Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
KOMPAS.TV - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surabaya memperluas penerapan sistem parkir digital atau pembayaran non tunai.

Dishub juga memajang foto juru parkir atau jukir resmi di setiap titik parkir guna mencegah pungutan liar.

Dinas Perhubungan Kota Surabaya memperluas jangkauan sistem parkir digital di berbagai wilayah Kota Surabaya, salah satunya di titik parkir Taman Apsari Kota Surabaya.

Selain menerapkan sistem parkir digital pembayaran non tunai atau voucher parkir, Dishub juga mendigitalisasi data petugas juru parkir atau jukir resmi.

Data jukir berupa foto kemudian ditempel ke papan imbauan parkir guna mencegah pungutan tidak resmi dari juru parkir liar.

Dishub mengimbau masyarakat turut berperan aktif dengan membayar parkir sistem non tunai dan melapor jika menemukan juru parkir yang tidak sesuai dengan foto yang terpajang di titik parkir.

#surabaya #digital #parkirdigital

Baca Juga Masjid Quba dan Keutamaannya, Destinasi Bersejarah Jemaah Haji di Madinah | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/nasional/672816/masjid-quba-dan-keutamaannya-destinasi-bersejarah-jemaah-haji-di-madinah-kompas-pagi



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/672821/dishub-kota-kota-surabaya-perluas-penerapan-parkir-digital-jmp
Transkrip
00:00Dinas Perhubungan Dishub Kota Surabaya memperluas penerapan sistem parkir digital atau pembayaran non-tunai.
00:06Dishub juga memajang foto juru parkir atau jukir resmi di setiap titik parkir guna mencegah penghutan liar.
00:15Dinas Perhubungan Kota Surabaya memperluas jangkauan sistem parkir digital di berbagai wilayah kota Surabaya,
00:22salah satunya di titik parkir Taman Apsari Kota Surabaya.
00:25Selain menerapkan sistem parkir digital, pembayaran non-tunai atau voucher parkir,
00:30Dishub juga mendigitalisasi data petugas juru parkir atau jukir resmi.
00:35Data jukir berupa foto kemudian ditempel ke papan imbauan parkir guna mencegah penghutan tidak resmi dari juru parkir liar.
00:43Dishub mengimbau masyarakat, turut berperan aktif dengan membayar parkir, sistem non-tunai,
00:49dan melapor jika menemukan juru parkir yang tidak sesuai dengan foto yang terpajang di titik parkir.
00:55Pada proses ini, kami ingin membuat warga kota Surabaya transparan.
01:02Jadi, semua warga kota yang memarkirkan kendaraan atau sebagai pengguna jasa parkir atau retribusi parkir,
01:13silakan bisa melihat di rambunya apakah foto daripada petugas parkir atau jukir ini sesuai.
01:24Nanti bisa membandingkan dengan spot di lapangan ketika nanti di rambu ini berbeda dengan foto yang ada,
01:31atau personil yang sebagai petugas parkir atau jukir ini berbeda,
01:35maka silakan tegur, silakan kontak ke 112 atau silakan ke hotline-nya binas perhubungan yaitu hotline parkir.
01:45Bagaimana caranya?
01:47Ya, kadang-kadang dibantu disebut itu ya.
01:52Pake HP apa pake alat apa, Pak?
01:55Pake HP.
01:56Kalau boleh tahu, jenengan sehari bisa dapat berapa, Bapak?
01:59Kadang-kadang 120, 130.
02:02Setornya?
02:03120.
02:04Enggak, setornya. Oh, setornya 120.
02:06120.
02:07Dapetnya?
02:07120, 130.
02:09Yang buat jenengan berapa?
02:11Sendiri berapa?
02:13Semita, semita sama aku.
02:16Saat ini ada 819 petugas parkir resmi di subkota Surabaya
02:21yang telah menerapkan sistem digitalisasi parkir
02:23dengan cakupan wilayah parkir di berbagai kawasan kota Surabaya.
02:28Penerapan parkir digital jadi bagian dari upaya Pemkot Surabaya
02:31meningkatkan transparansi pelayanan,
02:34mempermudah transaksi pembayaran,
02:35sekaligus mendukung tata kelola parkir yang lebih tertib.
Komentar

Dianjurkan