00:09Intro
00:10Ya saudara, pembaharuan hukum acara pidana melalui undang-undang nomor 20 tahun 2025 tentang OHAP
00:19tentu ini membawa dinamika baru dalam praktik pidana di Indonesia
00:25salah satu aspek yang menariknya ini adalah dengan kehadiran saksi mahkota
00:29yang dimana ini juga saksi yang berstatus sebagai pelaku atau terdakwa dalam perkara yang sama atau terkait
00:37lantas bagaimana peran dan batasannya dalam praktik peradilan
00:41kita akan tanyakan langsung kepada ketua kamar pidana Mahkamah Agung RI Prim Haryadi
00:47Selamat siang Bapak Prim
00:49Selamat siang Pompas
00:50Pak, ini bagaimana proses untuk menjadi saksi mahkota?
00:55Ya, sebenarnya saksi mahkota ini sebenarnya sudah diatur dalam rumah acara yang lama
01:01ya, bukan satu, bukan satu
01:02hanya saja memang dalam OHAP 20-2025 ini
01:10pengaturannya itu lebih rinci
01:12rinci dalam arti tahapan-tahapannya itu
01:17ini datang dari pelaku yang bekerjasama
01:23jadi lebih dari satu pelaku
01:25kemudian biasanya dalam perkara-perkara yang cukup sulit pembuktiannya
01:31dan juga perkara-perkara yang katakanlah ekstra ordinary crime
01:37nah itu, si pelaku tentunya ada yang diharapkan dengan dia membuka seluruh keterangan kepada penyedik dan penyedik dan penyedik umum
01:47tentunya dia berharap ada hal yang dia akan dapatkan
01:50ini sebenarnya bukan untuk lebih, bukan untuk membuat pembuktian itu hal yang dikejar kepada mereka
01:59tapi mereka yang punya keinginan
02:05saksi mahkota ini yang punya keinginan agar dia bisa mengungkap serang peristiwanya
02:09dia bisa mengungkap siapa pelaku utamanya
02:12namun dia berharap hukuman kepada yang sanita juga akan bergeringan
02:17oleh karenanya dia mengusulkan kepada penyedik
02:20kemudian penyedik bekerjasama dengan penyedik umum
02:25menyampaikan kepada penyedik umum
02:27dibuatlah berita acara
02:30kemudian dipanggillah
02:32apa namanya
02:34si terdakwa ini bersama dengan advokatnya oleh penyedik umum
02:39diadakanlah suatu perlunya
02:42advokat
02:44ini hal yang baru juga dalam buah kita
02:46kenapa tentunya UHAP memperhatikan harus ada kesimbangan
02:54antara kepentingan pembuktian suatu perkara
02:57dengan kepentingan si saksi mahkota ini
03:00kemudian setelah ada penyedik, di dalamnya tentunya harus mencakup
03:05apa-apa yang akan disampaikan di persidangan
03:08kemudian juga apa yang diharapkan
03:13bahwa misalnya yang bersabutan akan dituntut
03:15dengan perkara tindak bidana ini tertentu
03:20kemudian juga tentunya tidak akan dijatuhi bidana
03:24dituntutnya hukuman mati
03:25akan dituntut maksimal 2 per 3 dari ancaman maksimum
03:29daripada ancaman hukuman tersebut
03:31dana yang dilanggar
03:32dan juga tentunya tidak ada paksaan
03:36di dalam memberikan keterangan oleh saksi mahkota ini
03:41terima kasih banyak Bapak Prim selatan melanjutkan aktivitasnya dan saling tugas
03:45oke terima kasih
03:46ya saudara itu dia tadi penjelasan mengenai saksi mahkota dari ketua kamar pidana
03:52mahkamah agung RI Prim Haryadi
03:55dan juga tentunya dengan adanya saksi mahkota dalam kuhak baru ini
04:00dapat membantu atau menupayakan untuk mengungkap perkara pidana yang kompleks
04:06Medina Andes, Riki Sultana, Kompas TV, Jakarta
04:09Terima kasih telah menonton!
Komentar