Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 3 jam yang lalu
Artikel terkait:
https://www.suara.com/news/2026/05/14/125559/nasib-juri-lcc-mpr-kalbar-usai-viral-dinonaktifkan-kini-dibidik-sanksi-berat

Polemik Final LCC Empat Pilar MPR RI Kalimantan Barat masih menjadi sorotan publik usai viralnya dugaan kesalahan penilaian juri terhadap peserta. Akibat kontroversi tersebut, para juri kini resmi dinonaktifkan dan terancam mendapat sanksi administratif lebih berat.

Dalam video ini, kami membahas kronologi viralnya lomba cerdas cermat MPR Kalbar, alasan MPR RI mengambil tindakan tegas, hingga keputusan mengulang babak final dengan juri independen. Bagaimana nasib para juri setelah kasus ini menjadi perhatian nasional?

Simak ulasan lengkapnya di video berikut.

Creative/Video Editor: Zahwa/Vanya
===================================
Homepage: https://www.suara.com
Facebook Fan Page: https://www.facebook.com/suaradotcom
Instagram:https://www.instagram.com/suaradotcom/
Twitter: https://twitter.com/suaradotcom
Transkrip
00:00Dinonaktifkan, kini dibidik sanksi berat, begini nasib juri LCC NPR Kalbar.
00:06Polemik final lomba cerdas cermat 4 pilar NPR RI tingkat Kalimantan Barat masih terus berlanjut.
00:12Setelah viral di media sosial karena dinilai melakukan kesalahan penilaian,
00:16para juri kini resmi dinonaktifkan dan terancam mendapat sanksi administratif tambahan dari NPR RI.
00:24Kasus ini bermula saat babak final LCC yang digelar di Pontianak pada 9 Mei 2020.
00:30Mempertemukan 3 sekolah, yaitu SMA Negeri 1 Pontianak, SMA Negeri 1 Sambas, dan SMA Negeri 1 Sanggap.
00:38Kontroversi muncul ketika jawaban dari peserta SMA Negeri 1 Pontianak dianggap salah oleh juri.
00:45Sementara jawaban serupa dari tim lain justru diberi nilai penuh.
00:49Cuplikan video kejadian itu kemudian viral dan menuai kritik luas dari publik.
00:53Banyak netizen menilai keputusan juri tidak konsisten.
00:57Bahkan salah satu komentar juri yang menyinggung soal artikulasi peserta dianggap menyudutkan siswa yang melakukan protes.
01:05Polemik tersebut membuat publik mempertanyakan profesionalisme penyelenggaraan lomba tingkat nasional itu.
01:10Jadi biasakan menjawab itu dengan artikulasi yang jelas.
01:16Dewan juri kalau menurut kalian sudah tapi dewan juri menilai kalian tidak karena tidak mendengar artikulasi kalian dengan jelas.
01:25Yaitu artinya dewan juri berhak memberikan nilai minus 5.
01:28Menanggapi ramainya kritik, Sekretariat Jenderal MPR RI akhirnya mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan seluruh dewan juri yang bertugas pada final
01:38LCC kabar.
01:39Sekjen MPR RI Siti Fauziah mengatakan pihaknya kini juga tengah mengkaji kemungkinan pemberian saksi administratif lain sesuai aturan badan kepegawaian
01:50negara atau BKN.
01:51Tak hanya itu, MPR RI memutuskan bapak final akan diulang dengan melibatkan juri independen dari unsur akademisi dan dinas pendidikan
02:00agar penilaian dinilai lebih objektif.
02:02Namun keputusan lomba ulang ini juga memunculkan respon berbeda karena SMA Negeri 1 Pontianak dikabarkan menolak mengikuti pertandingan ulang tersebut.
02:21Terima kasih telah menonton!
Komentar

Dianjurkan