00:00Iran telah meluncurkan serangkaian serangan balasan yang menargetkan pangkalan militer Amerika Serikat dan sekutunya di Timur Tengah, termasuk Kuwait.
00:08Apakah ketegangan di Timur Tengah akan kembali mencapai titik didih?
00:13Apakah serangan Iran ini menjadi sinyal bahwa negara ini tak lagi berharap pada negosiasi damai yang tengah berjalan?
00:19Kita bahas bersama Marsma TNI Purnawirawan Agung Sasongkojati, pakar PPAU, alumni US Air World College.
00:27Selamat sore, Pak Agung. Kalau Anda bisa membaca dari serangan yang dilakukan Iran, yang disebutkan, diduga dilakukan Iran ke Kuwait,
00:37apa yang bisa Anda baca dari keberanian Iran yang menyerang tiga negara sekutu Amerika Serikat di Timur Tengah?
00:43Jadi menurut saya ini bukan...
00:48Ya, silakan Pak Agung.
00:51Ya, jadi ini bukan keberanian saja. Ini memang adalah suatu upaya untuk saling membalas.
01:02Karena memang Amerika pada saat memberikan proposal kembali, membalikan proposal yang sudah setuju,
01:09artinya ditambah lagi dengan proposal baru dari terakhir, itu biasanya memberi tekanan berupa serangan.
01:15Dan serangan ini bukan sekedar membalas serangan terhadap kapal-kapal yang dihantam oleh Iran,
01:23tapi juga serangan terhadap pengendali daripada drone-drone yang memang digunakan untuk menyerang kapal disimpul.
01:30Namun, pada saat kebalasan Amerika menyerang ke pusat radar di Pulau Qasem,
01:36Iran tidak membalasnya ke kapal-kapal Amerika,
01:39tapi dia membalasnya justru malah menyerang Kuwait.
01:43Karena dia tahu bahwa Kuwait itu terdapat pangkalan udara Amerika dan pangkalan angkatan darat,
01:48di mana pangkalan angkatan darat inilah yang mengirim helikopter yang digunakan untuk menyerang pangkalan di Qasem.
01:55Kalau Qasem itu digunakan helikopter.
01:57Dan helikopter ini, betul dari Uni Amerika, tetapi pangkalannya disediakan juga.
02:01Serangan dari Iran itu memberikan pesan juga kepada Bahrain bahwa saya bisa hancurkan kalian,
02:08meskipun serangannya berupa rudal balistik yang bisa ditangkis,
02:13tetapi juga mengirim menggunakan drone ke airport atau bandara,
02:19untuk logistik daripada angkatan darat.
02:21Karena apa?
02:22Karena dia tahu bahwa Amerika akan mencoba menembakkan rudal dark eagle atau rudal lipersonik pertama kali dari Kuwait.
02:29Karena itulah, maka Iran memberikan pesan, jangan mencoba-coba mulai lagi mengganggu Iran.
02:35Tapi gini Pak Agung, ketika yang terbaru adalah Iran membantah bahwa serangan di bandara Kuwait itu adalah rudal Iran.
02:45Karena menurut Iran ini adalah Amerika Serikat yang gagal menghalangi rudal.
02:56Namun di sisi lain, Kuwait juga dikabarkan mengusir perwakilan Iran dari Kuwait.
03:02Apa yang bisa Anda lihat dari sini, Pak Agung?
03:05Ya betul, bahwa yang menimbulkan, yang diserangkan adalah kebakalan logistik daripada Amerika menggunakan drone ya.
03:12Tapi ada yang korban jatuh di dekat bandara, itu memang adalah dari rudal patriot yang mengalami gagal.
03:20Jadi tidak berhasil untuk menembak dan dia terjatuh di situ.
03:23Jadi betul yang dikatakan Iran bahwa unsus untuk yang korbannya, bukan korban daripada beberapa kontraksan Amerika,
03:29itu karena memang ada rudal patriot yang jatuh.
03:32Kalau soal pengusiran daripada kuasa atau perwakilan Iran di Kuwait, ya memang mungkin sudah seharusnya ya.
03:40Karena memang Iran menyerang Kuwait, meskipun yang diserang adalah pangkalan udara Amerika, pangkalan angkatan darat.
03:48Tetapi kadang-kadang orang dari Kambung Hitam, meskipun yang mendapat korban itu akibat dari rudal patriot yang gagal dan jatuh
03:55di dekat bandara.
03:56Tetapi tetap kan harus Kuwait memberikan suatu sikang yaitu dengan persona memperhatikan daripada perwakilan Iran di Kuwait.
04:04Ya, tapi Pak Agung sebenarnya untuk saat ini, ketika perang sudah berlanjut beberapa bulan,
04:10seberapa besar sih sebenarnya kekuatan rudal Iran hingga bisa disebutkan mampu meluncurkan serangan baru lagi?
04:18Rudal Iran itu dari New York Times saja mengatakan 70 persen masih sisa.
04:23Padahal kemarin perang yang hebat selama 40 hari itu, itu ternyata baru 30 persen.
04:28Dan selama pada fase, 30 persen.
04:32Dan selama fase itu juga sekarang tentu Iran menambah rudal dia lagi.
04:36Karena rudal itu kan kebanyakan sudah siap, tapi rudal dirakit kembali ya.
04:40Sedangkan yang sekarang sudah siap, yang kembali kembali ada drone.
04:44Karena memang Iran itu produsen drone untuk perang,
04:47dan selanjutnya dia menang suplai untuk ke Rusia.
04:51Dan dalam setahun mereka bisa memproduksi di atas 40 ribu.
04:54Jadi kalau dia kemarin menggunakan dronenya sekitar 10 ribu dengan cepat,
04:58dia bisa memproduksi di atas dan bisa memenuhi lagi kebutuhan untuk penggunaan drone
05:03seperti Syahid, tipe 136 dan 258.
05:06Artinya ini pure semua kekuatan milik Iran,
05:09atau memang ada kemungkinan dibantu negara lain seperti Rusia atau Tiongkok mungkin Pak Agung?
05:15Jelas, untuk pengendalian, untuk ketepatan daripada perkenaan,
05:21Iran itu menggunakan bantuan daripada GPS atau Glodal Position Satellite,
05:26seperti itu buatan China,
05:28serta untuk pengendali untuk ketepatan,
05:31untuk elektronik warfare, perang elektronika,
05:34atau jamming, dan itu dari Rusia.
05:36Tapi untuk banyak peralatan seperti mesin,
05:39autopilot, mikroelektronik,
05:42serta mesin-mesin jet dan mesin-mesin roket,
05:46itu jelas dari China bisa memproduksi dengan cepat.
05:48Dan Iran adalah ahli dalam mengintegrasikan semua itu
05:53untuk berudal-udal setelah glodron yang mereka ciptakan sendiri.
05:57Jadi itu yang akan terjadi.
05:59Mojtaba disebut Amerika Serikat masih hidup dan terlibat aktif meski melalui perantara.
06:05Apakah ini artinya perjanjian damai yang memang sedang berlangsung
06:09antara Amerika Serikat dan juga Iran tidak akan menemui titik terang, Pak Agung?
06:15Mojtaba itu adalah penguven bari ya.
06:18Mungkin banyak dari keputusan yang diambil itu adalah keputusan yang dibuat oleh
06:22darah revolusi karena beskotnya perhasilan.
06:25Namun mereka tetap membutuhkan Mojtaba sebagai
06:27pemimpin yang menyetujui atau tidak menyetujui.
06:30Mungkin Mojtaba hanya tidak menyetujui di bidang tertentu yang sempatnya strategis ya.
06:36Tetapi untuk mengenai pertempuran, mengenai tindakan-tindakan,
06:39itu kebanyakan keputusan diambil oleh pimpinan daripada RGC atau garda revolusi.
06:44Mojtaba sendiri, kaitannya tidak mengatakan tidak menyetujui.
06:48Tapi tentunya Mojtaba tidak akan menganggap dengan apa hasil dari proposal itu
06:54merugikan Iran atau membuat Iran menjadi pihak yang dirugikan
06:58atau tidak mendapat keuntungan.
07:00Karena memang Amerika itu kan sambil berubing, sambil menekan, sambil menghancam,
07:04sambil menekan, sambil menawarkan.
07:05Memang itu adalah cara.
07:07Tetapi waktu itu makin pendek bagi Trump
07:10dan dia suka tidak suka harus memenuhi sebagian besar permintaan dari Iran.
07:16Baik.
07:17Baik, terima kasih Pak Agung Sasongko Jati, pakar PPAU,
07:20alumni US Air World College sudah berbagi perspektif di Kompas Petang.
07:25Selamat sore, Pak Agung.
Komentar