00:01Kejaksaan Agung akhirnya menahan mantan Kepala Badan Gisi Nasional BGN, Dadan Hindayana,
00:06usai ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi penyimpangan, tata kola, program makan beriksi gratis.
00:13Tak hanya Dadan, dua mantan wakil Kepala BGN, Reduwik Pusung dan Soni Sonjaya, juga tak lepas dari pertahanan Kejagung.
00:22Sebelum jadi tersangka kasus korupsi, ketiganya baru saja dicopot Presiden Prabowo Sobianto.
00:28Menurut Kejagung, MBG harusnya dikelola yayasan pada setiap sekolah.
00:31Namun banyak yayasan yang ditunjuk jadi mitra dan digunakan untuk sarana kejahatan terafiliasi dengan pejabat BGN.
00:39Bahwa program MBG tersebut seharusnya dikelola oleh yayasan-yayasan pada setiap sekolah.
00:45Namun pada faktanya, yayasan-yayasan yang ditunjuk sebagai mitra SPPG merupakan yayasan yang dijadikan sarana
00:53untuk kejahatan dan terafiliasi dengan pejabat atau pegawai BGN yang tidak boleh syarat untuk menjadi mitra SPPG.
01:04Namun tetap ditunjuk dengan cara dilakukan pengaturan verifikasi pada portal mitra BGN
01:10dengan adanya atensi dari persangkaan.
01:16Dan yayasan-yayasan tersebut mendapatkan insentif miliaran rupiah setiap hari.
01:28Dan yayasan-yayasan tersebut terafiliasi diantara yang dimiliki oleh saudara DH, saudara SS, dan saudara LP.
01:38Kantor staf presiden tak membantah banyak laporan soal masalah di Badan Gizi Nasional BGN.
01:43Di antaranya dugaan praktik jual-beli titik satuan pelayanan pengenuhan gizi SPPG
01:48atau dapur makan pada gizi gratis.
01:51Kepala staf presidenan Dudung Abdul Rahman bilang,
01:54Tanya pihaknya, tapi banyak informasi yang didapat presiden Prabowo terkait permasalahan MBG.
02:00Soal pengelolaan BGN Dudung menyebut,
02:02presiden ingin tidak ada penyimpangan apapun dalam pelaksanaan MBG.
02:06Sebelumnya kan kalau nggak salah Pak Redung juga sempat menemukan bahwa di lapangan
02:09ada terjadi praktik semacam jual-beli titik dapur gitu.
02:13Apakah ini yang kemudian menjadi dasar dari presiden kemudian mencopot Badan Gizi?
02:18Ya kemungkinan besar seperti itu, banyaklah informasi-informasi beliau.
02:22Saya rasa ke presiden yang nyampe bukan tidak serta-merta dari temuan saya di lapangan,
02:28tetapi dari banyak sumber lah.
02:31Kalau saya kan dulu sudah sebulan yang lalu mungkin saya sidak ke lapangan,
02:36ada hal-hal ketimpangan, tapi yang baik juga banyak.
02:42Tapi presiden inginnya sempurna bahwa semua itu tidak ada,
02:46terjadi sedikitpun ada yang menyimpang dari program beliau.
02:50Karena ini, itu tadi saya katakan ini uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat.
02:54Izin penegasan berudung berarti itu kemudian salah satu faktor yang kemudian
02:58Bapak Presiden dalam hal ini mengevaluasi kepala BGN gitu?
03:01Ya, salah satu faktornya itu.
03:02Pak, artinya rencana pembayaran ini sudah lama kalau tidak masuk?
03:07Saya yakin sudah direncanakan.
03:09Sudah lama?
03:12Kini pimpinan Badan Gizi Nasional sudah berganti,
03:15dan Nikas Dayang yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala BGN,
03:19ditujuk presiden menjadi kepala BGN.
03:22Kemudian, wakil kepala BGN bidang operasional,
03:25Soni Sanjaya, digantikan Agustina Arumsari,
03:29yang sebelumnya menjabat sebagai wakil kepala BPKP.
03:32Wakil kepala BGN bidang pengambangan organisasi dan hubungan kelembagaan,
03:36Berwik Pusung, digantikan Majen Trenggondo,
03:40seorang peluat tinggi TNI Angkatan Darat yang sebelum menjabat sebagai wakil direktur utama PT Agrinas Pangan Santara.
03:46Usai terungkapnya korupsi eks-kepala BGN,
03:49Dadan Hindayana, dan dua mantan wakilnya,
03:52Istana meminta pimpinan BGN yang memperbaiki tata kelola,
03:55serta meningkatkan koordinasi antar lembaga dalam pelaksanaan program MPG.
04:01Tim Liputan, Kompas TV
04:08Saudara Kejaksaan Agung mengungkap,
04:10mantan kepala BGN, Dadan Hindayana, dan dua mantan wakilnya,
04:14diduga mengatur pembentukan yayasan SPPG untuk terafiliasi dengan mereka.
04:19Soal modus seperti ini, apakah memang selalu jadi celah korupsi?
04:24Kita akan diskusikan bersama dengan peneliti Pusat Kajian Antikorupsi Universitas Gajah Mada,
04:28Bung Zainur Rohman, melalui sambungan daring.
04:30Selamat pagi, Assalamualaikum Bung Zainur.
04:34Selamat pagi, Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh.
04:37Yang pertanyaan saya pertama adalah begini,
04:40mengapa kemudian setelah 24 jam, belum sampai 24 jam dicopot,
04:46barulah kemudian Kejaksaan Agung mencokok dari Dandan Hindayana?
04:50Apa yang menjadi penyebabnya?
04:54Ya saya simp lihat ini pasti ada komunikasi ya di antara para pejabat di pemerintah
05:00soal apa yang terjadi berlangsung di Kejaksaan,
05:05soal apa yang terjadi di lingkaran istana terhadap BGN,
05:11sehingga koordinasi-koordinasi yang dilakukan itu menghasilkan keputusan pencopotan
05:16dan kemudian diikuti dengan proses hukum.
05:18Kalau misalnya ini diawali dari tangkap tangan,
05:21tentu biasanya tidak sempat untuk mencopot terlebih dahulu.
05:24Tetapi kan ini adalah satu case building yang dilakukan oleh pihak Kejaksaan Agung
05:28sehingga memberi waktu kepada Presiden untuk melakukan pencopotan terhadap
05:34para pimpinan BGN ini dan kemudian baru diikuti oleh proses penegakan hukum
05:40oleh pihak Kejaksaan Agung dengan menetapkan tiga orang ini sebagai tersangka, Mbak.
05:45Oke, jadi itu memang menjadi satu alasan ya begitu ya,
05:48kenapa menjadi pertanyaan juga di masyarakat.
05:51Kenapa dicopot dulu baru kemudian ditahan oleh Kejaksaan Agung?
05:55Nah, yang juga kemudian menjadi pertanyaan adalah begini,
06:00cukup mengejutkan ya ketika Kejagung mengatakan
06:03yayasan SPPG yang terafiliasi oleh dadan CS ini diduga menerima insentif
06:10besarannya tidak tanggung-tanggung miliaran rupiah perharinya.
06:15Bagaimana ini bisa menjadi celah atau modus yang dilakukan oleh pimpinan
06:21atau penguasa di badan gizi nasional untuk bisa melakukan celah korupsi di sana?
06:31Ya, sebenarnya prinsip dasarnya adalah seorang penyelenggara negara,
06:35seorang pejabat itu tidak boleh turut serta di dalam pemborongan,
06:41di dalam satu proyek, di dalam satu program sebagai peserta.
06:45Kenapa? Kan dia adalah seorang regulator.
06:47Masa ikut menjadi pemain?
06:49Sekaligus wasit, sekaligus pemain, mungkin juga sekaligus supporter, dan seterusnya.
06:52Itu menimbulkan apa yang biasa disebut sebagai konflik kepentingan.
06:57Konflik kepentingan itu ketika seorang pejabat di dalam mengambil keputusan publik
07:02dipengaruhi oleh intres pribadi.
07:05Nah, ini diduga para pejabat di BGN ini memiliki berbagai yayasan mitra
07:13yang menjalankan SPPG.
07:16Nah, itu tidak diatasnamakan sendiri, Mbak.
07:18Itu mudah sekali menggunakan nomine gitu ya, diatasnamakan orang lain,
07:22tetapi sebenarnya peserta pengendalinnya dan juga penerima manfaatnya adalah mereka-mereka ini.
07:28Nah, yang nomor dua adalah menurut saya catatan penting.
07:32Diduga di dalam menetapkan mitra-mitra SPPG ini,
07:37ini tidak sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku.
07:41Jadi ada portal ya, portal di BGN untuk melakukan verifikasi,
07:46untuk melakukan persetujuan dan penetapan yayasan-yayasan mitra SPPG ini.
07:51Nah, itu dari pihak Kejaksaan Agung mengatakan ada atensi-atensi khusus dari pejabat BGN.
07:58Ya, berarti sama ketika terkait dengan yayasan-yayasan yang terafili.
08:05Tidak menutup kemungkinan yang terkait dengan yayasan-yayasan mitra kolega-kolega mereka,
08:13di jaring mereka, yang mereka mayoritas adalah para politisi,
08:16bisa jadi itu juga yang menjadi bagian dari masalah.
08:18Sehingga kan kemudian Kejaksaan Agung mengatakan ada permainan di dalam portal BGN
08:26untuk verifikasi mitra-mitra SPPG tersebut, Mbak.
08:30Oke, nah ini juga menjadi pertanyaan saya selanjutnya.
08:34Apa yang membuat para pemimpin, mantan pemimpin-pemimpin BGN ini
08:39begitu percaya diri dengan bisa melakukan modus-modus semacam ini,
08:44tidak akan terendus.
08:45Walaupun kita tahu di paket sebelumnya sudah mengatakan,
08:48Pak Dudung mengatakan bahwa sudah menerima laporan-laporan soal BGN.
08:54Percaya apa yang bisa membuat pimpinan atau mantan pimpinan BGN ini
08:59begitu sekali percaya diri untuk bisa melakukan celah-celah korupsi ini?
09:07Yang pertama saya lihat ini adalah program strategis nasional
09:11andalan Presiden Prabowo.
09:12Ini mungkin mereka merasa diri sebagai orang yang tidak akan tersentuh,
09:19akan dibilikan perlindungan, sehingga kemudian tanpa ada tataklah yang baik di BGN
09:25ya mereka melakukan berbagai kebijakan-kebijakan yang melampaui batas.
09:30Eh ternyata karena mungkin sudah keterlaluan, ya diproses hukum juga oleh kejaksaan agung.
09:34Nah ini harus menjadi pelajaran juga untuk semua pejabat.
09:39Jangan sok merasa sedang berada di lingkiran kekuasaan.
09:42Ya bahkan ketika masih berada satu perahu dengan yang berkuasa pun,
09:47Anda bisa di...
09:52proses hukum kalau melakukan perbuatan pimpinan.
09:55Apalagi nanti kalau kekuasaan sudah berganti.
10:00Kalau kekuasaan sudah berganti dan belum memasukkan masalah luarsa,
10:03Anda bisa melakukan hukum di periode jabatan negara, Mbak.
10:08Oke, Bung Zainur Rahman.
10:12Aduh sayang sekali, tampaknya komunikasi kita sedikit terganggu sinyal yang tidak stabil.
10:19Bung Zainur Rahman bisa mendengar suara Adistri di studio kembali?
10:24Bisa Mbak Adistri dengan jelas Mbak.
10:26Oke, jadi tidak ada satu pun yang untouchable.
10:33Apalagi ini merupakan program prioritas dari Presiden Prabowo Subianto
10:38yang seharusnya bisa dilakukan atau dikerjakan secara betul-betul serius dan juga amanah.
10:45Karena ini uang rakyat dan akan kembali lagi kepada rakyat.
10:49Nah, kalau kita lihat Bung Zainur Rahman,
10:51Pukat UGM juga kan kalau tidak salah ya,
10:53pernah menuntut dalam tanda kutip evaluasi tata kelola anggaran terkait dengan MBG.
10:58Nah, bisa diuraikan kembali sebenarnya.
11:00Titik-titik mana saja yang kemudian berpotensi bocor
11:03dan bisa diusut dalam dugaan korupsi ini?
11:09Tentu yang pertama itu di level kebijakannya di BGN ya.
11:13BGN ini adalah sebuah lembaga baru,
11:17masih bayi, seumur jagung,
11:18diberikan tugas melakukan pengelolaan anggaran 268 triliun rupiah.
11:24Hampir 10% APBN.
11:26Apakah lembaga baru ini siap?
11:29Kalau menurut kajian berbagai pihak,
11:31termasuk yang dilakukan terakhir oleh KPK,
11:33menggunakan Corruption Risk Assessment,
11:35BGN tidak siap untuk mengelola.
11:37Kenapa?
11:38Karena BGN belum diberikan sebagai perang,
11:44sebagai sistem dengan berbagai regulasi,
11:47tata kelola yang dapat menjaga terjadinya korupsi.
11:50Sehingga ini kejadian dipersoalkan oleh kejaksaan
11:53di dalam proyek pengadaan barang dan jasa.
11:56Misalnya untuk motor listrik ya,
11:58itu ada kemudian ada tablet,
12:00ada televisi,
12:01ada sepatu, kaos kaki, dan seterusnya ya.
12:04Di sana kejaksaan menyangka bahwa
12:07telah terjadi permainan di dalam markanya,
12:10direkaya set tidak sesuai dengan kebutuhan,
12:12digunjungkan harganya,
12:13vendornya juga mencurigakan,
12:15vendor baru tiba-tiba kemudian bisa memenangkan,
12:17dan seterusnya.
12:18Itu yang pertama, Mbak.
12:19Yang kedua tentu di level penetapan mitra-mitra SPPG.
12:22Ini diduga dijual-belikan titik-titiknya.
12:25Dan yang ketiga,
12:26yang kemungkinan terjadi adalah fraud-fraud di level SPPG-nya.
12:30Nah, ini belum sama sekali dibahas.
12:32Yang baru kita bahas baru di level BGN-nya.
12:35Bagaimana dengan level pelaksana gitu ya?
12:37Karena memang pemerintah BGN itu sepertinya ingin cut off.
12:41Keuangan negaranya itu dipertanggungjawabkan oleh BGN
12:44hanya sampai ketika di-transfer ke SPPG.
12:47Setelah oleh yayasan itu menjadi tanggungjawab dari yayasan.
12:50Padahal kan juga potensi fraud-fraudnya sangat tinggi.
12:55Makanan, underspec, ya.
12:57Kemudian ada banyak...
13:00Begitu, Mbak Adisti.
13:01Oke, nah ini yang kemudian itu artinya
13:03yang menjadi catatan dari Bung Zainur Rahman
13:05jangan sampai kemudian ini hanya berhenti
13:07di tiga mantan pemimpin dari BGN saja.
13:12Ada dugaan marka panggaran yang juga disinggung ke jagung
13:15soal pengadaan ribuan motor listrik,
13:18kemudian juga ada ribuan juga pasang sepatu.
13:21Nah, termasuk juga tadi Anda sebutkan
13:22soal tidak hanya ini berhenti di level mitra SPPG,
13:25tapi kemudian pengadaan di bawahnya juga
13:28mestinya harus benar-benar dibersihkan dalam tanda kutip.
13:32Nah, dari poin-poin tersebut,
13:34tiga poin krusial yang harus menjadi atensi
13:37Kejaksaan Agung dalam proses penyidikan ini
13:40kalau dari Bung Zainur Rahman ini seperti apa?
13:43Termasuk juga ke depannya
13:45di bawah kepemimpinan dari Nani SD yang singkat saja.
13:53Yang pertama, bekerjasamalah dengan PPATK
13:57untuk melakukan penelusuran aliran dana.
14:00Yang kedua, BGN hentikan sementara
14:03segala macam bentuk pengadaan non-pangan.
14:06Jangan adakan itu untuk motor listrik,
14:09barang-barang yang tidak perlu, seperti itu ya.
14:11Yang ketiga adalah bagaimana caranya
14:13penetapan mitra dari SPPG-SPPG tersebut
14:17harus dilakukan dengan fair.
14:19Jangan ada titip-titipan dari pejabat,
14:22jangan ada permainan jual-beli titik.
14:25Nah, sehingga ini yang paling dibutuhkan dari semua itu
14:27adalah transparansi.
14:30Buka daftar mitranya,
14:32buka beneficial ownership-nya,
14:35buka anggaran-anggaran yang digunakan
14:37di BGN di dalam program MBG ini.
14:40Sehingga harapannya ini tidak sekadar
14:42untuk penegakan hukum,
14:43tetapi juga sekaligus momentum
14:44untuk memperbaiki sistem.
14:46Karena memang sistem di MBG ini
14:47sangat prematur,
14:50tidak cukup untuk mencegah terjadinya
14:52bentuk-bentuk pelanggaran,
14:53dan ini sudah terlihat ketika
14:55kemudian tiga orang pimpinan utamanya
14:57ditetapkan sebagai tersangka oleh kejaksanaan agung.
14:59Mbak Adisti.
15:00Oke, ini menjadi momentum
15:01untuk bisa membenahi MBG,
15:04termasuk juga tata kelola di sana.
15:06Begitu ya, karena kita tahu
15:07uang ini yang digulirkan
15:09di Badan Gizi Nasional
15:11bukan uang yang sedikit,
15:12ini adalah uang rakyat
15:13dan dari rakyat untuk rakyat.
15:15Terima kasih peneliti Pusat Kajian Antikorupsi
15:17Universitas Gajah Mada,
15:19Bung Zaidul Rohman,
15:20telah bergabung bersama kami.
15:21Sehat selalu.
15:22Assalamualaikum,
15:23selamat pagi.
15:23Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar