00:00BNPB sebut Karhutlah Riau masih jadi salah satu kejadian menonjol nasional.
00:04Kebakaran hutan dan lahan, Karhutlah, di Riau masih menjadi salah satu kejadian bencana yang menonjol di tingkat nasional.
00:11Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, BNPB, Abdul Muhari di Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026
00:22mengatakan,
00:23luasan area yang terbakar di wilayah tersebut menembus angka ribuan hektare.
00:27Kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau juga masih menjadi salah satu kejadian menonjol nasional.
00:33Hingga Rabu, 20 Mei 2026, luas lahan terbakar tercatat mencapai 3.474,74 hektare, kata Abdul.
00:42Dalam kesempatan tersebut, Abdul menjelaskan bahwa upaya penanggulangan dan pemadaman titik api sejauh ini terus diintensifkan melalui kolaborasi operasi udara
00:49dan operasi darat dengan dukungan penuh dari berbagai instansi lintas sektoral.
00:53Tim gabungan yang dikerahkan di lapangan terdiri atas unsur BNPB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni Kementerian
01:02Kehutanan, serta elemen masyarakat dan unsur terkait lainnya.
01:06Pada pelaksanaan operasi darat, tim gabungan saat ini tengah fokus melakukan lokalisasi api melalui penanganan visual, pemadaman langsung, hingga proses
01:14pendinginan, cooling down,
01:16pada area bekas terbakar di wilayah Kelurahan Tampan, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru.
01:22BNPB menilai langkah pendinginan tersebut krusial dilakukan guna memastikan tidak ada lagi bar api yang tersisa di dalam lapisan tanah,
01:28khususnya pada area gambut yang memicu potensi kebakaran berulang.
01:32Selain mengerahkan personel di jalur darat, BNPB dipastikan terus mengoperasikan armada helikopter untuk melaksanakan operasi udara berupa pengeboman air, waterbombing,
01:40serta patroli udara guna mendukung percepatan penanganan karhutlah di seluruh wilayah terdampak di Provinsi Riau.
Komentar