- 2 hari yang lalu
Kategori
🎥
Film pendekTranskrip
00:09Terima kasih.
00:31Astaga, gelang giyok zamrut kekaisaran.
00:37Ini sulit sekali ditemukan.
00:39Lihat kejernihannya dan warnanya.
00:42Pasti mahal, kan?
00:44Mari ke dalam.
00:46Mari masuk semua.
00:47Ayo.
00:48Gelang ini hadiah pertemuan dari nyonya bupati.
00:51Pantas, rupanya hadiah dari besar.
00:54Benar.
00:55Aduh.
00:56Maaf.
00:57Gadis kurang lajar.
00:58Kenapa kau di sini?
01:01Kau sengaja mengikutiku untuk buat onar, ya?
01:04Kenapa?
01:05Nyonya sudah beli gedung ini.
01:07Nyonya boleh datang, aku tidak.
01:09Kalian kenal.
01:10Tidak?
01:11Siapa yang kenal dia?
01:13Nyonya Liu, biar ku beritahu.
01:16Pernikahan puteraku diatur oleh Tuan Bupati.
01:19Tuan Bupati berasal dari keluarga terpelajar.
01:22Kalau enak datang lagi, ya?
01:23Sopan Santu, Maharnya mengikuti adat lama.
01:27Justru harta dari menantu perempuan yang mewah.
01:31Jodoh pernikahan memang mementingkan status yang setara.
01:34Jika etika dan Sopan Santunya tidak baik,
01:37pernikahan ini tidak boleh dilanjutkan.
01:39Benar, benar.
01:40Benar, kan?
01:41Tuan Bupati memang murah hati.
01:43Selamat, ya.
01:44Nyonya sudah menjual sarjana provinsi dengan baik.
01:47Sekarang, ini gadis kurang ajak.
01:53Ayo, kita semua masuk.
01:55Jangan biarkan orang kasar seperti dia merusak kesenangan.
01:58Iya kan?
01:59Ayo, ayo.
01:59Yang dia katakan itu...
02:01Itu omong kosong.
02:04Bersulang untuk kalian.
02:09Kau pandai melayani tamu dan berpengalaman.
02:14Sepertinya kenal banyak orang, ya?
02:19Banyak tamu yang kemari.
02:21Kami mengutamakan kerukunan.
02:22Dalam berbisnis, lebih banyak kenalan akan lebih baik.
02:29Silahkan nikmati hidangannya.
02:31Aku akan pergi menyambut tamu lain.
02:45Pengurus toko ada apa?
02:47Wajahmu berubah.
02:50Orang di dalam itu menyentuhku.
02:53Entah kenapa, dengan satu sentuhan, sekujur tubuhku merinding.
02:59Pelanggan yang curi kesempatan.
03:01Dasar tidak tahu malu.
03:03Bukan soal mencuri kesempatan.
03:07Rasanya aku pernah melihatnya.
03:11Gadis yang tadi itu, siapa dia?
03:15Namanya Fan Changyu.
03:18Dia pembawa sial yang terkenal di gang siku dulu.
03:22Pramal juga sudah bilang,
03:24dia pembawa sial yang jarang ditemui ribuan tahun.
03:27Bukan hanya mencelakai ayah dan ibunya.
03:30Bahkan pamannya tewas gara-gara dia.
03:32Sampai dibawa ke pengadilan.
03:34Oh iya, pertengahan bulan ini,
03:36bandit masuk ke rumahnya saat tengah malam.
03:39Dan membunuh banyak orang.
03:41Seluruh Lin An tahu tentang kejadian ini.
03:47Tangannya itu,
03:49entah sudah disentuh berapa pria.
03:51Dia sudah terlatih dan bisa begitu tenang.
03:54Tidak tahu malu.
03:55Selama ini aku mencarinya kemana-mana.
03:59Ternyata,
04:00selama ini dia hidup dengan nyaman di Lin An.
04:03Dan sudah kena banyak pria.
04:09Mungkin semua itu hanya hubungan bisnis.
04:12Kau masih membelanya?
04:14Hamba tidak berani.
04:17Dulu dia meninggalkan petunjuk palsu untuk melarikan diri.
04:20Aku mencarinya selama enam tahun.
04:22Ternyata dalam enam tahun,
04:24Pijakannya Koko.
04:26Membuka restoran sebesar ini.
04:30Dia bukan wanita sederhana.
04:32Mengerti.
04:33Hamba akan selidiki hubungan orang-orang di sekitarnya.
04:36Selidiki juga pria-pria di sekitarnya.
04:39Potong anggota tubuh.
04:40Orang-orang yang pernah menyentuhnya.
04:43Persembahkan padaku.
04:46Baik.
04:47Hamba segera menyampaikan perintah.
04:54Kenapa pengurus Tokoyu mempekerjakan orang seperti dia?
04:57Bisnis restoran.
04:58Paling takut pembawa sial.
05:00Hah.
05:00Mungkin pengurus Tokoyu tidak tahu latar belakang gadis ini.
05:04Makanya dipekerjakan di sini.
05:07Nyonya-nyonya.
05:08Pengurus Tokoyu.
05:09Mempekerjakan pembawa sial apa?
05:12Di restoran Yixiang tidak ada hidangan ini.
05:16Pengurus Tokoyu.
05:17Kami semua memikirkan kebaikanmu.
05:20Pembawa sial itu bisa mendatangkan kematian.
05:23Benarkah?
05:25Iya.
05:26Tapi kenapa aku dengar?
05:28Dia bertahun-tahun menghidupi tunangannya yang cendekiawan.
05:31Dia lulus jadi sarjana provinsi lalu memutus pertunangannya.
05:34Menurutku, mereka tidak tahu terima kasih.
05:38Mereka pembawa sial.
05:39Bukan hanya menjelakai gadis itu, bahkan ayah ibunya juga.
05:47Rumut pembawa sial ini mungkin hanya salah sangka.
05:52Nyonya Liu benar.
05:54Nona Fan ini bukan hanya menjaga adiknya.
05:57Sejak dia ke restoran Yixiang,
05:59bisnis daging sumurku makin hari makin maju.
06:02Menurutku, dia pembawa keberuntungan.
06:07Tapi Nyonya Song,
06:09Nyonya dengar dari siapa kalau dia pembawa sial?
06:16Hanya kabar.
06:17Dari mulut ke mulut saja.
06:21Kenapa mempersulit wanita lain?
06:24Bicara omong kosong dan bergosip akan dihukum oleh langit.
06:29Nyonya Song kan orang terpelajar.
06:31Kenapa bisa bergosip seperti orang udik?
06:33Pasti Nyonya sudah ditipu ya.
06:40Eh, kenapa hidangannya belum lengkap?
06:43Akan aku ingatkan.
06:45Nyonya-nyonya, permisi ya.
06:46Baik.
07:00Kalian tidak tahu kan, pengurus toko ini juga hamil sebelum menikah.
07:06Entah dia mengandung anak haram siapa di perutnya.
07:11Wanita tidak boleh mempersulit wanita lain, kan?
07:16Menurutku, dia jelas.
07:17Seperti Fan Chang, seorang wanita murahan.
07:23Sudah, jangan sampai gosip orang lain merusak kesedangan kita.
07:26Nah, benar. Kita kembali ke topi.
07:40Sekelompok wanita yang suka bergosip.
07:42Menurut kata-kata mereka, anak itu mungkin disembunyikan di restoran ini.
07:50Beri pelajaran ke yang banyak bicara.
07:57Baik.
08:00Aku pikir aku sudah mabuk.
08:02Iya, sudah.
08:03Aku minta bantuan Nyonya untuk sedikit memuji di hadapan Tuhan Besanmu.
08:07Tenang, serahkan padamu.
08:10Hoop.
08:23Apanya yang dihukum langit?
08:26Cik, kalau hukuman langit ada, harusnya gadis itu yang dihukum.
08:33Kalau langit benar-benar adil, harusnya gadis sialan itu.
08:53Berpikirlah sebelum bicara sembarangan.
08:57Jaga mulut busukmu itu.
08:59Kalau bicara omong kosong lagi, akibatnya akan lebih fatal.
09:03Baik, Yoya.
09:05Mengerti.
09:10Nyonya.
09:12Nyonya.
09:13Nyonya.
09:29Daging telina masih ada.
09:31Sudah habis.
09:32Datang lagi besok ya.
09:35Sebentar lagi tahun baru.
09:37Daging semur kita juga makin laris.
09:39Kau sudah kerja keras.
09:40Kakak yang kerja keras.
09:41Setiap hari urus banyak hal.
09:43Mana bisa cari uang yang mudah.
09:46Penjualan.
09:47Daging semur kita cukup bagus.
09:49Tapi kalau ingin lebih maju,
09:51kita bisa merancang lambang untuk daging semur kita.
09:54Lambang?
09:55Daging semurku kalau bukan dipotong dan disajikan di atas piring.
09:59Ya, dibungkus dengan kertas minyak untuk dibawa.
10:02Buat apa pakai lambang?
10:04Fungsinya sangat besar.
10:06Sini.
10:10Coba lihat.
10:11Toko di bawah restoranku ini.
10:13Daun teh keluarga Fang.
10:15Arak keluarga Ling.
10:16Setiap toko punya lambang sendiri, kan?
10:18Selain itu, lambang setiap toko juga berbeda.
10:20Sekali lihat, tahu itu toko siapa.
10:22Nanti, coba pikirkan lambangnya.
10:24Kita bisa buat spanduk dan gantung di samping.
10:27Agar orang bisa melihatnya.
10:28Beli juga kertas minyak.
10:29Kertas minyaknya harus dicetak lambang.
10:31Kalau ada yang beli, bungkus dengan itu.
10:33Tokomu pasti akan lebih terkenal dari toko Wang.
10:35Baik.
10:37Akan aku carikan seorang sarjana yang tulisannya bagus.
10:41Kita selesaikan hari ini juga.
10:43Eh, Kak Chian.
10:45Suamiku juga bisa menulis.
10:47Aku minta tolong dia.
10:50Bagaimana tulisan suamimu?
10:52Sangat bagus.
10:53Benar.
10:56Lebih indah dari wajahnya.
10:58Hebat sekali.
11:00Bukankah dia seperti Wang Sici dan Chong Yao?
11:04Wang Sici.
11:08Aku tidak tahu siapa yang kakak sebut itu.
11:11Tapi kurang lebih begitu.
11:14Dick Chang Yu, aku benar-benar suka sifatmu ini.
11:25Astaga, tulisan Tuan Muda sangat indah.
11:28Iya, benar.
11:28Selama bertahun-tahun di toko ini, aku tidak pernah lihat tulisan siapapun seindah tulisan Tuan Muda.
11:33Luar tulisannya sangat bagus.
11:35Luar tulisannya sangat bagus.
11:35Luar tulisannya sangat bagus.
11:35Lurus toko, coba lihat.
11:40Bagus sekali.
11:43Kau mau istirahat?
11:45Tidak, aku lanjutkan.
11:48Chang Yu, tulisan suamimu sangat indah.
11:54Dibanding Wang, lebih bagus dari Wang yang itu.
11:58Bagus, cinta itu buta, mana mungkin jelek.
12:02Iya, kalau kakak ipar yang menulis dan melukis, hasilnya pasti bagus.
12:08Fuli, bawa Ning naik ke atas.
12:10Makanlah yang kau mau.
12:11Terima kasih, kakak Peri.
12:13Panis sekali.
12:15Ayo.
12:19Chang Yu, kau telah menemukan suami yang hebat sastra dan bela diri.
12:24Terima kasih, kak.
12:25Tidak perlu.
12:27Mulai hari ini, hati kita harus bersatu.
12:31Biar yang suka bergosip itu lihat.
12:32Kalau kita wanita, bisa sukses juga.
12:57Kacian hebat sekali.
12:59Ternyata melukis lambang, bisa menarik perhatian orang.
13:03Yang kau kotakkan itu salah.
13:05Yang menarik perhatian itu adalah suamimu.
13:20Kenapa melamun?
13:22Bantu dia.
13:23Ayo cepat sana.
13:31Aku bantu, ya.
13:36Silahkan.
13:42Nona beli daging ini, kan?
13:51Ini baru dibungkus.
13:53Benar.
13:56Memang ada bedanya?
13:58Iya.
13:59Daging dia lebih harum.
14:01Aku juga.
14:03Aku juga.
14:05Aku juga.
14:05Aku juga.
14:05Aku juga.
14:06Aku juga.
14:07Aku juga.
14:08Aku juga.
14:16Semangat, semangat, semangat, semangat, semangat, semangat, semangat, semangat.
14:24Iya, hati.
14:26Tidak apa-apa.
14:29Timbangannya salah.
14:44Ini kurang.
14:46Aku tambah satu potong.
14:48Silahkan.
14:53Aku ngabar menunggumu.
14:58Apa urusannya denganmu?
15:00Kukup campur saja.
15:03Aku ya.
15:05Aku mau.
15:07Aku mau.
15:07Aku mau.
15:08Aku mau.
15:08Aku mau.
15:09Aku mau.
15:09Aku mau.
15:11Tahu begini, aku tidak akan meminta.
15:35Masih ada?
15:37Mohon maaf, hari ini sudah habis.
15:40Kalau yang itu?
15:41Itu daging cincang.
15:43Tidak apa-apa.
15:44Apa dijual?
15:46Iya.
15:47Kalau mau, iya.
15:48Baiklah, ini uangnya.
15:51Hei, tanganmu berminyak.
15:53Jangan kotor kertasnya.
16:05Tulisan sebagus ini untuk membungkus daging.
16:08Menyanyiakan karunia.
16:11Hmm, bagusnya.
16:16Menyanyiakan karunia.
16:19Itu apa artinya?
16:23Ah, simpan saja.
16:33Aku tidak mabuk.
16:39Hati-hati, Tuan Wu.
16:41Hah?
16:42Can-can?
16:44Tunggu aku di kereta sana.
16:46Apa Tuan Muda Wu puas?
16:48Sudah larut, waktunya pulang.
16:51Pulang apanya?
16:54Siapa yang tidak tahu kalau aku pelanggan tetap di tempatmu.
16:59Ayo, temani aku minum.
17:01Ini demi kebaikan, Tuan Muda.
17:03Kalau Tuan pulang terlambat,
17:06Nyonya Wu akan mencari masalah dengan restoran ini lagi.
17:12Jangan gunakan wanita galak itu untuk menakutiku.
17:16Dengarkan aku, ya.
17:17Kalau kau tidak melayaniku hari ini,
17:20jangan harap restoranmu bisa terus beroperasi.
17:23Tuan Muda Wu, tolong jaga sikap.
17:25Pergi.
17:28Kau cuma pelayan, berani gak bicara padaku?
17:31Tuan Wu, Tuan Wu, Tuan Wu.
17:33Senanglah, aku temani Tuan.
17:46Minum.
17:53Orang sepertimu beraninya membuat onan.
17:56Aku sering hadapi orang sepertimu.
17:58Bawa dia pulang.
17:59Serahkan pada Nyonya Wu.
18:00Baik.
18:02Lepaskan.
18:03Kalian pikir kalian siapa?
18:05Lepaskan.
18:06Apa kau tahu?
18:07Aku ini siapa, ha?
18:16Terima kasih telah menonton.
19:03Tidak apa-apa.
19:03Tidak apa-apa.
19:16Ini, Tuan Ji.
19:22Tuan, mau diapakan dia?
19:26Ikuti perintah pengurus Tokoyo.
19:28Kembalikan dia ke Nyonya Wu di kediamanmu.
19:31Ingat, serahkan dia hidup-hidup.
19:34Jangan buat masalah untuk pengurus Tokoyo.
19:49Wajahmu terlihat bucak.
19:54Apa tadi kau terkejut?
20:00Tidak.
20:03Terima kasih atas bantuan Tuan Ji.
20:17Permisi.
20:21Tidak.
20:22Tidak.
20:28Tidak.
20:30Tidak.
20:40Terima kasih.
21:10Terima kasih.
21:36Terima kasih.
21:39Terima kasih.
22:08Kuling, kesini bantu aku.
22:09Iya.
22:11Kakak, keluar sebentar ya.
22:13Tunggu di sini.
22:13Tunggu di sini.
22:39Tunggu di sini.
23:11Tunggu di sini.
23:11Siapa suruh mencuri?
23:13Ini rumahku.
23:14Ibuku pemilik restoran ini.
23:16Kenapa tidak boleh makan?
23:17Jadi kau anaknya kakak peria.
23:21Siapa namamu?
23:22Umurmu berapa?
23:24Aku Yubaoer, enam tahun.
23:26Kalau kau...
23:27Eh, kau coba yang ini.
23:28Ini saja sudah cukup.
23:31Ini saja sudah cukup.
23:31Ini saja sudah cukup.
23:31Kata ibu, jangan kebanyakan.
23:32Kalau kebanyakan, nanti giginya berlubang.
23:35Berlubang itu apa?
23:38Artinya...
23:41Gigi dimakan ulat kecil.
23:44Gigi dimakan ulat kecil, sakit sekali.
23:46Gigi bisa berulat, seperti ulat sayur atau seperti kutu beras.
23:51Aku tidak tahu.
23:52Aku belum pernah lihat.
23:54Kalau begitu, jangan dimakan.
23:57Mau main di luar bersamaku?
24:00Ibu bilang aku istimewa.
24:03Kalau jarang bertemu orang, baru...
24:06baru selamat.
24:10Kalau begitu, main pita kumpet saja.
24:14Hah?
24:30Jangan ambil ini.
24:32Ini sana.
24:33Jangan akal.
24:44Bauer, kenapa di sini?
24:46Ayo sini.
24:48Ayo, jarangmu.
24:51Kalian berdua, hati-hati.
25:03Memangnya apa masalahnya?
25:05Sebentar saja aku mau pulang.
25:08Dari mana bocah ini?
25:10Mengganggu saja.
25:11Cepat keluar.
25:12Ayo, ayo.
25:13Ayo, mau kabur.
25:14Mau kabur.
25:15Saya lari.
25:16Ayo.
25:17Bocah, Teng, beraninya mengganggu saja.
25:19Ayo, pergi sana.
25:20Pergi.
25:27Ming.
25:29Ming.
25:44Tidak ada.
26:09Hamba masuk dulu untuk menyalakan lampu.
26:11Tidak perlu menyalakan lampu.
26:14Siapkan arak dan makanan yang kami minta.
26:16Baik.
26:35Ingat, dimanapun dan kapanpun, jangan membuat keputusan untukku.
26:40Walaupun aku salah membunuh.
26:44Apa kau mengerti?
26:47Baik.
26:51Aku ngantung setiap.
26:55Bagaimana penyelidikannya?
26:58Hamba sudah selidiki.
27:01Dihitung dari waktu kedatangannya ke Lin'an,
27:04anak itu kemungkinan dikandung saat di kediaman raja.
27:07Jika ingin memastikan identitasnya,
27:11nenek pengasuh harus memeriksanya sendiri.
27:24Lalu kenapa belum pergi?
27:27Segera hampa laksanakan.
27:29Siapa?
27:32Iya, iya. Ini sayurannya.
27:43Pagi-pagi sudah habis.
27:45Hari ini habis. Datang lagi besok ya.
27:47Baiklah.
27:48Iya.
27:57Minggir, minggir.
28:01Paman Li, dari mana prajurit pemerintah itu?
28:06Kemarin penasihatku sempat bilang,
28:08karena sedang genting, mereka mau memungut pajak.
28:11Sepertinya, mereka prajurit untuk memungut pajak.
28:14Kekalahan Wei Xuan hanya soal waktu.
28:17Dia tidak bisa bertahan sampai tahun baru.
28:24Paman dengar.
28:25Waktu memungut pajak di Chong Chow,
28:27mereka menindas petani.
28:29Semua orang bilang kalau Tuhan besar ke,
28:31adil dan bijaksana.
28:32Semoga saja jangan seperti di Chong Chow,
28:34demi memungut pajak,
28:35menindas rakyat sampai mati.
28:38Kita lihat saja tindakan kantor Jijong.
28:49Apa ini?
28:51Bagianmu.
28:53Tidak butuh, simpan saja.
28:55Tidak boleh.
28:57Bagi dua, kau kan sudah menulis ratusan amplop.
29:01Kalau aku pegang, mudah hilang.
29:04Simpan saja untukku.
29:09Baiklah.
29:11Aku simpankan.
29:13Iya.
29:16Apa kalian lihat, Ning?
29:20Dia hilang.
29:22Orang-orang terkutuk itu.
29:28Boor!
29:29Boor!
29:29Siapa Boor?
29:31Putraku.
29:33Poling!
29:34Poling!
29:35Boor tidak ada di ruang rahasia.
29:38Ning tadi ada di sini.
29:39Kambang keluar sebentar.
29:40Dia sudah hilang.
29:42Si Margachi.
29:44Pasti si Margachi.
29:45Margachi siapa?
29:47Dia datang setiap hari.
29:48Setiap melihatnya,
29:49aku langsung merinding.
29:50Pasti dia yang mencetik, Baor.
29:52Kita berpencang.
29:53Baik.
29:58Si Margachi itu sudah pergi.
29:59hamba, hamba kurang tahu.
30:03Pengurus toko, tenang sedikit.
30:06Dimana si Margachi?
30:07Baru saja pergi.
30:09Saat pergi, apa dia bawa seseorang?
30:12Dia pergi terburu-buru.
30:13Hamba tidak memperhatikan itu.
30:16Pengurus toko.
30:16Pengurus toko, kenapa?
30:29Pengurus toko, kenapa tidak apa-apa?
30:31Tangannya, coba lihat.
30:32Puti suamnya.
30:36Menghuntuk.
30:44Monteng 있어.odar
30:52zombasi ini, tumbuh.
30:56Mac, przekuamnya
31:02Segera hamba laksanakan
31:03Siapa?
31:06Tuan, ini hamba
31:14Maaf, Tuan
31:15Hamba tidak sengaja menyenggol tempat lampu
31:18Apa hamba mengganggu?
31:19Berikan, kau boleh pergi
31:21Baik, Tuan
31:32Bagaimana ibu mengajarimu?
31:35Aku tidak lupa, ibu
31:37Aku hanya
31:39Hanya apa?
31:40Kasihkan main
31:43Apa semua nasihat ibu cuma kau anggap angin lalu?
31:46Kenapa tidak nurut?
31:47Kenapa suka bermain?
31:52Kacian, tanganmu terluka
31:54Bagaimana kalau diobati dulu?
32:00Kakak Peri, jangan marah
32:02Semua ini salahku
32:05Bau'er hanya ingin menemaniku
32:09Tidak apa-apa
32:11Nanti aku masih boleh main sama Bau'er
32:25Ayo bangun, pantanya dingin
32:31Ibu
32:37Kak Cian, biasanya sopan pada siapa saja
32:39Kenapa memperlakukan anak sendiri seperti musuh?
32:42Reaksinya itu berlihat seperti ketakutan
32:47Aku mau lihat keadaan
32:48Eh
32:49Meskipun sahabat, masing-masing punya rahasia
32:52Saat dia ingin cerita, dia pasti cerita
32:54Sebenarnya apa yang dialami Kak Cian
33:01Kakak, aku ngantuk
33:04Dia ngantuk
33:09Ayo, Ning
33:14Peluk Kakak ya
33:26Dari 17 provinsi
33:28Empat di barat laut
33:31Chinchou, Tandus, Chongchou memberontak
33:33Hanya tersisa dua provinsi, Chichou dan Yanchou
33:37Yanchou
33:38Tempat garnisun pasukan
33:40Pemerintah melarang bercocok tanam di sana
33:43Artinya sekarang di barat laut
33:44Hanya Chichou yang bisa memasok pangan
33:48Wei Chuan itu
33:49Jelas-jelas merasa api peperangan di Chongchou
33:52Belum cukup besar
33:54Wei Chuan
33:55Mengirim pasukan untuk memungut pajak
33:57Benih pada simpanan petani pun dirampas prajurit
34:00Jangankan menanam di musim semi tahun depan
34:03Rakyat tidak mati di musim dingin saja sudah bagus
34:06Ah, perbuatan ini
34:07Semasa saja bunuh diri
34:13Kenapa pangan tidak bisa terkumpul?
34:16Hamba sudah menyelidiki
34:17Sebulan lalu, pedagang dari luar
34:20Membeli pangan dengan harga tinggi
34:22Rakyat hanya dapat benih dan pangan kasar
34:24Sisanya sudah dijual
34:26Beli sebelum perang
34:28Selidiki kelompok pedagang asing ini
34:31Hamba laksanakan
34:35Kami sudah selidiki
34:37Orang yang mengumpulkan pangan
34:39Adalah pengurus toko beras Lin'an
34:40Chao Shun
34:43Dia kerjasama dengan pedagang pangan
34:45Lalu beli pangan dengan harga tinggi
34:46Jumlahnya 15 ribu ton
34:49Chao Shun?
34:54Akhir-akhir ini dia dekat dengan siapa?
34:57Katanya
34:57Pedagang beras dari ibu kota
34:59Marga Chi
35:01Chi
35:05Tuan Chi
35:06Pengurus toko sedang masuk angin
35:08Dan belum sembuh
35:09Dia masih mengurung diri
35:10Belum nyaman bertemu tamu
35:12Harap Tuan memaklumi
35:17Kalau masuk angin
35:18Kenapa tidak menerima obat racikan yang kuberikan?
35:22Mantel rubah juga tidak mau
35:24Apa tidak cukup hangat?
35:27Jangan-jangan
35:28Pengurus toko menghindariku
35:30Mana mungkin
35:33Pemilik kami bukan bermaksud mengabaikan
35:35Tapi penyakitnya memang parah
35:37Separah apa?
35:40Dia belum mati kan?
35:44Beritahu dia
35:45Orang yang ingin kutemui
35:47Harus kutemui
35:52Ternyata Tuan Chi sudah datang
35:55Cepat hidangkan
35:56Makanan terbaik
35:57Baik
35:58Yang paling mahal
36:06Kau baik-baik saja
36:16Hanya masuk angin
36:17Bukan masalah
36:18Tabib bilang
36:20Menjaga hati
36:21Lebih penting
36:22Jangan marah
36:23Jangan sedih
36:24Jangan lihat hal menjijikan
36:26Lebih baik untuk pemulihan
36:35Diam
36:37Jangan terlalu dekat
36:39Harap Tuan Chi menjaga sikap
36:40Aku bilang diam
36:56Tadi nadinya lambat
36:58Seperti masuk angin
36:59Tapi sekarang
37:01Sudah menjadi cepat
37:10Obat ini
37:12Cocok untukmu
37:16Terima kasih Tuan Chi
37:17Pengurus Toko Yu
37:19Sepertinya
37:20Membenci aku
37:25Kenapa bicara begitu?
37:27Mana ada benci atau tidak?
37:30Masuk anginku
37:30Hanya belum sembuh
37:31Takut mengganggu Tuan Chi
37:33Untuk menikmati hidangan
37:34Kalau begitu aku pamit
37:42Kemana?
37:44Bukan urusanmu
37:45Aku bilang minum obat
37:47Demi kebaikanmu
37:48Banyak pria perhatian padaku
37:51Antri dulu
37:52Siapa?
37:56Lepaskan
37:57Lepaskan
37:58Lepaskan
37:59Apa yang kau lakukan?
38:30Ternyata Tuan Chi
38:30Apa uang perakmu kurang?
38:33Paling sedikit seribu tahil
38:34Tidak boleh kurang
38:35Bisa
38:38Cuma segitu
38:47Aneh
38:51Pengurus Toko
38:52Pengurus Toko juga tidak memberitahu kita
38:56Permisi
38:57Permisi
38:58Harap para tamu maklum
39:04Kenapa tiba-tiba tutup?
39:06Mana pengurus Toko Yu?
39:07Kami juga baru tahu ini
39:09Saat datang pagi ini
39:10Kami belum melihat pengurus Toko
39:12Aneh sekali
39:16Bibinan
39:17Pak Manli
39:17Sebelum restoran di sewa Tuan Chi
39:19Dia menyuruh kami
39:20Untuk istirahat beberapa hari
39:22Jadi katanya
39:23Tidak perlu melayani
39:24Ini aneh
39:25Semua pintu dikunci
39:27Bertahun-tahun bekerja
39:28Belum pernah seperti ini
39:29Benar
39:30Lalu kacian?
39:32Kemarin dia sakit
39:33Pasti ada di dalam
39:34Benar
39:35Aku akan lihat
39:36Eh pintunya dikunci
39:38Memang Nona bisa terbang
39:39Eh
39:43Dia benar-benar terbang
39:45Waduh
39:50Kacian
39:51Kacian
39:54Jangan berdekat
39:57Tolong
39:58Jangan berdekat
40:00Jangan
40:01Jangan
40:03Kacian
40:04Tidak
40:05Tidak
40:07Kacian
40:08Pergi
40:09Kacian
40:10Pergi
40:10Jangan
40:12Jangan
40:13Jangan
40:14Jangan
40:16Changyo
40:16Tidak apa-apa
40:20Kenapakah
40:22Mimpi apa
40:23Sampai ketakutan
40:24Aku mimpi orang gila
40:31Pergi
40:32Yang bertopeng
40:41Ini
40:46Bibiman bilang
40:47Restoran disewa oleh
40:49Tuan Bermargaci
40:49Sebenarnya ada apa?
40:55Tidak ada
40:56Aku tidak berani menerimanya
41:00Kenapa?
41:01Aku pasang harga seribu tahil
41:04Tapi dia menyanggupi
41:06Aku jadi makin takut
41:08Sekalian saja aku tutup toko
41:10Hmm
41:13Apa mungkin
41:15Orang ini
41:16Hanya suka padamu?
41:22Aku tidak tahu
41:24Tapi rasanya masalah ini
41:27Tidak sesederhana itu
41:31Bagaimana kalau aku ikat dia
41:32Lalu kupukul
41:33Dan tanya apa maunya?
41:35Memukuli bukan solusi jangka panjang
41:37Tukang jaga kuo itu contoh nyata kan?
41:41Menyewa restoran itu tidak melanggar hukum
41:44Hmm
41:46Benar juga
41:48Kenapa pengganggu itu menyebalkan?
41:52Aku sering melihat pamer kekayaan seperti itu
41:56Kalau memang hanya suka padaku
41:59Untuk membuatnya menyerah
42:01Aku harus membuatnya patah hati
42:06Aku akan bilang padanya
42:08Aku punya suami
42:10Jadi dia tidak punya kesempatan
42:12Kakak kan tidak punya
42:13Kau punya
42:14Aku punya
42:15Kakak tidak
42:43Jangan lupa untuk mencari
Komentar