00:00Bayangkan, yang korupsi 75M hanya 6 tahun, saya yang dianggap 3M 5 tahun.
00:09Kalau gitu, menyesal nggak? Saya menyesal lah.
00:12Meniang korupsi sebanyak-banyaknya, cuma beda setahun dengan yang rendah.
00:17Itu kasihan juga tuh Pak Heri, cuma 4 miliar, hukumannya paling tinggi 7 tahun.
00:24Kan gila ini, saya bilang ini gimana sih hukum? Logikanya saya nggak ngerti ini cara berpikirnya.
00:32Ya jujur aja, mau 4 tahun, mau 5 tahun, dihukum 3 hari aja kita merasa kayak di neraka tuh, apalagi
00:41sekian banyak.
00:41Artinya saya bingung, kok kita punya kebijakan yang menguntungkan rakyat,
00:46lantas kemudian saya juga mengikuti arah perintah presiden, kan tidak ada kerugian negara,
00:51tidak ada yang saya curi duit rakyat 1 rupiah pun.
00:57Artinya bakal mengajukan nota pembelaan atau pembelaan?
01:00Ya pasti kita akan melakukan pembelaan lah ya, semoga pembelaan saya ke depan ini bisa menjadi pertimbangan hakim.
01:06Kemudian juga ya, saya tetap menghormati JPU yang sudah cukup maksimal bekerja.
01:13Apapun saya harus menghargai JPU, tapi sayang sekali kok beda cuma setahun dengan yang lebih besar sih gitu loh.
01:20Bayang dari antara semua kan paling kecil saya?
01:22Ya ada yang 4 tahun, ada yang 15 tahun, ada yang 40 sekian miliar, ada yang 75 miliar.
01:30Saya yang cuma 3 miliar sudah ngembalikan 5 tahun.
01:34Gitu loh.
01:35Lah kan tidak terbukti semua mana pengusaha yang saya peras.
01:37Lantas mana mobil mewah yang puluhan itu mana?
01:42Gitu yang hasil pemerasan itu.
01:46Kemudian yang minta jatah-minta jatah, mana nggak terbukti.
01:50Artinya ya KPK ke depan harus satu, tobat nasuhah lah.
01:56Jangan suka memframing bikin orkestrasi stigma.
02:01Jadi lu kayak begini, jika ada pejabat yang berpihak kepada rakyat, stigma aja mereka.
02:06OTT, selesai tuh, kelar tuh masa depannya tuh.
02:10Saat peleduanya apa yang dipersiapkan Pak Nanti?
02:12Ya pasti kebijakan-kebijakan saya yang selama ini langsung mengenak rakyat.
02:15Pertama soal praktek penahanan ijasa.
02:18Sampai detik ini, praktek kejahatan ini, praktek kejahatan ini masih berjalan.
02:23Kok KPK diam sih?
02:24Kemudian outsourcing yang memeras tenaga buru juga.
02:28Kok KPK diam ya?
02:30Kemudian magang-magang, tenaga-magang, manipulatif tuh pengusaha-pengusaha itu.
02:34Untuk menghindar bayaran UMR, mereka hanya menggaji setengah.
02:38Lantas itu bertahun-tahun tenaga kontraknya, itu kok nggak ditindak?
02:45Nah KPK pakai otak gitu.
02:47Salam buat dewas dan juga salam buat pimpinan KPK.
02:51Pakai otak bilang ya.
03:08Terima kasih telah menonton!
03:37Menemani pagi Anda dengan informasi-informasi terbaru.
03:40Satu langkah lebih dekat, satu langkah lebih mencerahkan.
03:43Saksikan Kompas Pagi hanya di Kompas TV, channel 11, di televisi Anda.
03:47Terima kasih telah menonton!
03:56Terima kasih.
Komentar