Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 20 jam yang lalu
Transkrip
00:27Kau lupa diri ya?
00:29Kau kira aku bisa dibohongin semudah itu?
00:42Sui bawa Channing kemana?
00:47Tenang saja.
00:49Adikku yang bodoh itu
00:51masih mengira dia putri Adipati Wuak.
00:55Dia tidak akan tega membunuhnya.
00:59Adipati Wuak.
01:01Adipati Wuak apa?
01:03Adipati Wuak yang terhormat rela menikahi tukang jagal wanita.
01:07Apa ada yang lebih konyol dari ini?
01:10Apa?
01:16Kau benar-benar tidak mengerti atau pura-pura?
01:20Kau biasanya sangat pintar, kan?
01:25Aku bilang, Adipati Wuak Xie Cheng menikahi tukang jagal Fan Changyu.
01:35Maksudmu, Yan Jing itu?
01:36Adipati Wuak.
01:52Adipati, surat pengintai Chongzhou.
01:58Sui Wan Jing ingin aku menukar Yan Chou dengan Chang Ming.
02:04Sui Wan Jing ini benar-benar makin keterlaluan.
02:08Sampaikan perintahku.
02:09Batalion garda depan ikut aku ke Basya.
02:12Bawa putri ke pulang tanpa cedera sedikit pun.
02:15Baik.
02:21Kakak pertama?
02:24Adik Jing.
02:29Kau datang tepat waktu.
02:31Pengintai melapor.
02:32Xie Cheng memimpin pasukan.
02:33Memusnahkan penjaga perbatasan.
02:37Bagus sekali.
02:38Sampaikan perintahku.
02:40Pasukan bersiap perang.
02:41Baik.
02:43Kematian Adipati Wuak akan melengkapi legenda baksi aku.
02:46Kakak pertama.
02:47Kakak harus melihat perang nanti.
02:49Saksikan sendiri saat aku membunuh Adipati Wuak.
02:51Kali ini Adipati Wuak menantang maut.
02:54Hatiku sedikit was-was.
02:55Tanpa pasukan Yan Chou sebagai cadangan.
02:58Dia hanya membawa seribu prajurit Jin Chou.
03:03Memang kenapa?
03:04Semua orang bilang dia reinkarnasi jenderal strategi agung.
03:08Tapi kini, di belakangku ada puluhan ribu prajurit.
03:12Dan gadis kecil itu sebagai sandera.
03:14Bawa dia masuk.
03:21Lepaskan aku.
03:28Gadis kecil, jangan sampai penyakitmu kamu ya.
03:34Ayahmu mau datang menyelamatkanmu.
03:39Mulai sekarang, hanya ada pangeran pewaris Raja Changsing.
03:42Tidak ada julukan Adipati Wuak kecil.
04:12Jangan lupa.
04:26Terima kasih telah menonton
04:52Terima kasih telah menonton
05:21Terima kasih telah menonton
05:32Terima kasih telah menonton
05:43Terima kasih telah menonton
05:55Terima kasih telah menonton
06:23Terima kasih telah menonton
06:57Terima kasih telah menonton
07:23Terima kasih telah menonton
07:38Terima kasih telah menonton
08:09Terima kasih telah menonton
08:20Terima kasih telah menonton
08:31Terima kasih telah menonton
09:02Terima kasih telah menonton
09:25Terima kasih telah menonton
09:31Terima kasih telah menonton
10:14Terima kasih telah menonton
10:27Terima kasih telah menonton
11:17Nanti nanti
11:19Terima kasih telah menonton
11:51Terima kasih telah menonton
13:24Terima kasih telah menonton
14:32Tuhan
14:44Terima kasih telah menonton
15:35Tuhan
16:05Tuhan
16:35Tuhan
16:44Terima kasih telah menonton
17:35Tuhan
17:52Tuhan
17:54Terima kasih telah menonton
18:35Dan
18:39melubangi tempat menonton
19:08Terima kasih telah menonton
20:07Tuhan
20:37Tuhan
20:46Tuhan
20:47Tuhan
20:48Tuhan
21:05Tuhan
21:15Tuhan
21:16Tuhan Tuhan
21:46Tuhan
21:48Masa lebih tajam.
21:49Nyonya, jangan berpikir macam-macam.
21:52Tenang.
21:53Aku tidak akan bunuh diri.
22:03Oh ya.
22:04Mulai sekarang apapun yang terjadi, selamatkan dirimu.
22:07Jangan pedulikan aku.
22:14Semalam kakek baik-baik saja kan?
22:16Ayam ini untuk kakek.
22:18Walau mereka minta, tidak akan kuberikan.
22:21Aku baik-baik saja.
22:23Terima kasih atas perhatianmu.
22:30Kakek, menurut kakek,
22:32kenapa bendungan ini harus selesai diperbaiki sebelum hujan deras berikutnya datang?
22:37Setelah hujan deras, apa kita sudah bisa pergi?
22:40Untuk apa membuat lubang?
23:10Kau tidak memberiku biaya pelajaran.
23:11Eh, bagikan.
23:12Benar kan?
23:13Kalau dia tidak mau, pasti kita yang makan.
23:15Eh, aku mau daging paha ya.
23:19Di sini tidak ada teh.
23:21Kau tidak bisa sajikan bubur, bersujud, dan jadikan aku sebagai guru.
23:30Kakek ingin aku jadi muridmu ya?
23:35Orang tua ini pasti mencari murid untuk merawatnya di hari tua.
23:38Makanya mencariku.
23:40Eh, lupakan saja.
23:42Ibuku bilang, otakku tidak mampu.
23:44Pakai tidak usah repot.
23:45Kau, kau tidak tahu ya, berapa banyak orang yang rela membayar mahal.
23:51Bukan, sangat mahal.
23:52Agar aku menerima mereka sebagai murid, tapi semuanya kutolak.
23:55Membayar sangat mahal?
23:56Hah.
23:57Jadi guru itu menguntungkan ya?
23:59Kau.
24:01Pak tua, aku suka belajar.
24:03Aku mau berguru padamu.
24:04Aku suka belajar?
24:05Aku suka belajar.
24:06Tapi aku sudah malas mengajar.
24:08Kau orang tua ini, aku tidak mau belajar lagi.
24:10Mana ayamku?
24:12Mana, daging pahku?
24:17Jangan bergerak.
24:26Di sini?
24:28Iya, benar.
24:37Coba gerakan.
24:41Wah, hebat.
24:45Masih mau so kuat.
24:47Kalau tidak so kuat, mana bisa makan ayam?
24:50Kalau belajar, aku susah.
24:51Tapi kalau kakek mau, aku beri ayam sebagai rasa hormat.
24:54Selama ada aku, kakek selalu kenyang.
25:05Apa? Lihat-lihat.
25:12Ambil ini.
25:14Apa ini?
25:17Nanti saja kalau aku sudah tidak ada, baru buka kantung ini.
25:24Oh, apa ini strategi cerdik dalam kantung sutra ini?
25:30Untuk apa kakek memberiku ini?
25:34Tempat yang berbahaya, bagai tumpukan telur yang bisa runtuh kapan saja.
25:39Telur apa?
25:41Eh, kalau tidak mengerti, tidak perlu tanya.
25:45Kita semua tahu, begitu perang ini dimulai, pasti ada banyak korban jiwa.
25:52Dengan cara cerdik ini, kita bisa melenyapkan musuh sekaligus.
25:56Meski akan ada pengorbanan, semua ini demi kedamaian di masa depan.
26:01Agar lebih banyak rakyat biasa terhindar dari sengsara perang.
26:06Hal ini akan merusak kebajikan bersembunyi, tapi aku harus melakukannya.
26:12General, jika lubang dibuat di empat tempat ini, prajurit pemerintah dan pekerja rodi yang mati bisa berkurang setengah.
26:20Setengahnya lagi selamat.
26:22Ini strategi yang manusiawi dan adil.
26:25Semoga General bisa pertimbangkan.
26:43Kakek, kenapa tidak bicara seperti terpelajar?
26:46Betul juga.
26:47Patuah, kalau tidak dimarahi, mantau kami jadi kurang harum ini.
26:52Heh, dasar anak-anak tidak tahu sopan santun.
26:56Kerjanya main terus, malas menugur kalian.
26:59Begini baru benar. Harumnya.
27:05Semua kumpul.
27:08Ayo kumpul-kumpul.
27:12Cepat sedikit jalannya. Ayo cepat.
27:16Dengar baik-baik.
27:17Situasi di garis depan makin tegang.
27:20Sebagian personel harus ditarik untuk membantu.
27:22Pergi atau tinggal akan ditentukan dengan undian.
27:25Yang pergi, berangkat bersama pasukan hari ini.
27:29Dan yang tinggal, akan terus tinggal di sini.
27:33Kalau begini, siapa yang mau pergi?
27:35Kakak pertama, apa kita masih bisa ke Medan Perang?
27:37Cari mati.
27:38Benar.
27:38Kalau di sini, kita masih ada makanan.
27:40Benar.
27:41Jangan sampai kita dapat undian pergi.
27:44Tenang saja.
27:46Ayo, undi.
27:47Hidup mengatih sudah takdir.
27:48Kalian.
27:53Dia dapat undian tinggal.
27:56Bisa tidak ikut.
27:57Tidak bisa.
27:59Tinggal, tinggal.
28:00Tinggal, tinggal.
28:02Yang mana yang saya...
28:02Semoga tinggal.
28:07Kalian dapat apa?
28:09Tidak tahu.
28:10Lihat.
28:11Semuanya sama.
28:12Kek pertama, karakter ini pergi atau tinggal?
28:15Ini bacanya kentut.
28:17Kentut?
28:18Aku juga tidak kenal karakter ini.
28:20Tapi aku kenal karakter pergi.
28:22Ini bukan pergi.
28:24Ini tinggal.
28:25Ini tinggal.
28:26Kita bisa tinggal.
28:28Kita tinggal.
28:31Kita semua bisa tinggal.
28:33Pasti tinggal.
28:36Kalau begini, tidak masalah ya.
28:38Kakek tidak mau lihat.
28:39Sini aku bantu.
28:40Ya.
28:40Biar aku lihat.
28:42Coba lihat.
28:52Jangan khawatir.
28:54Rekrutmen resmi militer pasti ada batasan umur.
28:56Tidak mungkin kakek diminta pergi.
28:59Chang Yu.
29:00Apa aku boleh menukar undian pergiku dengan undianmu?
29:04Patua.
29:05Hah?
29:06Apa maksudmu?
29:07Patua.
29:08Kami tulus padamu.
29:09Kenapa tegak celakai Norafan?
29:11Aku bukan mencelakainya.
29:13Di usiaku ini, apaku masih bisa berperang?
29:15Aku...
29:17Aku penakut.
29:18Takut mati.
29:20Ingin hidup tenang dan aman beberapa waktu lagi.
29:23Chang Yu, kau bisa membantuku.
29:25Kau tega bilang begitu.
29:26Kau tidak mau mati, tapi kirim dia ke medan perang.
29:28Ini kelewatan namanya.
29:30Kami ini seperti guru dan murid.
29:33Nah, kau masih mengakuiku sebagai guru, kan?
29:36Jangan diakui.
29:37Jangan.
29:37Kamu ingin tukar.
29:38Tukar denganku saja.
29:39Ayo, berani.
29:40Ayo, mau tukar tidak.
29:42Tukar aku.
29:43Jangan marah.
29:44Menurutku ini cukup baik.
29:45Baik di mana?
29:46Pertama, kalau pergi, aku bisa mencari ini.
29:49Kedua, aku punya kemampuan bela diri.
29:51Aku tidak takut perang.
29:55Sekarang kakek adalah guruku.
29:57Setelah keluar temukan adikku, aku akan memunjungimu.
30:01Anak yang baik.
30:03Murid yang baik.
30:06Bagus.
30:08Bagus sekali.
30:10Kau benar-benar bertukar dengannya.
30:12Kau ini, hei sebentar.
30:14Tua, kau menerima murid hanya untuk ini, kan?
30:17Kembali sini.
30:38Mengganti nyawa guru dengan nyawanya.
30:41Apa sepada?
30:43Jendral pasti sudah mengatur undian ini.
30:46Aku menerima maksud baik, Jendral.
30:50Pertama, rencana meruntuhkan undungan pasti dari muridku yang durhaka itu.
30:56Ini akan menyebabkan banyak nyawa melayang.
31:00Sebagai guru, aku tidak bisa pergi begitu saja.
31:05Kedua,
31:07Sebelum mati, aku telah menerima murid yang baik.
31:12Ini sepadan.
31:14Gadis bodoh.
31:20Kau.
31:24Justru kau, Jendral.
31:27Setelah bendungan runtuh,
31:29Entah hidup atau mati,
31:32Reputasimu pasti akan hancur.
31:35Apa itu sepadan?
31:39Tugas kami sebagai prajurit adalah mengalahkan lawan.
31:42Soal jasa atau kesalahan,
31:45Serahkan saja pada penilaian generasi nanti.
31:52Cepat.
31:53Cepat!
31:54Jalan!
31:55Cepat!
31:56Jangan sampai tertinggal!
32:01Cepat-cepat!
32:03Yang di belakang, ikuti!
32:09Cepat
32:11Ayo, ayo, ikut
32:14Jangan yang benar
32:16Pancang Yu
32:19Pancang Yu
32:22Kak, menelpon
32:24Pancang Yu
32:26Kak, menelpon
32:28Pancang Yu
32:36Kak
32:38Kau lewis yang apa?
32:41Baru kali ini ada orang seperti kalian
32:42Kalian
32:45Lilian, tidak ada pengecut
32:46Tidak ada alasan membiarkan mempergi sendirian
32:48Mungkin kami sudah ditukar dengan orang lain
32:50Sekarang si isi kak mengira kami gila
32:53Mulai sekarang kita satu keluarga
32:54Pergi bersama
32:56Betul, kak
32:57Pergi bersama
33:06Malam ini kita istirahat di sini
33:08Besok pagi-pagi lanjutkan perjalanan
33:11Aku sudah tidak tahan, kak
33:14Kau gila
33:15Aku memang gila
33:17Aku sudah gila
33:19Aku dan kakak pertama saling bergantung
33:21Sekarang dia menyaruhku hidup
33:23Sementara dia tinggal untuk dikorbankan
33:26Mana bisa aku menerima perintah militer ini
33:29Central kita tetap tinggal
33:30Kakek guru kekaisaran itu juga tinggal
33:32Dia bertukar undian dengan gadis itu
33:36Bu
33:36Ini namanya nasib
33:38Kita sebagai prajurit
33:40Harus memperintai
33:44Kabar besar
33:45Kabar besar
33:47Tadi waktu kami buang air kecil
33:48Kami dengar prajurit pemerintah bilang
33:50Yang tinggal malah mati
33:51Apa maksudnya
33:52Maksudnya
33:53Pak tua itu tetap tinggal untuk menunggu mati
33:57Guru menukar undianya denganku
34:11Kabur
34:15Dia takut aku tidak kenal karakter
34:19Jadi dia menggambar buah persik
34:25Tidakku sangka si tuap pemarah itu
34:27Ternyata baik hati
34:50Tidakku sangka si tuap pemarah itu
34:51Ternyata baik hati
34:57Sampai jumpa.
35:21Chang Yu, kenapa kau kembali?
35:25Kakek menukar undianku dan menyuruhku kabur, karena ingin aku tetap hidupkan.
35:31Bukankah kau ingin bawa teman-temanmu pulang ke rumah? Aku sudah mengabulkannya.
35:37Nah, tapi kau kembali karena ingin menyelamatkanku.
35:43Belas kasihanmu terlalu berlebihan.
35:54Aku sudah kehilangan banyak orang terdekat. Aku tidak tahan lagi.
35:57Mulai hari ini, kalian semua harus tetap hidup.
36:01Ayo.
36:02Bawang, bawang. Jalan.
36:05Lepaskan aku. Kalian pergi. Cepat pergi.
36:08Begitu Fajar tiba, maka di sini akan penuh dengan mayat.
36:13Kenapa? Akan penuh mayat di sini.
36:16Kami akan meruntuhkan bendungan.
36:18Tua pasukan Masya akan segera bertempur.
36:21Kalau bendungan diruntuhkan, pasukan busuk akan tenggelam.
36:25Tapi di saat terakhir, mereka bertawan oleh pasukan depan Chong Chong.
36:30Jendral Tang, mereka serang sampai kuatlahan.
36:34Kita bisa apa?
36:36Selamatkan Jendral Tang dulu.
36:47Jendral!
36:49Jendral Tang!
36:50Jendral Tang, aku di sini.
36:53Ada tiga penyintai kabur.
36:55Cepat kejar mereka lewat jalur belakang gunung.
36:58Jangan sampai mereka menyebarkan informasi.
37:00Sang Yu, jangan sampai pengintai masukan Shui menyebarkan berita ini.
37:04Kalau tidak strategi menyebabkan musuh Adipati Wuhan, pasti akan gagal.
37:07Kalau Adipati Wuhan sampai kalah, dan tembok kota lu diruntuhkan,
37:11Cicau tidak akan selamat, dan seluruh negeri akan kacau balau.
37:14Aku mengerti.
37:15Tiga termenai yang kabur.
37:17Kita harus cari mereka kembali.
37:19Ayo!
37:19Ayo, ayo.
37:24Ayo.
37:25Biar ku luapkan keangkuhan masa muda.
37:28Hidup kalahkan musuh.
37:29Mati untukkan benungan.
37:41Menurutkan siumanku, terus lurus ke barat.
37:47Cepat, lari ke atas.
37:52Hidung anjing ini tajam.
37:54Dulu keluarga Manwo berprofesi sebagai pemburu.
38:01Bagaimana menolak aku?
38:03Aku bukan orang jahat.
38:04Orang tua kerentaan aku masih kecil.
38:07Dunia ini memang sempit.
38:09Maksudmu apa?
38:10Orang itu menipuku.
38:11Prajurit pemerintah menyangka aku pengintai musuh.
38:14Dan menyeretku ke tambang batu.
38:17Orang-orang itu pasti pengintai dari pasukan Shui.
38:21Jangan biarkan mereka loros.
38:32Pemerintah aku.
38:34Kita harus segera beritahu pangeran pewaris.
38:39Ini area tersembunyi.
38:41Meski dilepaskan, tidak akan terlihat dari kemah militer.
38:44Kita harus berpencar.
38:45Siapa sampai puncak duluan kirimkan sinyal?
38:47Jangan sampai pangeran dan pasukannya jadi korban peruntuhan bendungan.
38:50Semuanya bergerak terbesar.
38:53Aku kejar yang depan.
38:54Sisanya kuserahkan kalian.
38:55Baik.
39:19Beristirahatlah, General Tau.
39:35Gimana di Pakti Wu-an?
39:37Keluar, hadapi kematianmu.
39:44Bocah.
39:46Kalau ayahmu tidak berani menyelamatkanmu,
39:48lebih baik kau tinggal saja di Istana Raja Changshin.
39:51Keponakanku cukup suka padamu.
39:53Nanti kau bisa jadi pelayan kecilnya.
40:13Zerpul!
40:20Zerpul!
40:46Aku kira adipati yang mulia tidak akan muncul.
41:01Membawa anak kecil ke medan perang, pangeran pewaris Sui memang pemgrani.
41:09Kakak Ipan, selamatkan aku.
41:13Barusan kau pander di apa?
41:14Kakak Ipan, keselamatan melepaskanmu.
41:16Jadi kau bukan putrinya?
41:20Kalau masih bertingkah, kau pelantar ke bawah kuda biar diinjak sampai mati.
41:27Kalau begitu, aku tidak perlu membiarkan bocah ini hidup.
41:31Kakak Ipan, selamatkan aku.
41:49Kakak Ipan, selamatkan aku.
42:23Pangeran pewaris, kau kabah никогда.
42:38Tuhan, bagaimana ini?
42:39Itu puluhan ribu pasukan Chong Chow.
42:43Puluhan ribu prajurit yang hanya setia pada Sui Wan Ching.
42:46Mati pun tidak masalah.
42:49Xiuo dan yang lain akan membawa pasukan.
42:52Tapi Xie Cheng hanya membawa seribu personil.
42:55Bagaimana bisa melawan Sui Wan Ching?
42:59Selamatkan pangeran bawah Aris!
43:01Maju!
43:04Pempasukan, segera kecara Yeshan!
43:45Ternyata kau...
43:46Ternyata kau...
43:46Iya, ini aku.
43:49Nona, ampun aku. Aku cuma prajurit biasa.
43:51Aku cuma menjalankan perita. Aku tidak tahu apa-apa.
43:57Aku sudah tikam bagian vital di pati wuang.
43:59Tapi masih bisa berkuda dan menahannya.
44:02Aku benar-benar kagum.
44:05Apa tombak pangeran bawah di Sui terbuat dari lilin?
44:08Lain kali ingat pakai yang besi.
44:11Prajurit pun hanya seribu orang.
44:12Balabantuan pun tidak ada.
44:15Pasukanku akan mengejarmu sampai ke ujung dunia.
44:17Tidak akan berhenti sampai mati.
44:21Selamat orang ini, Sui.
44:23Jalan yang ke pulau, jalan kudung!
44:34Waktunya hampir tiba.
44:57Pangeran Polaris!
44:59Paham soal air!
45:00Pangeran Polaris!
45:30Pangeran Polaris!
Komentar

Dianjurkan