00:00Rupiah anjlok, apa yang sebaiknya dilakukan masyarakat dengan tabungannya?
00:04Pelemahan rupiah terhadap dolar AS, AS, dinilai bisa dimanfaatkan masyarakat untuk mulai melakukan diversifikasi aset, termasuk investasi berbasis valuta asing,
00:13falas.
00:14Perencana keuangan sekaligus founder Finante.id, Rista Zuestica mengingatkan masyarakat agar tidak panik saat kurs dolar naik.
00:22Fokus utama tetap pada tujuan keuangan dan kebutuhan masing-masing, kata Rista.
00:26Rista menyarankan investasi berbasis dolar AS dilakukan secara bertahap dengan metode dolar cost averaging, DCA, bukan membeli sekaligus dalam jumlah
00:35besar karena berharap kurs akan terus naik, ujarnya.
00:42Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan panik buing, menukar seluruh tabungan rupiah ke dolar tanpa perencanaan, atau menggunakan dana
00:49kebutuhan harian dan dana darurat untuk spekulasi kurs.
00:52Sehingga keputusan finansial sebaiknya tetap berbasis tujuan jangka panjang.
00:57Tegasnya, menurut Rista, pembelian aset dolar saat rupiah melemah tetap memiliki risiko.
01:02Sebagai contoh, pembelian dolar pada level 16.500 rupiah lalu rupiah menguat ke 15.800 rupiah dapat memicu potensi kerugian
01:10sekitar 4%.
01:12Karena itu, biasanya lebih baik membeli bertahap atau dolar cost averaging dan tidak menaruh seluruh dana di dolar as, ucapnya.
01:18Rista juga menilai tabungan valuta asing dapat menjadi salah satu alternatif penyimpanan dana di tengah pelemahan rupiah.
01:25Selain berfungsi seperti tabungan biasa, produk ini dinilai memiliki potensi imbal hasil dari pergerakan nilai tukar mata uang asing.
01:31Di sisi lain, analis mata uang Ibrahim Aswaibi menyebut pelemahan rupiah dipicu faktor internal dan eksternal.
01:38Dari dalam negeri, muncul perdebatan terkait pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal pertama tahun 2026 yang tercatat sebesar 5,61% dan
01:46berada di luar perkiraan banyak pihak.
01:48Nah dari segi internal ya, kita tahu bahwa ada perdebatan tentang data pertumbuhan ekonomi di kuartal pertama yang diluar ekspektasi
01:54pemerintah, ban Indonesia maupun para ekonom atau analis, ujar Ibrahim.
01:59Ia menambahkan, tekanan global juga meningkat akibat lonjakan harga minyak serta ketegangan di Timur Tengah, terutama di kawasan Selat Hormuz
02:06yang mendorong penguatan dolar AS.
02:08Saya melihat bahwa rupiah hari ini diperdagangkan melemah karena menguatnya dolar AS pada perdagangan hari ini, kata Ibrahim.
Komentar