00:03Intro
00:04Saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis Saudara
00:07Pada perdagangan kemarin, Rabu 3 Juni 2026, IHSG rontok lebih dari 4%
00:11Anjloknya IHSG menyentuh level terlemah selama 5 tahun terakhir
00:18Sejumlah sentimen secara bersamaan menekan investor, baik institusional maupun retail
00:23Mulai dari pelemahan rupiah yang nyaris menyentuh
00:25Maksud kami yang sudah menyentuh 18.000 rupiah per dolar Amerika Serikat
00:29Yang memperkuat tekanan terhadap pasar keuangan domestik
00:32Rumor soal S&P yang diduga akan memuat proyeksi negatif terhadap stabilitas ekonomi nasional
00:38Hingga lembaga pemeringkat internasional MUDIS yang memberikan outlook negatif
00:42Kepada dan antara investment management
00:44Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa juga sepakat bahwa banyaknya rumor di dalam negeri
00:49Ini menyebabkan IHSG amblas
00:53Kenapa IHSG-nya bisa hari ini ambuk?
00:56Gak hampir 5% Pak
00:57Karena banyak isu-isu negatif yang jatuh cuma kita sendiri
01:04Kalau gak salah sama Cina
01:06Yang lain
01:07Jadi saya pikir banyak rumor di dalam negeri
01:11Yang pasti ketika S&P datang ke sini ada rumor S&P akan mendowngrade
01:15Padahal saya baru mau ketemu nanti malam
01:19Sama S&P
01:22Kalau melihat kondisi fiskal kita
01:25Saya sih gak ada masalah
01:27Jika mengutip dari RTI Bisnis pada penutupan perdagangan kemarin
01:32Saudara IHSG anjelok 254,3 poin atau sebesar 4,11%
01:37Pergerakan IHSG sepanjang hari diwarnai oleh 69 saham menguat
01:41692 melemah dan 54 saham stagnan
01:45Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar 10.478 triliun rupiah
01:51Aktivitas perdagangan di Bursa terbilang aktif dengan nilai jual beli saham tercatat mencapai 25,1 triliun rupiah
02:05Sementara dari sisi sektor roh
02:07Performa indeks kompak melemah dengan sektor barang baku menjadi penekan utama pelemahan IHSG dengan 9,05%
02:14Dilanjutkan dengan sektor energi yang ambles 5,61%
02:18Sektor infrastruktur turun 5,05%
02:21Sektor kesehatan anjelok 4,36%
02:24Sektor industri turun 3,54%
02:28Dan properti dan keuangan masing-masing turun 3,48% dan 1,76%
02:40Sementara dalam sehari pada penutupan perdagangan 3 Juni 2026
02:44Terpantau asing keluar sebesar 993 miliar rupiah
02:48Dan jika ditarik lebih jauh lagi selama sepekan terakhir
02:51Aksi jual asing sangat drast keluar dari pasar saham Indonesia sebesar 14,04%
03:04Di sisi lain saudara rupiah yang terus melemah menyentuh level psikologis 18 ribu terhadap dolar AS
03:10Pelemahan rupiah diduga jadi salah satu pemberat kiner JHSG
03:17Rupiah makin tak berdaya melawan dolar AS
03:20Data dari Google Finance pada pagi ini rupiah diperdagangkan di atas level 18 ribu rupiah per dolar AS
03:27Untuk pertama kalinya
03:29Sementara dari data JISDOR Bank Indonesia terpantau terakhir rupiah berada di level 17.931
03:35Pelemahan terus terjadi diduga karena akumulasi sentimen eksternal
03:39Tensi geopolitik, penutupan selat hormus
03:41Serta faktor domestik, koordinasi moneter dan juga fiskal
03:50Pantauan nilai tukar rupiah per dolar AS di pasar spot terakhir ditutup di level 17.942
03:56Melemah 0,71% atau 127 poin dari hari sebelumnya di angka 17.839
04:04Sementara pada 28 hingga 29 Mei rupiah masih berada di level 17.846 dan 17.881
04:13Dan sempat menguat tipis di 1 Juni di angka 17.803 per dolar AS
04:23Apa yang terjadi di pasar saham pada perdagangan Rabu 3 Juni 2026
04:28Yang membuat IHSG Anjlok lebih dari 4%
04:31Seberapa besar pelemahan rupiah yang kini tembus 18.000 rupiah per dolar AS
04:35Memperberat laju IHSG
04:38Kita bahas bersama Edi Pranasi di Founder Indonesia Superstock Community
04:42Pak Edi selamat pagi
04:45Halo selamat pagi Mas Ian, apa kabar?
04:47Kabar baik
04:48Pak Edi kalau kita melihat sebelumnya banyak sentimen yang diduga menjadi pemberat kinerja IHSG kemarin
04:54Kita mulai dari rupiah dulu Pak Edi
04:56Seberapa besar pelemahan rupiah yang telah menembus 18.000 per dolar AS
05:02Membebani kinerja IHSG hingga mencapai level terlemah selama 5 tahun terakhir
05:07Oke
05:09IHSG dan juga rupiah ya
05:11Kalau misalnya rupiah melemah di 18.000
05:14Ada dua hal yang harus kita perhatikan
05:16Satu, apa benefit dan apa resikonya
05:20Jika untuk benefit, maka benefitnya itu akan mengarah kepada perusahaan-perusahaan eksportir ya
05:26Artinya mereka-mereka yang mengeksport barangnya tentunya dengan rupiah yang lebih rendah
05:32Atau misalnya dolar yang lebih tinggi dari rupiah
05:34Maka harga barang mereka itu lebih kompetitif di luar
05:38Dan itu juga membuat earnings mereka dalam USD tentunya lebih tinggi dari sebelumnya
05:44Namun kalau untuk yang perusahaan-perusahaan yang importer
05:48Terutama karena Indonesia itu impor hampir semua barang
05:52Makanya ini akan sangat berpengaruh kepada IHSG
05:55Karena pengelemahan rupiah ini akan membuat inflasi dari barang-barang impor
06:02Atau imported inflation seperti itu
06:05Ini juga salah satu dampak yang kemarin kita rasakan
06:08Kenapa inflasi di bulan Mei juga naik sampai 3,08% year on year
06:13Seperti itu Mas Yan
06:14Jadi kondisinya kepada IHSG tentunya
06:17Ada semacam profit warnings atau revenue warnings
06:22Untuk perusahaan-perusahaan yang misalnya
06:24Terus terang sangat bergantung kepada satu
06:27Impor barang yang bahan baku terutama ya
06:31Seperti misalnya gandum atau tepung terigu
06:34Atau misalnya seperti BBM seperti itu ya
06:38Kemudian yang kedua adalah perusahaan-perusahaan yang punya
06:40Saisable foreign debt
06:42Ini perusahaan-perusahaan yang katakanlah mempunyai hutang USD yang cukup besar
06:47Dan ini tentunya akan sangat memberatkan
06:51Pembayaran hutang mereka dalam USD
06:52Kemudian yang ketiga
06:54Yang paling misalnya harus kita tengarai
06:58Ini kenapa faktornya
07:00Sarkai rupiah melemah
07:01Tentunya ada sesuatu yang harus kita bicarakan secara baik-baik
07:06Terutama pemerintah
07:08Kalau misalnya mengatakan fiskal baik-baik saja
07:11Kemudian projection untuk setahun ini atau tahun depan
07:15Bagaimana apakah kita masih tergantung kepada perang Iran
07:18Kalau misalnya perang Iran selesai
07:21Kemudian harga minyak turun
07:22Ketika harga minyak turun
07:24Maka imported
07:25Sorry cost untuk membeli
07:27Import minyak mungkin turun juga
07:29Maka rupiah akan membaik seperti itu
07:31Atau kita memperbaiki diri
07:33Dengan lebih misalnya katakanlah
07:35Menggunakan produk dalam negeri yang lebih banyak
07:38Daripada misalnya kita import
07:40Dan itu akan harus dimulai lagi
07:42Dari yang sifatnya
07:45Bisa dari setengah barang jadi
07:48Atau seperti apa
07:49Ya itu yang harus dilakukan oleh pemerintah
07:51Kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini
07:53Sangat-sangat berpengaruh kepada IHSG
07:57Kenapa?
07:58Karena IHSG ini adalah cermin
08:00Dari ekonomi nasional
08:03Kebijakan pemerintah sangat berpengaruh terhadap kinerja IHSG
08:06Tapi kalau kita balik lagi ke rupiah
08:08Pak Edy
08:10Kalau kita lihat trennya
08:12Selama beberapa bulan terakhir
08:14Ini memang terus turun begitu IHSG
08:17Seiring rupiah juga yang terus terjun
08:19Dan berulang kali menempati level terlemas panjang sejarah
08:22Kalau bisa dijelaskan
08:24Kaitannya dari awal tahun ini saja
08:27Pelemahan rupiah dengan juga IHSG
08:29Ini sama-sama turun Pak Edy
08:32Oke rupiah saya ambil dari tahun lalu ya
08:35Kalau tidak salah
08:36Harusnya sudah turunnya sekitar 8 persenan ya
08:38Kalau IHSG sendiri
08:40Kita harus berpikir yang lebih panjang lagi secara kronologis ya
08:43IHSG di tahun 2025 itu
08:46Sempat turun ke angka ternah di 5.882
08:49Karena apa?
08:50Karena ada pernyataan
08:52Kenaikan tarif dari Donald Trump ya
08:55Untuk semua negara seperti itu
08:57Kita kena tantrum, panik
09:01IHSG sampai turun ke 5.882
09:04Tapi setelah turun itu
09:05Karena memang misalnya penyakitnya hanya di perang tarif
09:08IHSG kemudian menguat hampir 60%
09:11Sampai Juni tanggal 10
09:12Eh sorry
09:13Januari tanggal 10 2026
09:15Ke level tertinggi sepanjang sejarah
09:17Di 9.174
09:19Setelah itu
09:21Muncullah MSCI
09:23Event
09:24Kemudian muncul lagi tanggal 28 Februari
09:26Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran
09:29Kondisinya di perburuk oleh itu
09:32Dan kondisi ini juga sangat menekan rupiah
09:35Kenapa?
09:36Karena ketika perang terjadi
09:38Tiba-tiba harga minyak yang kita patok di APBN
09:41Itu di 70 dolar per barrel
09:43Tiba-tiba naik
09:44Sampai 120 seperti itu
09:46Dan kondisi IHSG sendiri
09:48Dari awal tahun sudah turun 31%
09:51Sementara dari level tertingginya sudah turun hampir 36%
09:54Oke baik
09:55Pak Yadis selain pelemahan rupiah
09:57Ini seberapa besar rumor terkait laporan pemeringkat S&P Global Rating yang menggoyang IHSG
10:03Kita bahas susah jeda Pak
10:04Tetap bersama kami di Kompas Bisnis
10:31Kita lanjutkan pembincangan dengan Edi Planasidi
10:34Founder Indonesia Super Stocks Community
10:35Pak Yadis selain soal rupiah
10:37Ada juga soal beredarnya rumor terkait laporan pemeringkat S&P
10:41Global Rating ada juga soal Moody's yang memberikan outlook negatif
10:45Terhadap dan antara investment management
10:47Sejauh mana hal ini ataupun rumor ini
10:50Dan juga berita ini informasi ini berpengaruh terhadap IHSG
10:53Dan juga membuat kepanikan pasar
10:56Oke yang pertama yang harus kita bahas tentunya adalah rumors atau hoax
11:00Hoax yang dilancarkan atau diviralkan sama orang-orang yang kayaknya ingin sangat mempengaruhi sentimen berinvestasi di Indonesia
11:07Itu hoax kalau misalnya jadi terjadi ya
11:10Artinya kalau misalnya Indonesia jadi frontier market
11:14Terutama dari MSCI ya itu hoaxnya kemarin sangat hebat sekali
11:18Viral sekali sehingga semua orang takut kenapa
11:20Karena kalau misalnya dari emerging market kemudian kita downgrade ke frontier market
11:27Artinya ya asing semua keluar dari Indonesia
11:29Walaupun kita pernah sebetulnya jadi frontier market di 97-98 ya kalau nggak salah
11:35Setelah krisis kemudian kita membaik kembali di jamannya siapa
11:40Pak Habibie dengan PSBY ya seperti itu kalau nggak salah
11:44Dan kemudian kalau misalnya berpikir frontier market kan artinya kita di bawah emerging market
11:52Dan kondisi ini yang membuat kepanikan
11:54Dan ternyata MSCI sampai hari ini pun tidak pernah mengemukakan bahwa Indonesia masuk frontier market
12:03Tetap di emerging market walaupun sejumlah saham Indonesia dikeluarkan dari daftar investable-nya MSCI
12:09Yang kedua tentang misalnya dana antara investment management yang diberikan outlook negatif
12:15Ya itu memang secara praktikal ya memang harus outlook negatif
12:19Kenapa?
12:20Karena Moody sebelumnya sudah memberikan outlook negatif untuk utang pemerintah
12:25Jadi apapun yang terjadi dengan misalnya BUMN ketika mengeluarkan bonds
12:30Atau misalnya mengeluarkan surat berharga lainnya ya tetap mengikuti outlook dari sovereign ratingnya pemerintah
12:38Sovereign outlooknya pemerintah
12:40Kalau misalnya sovereign outlooknya pemerintah misalnya utangnya itu negatif maka di bawahnya tidak boleh melebihi dari negara
12:48Seperti itu
12:49Jadi itu kondisi yang buat saya seharusnya normal-normal saja dalam kondisi bahwa ketika outlook utang kita itu negatif dari
12:57Moody's maupun Fitch ratings
12:58Tapi standard and poor belum memberikan outlook negatif mereka masih memberikan positif dan stable untuk ratingnya
13:05Jadi ketika Moody's kemudian memberikan outlook negatif untuk dana antara ya sesuai dengan outlooknya pemerintah
13:13Seperti itu Mas Yan
13:15Jadi tidak boleh BUMN yang melebihi outlooknya pemerintah
13:20Ataupun misalnya perusahaan lainnya termasuk misalnya perusahaan swasta pun seperti itu
13:24Harusnya kenapa?
13:25Karena perusahaan swasta maupun bank-bank swasta juga mempunyai SBN-nya pemerintah
13:30Ketika SBN-nya pemerintah dibilang outlooknya negatif maka semua ikutan negatif
13:35Oke artinya jangan sampai hal ini membuat panik pasar begitu
13:39Hal yang dikandung oleh Moody's terkait dengan outlook di dana antara investment management
13:44Ada hal yang umrah karena memang sebelumnya juga Himbara juga dilakukan outlook yang sama
13:49Karena Moody's melakukan outlook terhadap rating utang di Indonesia
13:53Terima kasih Pak Edi Pernasidi, founder Indonesia Supertalk Community
13:57Atas penjelasannya bersama kami di Kompas Bisnis, Pak sehat selalu
14:01Alhamdulillah, terima kasih Mas Yan, selamat-samat
Komentar