Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV Akademisi Saiful Mujani menyampaikan keterangannya jelang pemanggilan untuk permintaan klarifikasi di Polda Metro Jaya.

Hal ini disampaikan Saiful Mujani dalam konferensi pers pada Kamis (4/6/2026) siang.

Dalam kesempatan itu, tim kuasa hukum menanggapi pihak kepolisian terkait pemilihan pasal 246 tentang penghasutan yang disangkakan kepada Saiful Mujani.

Sementara Saiful Mujani mengatakan bahwa dirinya memilih dilaporkan ke polisi daripada mengalami kekerasan seperti yang dialami aktivis KontraS, Andrie Yunus.

"Bahwa kalau ada masalah secara sipil, berurusan dengan polisi itu normal, itu biasa. Daripada saya di-"Andrie-Yunus-kan" gitu ya. Jadi ini lebih beradab. Dan Andrie Yunus itu yang terakhirlah kita harapkan," kata Saiful. [TIMECODE: 05:28]

#andrieyunus #poldametro #saifulmujani

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/672830/saiful-mujani-lebih-baik-berurusan-dengan-polisi-daripada-di-andrie-yunus-kan
Transkrip
00:00Secara sipil yang dibunuh sambilan polisi itu nolak, itu biasa.
00:07Daripada saya di Andrey Yunus Rang.
00:11Saudara Saiful diminta untuk memberikan perikirasi
00:17untuk peristiwa halal di halal
00:20yang terjadi beberapa kawasan lalu yang sudah ada di media.
00:24Dan dia dituduh, dipersangkakan, melangkai pasal 246.
00:36Ini pasal mengenai penghasutan.
00:39Saya enggak tahu yang dihasut siapa, yang pasal dihasut siapa,
00:44dan apa yang sudah dilakukan oleh dia dihasut.
00:46Ini buat saya absurd.
00:50Pasal yang absurd, yang dipakai oleh pihak kepolisian.
00:55Tapi kami menghormati panggilan dari pihak kepolisian.
01:01Kalau saudara Saiful menyampaikan opininya, pendapatnya,
01:07sekeras apapun, sekritis apapun,
01:11itu adalah hak asasi manusia yang dihormati oleh orang-orang dasar 1945.
01:17Ada undang-undang hak asasi juga.
01:20Kita juga mengaktifikan sih,
01:22forman on civil and political rights di Indonesia ini,
01:26yang menjamin hak itu.
01:27Dalam konteks suku internasional dan dalam konteks suku nasional.
01:31Jadi tidak ada yang dilanggar sama sekali.
01:35Kalau kita bicara dengan hak untuk nyatakan pendapatan,
01:38sekeras apapun,
01:40dan itu juga berada dalam rumah demokrasi.
01:43Kalau kita ingin mengakui,
01:45kita hidup dalam rumah demokrasi,
01:47yang memulihkan kontestasi pendapat,
01:50yang memulihkan perbedaan pendapat,
01:53dan tidak boleh sekretis apapun pendapat itu dikriminalisasi.
01:59Nah, tendensi yang kita lihat di Indonesia ini adalah
02:03kriminalisasi terhadap kebijakan publik yang dilakukan oleh beberapa pihak,
02:08yang menurut saya menjalankan tugas yang dengan baik.
02:11Dan kriminalisasi juga terhadap
02:13civil society,
02:15akademisi,
02:18kebebasan akademik,
02:19dan ini yang menjadi
02:22concern kita semua.
02:24Nah, sahabat-sahabat saibu yang ada di sini adalah
02:28concern citizens,
02:30yang ingin menegakkan
02:32rule of law,
02:33yang ingin menegakkan demokrasi.
02:36Saya tidak ingin memasukkan
02:38pada hal-hal yang detail sifatnya.
02:41Saya ingin mengucapkan terima kasih
02:43kepada semua pihak yang memberikan hubungan
02:46kepada sahabat saibu yang ada di sini,
02:49tapi juga tentu banyak sahabat saibu yang
02:52tidak ada di ruangan kita.
02:55Kita sama-sama dalam satu perahu
02:57mendegakkan demokrasi Indonesia.
03:01Cita-cita yang dulu oleh
03:04pendiri negara ini dikemandangkan
03:06dan dihidupkan kembali pada zaman rekomprasasi
03:091998-1999.
03:11Dan ini yang mulai
03:13mati.
03:15Saya tidak mengatakan mati seluruhnya,
03:18tapi semakin sempit ruang
03:20kebebasan sipil,
03:22semakin sempit ruang demokrasi
03:24di Indonesia ini.
03:25Dan ini bahaya buat Indonesia
03:27kalau saya ingin menjadikan Indonesia
03:29lebih sejahtera,
03:30lebih adil,
03:31lebih makmur,
03:33dan tidak-tidak bisa tidak.
03:35Kita harus bersuara.
03:36Inilah tugas akademis
03:38dan seorang saya pula adalah
03:40seorang akademisi,
03:41profesor yang tentu tidak akan bisa diam.
03:45Karena menjadi profesor itu
03:47tidak hanya mengajar di depan kelas.
03:50Jadi profesor itu Allah
03:52menyuarakan kebenaran,
03:54menyuarakan komisern,
03:55dan dia tidak mencari jabatan.
03:57Saya harus katakan itu.
03:58Kan tidak mau jadi muntri, kan?
04:01Tidak mau jadi wakres juga.
04:04Jadi dia tidak mau
04:06mengganti wakres,
04:07dan tidak mau mengganti president juga.
04:08Jadi dia hanya menyuarakan kebenaran
04:10yang sebuah akademisi.
04:12Jadi,
04:13tidak ada
04:14apa ya,
04:17kriminalisasi yang harus dilakukan.
04:18Nah, kami semua berkumpul di sini
04:20untuk melawan kriminalisasi
04:22kebebasan sipil
04:24yang kita temukan ya.
04:27Jadi, nanti setelah keperiksaan,
04:30kita akan jelaskan balik
04:31apa yang ditanyakan oleh polis yang
04:35dan apa yang kita bisa jelaskan
04:39kepada teman-teman wartawan.
04:42Terima kasih,
04:43semuanya.
04:46Terima kasih,
04:51teman-teman wartawan yang
04:53maaf,
04:54saya terlambat.
04:55Saya bisa kaya
04:57misal kutas sama sebuah saya.
05:07poinnya adalah
05:09saya
05:10sudah menyatakan sebelumnya
05:12kalau dibutuhkan
05:15informasi dari saya
05:17atau apapun
05:18dipanggil sama pihak yang
05:20berubah di polisi dalam ini
05:22saya pas jatuhkan.
05:24Dan saya juga
05:24mengasal
05:25apapun polisi.
05:28tapi lebih dari itu
05:33kansernya
05:34tadi udah menyatakan oleh
05:35Pak Tono
05:36bahwa
05:36kalau ada masalah
05:39secara sipil
05:40yang di
05:41kebunuhan
05:41dengan polisi
05:42itu
05:42itu biasa.
05:46Daripada saya
05:47di
05:47Andre Yunus
05:57yang terakhir
05:59tapi
06:01ini berurusan
06:02dengan polisi
06:04karena
06:05pernyataan saya
06:07tadi udah
06:08bisa sampai
06:08Pak Tono
06:09yang saya
06:10sangat takut
06:11dan saya
06:11sangat khawatir
06:12adalah apabila
06:13suara kritis
06:15itu dikirmi
06:16tanggungkan tadi
06:16itu bukan menyambut diri saya
06:18tapi menyambut komunitas
06:21kita
06:22sebagai akademisi
06:23sebagai reflektual publik
06:25dan sebagai aktivis
06:28dan seterusnya
06:28yang punya komitmen
06:29pada nilai-nilai
06:31kebangsaan kita
06:32karena itu
06:33mudah-mudahan
06:35ini
06:37satu pelajaran
06:39tes buat kita
06:41apakah negeri ini
06:43lulus atau tidak
06:45dalam ujiannya
06:46jadi
06:47itu Bang Kodong
06:49hari ini
06:49kita akan menjalannya
06:51akan memuji kita
06:53sebagai
06:53anak
06:54bangsa
06:55kita sebagai
06:56bangsa sendiri
06:57apakah kita
06:58masih
06:59menghargai
07:00nilai-nilai
07:02yang diperjuangkan
07:03terutama
07:03sejauh yang
07:04berinformasi
07:05bebasan sipil
07:07keletasan berbicara
07:08berbicara keserikat
07:09dan demokrasi
07:11secara umum
07:12mungkin itu
07:13tidak lebih dari itu
07:15dan
07:15ini bukan soal
07:17saikun
07:17tapi ini adalah
07:18soal
07:19komunitas kita
07:20secara umum
07:22yang
07:23memperjuangkan
07:24untuk
07:25pendaknya demokrasi kita
07:26yang sekarang
07:28masih dihubung
07:28mungkin itu yang
07:30selesai
07:30terima kasih
07:31terima kasih
07:37kecepatan informasi
07:39dan akurasi data
07:40adalah
07:41komitmen kami
07:42satu langkah
07:43lebih dekat
07:44satu langkah
07:45lebih terpercaya
07:46saksikan
07:47Kompas Petang
07:48di Kompas TV
07:49channel 11
07:51di Televisi Anda
07:52terima kasih
07:52terima kasih
Komentar

Dianjurkan