00:00Sebelum dimasak, berapa kali beras sebaiknya dicuci?
00:03Mencuci beras sebelum dimasak sudah jadi kebiasaan di banyak rumah tangga Indonesia.
00:08Rasanya, seperti ada yang kurang kalau beras langsung dimasak tanpa dibilas dulu.
00:13Bahkan, tak sedikit yang punya aturan sendiri di rumah, harus 3 kali, 5 kali, atau dicuci sampai airnya benar-benar
00:20bening.
00:20Mengutip penelitian dari Food Science yang dipublikasikan di Lama National Center for Biotechnology Information,
00:26tidak ada angka baku yang menyebut beras harus dicuci sekian kali.
00:30Bahkan, mencuci beras terlalu sering juga tidak selalu lebih baik.
00:34Dalam praktik sehari-hari, beras memang boleh dicuci.
00:37Tujuannya sederhananya, yaitu membersihkan debu, kotoran ringan, serta sisa pati, starch, di permukaan agar nasi tidak terlalu lengket.
00:46Namun, pembilasan sebenarnya cukup dilakukan 1-2 kali saja.
00:51Metode pencucian beras memang bisa mengurangi sebagian residu di permukaan, termasuk pesticida dalam jumlah kecil.
00:56Namun di saat yang sama, proses ini juga ikut menghilangkan mineral penting seperti magnesium, kalium, dan fosfor.
01:04Ini berarti semakin sering beras dicuci, bukan hanya kotoran yang hilang, tetapi sebagian zat gizi juga bisa ikut berkurang.
01:12Banyak orang mencuci beras sampai airnya jernih sempurna.
01:15Air yang keruh saat mencuci nasi sebagian besar berasal dari pati alami beras.
01:19Jika seluruh pati permukaan terus dibuang, nasi justru bisa kehilangan tekstur dan sebagian nilai gizinya.
01:26Karena itu, cukup bilas sampai air terlihat lebih jernih.
01:30Tidak perlu sampai benar-benar bening.
01:32Kalau tujuan mencuci beras adalah mengurangi zat berbahaya seperti arsenik, hasilnya juga tidak terlalu besar.
01:38Menurut Food and Drug Administration, FDA,
01:42membilas beras sebelum dimasak hanya memberi efek minimal terhadap kadar arsenik pada nasi matang.
01:46Cara yang lebih efektif untuk menurunkan arsenik adalah memasak beras dengan air berlebih,
01:51lalu membuang sisa airnya.
01:53Metode ini bisa menurunkan arsenik sekitar 40-60%.
01:57Namun, terdapat konsekuensinya,
02:00cara ini juga akan mengurangi kandungan nutrisi penting seperti folat, zat besi, niasin, dan tiamin hingga 50-70%.
02:08Jadi, ada konsekuensi yang harus dipertimbangkan antara upaya menurunkan arsenik dan hilangnya sebagian zat gizi.
02:14Hal lain yang sering luput diperhatikan, tidak semua beras sebaiknya dicuci.
02:18Pada beras fortifikasi atau Enriched Rich, yang sudah diperkaya vitamin dan mineral,
02:23mencuci beras justru bisa menghilangkan nutrisi tambahan tersebut.
02:26Aturan di sejumlah negara bahkan menyarankan untuk tidak mencuci beras jenis ini,
02:30terutama jika pada kemasan tertulis, do not rinse.
02:33Berikut panduan sederhana mencuci beras yang bisa diikuti di rumah.
02:381. Beras biasa
02:40Cukup bilas 1-2 kali untuk membersihkan permukaan.
02:43Tidak perlu sampai air benar-benar bening.
02:472. Beras fortifikasi atau Enriched Riche
02:49Ikuti petunjuk pada kemasan.
02:52Jika disarankan tidak dicuci, sebaiknya memang tidak perlu dibilas.
02:563. Jika ingin mengurangi arsenik
02:59Gunakan metode memasak dengan air berlebih,
03:02tetapi pahami bahwa cara ini juga bisa mengurangi kandungan nutrisi.
03:06Mencuci beras bukan soal harus berapa kali,
03:08melainkan soal memahami tujuan dan dampaknya.
03:11Mencuci beras memang baik untuk kebersihan dan bisa membantu memperbaiki tekstur nasi.
03:16Namun, jika dilakukan berlebihan,
03:18manfaatnya tidak selalu lebih besar,
03:20bahkan bisa mengurangi kandungan gizi yang sebenarnya dibutuhkan oleh tubuh.
03:24Sampai jumpa di video selanjutnya.
Komentar