Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 13 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Relawan Global Peace Convoy Indonesia Herman Budiyanto mengungkapkan situasi mencekam yang dialami delegasi kemanusiaan Indonesia di tengah pelayaran menuju Gaza.

Ia menyebut rombongan sempat memantau keberadaan kapal perang dan drone yang diduga terkait militer Israel.

"Alhamdulillah kita dari semalam sudah siaga untuk terus memantau. Malam ada drone-drone saja, kemudian pagi baru muncul kapal perang," kata Herman lewat sambungan video, Senin (18/5/2026).

Menurut dia, kapal-kapal tersebut sempat bergerak mendekati rombongan kapal bantuan kemanusiaan.

Namun para relawan melakukan manuver penghindaran dengan menyebar ke sejumlah titik di laut.

"Kapal-kapal itu bergerak mendekati mengejar kapal-kapal kita. Alhamdulillah tim kami bisa melakukan penghindaran dari jarak jauh," ujarnya.

Ia berharap seluruh delegasi kemanusiaan tetap bisa melanjutkan perjalanan menuju Gaza dengan selamat.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

Baca Juga Persiapan Puncak Haji 2026, Fasilitas Jemaah Jadi Prioritas | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/669663/persiapan-puncak-haji-2026-fasilitas-jemaah-jadi-prioritas-kompas-malam



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669669/kesaksian-relawan-indonesia-ungkap-momen-mencekam-di-pelayaran-menuju-gaza
Transkrip
00:00Terima kasih pada Pak Irfan, ini izin saya potong
00:02Teman-teman ini mumpung masih ada jaringan internetnya
00:05Di Lingjum masih ada Mas Herman Budianto
00:11Salah satu delegasi Indonesia yang masih berada di kapal
00:15Mungkin nanti kita bisa langsung tanya ya
00:18Seperti apa gambaran di sana dan seperti apa kondisinya
00:22Mas Herman, bisa dinyalakan audionya Mas?
00:30Mungkin bisa dijelaskan Mas kondisi di sana seperti apa Mas?
00:34Ya Alhamdulillah, kita dari semalam sudah siaga
00:39Untuk terus memantau ada kapal kapal, ada drone ya
00:46Alhamdulillah kalau tidak ada, ada drone-drone saja
00:49Lihat pagi baru muncul adanya kapal, ruang kapal
00:53Pernah-pernah dari ini dong
00:57Nah, kapal-kapal ini menurunkan kondis-kondis
01:03Bergerak berdekati mengejar kapal-kapal mitar
01:07Nah, Alhamdulillah, Tim Nami ini kapten prunya
01:13Ya, dari luar biasa ke dalam pengalaman
01:17Mereka bisa menempol lakukan penghindaran pernikahan
01:23Jauh dan sudah dari tasar pernikahan
01:27Ayat tadi
01:29Dan tentu ini juga karena sokongan Allah
01:33Maka dari seluruh penerbangan sekalian
01:37Dan di Indonesia dimanipun juga ada
01:40Mas Reman, kondisinya di sekitar seperti apa, Mas?
01:43Kondisi di sekitar saat ini seperti apa?
01:49Kondisinya umat kadang tengah, kadang besar.
01:53Tidak terlihat adanya kapal perang dari IOM, maupun dari kapal-kapal kita.
02:02Saya juga tidak kelihatan kapal-kapal.
02:04Karena memang tadi kita menghindar kelebar, jadi kapal-kapal yang memang pateknya menyebar semuanya.
02:14Perluan, tapi kita akan kembali pada gistik yang tidak kita susun.
02:19Jadi kalau kita tadi pake kan, arah gasa adalah hukus, kita menunjukkan kondisi yang tidak mengalami.
02:31Kemudian, kita akan kembali sampai gasa itu.
02:35Oke, di samping Mas Herman itu tampak ada Mas Ronggo juga ya.
02:39Ini salah satu delegasi Indonesia juga, teman-teman.
02:41Mas Ronggo mungkin bisa memberikan, ini Mas, pantauannya?
02:47Ya, pantauan sejauh titik.
02:49Tidak ada kapal tentara, jadi kami semakin tersewaspada.
02:54Sampai hari malam mungkin ya, terakhir.
02:59Tadi sempat didekati oleh kapal dari IDF?
03:03Ya, betul.
03:04Semua kapal, karena mereka berhasil kejaran ya.
03:10Kalau kita mahasiskan, dia mahasiskan, dia mahasiskan, dia mahasiskan.
03:14Kita tetap, mereka juga.
03:17Bikin sip untuk penjandaan, dan maklumat yang ada di TAP.
03:23Oke.
03:23Mungkin saya akan memberi kesempatan kepada teman-teman jurnalis yang ingin menanyakan langsung kepada delegasi kita yang ada di kapal.
03:29Siapa?
03:32Siapa, Mas?
03:33Maaf.
03:37Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
03:38Selamat malam, Bapak, Bapak-Bapak sekalian.
03:42Saya Satrio dari CNN Indonesia TV.
03:43Saya ingin bertanya kepada Pak Herman, mungkin nanti bisa dijelaskan juga oleh Pak Jowaini dan Pak Irvan.
03:49Untuk saat ini, kan tadi disebutkan ada dua relawan yang diduga, diculik dalam tanda kutip, Bapak ya.
03:58Kemudian saat ini kondisi ketujuh lainnya, selain Pak Herman dan satu teman yang di situ, apakah terpisah di kapal-kapal
04:06lain?
04:07Apakah diketahui kondisinya seperti apa?
04:09Dan saat ini kondisinya atau lokasinya sedang berada di perairan mana, Bapak?
04:14Apakah di dekat Israel atau perairan di negara mana yang terdekat di situ?
04:18Oke.
04:19Terus yang kedua, saat ini ketika kabar dari dua orang yang diduga diculik tersebut,
04:28langkah apa yang sedang dilakukan untuk mencari konfirmasi, Bapak-Bapak,
04:32apakah benar-benar ada upaya diplomasi ke pemerintahan Israel atau seperti apa
04:36untuk mengetahui nasib dari dua orang tadi yang disebutkan diduga diculik oleh IDL.
04:41Oke, terima kasih.
04:42Kita jawaban Pak Herman dulu ya, karena mumpung masih online.
04:46Pak Herman mungkin bisa menjawab, Pak Herman?
04:48Baik, untuk diketahui kemampuan yang akhir,
04:52memang sampai sekarang pemerintah takutnya,
04:55bukan takutnya,
04:59tapi tidak bisa tontonan.
05:02saya terlalu kompetensi.
05:03Bukanlah saya ada makhluk ini.
05:07Jadi, kemampuan yang lain,
05:09tidak tahu di Allah sebagainya.
05:12Oke.
05:13Itu kondisinya, Pak.
05:13Berarti terpisah ya, Pak?
05:15Ya, kita terpisah ada di
05:19patah Pak, Pak, Pak, Pak, Pak.
Komentar

Dianjurkan