KOMPAS.TV - Konflik Iran dan Amerika Serikat kembali memanas di tengah keterlibatan Israel yang terus melancarkan serangan ke Lebanon.
Ketua Parlemen Iran bahkan menyatakan bahwa proses negosiasi damai dengan Amerika Serikat dapat dihentikan apabila Israel terus menggempur wilayah Lebanon.
Lalu, sejauh mana Amerika Serikat mampu menekan atau menghentikan langkah militer Israel demi meredakan konflik? Apakah peluang negosiasi damai kini semakin kecil dan berpotensi menemui jalan buntu?
Untuk membahasnya, telah bergabung Pakar Hubungan Internasional Binus University, Tia Mariatul Kibtiah, serta Pengamat Militer, Al Araf.
Baca Juga Menlu Iran Tak Ingin Perang Lawan AS-Israel Diperpanjang, tapi Siap Jika Akhirnya Berlanjut di https://www.kompas.tv/internasional/672750/menlu-iran-tak-ingin-perang-lawan-as-israel-diperpanjang-tapi-siap-jika-akhirnya-berlanjut
#iran #as #israel #perang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/672802/negosiasi-as-iran-berpotensi-gagal-imbas-israel-serang-lebanon-apa-kata-pakar-sapa-pagi
Ketua Parlemen Iran bahkan menyatakan bahwa proses negosiasi damai dengan Amerika Serikat dapat dihentikan apabila Israel terus menggempur wilayah Lebanon.
Lalu, sejauh mana Amerika Serikat mampu menekan atau menghentikan langkah militer Israel demi meredakan konflik? Apakah peluang negosiasi damai kini semakin kecil dan berpotensi menemui jalan buntu?
Untuk membahasnya, telah bergabung Pakar Hubungan Internasional Binus University, Tia Mariatul Kibtiah, serta Pengamat Militer, Al Araf.
Baca Juga Menlu Iran Tak Ingin Perang Lawan AS-Israel Diperpanjang, tapi Siap Jika Akhirnya Berlanjut di https://www.kompas.tv/internasional/672750/menlu-iran-tak-ingin-perang-lawan-as-israel-diperpanjang-tapi-siap-jika-akhirnya-berlanjut
#iran #as #israel #perang
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/672802/negosiasi-as-iran-berpotensi-gagal-imbas-israel-serang-lebanon-apa-kata-pakar-sapa-pagi
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:02Konflik Iran-Amerika Serikat makin panas dengan adanya campur tangan Israel yang terus menggempur Libanon.
00:08Ketua Parlemen Iran bilang negosiasi damai dengan Amerika Serikat dapat dihentikan jika Israel terus menyerang Libanon.
00:14Lalu bagaimana Amerika Serikat bisa menghentikan Israel agar konflik meredah?
00:20Akankah negosiasi damai berjalan buntu?
00:23Kita bahas dengan pakar hubungan internasional di BINUS University.
00:27Sudah bergabung bersama kami melalui sambungan daring.
00:30Tia Mariatul Kiptia dan juga pengamat militer Al-Araf.
00:33Selamat pagi, Assalamualaikum Mbak Tia dan juga Bung Al-Araf.
00:39Waalaikumsalam, selamat pagi Mbak Adisti.
00:41Selamat pagi, waalaikumsalam.
00:43Saya ingin ke Mbak Tia dulu.
00:44Mbak Tia ini kalau kita lihat ya negosiasi yang sudah dilakukan oleh Amerika Serikat dan juga Iran ini terancam buntu
00:51karena sikap Israel yang masih saja menggempur Libanon.
00:56Apa yang menjadi dasar tampaknya Israel ini tidak bisa dipegang oleh Amerika Serikat?
01:04Ya tinggal selangkah lagi ya sebenarnya Mbak Adisti bahwa perdamaian antara Iran dan Amerika Serikat itu akan segera terjadi.
01:11Dan sepertinya memang dari awal saya sering menyebutkan bahwa perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran ini susah untuk menjadi permanen.
01:19Kalaupun itu terjadi, saya pikir itu hanya satu agreement perdamaian yang bersifat sementara karena memang diantara mereka berdua ini ada
01:27Israel.
01:28Jadi Israel ini dari awal saya katakan menjadi duri diantara perdamaian Amerika Serikat dan Iran.
01:34Dan betul kali ini memang terjadi jadi memang kita seperti kembali ke nol kembali begitu ya.
01:40Padahal banyak pihak yang terus mencoba melakukan approach satu sama lain ke pihak Amerika Serikat, ke pihak Iran bahwa segera
01:48harus dilakukan perdamaian.
01:49Karena ini bukan menyangkut persoalan konflik antara Iran dan Amerika saja tapi juga menyangkut perekonomian global.
01:56Tapi rupanya harapan kita semua kembali pupus karena kembali lagi yang menjadi provokator dalam upaya perdamaian ini adalah Israel.
02:03Dengan menyerangnya Lebanon itu sudah pasti Iran akan melakukan satu feedback yang strik kembali karena memang persoalan Lebanon ini masuk
02:13dalam proposal Iran, Mbak Adisti.
02:15Jadi memang mau tidak mau Amerika Serikat ini harus menyepakati dalam 14 poin proposal itu salah satunya yang menjadi konsen
02:25dari Iran ini adalah persoalan Lebanon.
02:27Dan itu sudah terjadi si Spire itu sebetulnya antara Presiden Lebanon dengan pihak Israel kan sudah bertemu.
02:34Sudah bertemu mereka bersepakat melakukan si Spire tapi tiba-tiba dilanggar dua kali.
02:42Dan terakhir kemarin ya belum lama itu ada penyerangan ke Beirut yang cukup signifikan kehancurannya dan inilah yang membuat Iran
02:49marah begitu.
02:50Kemudian Iran me-warning Amerika Serikat memberikan ultimatum kalau begini terus ya sudah tidak akan pernah terjadi perdamaian ini.
02:57Jadi Iran langsung melakukan satu kecaman keras kalau misalnya Amerika Serikat tidak bisa meng-hire Israel.
03:05Nah ini complicated Mbak Adisti karena begini kenapa bisa-bisa complicated demikian Trump sudah pada titik harus menyelesaikan perang.
03:14Karena memang tidak ada kepentingan Amerika Serikat sama sekali di sini antara perang Iran Amerika Serikat ini begitu ya.
03:20Tapi di sisi lain Bibi Netanyahu ini juga harus terus melanjutkan perang dengan Iran.
03:26Karena apa? Karena memang Israel ini sudah menunggu momentum yang cukup lama bagaimana bisa menyerang Iran.
03:34Dan ini momentum tidak mungkin diberhentikan begitu ya.
03:37Kemudian Lebanon itu harus dibersihkan dari Hezbollah.
03:40Itu mimpinya Israel begitu.
03:42Kalau misalnya Bibi berhenti maka kelompok garis keras di Israel yang menjadi koalisinya Netanyahu itu akan terus mempressure Netanyahu.
03:51Bahkan kasus korupsinya Netanyahu akan dibuka.
03:54Jadi serba salah begitu ya.
03:56Jadi Trump ditekan oleh domestik politik Amerika.
03:58Ditekan publik internasional juga.
04:00Sudah tidak ada kabar.
04:01Ya sementara Israel ditekan oleh posisi politik juga.
04:06Karena sebentar lagi akan election di Israel.
04:08Mbak Adisti.
04:09Oke ini adalah situasi yang sulit bagi Amerika Serikat dan juga Israel begitu.
04:15Tapi kemudian yang menjadi pertanyaan saya selanjutnya begini.
04:18Bung Al Araf.
04:19Sudah ada kesepakatan untuk gencatan senjata.
04:22Tapi kenapa kemudian ada hal yang dilanggar yang tentu saja berdampak buruk untuk Amerika Serikat dan juga Iran ke depannya.
04:33Nah dari sisi militer apa yang tengah dilakukan atau strategi apa yang tengah dilakukan oleh Israel sebenarnya.
04:40Justru ini kalau kita lihat makin memperburuk situasi.
04:44Ya pertama kita harus berpijak bahwa proses perundingan damai, negosiasi, dan resolusi konflik itu bukan sesuatu yang mudah.
04:56Apalagi ini konflik yang ada di Timur Tengah.
04:59Karena proses negosiasi itu suatu proses yang panjang.
05:04Nah upaya-upaya untuk mengesaikan konflik seperti yang terjadi antara Amerika Serikat, Iran, dan Israel.
05:11Apalagi ada proses lain di Bantau dan lain sebagainya.
05:14Ini bukan hal yang mudah.
05:16Ada proses negosiasi yang tentu akan berjalan.
05:19Ada gejolah yang terjadi.
05:21Karena gencatan senjata hanyalah fase awal dari upaya menuju proses perdamaian.
05:26Seringkali dalam proses-proses perjanjian damai di dalam konflik sebuah negara atau antar negara.
05:32Gencatan senjata itu tidak bersifat permanen.
05:35Selalu ada duri, selalu ada proses masalah di dalam proses itu.
05:39Itu yang kemudian menimbulkan serangan kembali, perundingan kembali ke titik nol, dan lain sebagainya.
05:45Ini sesuatu yang lumrah di dalam proses negosiasi dan resolusi konflik.
05:49Nah apalagi dalam konteks Amerika dan Iran, proses perundingan damai ini tentu kita perlu melihat tadi variable tentang Israel.
05:57Yang selalu seringkali melakukan provokasi terhadap upaya-upaya penyesuaian konflik.
06:02Kita lihat misalkan dalam konteks Biden di era akhir pemerintahannya, Israel melakukan serangan terhadap Iran tetapi Biden tidak terprovokasi untuk
06:12melakukan itu.
06:13Nah ini berbeda dengan Trump yang dia saling gayung bersambut dalam proses tersebut.
06:18Serangan pertama Israel juga diikuti dengan Amerika.
06:20Nah pertanyaannya adalah apakah hari ini antara Amerika Serikat, Trump, dan Israel dalam proses sikap politiknya mengelimi perbedaan di dalam
06:28melihat dinamika Timur Tengah?
06:30Ini sesuatu yang rumit, yang sesuatu yang kompleks untuk dianalisis.
06:34Karena antara teks yang di depan dengan three teks yang dibilang ini kadang-kadang sesuatu yang berbeda.
06:39Di depan Israel menyerang, lalu Trump bilang damai.
06:44Tapi pada sebenarnya ada gayung bersambut dalam strategi politik di antara mereka berdua.
06:49Ini saya tidak bisa memastikan apakah ini satu permainan yang kita sebut dengan koersis diplomasi itu.
06:55Menekan dengan proses diplomasi tapi sebenarnya melakukan tindakan-tindakan serangan itu sendiri.
07:00Nah apa yang terjadi hari ini dalam konteks itu saya bisa membaca tiga poin.
07:04Pertama adalah apakah ancaman Iran terhadap Israel untuk menghentikan negosiasi kalau Israel terus menyerang Libanon
07:14maka proses negosiasi antara Iran dan Amerika dihentikan itu merupakan sebuah ancaman serius
07:20untuk memberikan mesej kepada Amerika Serikat bahwa Libanon adalah bagian dari front mereka
07:26sehingga Iran memastikan agar keamanan terhadap Libanon terjamin.
07:30Karena kita tahu Isbola, Putih, Hamas adalah bagian dari proksi dari Iran
07:35sehingga dia ingin memastikan jaminan terhadap keamanan mereka
07:38sehingga ingin memperluas proses perundingan itu menjadi lebih luas
07:41termasuk jaminan keamanan terhadap kelompok-kelompok proksinya Iran.
07:45Nah kalau itu ancaman serius maka kita harus memikirkan tentang dampak
07:51jika Israel terus melakukan serangan secara nyata terhadap Libanon
07:54maka perang di kawasan Timur Tengah menjadi berkecamuk dan menjadi lebih kompleks di masa depan.
07:58Ataukah yang kedua ini sesungguhnya Iran sedang melakukan apa yang disebut
08:04dengan strategi delay untuk mengulur sebuah proses yang terjadi
08:09karena memahami bahwa pertarungan peperangan antara Amerika dengan Iran ini
08:14hanya dimenangkan oleh Iran jika proses pertarungan berlarut.
08:17Sementara Amerika Serikat menginginkan proses yang cepat
08:20karena tekanan di dalam domestik Amerika Serikat.
08:22Nah ini bagian dari proses itu.
08:24Atau kemungkinan yang ketiga adalah
08:29Amerika dan Iran ini memang dalam batas-batas tertentu
08:36mempunyai willing untuk menyelesaikan proses perdamaian
08:39tetapi Israel selalu mengganggu dengan provokasi-provokasi
08:43sehingga proses perdamaian selalu terganggu dalam dinamika yang terjadi.
08:47Nah saya melihat proses kemungkinan ini sangat mungkin terjadi
08:50tapi mana yang paling mungkin terjadi tentu sulit untuk dipastikan.
08:54Tapi kalau dilihat dari rekam jejak ideologisnya
08:57Iran, Houthi, Ismullah, Libanon, Hamas, dan lain sebagainya
09:02tentu Iran tidak akan meninggalkan proksi mereka.
09:04Artinya bisa jadi ini merupakan ancaman serius
09:07dan Iran ingin menarik Libanon menjadi bagian dari upaya
09:12kepastian proses perdamaian di masa depan.
09:14Oke dari tiga kemungkinan yang sudah dituturkan oleh Bung Al-Araf
09:19kalau menurut Mbak Tia
09:21mana kemungkinan yang paling masuk akal, realistis
09:24apakah ini memang strategi delay
09:26atau kemudian ada beberapa kemungkinan lainnya
09:28yang saat ini tengah dimainkan?
09:32Dari 14 poin proposal yang diajukan Iran
09:34sebetulnya kan ada tiga nih Mbak Adisti
09:36yang agak sulit mereka menemukan titik temu.
09:39Satu persoalan hormus, yang kedua uranium,
09:42yang ketiga itu adalah front.
09:43Nah uranium saya pikir Trump dan Iran
09:47itu bisa ketemu begitu ya
09:50kalau sudah dipastikan bahwa Iran
09:51tidak sampai pada pengayaan uranium
09:55melebihi ambang batas
09:57kemudian persoalan berapa tahun
09:59mereka harus menunda
10:00ini bisa sebetulnya.
10:02Walaupun uranium ini juga adalah
10:03bukan kepentingan Amerika Serikat
10:05tapi Israel begitu ya.
10:06Jadi dari hampir semua poin itu
10:09Amerika Serikat itu sebetulnya bisa approve.
10:11yang agak ada ganjalan cukup signifikan
10:16itu di tiga itu tadi.
10:17Tapi yang dua itu adalah
10:19lebih kepada persoalan Israel.
10:21Satu adalah uranium
10:22karena Israel khawatir Iran membuat senjata nuklir.
10:25Yang satu lagi adalah mengenai front.
10:28Itu yang saya pikir tidak ada kaitannya
10:30dengan Amerika Serikat.
10:31Nah yang hormus itu sebetulnya
10:34Trump bisa kooperatif
10:35karena hormus itu kan nanti bisa kembali lagi fungsinya
10:38sebagai jalur internasional
10:40yang menjadi lalu-lalangnya tanker
10:43dari timur-tengah ke berbagai kawasan
10:45yang menjadi timur-ladinya
10:47perekonomian global ya
10:48itu bisa kembali mbak.
10:49Jadi tidak ada penarikan fee
10:51kembali menjadi jalur internasional
10:53semua akan lancar begitu.
10:55Itu bisa dilakukan oleh Amerika Serikat.
10:57Nah yang agak susah ini dua
10:58berarti tinggal dua ya.
11:00Satu uranium
11:00satu lagi adalah mengenai front.
11:02Ini yang agak-agak sulit untuk ketemu
11:05karena
11:06kalau Trump meng-approve dua poin itu
11:09artinya sama dengan
11:11berhadapan dengan Israel
11:13begitu.
11:13Sementara Israel
11:14tidak ingin
11:15Iran sama sekali
11:17terus melakukan pengayaan uraniumnya.
11:19Dan satu lagi adalah front.
11:20Bagaimana mungkin
11:21Amerika Serikat meng-approve
11:23sementara Israel
11:24betul-betul melihat
11:25bahwa front-front Iran ini
11:26adalah teroris.
11:27Nah ini yang gak ketemu.
11:29Agak sulit.
11:30Makanya kenapa saya bilang
11:31Timur Tengah itu sangat complicated
11:34sangat harus kita memahaminya
11:36sangat komprehensif
11:37karena tidak berdiri
11:39sendiri konflik itu
11:40antara dua negara
11:41tapi satu sama lain
11:42saling berkaitan.
11:44Demikian Mbak Adisti.
11:45Oke kalau dari kemungkinan
11:46yang tadi Anda sebutkan
11:47itu termasuk juga
11:49terbuka kemungkinan
11:51perang ini semakin
11:52meluas
11:53begitu tidak hanya
11:54melibatkan Libanon
11:55tapi juga mungkin
11:56kedepannya negara-negara teluk lainnya
11:58terbuka kemungkinan
12:00soal itu.
12:01Sebetulnya negara teluk
12:02sudah ada perubahan ya
12:03saya lihat secara politik
12:05karena kita melihat
12:06satu misalnya Oman
12:07yang biasanya netral
12:09kemarin kan ada sempat
12:10kles dan di warning
12:11oleh Amerika Serikat
12:12karena kabarnya adalah
12:14ada pembicaraan
12:15untuk kerjasama
12:16mengenai teks di Hormuz
12:17walaupun saya
12:18tidak mempercayai itu ya
12:19karena Oman itu
12:21dari secara sejarah
12:22juga selalu ada
12:23di garis netral
12:24saya pikir itu adalah
12:25hanya perjalanan
12:26diplomatic relation
12:27antara Iran dengan Oman
12:29untuk sama-sama
12:30menciptakan perdamaian
12:31karena kan negara teluk ini
12:32kalau tidak ada Hormuz
12:33kan agak susah juga
12:34mereka kan jualan
12:35mereka jualan
12:37kemudian proses
12:37diversifikasi ekonominya
12:39juga masih on progress
12:41jadi memang
12:41sumber income mereka
12:43tetap dari minyak
12:44begitu
12:45dan ini terganggu
12:46ekonomi mereka
12:46di sana saat ini
12:47terganggu
12:48terganggu
12:48jadi artinya
12:49saya melihat ya
12:50Qatar
12:51kemudian Oman
12:53begitu ya
12:53Saudi Arabia juga
12:55nampak silent statement
12:56jadi bukan pro keikiran
12:58tapi artinya
12:59mereka menjaga
12:59supaya tidak terjadi
13:00konflik yang lebih meluas
13:02karena artinya
13:02itu sama dengan
13:03mengganggu dapur mereka
13:04jadi intinya
13:06Israel itu bisa
13:07dikendalikan Amerika Serikat
13:08selesai sebetulnya
13:09oke Israel bisa
13:10dikendalikan oleh
13:12Amerika Serikat
13:12sebenarnya sudah
13:13selesai
13:14nah ini yang kemudian
13:15juga menjadi pertanyaan
13:16Presiden Trump
13:17ini kan diinformasikan
13:19sempat marah lah ya
13:20ibaratnya begitu ya
13:21menelpon dari
13:23Benjamin Netanyahu
13:24atas serangan Israel
13:25ke Libanon
13:26nah
13:27pertanyaan saya
13:28apakah ini akan
13:30membuat hubungan kedua
13:31pemimpin tersebut
13:33akan semakin buruk
13:34ataukah kemudian
13:35ini hanya sebagai
13:37kamuflas saja
13:38yang sudah
13:39dimainkan oleh
13:40keduanya
13:41yang kemudian
13:42juga bisa menjadi
13:43kesempatan
13:44Iran untuk
13:45menekan Amerika Serikat
13:47agar menghentikan
13:48Israel
13:49untuk menyerang
13:50Libanon
13:50kalau menurut
13:51Mbak Tia
13:51lebih condong kemana
13:54kabarnya hoax gitu ya
13:56tapi saya
13:56tidak meyakini itu hoax
13:58itu betul-betul
13:59mereka berantem
13:59bahkan ada sampai
14:00kata-kata
14:01Trump mengatakan
14:02Anda negara kecil
14:03lebih susah diatur
14:04dan lain sebagainya
14:05gitu ya
14:05tapi dalam sejarahnya
14:07Amerika Serikat
14:08siapapun Presidennya
14:09dari manapun partainya
14:10sudah pasti itu
14:11mendukung
14:12superniti Israel
14:12jadi impossible
14:14namanya Presiden Amerika Serikat
14:16entah itu dengan
14:16cara yang soft
14:17ataupun yang keras
14:19pasti mendukung
14:20keberadaan
14:21negara Israel
14:22siapapun itu
14:22baik dari partai demokrat
14:24ataupun republik
14:24begitu ya
14:25karena memang
14:25lobby-lobby
14:26dari
14:27AIPAC ini
14:28di Kongres
14:29sangat signifikan
14:30Mbak Adisti
14:31jadi kalau misalnya
14:33apa namanya
14:34Amerika Serikat
14:35mencoba untuk
14:36sedikit saja
14:37untuk tidak
14:38memedulikan Israel
14:39itu
14:39kencang kembali ya
14:41lobby-nya
14:41dari
14:42lobby Yahudi ini
14:43yang memang
14:44menguasai
14:45politik Amerika Serikat
14:47dan memang
14:47kita tidak bisa
14:48memungkiri
14:49ya
14:49lobby-nya Arab
14:50dengan lobby-nya
14:51Yahudi
14:51di Kongres
14:53itu cukup
14:54masih didominasi
14:55oleh pihak Yahudi
14:56artinya memang
14:57mustahil
14:58begitu ya
14:58mustahil
14:59dalam
15:00politik Amerika Serikat
15:02mengabaikan Israel
15:03jadi
15:03ini yang sulit
15:05begitu ya
15:05karena memang
15:05tidak melulu
15:06tentang persoalan
15:07Israel
15:07negara kecil
15:08tapi memang
15:09mereka menguasai
15:10perekonomian Amerika Serikat
15:11dan siapapun
15:13kandidat Amerika Serikat
15:14itu seperti
15:15ada agreement
15:15siapapun yang menjadi
15:17Presiden Amerika Serikat
15:18mereka biayai
15:19mereka harus mendukung
15:20superniti
15:21atau kedaulatan
15:21negara Israel
15:22itu yang susah
15:23dan selalu menang
15:24lobby-nya Yahudi
15:25di Kongres itu
15:26selalu menang
15:26nah ini yang terus
15:27tarik-menarik
15:28begitu ya
15:28satu sisi
15:29Trump sudah ingin
15:29mengakhiri
15:31tekanan politiknya
15:32juga cukup keras
15:33tapi satu sisi
15:34lobby-nya Yahudi
15:36juga terus bermain
15:37di Amerika Serikat
15:38Mbak Adistin
15:39oke
15:39ini agak sedikit
15:40kompleks sekali
15:41begitu ya
15:42soal
15:42Amerika Serikat
15:44Israel, Iran
15:45dan juga
15:45Libanon
15:46kalau dari
15:46kacamata
15:47Bung Al-Araf
15:48dari sisi militer
15:50selanjutnya
15:51apa yang akan
15:52terjadi
15:52benarkah
15:53Israel tidak akan
15:56menghiraukan
15:57apa yang sudah
15:58dikatakan oleh
15:59Amerika Serikat
16:00dalam hal ini
16:00Presiden Donald Trump
16:01atau kemudian
16:02akan ada
16:03kesepakatan-kesepakatan
16:04under table
16:05yang tidak kita ketahui
16:06ya memang
16:08sejak awal kan
16:09motif
16:10perang Israel
16:11adalah
16:12sesungguhnya membangun
16:13the great Israel itu
16:14Israel raya
16:15artinya dia akan
16:17melakukan
16:17pertarungan
16:18untuk merebut
16:19Palestina itu
16:20dan sudah dia lakukan
16:22dengan menghancurkan
16:23Gaza
16:23dan kemudian
16:24front-front lain
16:25akan dia rebut
16:26termasuk Libanon
16:27dan juga
16:28perang terhadap Iran
16:29adalah bagian
16:30dari upaya itu
16:31nah
16:32pada sisi lain
16:33Amerika Serikat
16:34kita tahu
16:35secara politik
16:36luar negeri
16:36dia sifatnya
16:37hegemonik
16:37dan hegemoni
16:39Amerika Serikat
16:40di kawasan timur tengah
16:41adalah kepentingan
16:42Amerika Serikat
16:42cuman
16:43pola dalam
16:45hegemoninya saja
16:46yang selalu mengalami
16:47dinamika perubahan
16:48dari era dulu
16:49sampai sekarang
16:50nanti kalau di era
16:51masa demokrat
16:52dia akan lebih soft
16:54gitu dengan
16:54jalan-jalan
16:55operasi intelijen
16:56di dalam
16:56perundingan
16:57untuk mengajak
16:58kacak timur tengah
16:59tinggi dalam republik
17:00dia akan keras
17:01seperti perang
17:02pada masa bus
17:03dan juga sekarang
17:03ketika perang dengan Iraq
17:05dan sekarang
17:05pada Trump
17:06pada masa Iran
17:07ada kepentingan
17:08ekonomi politik
17:09dalam politik
17:10luar negeri
17:10Amerika Serikat
17:11terhadap timur tengah
17:12dan itu
17:12bergayung sambut
17:14dengan kepentingan
17:15Israel
17:15di dalam upaya
17:16membangun
17:16negeri Israel
17:17tadi itu
17:18artinya dua
17:19negara ini
17:20memang memiliki
17:21kepentingan
17:21ekonomi politik
17:22yang besar
17:23terhadap timur tengah
17:24untuk melakukan
17:24hegemoni itu
17:25Iran menjadi
17:26persoalan
17:27buat mereka
17:28dan harus
17:28mereka selesaikan
17:29dan kita tahu
17:30bahwa upaya-upaya
17:31untuk melakukan
17:33dinamika kontrol
17:34terhadap Iran
17:35dilakukan
17:35sejak lama
17:36pada era 1950
17:37ketika Mossadegh
17:38dijatuhkan
17:39melalui operasi
17:40intelijen
17:40oleh CIA
17:41dan kemudian
17:42dinamika perubahan
17:43Iran mengalami
17:44dinamika perubahan
17:45ketika Shah
17:46melakukan proses
17:46revolusi
17:47tahun 1970
17:4770-80-an
17:49dan kemudian
17:49terjadi perubahan
17:50perubahan di Iran
17:51dan Iran
17:51menjadi satu
17:52kekuatan politik
17:53yang cukup
17:54masif untuk
17:55melakukan
17:55pelawanan
17:56terhadap Amerika
17:56dan Israel
17:57hari ini
17:58nah ini
17:59menjadi satu
18:00wilayah
18:01yang dalam
18:01pertarungan hari
18:02tidak mudah
18:03untuk diselesaikan
18:04dengan jalan-jalan
18:05proses perundingan
18:06tetapi
18:07itu sesuatu yang baik
18:08karena kita melihat
18:09perang yang terjadi
18:10ini sudah perang yang kotor
18:11serangan-serangan
18:13Amerika terhadap
18:14sekolah
18:15atau Israel terhadap
18:15sekolah di Iran
18:16terhadap rumah sakit
18:17di Libanon
18:18ini menjadi sesuatu
18:19yang menyedihkan
18:20mereka tidak
18:20mengindahkan
18:22prinsip-prinsip
18:22use in bello
18:24di dalam prinsip-prinsip
18:25penghormatan
18:26dalam hukum perang
18:27dan warga sipil
18:28sudah menjadi bagian
18:29dari korban itu
18:30apalagi kita tahu
18:31Netanyahu
18:31akan dihadapi
18:32dengan kejahatan perang
18:34karena ICC
18:34telah menetapkan
18:35Netanyahu
18:36sebagai penjahat perang
18:37ini menjadi
18:37persoalan yang kompleks
18:38buat dirinya juga
18:39mengalami tekanan
18:41domestik dalam negeri
18:42tadi sudah disampaikan
18:43pada sisi lain
18:44di internasional
18:45mengalami tekanan
18:45dari dunia internasional
18:47karena Netanyahu
18:48dituduh terlibat
18:48dalam kejahatan perang
18:49di Palestina
18:50nah ini
18:51jadi soal yang kompleks
18:52nah pada sisi lain
18:53gitu ya
18:54kepentingan-kepentingan
18:55ini
18:56buat Netanyahu
18:58akhirnya
18:59menjadikan dirinya
19:01melanjutkan
19:02proses pertarungan
19:03peperangan ini
19:04pertanyaannya
19:05sampai kapan-kapan
19:06berakhir
19:06saya rasa
19:07ini sesuatu yang
19:08sulit
19:09buat saya diprediksi
19:10jadi buat Amerika Serikat
19:11ini menjadi sesuatu
19:12yang
19:13sangat
19:14complicated
19:15buat Trump
19:16nah kita
19:16problemnya
19:17dalam analisis
19:18hubungan internasional
19:19kita juga harus
19:19menganalisis aktor
19:21gitu
19:21nah Trump ini
19:22aktor yang labil
19:23yang kita tidak
19:24memahami
19:25dinamika
19:26apa yang dia tulis
19:27apa yang dia ucapkan
19:28apa yang dia inginkan
19:30itu
19:30sulit untuk kita
19:31pahami secara
19:32rasional
19:33sehingga pendekatan-pendekatan
19:35resolusi
19:36dengan kalkulasi
19:37rasional
19:37menjadi rumit
19:38padahal harusnya
19:39kemudian kita bisa
19:40menganggap
19:41tekanan kongres yang besar
19:42tekanan masyarakat
19:43Amerika yang tinggi
19:44harusnya Trump
19:44kemudian melakukan
19:46upaya-upaya
19:47lebih
19:48apa
19:49lebih efektif
19:50dan efisien
19:51untuk menelesaikan
19:52persoalan ini
19:52tapi nyatanya kita
19:53tidak tahu
19:54apa ujung dari
19:55perang Amerika
19:56terhadap Iran
19:57karena
19:57dalam dinamika
19:59proses-proses
19:59perundingannya
20:00juga akan mentok
20:01karena
20:01pasti
20:02problem uranium
20:02Iran akan berdalih
20:04bahwa tidak akan
20:05mundur terhadap
20:06soal itu
20:06tapi kalau
20:07soal uranium
20:08yang dijadikan dasar
20:09seharusnya
20:09tidak perlu sampai
20:10perang
20:11karena pada
20:11era Obama
20:12upaya-upaya
20:13penelitian nukle
20:13dilakukan
20:15tapi kan
20:16Trump sendiri
20:17yang membatalkan
20:18artinya
20:18soal uranium
20:19buat Amerika itu
20:20hanya menjadi
20:20dalih saja
20:21sekarang ketika
20:22dalam kondisi
20:23yang kompleks
20:25tergencet
20:25terdesak
20:26ini akhirnya
20:27masuk dalam
20:28proses-proses
20:28yang kemudian
20:29menjadikan uranium
20:30sebagai bagian
20:31dari dinamika
20:32perundingan
20:32dan saya rasa
20:33sampai kapanpun
20:33Iran tidak akan
20:34mundur terhadap itu
20:35karena itu
20:35kekuatan dia
20:37oke kita tahu
20:38karakteristik
20:39Iran seperti apa
20:40termasuk juga
20:41pemimpinnya
20:42masyarakatnya
20:43rakyatnya
20:43begitu ya
20:44mereka tidak akan
20:44tinggal diam
20:45dengan apa yang sudah
20:46dilakukan oleh
20:46Amerika Serikat
20:47dan juga Israel
20:48terlebih
20:49terhadap
20:50Lebanon
20:51bahkan
20:52Menteri Luar Negeri
20:53Iran
20:54sempat mengancam
20:55akan menyerang
20:56Israel
20:57karena melakukan
20:58agresi secara
21:00ilegal
21:00ini merupakan
21:02ancaman yang benar-benar
21:03serius
21:03atau memang
21:04saywar yang
21:05yang harus
21:06atau pesan
21:06yang ingin
21:07disampaikan
21:08kepada Israel
21:09berhenti
21:10sekarang juga
21:14Bung Al-Arab
21:15gencaman terhadap
21:17Israel ini
21:19oleh Iran
21:20itu bisa kita
21:21anggap
21:21sebagai soal yang serius
21:23jika kita melihat
21:24dalam perspektif
21:24yang ideologis
21:25karena
21:25Lebanon
21:26Isbullah
21:28putih
21:28di Yaman
21:29adalah bagian
21:30dari front
21:30frontnya Iran
21:32yang tentu
21:33menjadi bagian
21:34backup dia juga
21:35dalam pertarungan ini
21:36sehingga
21:37Iran mencoba
21:38membangun
21:39memperluas
21:39ruang perundingan
21:41menjadi lebih komprehensif
21:42menjadi lebih luas
21:43untuk memastikan
21:44jaminan keamanan
21:45terhadap Lebanon
21:46dan jika itu
21:47dilakukan
21:48dilanggar oleh Israel
21:49sehingga kemungkinan besar
21:50Iran akan melakukan
21:52serangan kembali
21:53terhadap
21:53presiden
21:54gencata-sencata
21:55kembali
21:55di titik 0
21:56walau
21:57kemudian
21:58yang kedua
21:58ada juga
21:59yang berasumsi
22:00bahwa ini sebenarnya
22:01strategi Iran
22:02untuk
22:02melakukan
22:03posisi tawar
22:04lebih tinggi
22:05dalam perundingan
22:06dengan Amerika Serikat
22:07sehingga
22:08poin-poin
22:08kerjasama
22:09di dalam perundingan
22:10itu kan
22:10selalu melakukan
22:11bergening
22:12bergening ini
22:13bisa dilakukan
22:13dengan cara
22:14seperti ini
22:15apakah
22:17kemungkinan
22:17yang kedua
22:18bisa terjadi
22:18sangat mungkin
22:19juga terjadi
22:20tapi saya lebih
22:21melihat bahwa
22:22kalau dilihat
22:23dari faktor
22:23ruang ideologis
22:24Iran tidak akan
22:26meninggalkan
22:26Lebanon
22:27tidak meninggalkan
22:28Huti
22:28dan akan memastikan
22:29Gaza
22:31Palestina
22:31menjadi bagian
22:32yang juga
22:33bagian dari
22:34perluasan
22:35perjanjian
22:36komitmen
22:36perdamaian itu
22:37khususnya terhadap
22:38Lebanon
22:39ini akan menjadi
22:40bagian dari
22:40upaya
22:42memperluas
22:42proses perundingan itu
22:44oke terakhir
22:45terakhir
22:45singkat saja
22:45seberapa besar
22:47Mbak Tia
22:47pengaruh
22:48Amerika Serikat
22:49untuk menghentikan
22:49Israel saat ini
22:51realistis kah
22:53sangat besar
22:54jadi
22:54perdamaian ini terjadi
22:56ya aktornya
22:57hanya Amerika
22:57sudah tidak ada lagi
22:59hanya Amerika yang bisa
23:00menghentikan ini
23:00hanya Trump yang bisa
23:01menghentikan ini
23:02artinya memang
23:04apa yang dilakukan
23:05Iran ini
23:05cukup serius
23:06dia bukan
23:08geretakan
23:08kenapa Iran
23:09cukup serius
23:10karena Iran tahu
23:11kartu trupnya
23:11Amerika Serikat itu
23:12sudah selesai
23:13sebetulnya
23:13tidak ada
23:14hubungan internasional
23:15hormus bisa dimainkan lagi
23:17kalau hormus
23:18dimainkan lagi
23:18kan ekonomi global
23:19tertekan lagi
23:20maka cercaan
23:21makian itu
23:22ke Amerika Serikat
23:22kembali
23:23dalam hal ini
23:24saya meyakini
23:25mudah-mudahan ya
23:26Trump kali ini
23:27konsisten
23:27bisa menekan Israel
23:29karena sudah ada
23:30telepon bocor itu ya
23:31Mbak Disti
23:31memakai-makai
23:32nyahu
23:33mudah-mudahan
23:34ya memang konsisten
23:35tidak berubah lagi
23:36dan akhirnya
23:37kita bisa merasakan
23:38perdamaian antara
23:39Amerika Serikat
23:39dan Iran
23:40begitu
23:40oke baik
23:41terima kasih pakar
23:41hubungan internasional
23:42dari Binus University
23:44Tia Maria Tulkip
Komentar