KOMPAS.TV - Di tengah ketidakpastian perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, pesawat kargo berisi senjata dan amunisi dari pangkalan militer Amerika Serikat di Jerman dikabarkan dikirim ke Israel.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Israel siap menghadapi segala kemungkinan terkait perang dengan Iran.
Situasi semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman untuk membombardir Iran apabila kesepakatan tidak kunjung tercapai.
Apakah ini menjadi sinyal bahwa Amerika Serikat dan Israel bersiap kembali menggempur Iran?
Di sisi lain, Iran menilai Trump kerap melontarkan pernyataan kontradiktif yang justru menghambat proses negosiasi damai.
Kita akan membahas persoalan ini bersama Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Muradi, serta Pengamat Timur Tengah, Musthafa Abdul Rahman.
#pakar #perang #iran
Baca Juga Pelaku Penyekapan dan Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar Ditangkap | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/regional/669702/pelaku-penyekapan-dan-pemerkosaan-mahasiswi-di-makassar-ditangkap-kompas-pagi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669705/analisis-pakar-blak-blakan-soal-trump-ancam-iran-lagi-as-dan-israel-bersiap-perang-sapa-pagi
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Israel siap menghadapi segala kemungkinan terkait perang dengan Iran.
Situasi semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali melontarkan ancaman untuk membombardir Iran apabila kesepakatan tidak kunjung tercapai.
Apakah ini menjadi sinyal bahwa Amerika Serikat dan Israel bersiap kembali menggempur Iran?
Di sisi lain, Iran menilai Trump kerap melontarkan pernyataan kontradiktif yang justru menghambat proses negosiasi damai.
Kita akan membahas persoalan ini bersama Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Padjadjaran, Muradi, serta Pengamat Timur Tengah, Musthafa Abdul Rahman.
#pakar #perang #iran
Baca Juga Pelaku Penyekapan dan Pemerkosaan Mahasiswi di Makassar Ditangkap | KOMPAS PAGI di https://www.kompas.tv/regional/669702/pelaku-penyekapan-dan-pemerkosaan-mahasiswi-di-makassar-ditangkap-kompas-pagi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669705/analisis-pakar-blak-blakan-soal-trump-ancam-iran-lagi-as-dan-israel-bersiap-perang-sapa-pagi
Kategori
đź—ž
BeritaTranskrip
00:00Di tengah ketidakpastian perdamaian Amerika dan Iran, pesawat kargo berisi senjata dan juga amunisi dari pangkalan militer Amerika di Jerman
00:07dikabarkan dikirim ke Israel.
00:08Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan Israel siap untuk menghadapi apapun soal perang Iran.
00:15Ditambah lagi rangkaian ancaman Trump untuk membombardir lagi Iran jika kesepakatan tidak kunjung tercapai.
00:22Apakah ini sinyal jika Amerika dan Israel bersiap kembali untuk menggempur Iran?
00:27Di sisi lain, Iran menyebut Trump kerap melontarkan pernyataan kontradiktif yang menghambat negosiasi damai.
00:33Kita akan bahas soal ini bersama dengan dua narasumber yang sudah hadir melalui sambungan daring.
00:38Ada guru besar ilmu politik dan keamanan Universitas Pajajaran, ada Prof. Muradi.
00:42Dan juga ada pengamat Timur Tengah, Pak Mustafa Abdul Rahman.
00:46Selamat pagi, Assalamualaikum Prof. Muradi dan juga Pak Mustafa.
00:50Pagi, Mbak Isti.
00:52Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
00:53Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh.
00:55Saya mau ke Prof. Muradi dulu.
00:56Prof. Muradi ini kan kita tahu ya, pesawat kargo, bawah senjata dan juga amunisi Amerika ini sudah dikirim ke Israel.
01:04Benarkah dari kacamata Anda, Trump ini serius soal ancamannya ke Iran?
01:11Ada empat hal yang saya kira penting buat kita garis bawahi.
01:14Pertama memang, itu kan rutin ya.
01:17Sejak mereka kemudian Februari, bahkan kemudian jauh sebelum itu,
01:21suplai senjata itu rutin dikirimkan ke Israel.
01:25Tapi memang untuk yang terakhir ini, akan ada korelasi dengan dua hal.
01:30Yang pertama, berkaitan soal hasil KTT di Cina ya, antara Cina dengan US.
01:40Yang kedua adalah, ini berkaitan soal kebuntuan, soal perundingan.
01:43Nah, yang kedua adalah, ini menyangkut soal skenario.
01:46Skenario itu, saya kira menarik karena begini, dalam beberapa kasus, ini ada upaya untuk memindahkan front lagi.
01:53Jadi dari front Salat Hormuz, pindah lagi front ke front utaranya Israel.
01:58Nah, ada dari situ yang ketiga.
02:01Yang ketiga adalah, posisi kemudian Israel itu kan dihadapi oleh tiga front ya.
02:07Tiga partnya gemur-gemur dari Hamas, kemudian Yemen, dan juga kemudian sekarang ada tambah dua nih.
02:12Israel, Iraq dan juga dengan Syria.
02:16Nah, yang ketiga bahas ini, saya kira bicara soal bagaimana kemudian Trump mencoba mendorong Israel
02:22untuk kemudian melakukan negosiasi secara komprehensif.
02:27Karena dia merasa bahwa upaya dengan negara-negara yang kemudian punya posisi penting itu buntu.
02:36Ini artinya memang dia hanya akan mengharap, mungkin kemungkinan yang terakhir akan dilakukan dengan kerusia.
02:41Tapi itu juga saya kira akan mengalami kebuntuan.
02:43Nah, yang terakhir adalah, ini bagian dari perluasan peperangan.
02:47Nah, peperangan itu saya merasa bahwa akan konsentrasi itu meluas pada di wilayah-wilayah
02:54yang kemudian menjadi irisan dengan Israel dan negara-negara bertengah.
02:58Dari empat ini, saya kira memang pada akhirnya dugaan saya, apa namanya,
03:04peperangan itu akan Trump konsentrasikan di Israel.
03:08Nah, dengan asumsi dia akan melakukan upaya misalnya serangan amunisi ke wilayah Iran
03:12dan juga kemudian menghantam atau mengkounter negara atau kelompok yang kemudian punya hubungan proksi dengan Iran.
03:20Oke, jadi menurut Anda ini merupakan bagian atau maksud yang dilakukan oleh Trump
03:23untuk memperluas wilayah peperangan.
03:27Apakah Anda juga membaca atau mencium gelagat Presiden Donald Trump ini putus asa dengan sikap Iran
03:33yang kemudian tidak mau menyerah, bahkan Trump sampai mengatakan pemerintah Amerika Serikat
03:39menyebut bahwa operasi militer ini sledgehammer?
03:44Ya, faktualnya kan memang posisi internal di Amerika Serikat itu kan juga mendekati deadline ya.
03:53Katakanlah misalnya deadline akhir bulan ini, mereka harus menyelesaikan semua problem
03:58berkaitan dengan peperangan ini.
04:00Apakah kemudian misalnya berakhir menjadi perundingan
04:03dan atau mengalihkan, mengalihkan lagi begini,
04:05mengalihkan apa namanya aktor peperangan tidak lagi menjadi mereka sendiri.
04:10Saya kira langkah upaya ke sana itu kelihatan sekali ketika pengiriman amunisi
04:15agak besar-besaran dibanding sebelumnya.
04:17Nah, jadi kalau kemudian ini dua yang dilakukan,
04:19maka saya menduga bahwa akhir bulan ini,
04:21saya sudah selesai, ini adalah peperangan antara Israel
04:26dengan negara-negara proksi yang ada di Timur Tengah.
04:29Di situ kemudian dia akan pelan-pelan menarik kapal-kapalnya dari Selatuk Rumus.
04:34Asumsi itu yang kemudian saya kira akan mengelunakan Iran.
04:37Karena Iran juga digaransi oleh 40 negara plus pimpinan Inggris dengan Perancis
04:43yang kemudian mengarah pada upaya memberikan akses kebanyak negara
04:48untuk melewati Selatuk Rumus.
04:50Oke, dari kacamata Pak Mustafa seperti apa?
04:53Anda lama tinggal di Timur Tengah?
04:55Nah, setujukah Anda dengan perspektif apa yang dikatakan oleh Prof. Muradi
04:59kalau ini akan ada pergeseran dengan perluasan wilayah peperangan?
05:03Bagaimana komentar Anda, Pak Mustafa?
05:07Ya, secara umum saya setuju dengan apa yang disampaikan oleh Prof. Muradi ya.
05:12Jadi, pengerahan kapal kargo dari Jerman ke Israel ya,
05:18itu tentu ada kontaknya ya.
05:21Kontak yang pertama adalah ya, bahwa perang ini tetap jadi opsi ya,
05:28walaupun opsi terakhir ya.
05:30Kemudian, mengapa ada pengerahan besar-besaran dan menurut Stasiun Televisi Israel Saluran 12
05:41bahwa puluhan kapal kargo dan kapal pengisiban bakal Amerika ini sekarang sedang nongkrong,
05:50sedang berada di Bandara Udara Ben-Goryun di Tel Aviv, yang pertama, yang kedua ada di Bandara Ramun
05:59yang terletak di wilayah selatan Israel.
06:03Dan puluhan kapal kargo dan kapal pengisiban bakal AS itu akan tetap berada di Israel sampai akhir tahun.
06:12Ini menurut Stasiun Televisi Israel Saluran 12.
06:18Itu tentu tidak lepas dari beberapa perkembangan ya.
06:22Yang pertama adalah pasca pertemuan puncak Presiden Trump dengan Presiden China,
06:30Xi Jinping ya, yang hasilnya ya masih umum terkait dengan Iran,
06:36di mana Trump menganggap ini China tidak terlalu mencegah lah kalau Amerika melakukan serangan lagi ke Iran.
06:47Itu yang pertama.
06:48Yang kedua adalah mengapa sekarang Israel yang dipilih ya tentu Trump ingin meringankan beban negara-negara kawasan Atlus
07:00seperti Arab Sudi, Kuwait, Qatar, Uni Emirat, yang sebelum ini selalu menjadi sasaran serangan Iran
07:10karena di situ tempat beradanya banyak pangkalan Amerika.
07:16Kedepannya ke depan Amerika ini ingin meringankan beban negara-negara kawasan Atlus
07:24sehingga tidak terlalu menjadi sasaran serangan lagi.
07:28Maka sekarang akan dipusukan di Israel mengapa Israel bisa melawan Iran kalau misalnya terjadi serangan lagi ya.
07:40Dan kemudian juga yang ketiga juga ada lepas tadi sudah disinggung oleh Prof. Muradi
07:47bahwa perang ini bisa kalau terjadi bisa meluas dan sekarang saja Israel itu sedang bertempur dengan Hezbollah di Libanon.
07:56Masih belum terus berlanjut ini walaupun secara resmi ada pertanganan senjata selama 45 hari
08:05tapi secara harian Israel sama Hezbollah ini masih terus bertempur ya
08:12dimana sudah 20 tentera Israel tewas dan ini cukup berat dan kemungkinan juga antisipasi
08:19misalnya perang ini meluas dengan milisi pro Iran di mana di Iraq kemudian di Yemen
08:27maka kemungkinan nanti Israel itu akan jadi serangan maka Israel akan menjadi pusat penempatan senjata-senjata strategis Amerika
08:40termasuk tadi sudah disebutkan saat ini adalah pesawat kargo Amerika dan pesawat bahan pengisi bahan bakar Amerika
08:48dan tidak menurut kemungkinan juga yang akan datang adalah juga pesawat tempur Amerika akan ditempatkan lebih banyak ditempatkan di Israel.
08:57Oke ini yang kemudian menjadi pertanyaan selanjutnya adalah ketika memang ada pergeseran dipusatkan ke Israel begitu ya Pak Mustafa
09:05bagaimana kemudian pihak Iran begitu untuk bisa mempersiapkan segala sesuatunya
09:11walaupun tadi kita lihat Araksi sudah mengatakan pernyataan-pernyataan dari pihak musuh dalam hal ini adalah Amerika Serikat
09:18pernyataan yang kontradiktif dan juga retorika irasional. Ini tentu saja artinya semakin jauh negosiasi ini bisa mendapatkan wujud yang nyata.
09:30Menurut Anda seperti itu?
09:35Khotimun Al-Ambia, jurubicara Khotimun Al-Ambia, Khotimun India adalah jurubicara bersama pengawal revolusi Iran dan militer rogui Iran.
09:46Memang kemarin, hari Senin, statementnya masih keras bahwa Iran bersiap menghadapi serangan baru Amerika dan Israel
10:01jika ini dipaksakan lagi ke Iran. Jadi bahkan beberapa hari terakhir ini para pejabat Iran juga mengungkapkan bahwa
10:14Iran belum menggunakan semua senjatanya. Kalau nanti dipaksakan terjadi perang lagi, senjata yang sampai saat ini belum dipakai akan dipakai
10:26oleh Iran
10:27dan ini akan mengejutkan semua pihak khususnya Amerika dan Israel.
10:33Artinya nada Iran ini masih keras dan masih tidak ada tanda-tanda menyerah dan siap segala sesuatunya
10:43untuk menghadapi perang baru yang dipaksakan lagi oleh Amerika dan Israel.
10:50Oke, kalau dari kacamata Prof Muradi, Prof, apakah ini menjadi salah satu strategi yang saat ini dimainkan oleh Amerika Serikat
10:58ketika memang sudah ada keputus asaan begitu tapi kemudian tetap bisa menjaga keeping face begitu ya,
11:05menjaga muka dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump kalau memang Amerika Serikat tidak mampu menaklukkan Iran?
11:13Ya, jadi kalau melihat dinamika di internal dalam negri masing-masing ya, di Iran, di Israel, dan juga di US
11:20memang yang agak terdesak betul adalah di Israel dan juga di Amerika Serikat.
11:26Israel itu bahkan mereka kekurangan pasukan organik ya, melalui wamil-wamil itu wajib militer
11:33yang kemudian ditolak oleh banyak kelompok-kelompok ortodoks yang ada di sana.
11:36Nah, itu juga membuat mereka pada akhirnya berpikir ulang untuk kemudian menarik simpati banyak negara
11:43yang kemudian dekat dengan mereka ya.
11:46Katakanlah misalnya beberapa negara kayak di India, kemudian ditawarkan juga beberapa yang memang
11:52yang punya relasi historis dengan Yahudi dan seterusnya.
11:56Nah, yang kedua di Amerika Serikat sendiri juga sekarang tadi saya bilang secara normatif Trump itu sudah jauh di bawah
12:0535%.
12:05Artinya memang secara prinsipil dia tidak lagi peduli dengan popularitas dia.
12:10Makanya kemudian yang dia lakukan adalah menyelamatkan muka ya, menyelamat muka Republik ketika nanti apa namanya pemilu selat di November.
12:17Artinya apa? Secara prinsipil keberadaan peperangan ini harus bisa eksituasi apa sih?
12:24Nah, saya menangkap Israel ini sudah kemudian tidak punya pilihan.
12:29Dia menerima saja dengan apa yang menjadi konsekuensi logis dari keberadaan negara Israel itu sendiri.
12:35Nah, yang ketiga yang saya kira penting untuk digarisbawai adalah upaya untuk menjaga, membangun daya tawar dan kemudian menekan Iran
12:45itu kan hampir mustahil dilakukan.
12:47Kenapa? Karena posisi Iran sendiri dalam konteks internasional kan artinya apa?
12:52Saya harus mengatakan bahwa mereka ada di atas US ya.
12:55Baik sebagai negara bangsa maupun sebagai negara yang kemudian hanya sekiranya merespon.
13:01Nah, konteks ini yang saya kira menjadi penting buat banyak negara.
13:03Jadi kalau misalnya kata-kata gini, kita mengasumsikan misalnya kargo itu adalah untuk menyerang Iran, ke daeratan Iran.
13:11Maka dia akan dibalas itu.
13:12Hanya seperti itu yang logika yang dilakukan oleh Iran.
13:16Artinya apa? Secara prinsipi saya kira mereka akan dalam posisi yang berada di atas angin ya.
13:22Tapi gini, tapi keberadaan kargo tersebut itu buat saya lebih kepada sebagai bagian dari propaganda perang.
13:30Mereka logika sederhana begini, kalau misalnya normatif saja, ngapain kemudian itu diekspos?
13:37Kalau tidak untuk melakukan deterans ya, membuat gentar lawan.
13:42Artinya sebenarnya ditargetkan memang sebenarnya bahwa ketika mereka mengekspos itu,
13:47maka ada upaya kemudian dari Amerika Serikat dan juga istilah untuk menekan bahwa kita siap pilih perang lagi.
13:52Tapi sekali lagi saya bilang bahwa keberadaan peperangan ini akan dialihkan, digeser lagi ke era tahun lalu.
14:00Ketika peperangan itu hanya di bahasa antara Israel dengan proksi-proksi yang ada di sekitar Israel tadi, di tempat tengah
14:07gitu.
14:08Oke, jadi ini adalah exit strategi yang kemudian dimainkan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
14:14Jangan sampai kemudian ini punya dampak negatif lebih panjang lagi bagi Amerika Serikat dalam hal yang lain oleh Donald Trump
14:21ketika sebentar lagi sudah ada pemiru selah di November 2026.
14:26Begitu?
14:27Secara prinsipnya begitu.
14:28Karena memang mereka, Donald Trump punya waktu sampai akhir bulan ini.
14:32Karena sudah deadline habis kan tanggal 7 Mei kemarin ya.
14:36Jadi katakanlah sampai akhir bulan ini kalau tidak ada kemudian kejelasan peperangan ini selesai ya, atau peperangan ini kemudian tidak
14:42lagi dalam posisi pengerahan masa, pengerahan pasukan,
14:45maka saya kira mereka akan ada proses yang jauh lebih rumit di Kongres dan di Parlemen ya.
14:50Ini yang saya kira akan dihindari oleh Trump itu sendiri.
14:52Tapi tadi, tapi kemudian apa namanya, saya kembali lagi, Trump ini kan secara karakterist pemimpin agak unik ya.
15:02Dia kadang-kadang kemudian sedang tidur, kemudian tersendiri di kamar mandi, tiba-tiba ada ide, dia kemudian apa namanya,
15:09memposting di Twitternya dia gitu loh.
15:12Itu yang saya kira membuat kemudian situasi perundingan menjadi tidak ajak ya, tidak kemudian punya kejelasan.
15:17Makanya respon dari Iran saya kira normatif saja.
15:20Pokoknya kalau kalian begitu ya kami siap.
15:22Dan itu yang saya kira, sama dengan Pak Mustafa tadi, keberadaan alutsista dari Tahiran ini makin kuat sebenarnya.
15:29Yang kemudian digunakan untuk kemudian menyerang balik ketika mereka diserang gitu.
15:34Oke, saya mau ke Pak Mustafa.
15:36Pak Mustafa, akan ada perbedaan strategi begitu ya penyerangan Israel dengan proksi-proksi yang ada di Iran begitu ya.
15:47Nah, bagaimana kemudian Iran merespon ini nantinya ketika ada perubahan-perubahan strategi semacam ini
15:52yang kemudian dilakukan oleh Amerika Serikat menyerahkan kepada Israel?
15:59Ya, tentu Iran akan siap dengan segala kemungkinan ya.
16:05Dan seperti perang tahun lalu kan ini hit to hit antara Iran sama Israel ya.
16:13Seandainya skenario ini akan dipakai.
16:16Ini bagi Iran malah lebih enak, lebih ringan kan.
16:22Jadi nanti akan fokus kepada Israel kan gitu kan.
16:26Kalau memang skenario ini akan terjadi ya.
16:30Dan ini tentu masuk akal ya.
16:33Mungkin kan hitung-hitungannya Amerika kan.
16:36Mengapa pergeseran dengan akan dipusatkan ke Israel lagi?
16:43Itu mungkin agar Iran itu tidak melakukan serangan lagi ke negara-negara Arab Teluk.
16:51Yang apa namanya dampaknya luar biasa.
16:55Karena ini langsung akan mengancam kondisi ekonomi-ekonomi dunia kan begitu kan.
17:01Jadi kan ada dua pengalaman perang ya.
17:04Perang tahun lalu bulan Juni selama 12 hari.
17:07Dan perang kemarin yang selama berlangsung selama 40 hari.
17:11Dan ini kan jauh berbeda itu kan.
17:13Perang yang terakhir ini kan memang Amerika.
17:16Kemudian Israel mengikuti kan begitu kan.
17:19Maka dampaknya ya Iran akan menyerang semua fasilitas militer Amerika yang ada di kawasan Arab Teluk.
17:28Dan akhirnya sekarang berdampak pada saling mempulada selat kromos.
17:34Ini kan harga yang sangat mahal.
17:36Kalau nanti perang ini hanya diubah skenario-nya antara Israel sama Iran.
17:43Maka kemungkinan besar atau diharapkan Iran tidak menyerang lagi negara-negara Teluk.
17:49Jadi fokusnya kepada Israel ya.
17:52Memang Israel jadi berat.
17:54Karena tidak hanya menghadapi Iran.
17:56Tapi juga sekaligus menghadapi proksinya.
17:59Proksinya Iran yang di Iran, di Libanon, kemudian di Yemen.
18:04Bisa saja. Skenario ini akan dipakai dalam perang baru nanti.
18:10Jika ini berkobar lagi.
18:14Walaupun ini mungkin opsi terakhir ya.
18:16Apa namanya kalau memang terpaksa dilakukan.
18:20Tetap dalam waktu bersama jalur diplomasi tetap dan diutamakan ya.
18:25Sekarang masih berjalan komunikasi antara Iran dan Amerika dengan mediator Pakistan masih berjalan baik.
18:34Makanya tadi saya setuju dengan Profesor Muradi itu bahkan pengerahan pesawat Amerika yang di Israel itu adalah mungkin bagian dari
18:42propaganda.
18:43Dan itu biasa.
18:44Bahkan ya unjuk kekuatan itu adalah bagian dari perundingan gitu ya.
18:50Supaya apa namanya Amerika bisa menekan Iran untuk beri konsesi lebih besar lagi.
19:00Tapi sebaliknya Iran dengan sikap yang keras juga bagian dari taktik perundingan ini.
19:06Supaya juga Amerika memberi konsesi juga.
19:10Ini perundingan yang sangat alut, yang sangat sulit ya.
19:14Bahkan perundingan ini lebih sulit daripada pertempuran militer antara kedua negara.
19:19Maka segala taktik dipakai oleh kedua pihak termasuk misalnya unjuk kekuatan ya.
19:26Kekuatan militer khususnya dari Amerika.
19:28Dan banyak faktor tentunya di samping masalah bagian propaganda tersebut juga tadi sudah disebut oleh Profesor Muradi.
19:37Juga ada faktor di dalam negeri Amerika juga ya.
19:40Mengapa Trump tetap apa namanya ingin unjuk gigi.
19:45Apa namanya dengan kekuatan militernya dalam menghadapi Iran.
19:49Oke terakhir saya mau ke Prof Muradi.
19:50Prof Muradi apakah opsi yang saat ini dilakukan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump ini sedikit banyaknya ada pengaruh
19:57dari hasil pertemuan antara Donald Trump dan juga Presiden Xi Jinping pada saat Trump ke Tiongkok.
20:04Apakah ini juga masuk ke dalam pembahasan yang hasilnya akan ada opsi semacam ini?
20:11Ya China dalam konteks ini kan juga tidak mudah untuk kemudian menjadi tanda kutip ya messenger atau kaki tangan dari
20:21US.
20:21Jadi itu disadari betul makanya upaya untuk mengkarah sana pun tidak berbuah hasil.
20:26Saya masih menyebutnya sebagai sekebatas untuk menyambut tuan rumah yang menyambut tamu.
20:32Jadi tidak ada deal apapun.
20:34Dan itu kan klaim-klaim dilakukan oleh jurubicara Pentagon,
20:38mencoba jurubicara Genung Putih pun juga kemudian dibantah langsung oleh jurubicara dari Tiongkok.
20:43Itu yang pertama.
20:44Yang kedua saya kira prosesnya akan bergeser pada dua hal.
20:48Pertama bahwa karena mereka sudah tidak punya pengaruh lagi ketika harus melakukan negosiasi dengan negara-negara yang dianggap dekat dengan
20:56Iran tadi.
20:57China mungkin dugaan saya dalam 1-2 minggu ke depan akan ketua ada pertemuan dengan Rusia untuk bisa menekan Iran.
21:03Tapi sekali lagi saya bilang Rusia dengan China adalah 11-12.
21:06Saatnya dia tidak akan punya desakan yang luar biasa yang mau jadi kaki tangannya atau mesengernya daripada mereka.
21:15Nah yang ada dua yang pertama gini.
21:16Pertama itu strategic attack ya.
21:18Yang saya kira ada perubahan daripada modalitas yang menyerang basis-basis Iran.
21:24Kemudian akan mengirimkan tentara-tentara yang sifatnya jauh lebih strategis, lebih smart.
21:29Ini saya kira tidak lagi opsi persetangan darat saya kira menjadi opsi yang jauh dari yang kita bayangkan.
21:36Nah yang kedua saya kira agak unik adalah bisa soal smart intervensi ya.
21:40Jadi bahasa-bahasa kasar begini.
21:42Smart intervensi adalah mereka mencoba kembali ke pola lama.
21:45Pola lama kemudian mendorong oposisi, mendorong orang-orang negara yang nanti terhadap mula, nanti terhadap apa-apa namanya sahiran dan
21:52sebagainya.
21:52Sorry, apa namanya pemerintah Iran.
21:55Nah dari dua ini saya kira itu akan jauh lebih mudah dengan memusatkan peperangan yang ada di Israel.
22:02Dengan cara begitu mereka, Israel atau Iran akan fokus pada, tanda kutip, membiayai proksi-proksi mereka.
22:11Kemudian sementara secara tidak langsung kemudian mereka akan masuk ke dalam upaya untuk kemudian merontokkan di internal tadi.
22:20Mengendorong oposisi dan juga peperangan yang sifatnya lebih ke arah smart dan juga teknologi seperti itu.
22:25Oke kita akan lihat nanti ke depannya akan seperti apa.
22:28Benarkah apa yang sudah dikatakan oleh Prof Muradi ini merupakan bagian dari strategi yang dilakukan oleh Amerika Serikat.
22:34Ketika untuk bisa keeping face begitu tidak bisa menaklukkan secara tegas dari negara Iran.
22:42Terima kasih Guru Besar Ilmu Politik dan Keamanan Universitas Pajajaran Prof. Muradi telah bergabung bersama kami.
22:47Dan juga ada pengamatan Timur Tenggah Pak Mustafa Abdul Rahman juga telah bergabung bersama kami.
22:51Sehat selalu Bapak-Bapak. Assalamualaikum.
22:53Selamat datang.
22:54Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
22:55Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
22:56Terima kasih.
Komentar