Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG mengalami tekanan hebat pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. IHSG ditutup anjlok lebih dari 4 persen dan menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir.

Sejumlah sentimen negatif datang secara bersamaan dan menekan kepercayaan investor, baik institusional maupun ritel. Mulai dari pelemahan nilai tukar rupiah yang nyaris menembus Rp18.000 per dolar Amerika Serikat, rumor mengenai potensi proyeksi negatif terhadap stabilitas ekonomi Indonesia oleh lembaga pemeringkat internasional, hingga outlook negatif yang diberikan Moody's terhadap Danantara Investment Management.

Mengutip RTI Business, IHSG ditutup melemah 254,3 poin atau 4,11 persen. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 69 saham menguat, sementara 692 saham melemah dan 54 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp25,1 triliun dengan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia sebesar Rp10.478 triliun.

Dari sisi sektoral, seluruh indeks kompak berada di zona merah. Sektor barang baku menjadi penekan utama dengan pelemahan 9,05 persen, disusul sektor energi yang turun 5,61 persen, infrastruktur 5,05 persen, kesehatan 4,36 persen, industri 3,54 persen, serta properti dan keuangan yang masing-masing turun 3,48 persen dan 1,76 persen.

Tekanan juga datang dari arus modal asing. Pada perdagangan kemarin, investor asing tercatat melakukan jual bersih atau net sell hampir Rp1 triliun. Bahkan dalam sepekan terakhir, dana asing yang keluar dari pasar saham Indonesia mencapai Rp14,04 triliun.

Lalu, apa yang sebenarnya terjadi di pasar keuangan hingga membuat IHSG jatuh lebih dari 4 persen dalam sehari? Seberapa besar pelemahan rupiah yang kini mendekati Rp18.000 per dolar AS memengaruhi sentimen investor dan pergerakan pasar saham nasional?

Kita akan membahasnya bersama Founder Indonesia Superstocks Community, Edhi Pranasidhi.

Baca Juga Perajin Tempe Tertekan, Harga Kedelai Tembus Rp11.300 per Kilogram | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/nasional/672786/perajin-tempe-tertekan-harga-kedelai-tembus-rp11-300-per-kilogram-sapa-siang

#rupiah #ihsg #ekonomi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/ekonomi/672797/full-nilai-tukar-rupiah-nyaris-tembus-18-000-per-dolar-as-ihsg-ambles-4-11-persen
Transkrip
00:03Intro
00:04Saatnya Anda menyaksikan Kompas Bisnis Saudara
00:07Pada perdagangan kemarin, Rabu 3 Juni 2026, IHSG rontok lebih dari 4%
00:11Anjloknya IHSG menyentuh level terlemah selama 5 tahun terakhir
00:18Sejumlah sentimen secara bersamaan menekan investor, baik institusional maupun retail
00:23Mulai dari pelemahan rupiah yang nyaris menyentuh
00:25Maksud kami yang sudah menyentuh 18.000 rupiah per dolar Amerika Serikat
00:29Yang memperkuat tekanan terhadap pasar keuangan domestik
00:32Rumor soal S&P yang diduga akan memuat proyeksi negatif terhadap stabilitas ekonomi nasional
00:38Hingga lembaga pemeringkat internasional MUDIS yang memberikan outlook negatif
00:42Kepada dan antara investment management
00:44Menteri Keuangan Purbaya Yudhisa Dewa juga sepakat bahwa banyaknya rumor di dalam negeri
00:49Ini menyebabkan IHSG amblas
00:53Kenapa IHSG-nya bisa hari ini ambuk?
00:56Gak hampir 5% Pak
00:57Karena banyak isu-isu negatif yang jatuh cuma kita sendiri
01:04Kalau gak salah sama Cina
01:06Yang lain
01:07Jadi saya pikir banyak rumor di dalam negeri
01:11Yang pasti ketika S&P datang ke sini ada rumor S&P akan mendowngrade
01:15Padahal saya baru mau ketemu nanti malam
01:19Sama S&P
01:22Kalau melihat kondisi fiskal kita
01:25Saya sih gak ada masalah
01:27Jika mengutip dari RTI Bisnis pada penutupan perdagangan kemarin
01:32Saudara IHSG anjelok 254,3 poin atau sebesar 4,11%
01:37Pergerakan IHSG sepanjang hari diwarnai oleh 69 saham menguat
01:41692 melemah dan 54 saham stagnan
01:45Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar 10.478 triliun rupiah
01:51Aktivitas perdagangan di Bursa terbilang aktif dengan nilai jual beli saham tercatat mencapai 25,1 triliun rupiah
02:05Sementara dari sisi sektor roh
02:07Performa indeks kompak melemah dengan sektor barang baku menjadi penekan utama pelemahan IHSG dengan 9,05%
02:14Dilanjutkan dengan sektor energi yang ambles 5,61%
02:18Sektor infrastruktur turun 5,05%
02:21Sektor kesehatan anjelok 4,36%
02:24Sektor industri turun 3,54%
02:28Dan properti dan keuangan masing-masing turun 3,48% dan 1,76%
02:40Sementara dalam sehari pada penutupan perdagangan 3 Juni 2026
02:44Terpantau asing keluar sebesar 993 miliar rupiah
02:48Dan jika ditarik lebih jauh lagi selama sepekan terakhir
02:51Aksi jual asing sangat drast keluar dari pasar saham Indonesia sebesar 14,04%
03:04Di sisi lain saudara rupiah yang terus melemah menyentuh level psikologis 18 ribu terhadap dolar AS
03:10Pelemahan rupiah diduga jadi salah satu pemberat kiner JHSG
03:17Rupiah makin tak berdaya melawan dolar AS
03:20Data dari Google Finance pada pagi ini rupiah diperdagangkan di atas level 18 ribu rupiah per dolar AS
03:27Untuk pertama kalinya
03:29Sementara dari data JISDOR Bank Indonesia terpantau terakhir rupiah berada di level 17.931
03:35Pelemahan terus terjadi diduga karena akumulasi sentimen eksternal
03:39Tensi geopolitik, penutupan selat hormus
03:41Serta faktor domestik, koordinasi moneter dan juga fiskal
03:50Pantauan nilai tukar rupiah per dolar AS di pasar spot terakhir ditutup di level 17.942
03:56Melemah 0,71% atau 127 poin dari hari sebelumnya di angka 17.839
04:04Sementara pada 28 hingga 29 Mei rupiah masih berada di level 17.846 dan 17.881
04:13Dan sempat menguat tipis di 1 Juni di angka 17.803 per dolar AS
04:23Apa yang terjadi di pasar saham pada perdagangan Rabu 3 Juni 2026
04:28Yang membuat IHSG Anjlok lebih dari 4%
04:31Seberapa besar pelemahan rupiah yang kini tembus 18.000 rupiah per dolar AS
04:35Memperberat laju IHSG
04:38Kita bahas bersama Edi Pranasi di Founder Indonesia Superstock Community
04:42Pak Edi selamat pagi
04:45Halo selamat pagi Mas Ian, apa kabar?
04:47Kabar baik
04:48Pak Edi kalau kita melihat sebelumnya banyak sentimen yang diduga menjadi pemberat kinerja IHSG kemarin
04:54Kita mulai dari rupiah dulu Pak Edi
04:56Seberapa besar pelemahan rupiah yang telah menembus 18.000 per dolar AS
05:02Membebani kinerja IHSG hingga mencapai level terlemah selama 5 tahun terakhir
05:07Oke
05:09IHSG dan juga rupiah ya
05:11Kalau misalnya rupiah melemah di 18.000
05:14Ada dua hal yang harus kita perhatikan
05:16Satu, apa benefit dan apa resikonya
05:20Jika untuk benefit, maka benefitnya itu akan mengarah kepada perusahaan-perusahaan eksportir ya
05:26Artinya mereka-mereka yang mengeksport barangnya tentunya dengan rupiah yang lebih rendah
05:32Atau misalnya dolar yang lebih tinggi dari rupiah
05:34Maka harga barang mereka itu lebih kompetitif di luar
05:38Dan itu juga membuat earnings mereka dalam USD tentunya lebih tinggi dari sebelumnya
05:44Namun kalau untuk yang perusahaan-perusahaan yang importer
05:48Terutama karena Indonesia itu impor hampir semua barang
05:52Makanya ini akan sangat berpengaruh kepada IHSG
05:55Karena pengelemahan rupiah ini akan membuat inflasi dari barang-barang impor
06:02Atau imported inflation seperti itu
06:05Ini juga salah satu dampak yang kemarin kita rasakan
06:08Kenapa inflasi di bulan Mei juga naik sampai 3,08% year on year
06:13Seperti itu Mas Yan
06:14Jadi kondisinya kepada IHSG tentunya
06:17Ada semacam profit warnings atau revenue warnings
06:22Untuk perusahaan-perusahaan yang misalnya
06:24Terus terang sangat bergantung kepada satu
06:27Impor barang yang bahan baku terutama ya
06:31Seperti misalnya gandum atau tepung terigu
06:34Atau misalnya seperti BBM seperti itu ya
06:38Kemudian yang kedua adalah perusahaan-perusahaan yang punya
06:40Saisable foreign debt
06:42Ini perusahaan-perusahaan yang katakanlah mempunyai hutang USD yang cukup besar
06:47Dan ini tentunya akan sangat memberatkan
06:51Pembayaran hutang mereka dalam USD
06:52Kemudian yang ketiga
06:54Yang paling misalnya harus kita tengarai
06:58Ini kenapa faktornya
07:00Sarkai rupiah melemah
07:01Tentunya ada sesuatu yang harus kita bicarakan secara baik-baik
07:06Terutama pemerintah
07:08Kalau misalnya mengatakan fiskal baik-baik saja
07:11Kemudian projection untuk setahun ini atau tahun depan
07:15Bagaimana apakah kita masih tergantung kepada perang Iran
07:18Kalau misalnya perang Iran selesai
07:21Kemudian harga minyak turun
07:22Ketika harga minyak turun
07:24Maka imported
07:25Sorry cost untuk membeli
07:27Import minyak mungkin turun juga
07:29Maka rupiah akan membaik seperti itu
07:31Atau kita memperbaiki diri
07:33Dengan lebih misalnya katakanlah
07:35Menggunakan produk dalam negeri yang lebih banyak
07:38Daripada misalnya kita import
07:40Dan itu akan harus dimulai lagi
07:42Dari yang sifatnya
07:45Bisa dari setengah barang jadi
07:48Atau seperti apa
07:49Ya itu yang harus dilakukan oleh pemerintah
07:51Kebijakan-kebijakan pemerintah saat ini
07:53Sangat-sangat berpengaruh kepada IHSG
07:57Kenapa?
07:58Karena IHSG ini adalah cermin
08:00Dari ekonomi nasional
08:03Kebijakan pemerintah sangat berpengaruh terhadap kinerja IHSG
08:06Tapi kalau kita balik lagi ke rupiah
08:08Pak Edy
08:10Kalau kita lihat trennya
08:12Selama beberapa bulan terakhir
08:14Ini memang terus turun begitu IHSG
08:17Seiring rupiah juga yang terus terjun
08:19Dan berulang kali menempati level terlemas panjang sejarah
08:22Kalau bisa dijelaskan
08:24Kaitannya dari awal tahun ini saja
08:27Pelemahan rupiah dengan juga IHSG
08:29Ini sama-sama turun Pak Edy
08:32Oke rupiah saya ambil dari tahun lalu ya
08:35Kalau tidak salah
08:36Harusnya sudah turunnya sekitar 8 persenan ya
08:38Kalau IHSG sendiri
08:40Kita harus berpikir yang lebih panjang lagi secara kronologis ya
08:43IHSG di tahun 2025 itu
08:46Sempat turun ke angka ternah di 5.882
08:49Karena apa?
08:50Karena ada pernyataan
08:52Kenaikan tarif dari Donald Trump ya
08:55Untuk semua negara seperti itu
08:57Kita kena tantrum, panik
09:01IHSG sampai turun ke 5.882
09:04Tapi setelah turun itu
09:05Karena memang misalnya penyakitnya hanya di perang tarif
09:08IHSG kemudian menguat hampir 60%
09:11Sampai Juni tanggal 10
09:12Eh sorry
09:13Januari tanggal 10 2026
09:15Ke level tertinggi sepanjang sejarah
09:17Di 9.174
09:19Setelah itu
09:21Muncullah MSCI
09:23Event
09:24Kemudian muncul lagi tanggal 28 Februari
09:26Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran
09:29Kondisinya di perburuk oleh itu
09:32Dan kondisi ini juga sangat menekan rupiah
09:35Kenapa?
09:36Karena ketika perang terjadi
09:38Tiba-tiba harga minyak yang kita patok di APBN
09:41Itu di 70 dolar per barrel
09:43Tiba-tiba naik
09:44Sampai 120 seperti itu
09:46Dan kondisi IHSG sendiri
09:48Dari awal tahun sudah turun 31%
09:51Sementara dari level tertingginya sudah turun hampir 36%
09:54Oke baik
09:55Pak Yadis selain pelemahan rupiah
09:57Ini seberapa besar rumor terkait laporan pemeringkat S&P Global Rating yang menggoyang IHSG
10:03Kita bahas susah jeda Pak
10:04Tetap bersama kami di Kompas Bisnis
10:31Kita lanjutkan pembincangan dengan Edi Planasidi
10:34Founder Indonesia Super Stocks Community
10:35Pak Yadis selain soal rupiah
10:37Ada juga soal beredarnya rumor terkait laporan pemeringkat S&P
10:41Global Rating ada juga soal Moody's yang memberikan outlook negatif
10:45Terhadap dan antara investment management
10:47Sejauh mana hal ini ataupun rumor ini
10:50Dan juga berita ini informasi ini berpengaruh terhadap IHSG
10:53Dan juga membuat kepanikan pasar
10:56Oke yang pertama yang harus kita bahas tentunya adalah rumors atau hoax
11:00Hoax yang dilancarkan atau diviralkan sama orang-orang yang kayaknya ingin sangat mempengaruhi sentimen berinvestasi di Indonesia
11:07Itu hoax kalau misalnya jadi terjadi ya
11:10Artinya kalau misalnya Indonesia jadi frontier market
11:14Terutama dari MSCI ya itu hoaxnya kemarin sangat hebat sekali
11:18Viral sekali sehingga semua orang takut kenapa
11:20Karena kalau misalnya dari emerging market kemudian kita downgrade ke frontier market
11:27Artinya ya asing semua keluar dari Indonesia
11:29Walaupun kita pernah sebetulnya jadi frontier market di 97-98 ya kalau nggak salah
11:35Setelah krisis kemudian kita membaik kembali di jamannya siapa
11:40Pak Habibie dengan PSBY ya seperti itu kalau nggak salah
11:44Dan kemudian kalau misalnya berpikir frontier market kan artinya kita di bawah emerging market
11:52Dan kondisi ini yang membuat kepanikan
11:54Dan ternyata MSCI sampai hari ini pun tidak pernah mengemukakan bahwa Indonesia masuk frontier market
12:03Tetap di emerging market walaupun sejumlah saham Indonesia dikeluarkan dari daftar investable-nya MSCI
12:09Yang kedua tentang misalnya dana antara investment management yang diberikan outlook negatif
12:15Ya itu memang secara praktikal ya memang harus outlook negatif
12:19Kenapa?
12:20Karena Moody sebelumnya sudah memberikan outlook negatif untuk utang pemerintah
12:25Jadi apapun yang terjadi dengan misalnya BUMN ketika mengeluarkan bonds
12:30Atau misalnya mengeluarkan surat berharga lainnya ya tetap mengikuti outlook dari sovereign ratingnya pemerintah
12:38Sovereign outlooknya pemerintah
12:40Kalau misalnya sovereign outlooknya pemerintah misalnya utangnya itu negatif maka di bawahnya tidak boleh melebihi dari negara
12:48Seperti itu
12:49Jadi itu kondisi yang buat saya seharusnya normal-normal saja dalam kondisi bahwa ketika outlook utang kita itu negatif dari
12:57Moody's maupun Fitch ratings
12:58Tapi standard and poor belum memberikan outlook negatif mereka masih memberikan positif dan stable untuk ratingnya
13:05Jadi ketika Moody's kemudian memberikan outlook negatif untuk dana antara ya sesuai dengan outlooknya pemerintah
13:13Seperti itu Mas Yan
13:15Jadi tidak boleh BUMN yang melebihi outlooknya pemerintah
13:20Ataupun misalnya perusahaan lainnya termasuk misalnya perusahaan swasta pun seperti itu
13:24Harusnya kenapa?
13:25Karena perusahaan swasta maupun bank-bank swasta juga mempunyai SBN-nya pemerintah
13:30Ketika SBN-nya pemerintah dibilang outlooknya negatif maka semua ikutan negatif
13:35Oke artinya jangan sampai hal ini membuat panik pasar begitu
13:39Hal yang dikandung oleh Moody's terkait dengan outlook di dana antara investment management
13:44Ada hal yang umrah karena memang sebelumnya juga Himbara juga dilakukan outlook yang sama
13:49Karena Moody's melakukan outlook terhadap rating utang di Indonesia
13:53Terima kasih Pak Edi Pernasidi, founder Indonesia Supertalk Community
13:57Atas penjelasannya bersama kami di Kompas Bisnis, Pak sehat selalu
14:01Alhamdulillah, terima kasih Mas Yan, selamat-samat
Komentar

Dianjurkan