Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
Warga Kabupaten Kuantan Singingi, Diki Saputra (32) mengaku dimintai sejumlah uang oleh Oknum Polisi di Polsek Benai Polres Kuansing. Permintaan tersebut bukan tanpa sebab, Diki menceritakan kronologis terjadinya permintaan uang yang awalnya Rp40 juta hingga akhirnya deal di angka Rp25 juta.

Tonton juga RiauOnline “
(RiauOnline)

#Riauonline #Riauonlinecoid #kuansing #uangdamai

Jangan lupa subscribe, tinggalkan komentar dan share.

Tonton konten lainnya juga di YouTube Channel:
- Sisi Lain https://youtu.be/_TYOe2wDBl8
- Wamoi dan Riau https://youtu.be/roXyLa8aFLU

Jangan lupa subscribe yaa..

Follow Juga akun Sosial Media kami

https://www.facebook.com/RiauOnlin

https://twitter.com/red_riauonline

https://www.instagram.com/riauonline.co.id/?hl=id

https://www.tiktok.com/@riauonline1

https://s.helo-app.com/al/xvYZYpjbvR

https://sck.io/u/j3hlxrGg

Kategori

🗞
Berita
Transkrip
00:00Warga Kabupaten Kuantan Singini, Diki Saputra, 32 tahun,
00:05mengaku dimintai sejumlah uang oleh oknum polisi di Polsek Benai Polres Kuan Sing.
00:10Permintaan tersebut bukan tanpa sebab.
00:12Diki menceritakan kronologis terjadinya permintaan uang yang awalnya 40 juta rupiah
00:16hingga akhirnya deal di angka 25 juta rupiah.
00:19Dalam kronologis yang disampaikannya keormas gerakan anti-narkoba,
00:23Granat, dikutip Riau Online, Diki mengaku mencarikan uang untuk oknum polisi hingga subuh.
00:28Kasus ini bermula ketika aparat kepolisian mengamankan seorang terduga pencuri buah sawit.
00:34Dari hasil pengembangan, polisi kemudian mendatangi sebuah peron sawit milik Diki yang berada di wilayah Benai.
00:39Saat berada di lokasi, aparat menemukan beberapa orang sedang berkumpul.
00:44Setelah dilakukan penggeledahan, polisi menemukan bong dan plastik kecil
00:48yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika jenis sabu.
00:52Sebanyak enam orang kemudian diamankan ke Polsek Benai.
00:55Mereka terdiri dari satu orang terduga pencuri sawit dan lima orang lainnya
00:59yang disebut positif narkotika berdasarkan hasil tes urin.
01:03Namun di tengah proses penanganan perkara itulah muncul dugaan praktik,
01:06damai di tempat, yang kini berbuntut laporan pidana ke Pol Daryau.
01:10Diki juga mengaku kalau dirinya mengalami tekanan dan intimidasi selama proses penanganan perkara.
01:15Saya sampai harus pinjam uang dari tengah malam sampai subuh demi memenuhi 25 juta rupiah itu, ujar Diki.
01:22Menurut pengakuan Diki, nominal uang yang diminta awalnya mencapai 40 juta rupiah.
01:27Namun setelah terjadi negosiasi, angka tersebut turun menjadi 30 juta rupiah hingga akhirnya disepakati sebesar 25 juta rupiah.
01:35Diki menyebut, permintaan uang itu disampaikan langsung oleh Hardian Tomanik yang saat itu masih menjabat sebagai kanit reskrim Polsek Benai.
01:41Awalnya diminta 40 juta rupiah.
01:45Saya bilang tidak sanggup.
01:47Lalu turun jadi 30 juta rupiah, sampai akhirnya disepakati 25 juta rupiah, ujarnya.
Komentar

Dianjurkan