35Nah ini perlu ditelusuri ya, tetapi bagi saya seluruh program pemerintah tentu kepala pemerintah yang bertanggung jawab.
06:45Kementerian Pertahanan menghentikan latihan dasar kemiliteran terhadap calon manajer Koperasi Desa Merah Putih.
06:51Kementerian Pertahanan menegaskan, latihan fisik dan militer dalam program pelatihan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih akan ditiadakan
06:58dan diganti dengan latihan pembekalan bela negara dan manajerial.
07:03Tim Liputan, Kompas TV
Komentar

Dianjurkan