Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 13 jam yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun menyinggung era pemerintahan Presiden ke-3 Indonesia B. J. Habibie saat membahas pelemahan rupiah dalam rapat bersama Bank Indonesia.

Ia menilai pergerakan nilai tukar tidak selalu bisa dijelaskan semata-mata oleh fundamental ekonomi.

Menurut Misbakhun, Indonesia pernah menghadapi tekanan krisis yang jauh lebih berat pada 19981999.

Namun dalam situasi tersebut, rupiah justru mampu pulih dari titik terburuknya.

"Rupiah per 6.000. Zamannya Pak Habibie, kita semua orang menghadapi tekanan, Pak, pada saat itu. Tekanan krisis. Di tengah krisis bahkan rupiah dari nilai yang tertinggi, the highest ever, dan kemudian turun ke 6.000 dalam keadaan krisis loh, Pak," ujar Misbakhun dalam rapat tersebut.

Menanggapi hal itu, Gubernur Bank Indonesia Ferry Warjiyo menjelaskan bahwa nilai tukar fundamental disusun berdasarkan asumsi makro ekonomi nasional yang dibahas bersama pemerintah dan DPR.

Ferry mengatakan asumsi nilai tukar rupiah 2026 berada di kisaran Rp16.200Rp16.800 per dolar AS dengan rerata Rp16.500 per dolar AS.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Aqshal

Baca Juga Respons Gubernur BI terhadap Desakan Mundur dan Kondisi Rupiah di https://www.kompas.tv/ekonomi/669662/respons-gubernur-bi-terhadap-desakan-mundur-dan-kondisi-rupiah



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669670/saling-sanggah-misbakhun-singgung-rupiah-era-habibie-pernah-rp6000-di-depan-gubernur-bi
Transkrip
00:00Nah, seperti tahun 2026 ini kita sepakat inflasinya 2,5 plus minus 1.
00:07Waktu itu pertumbuhan ekonominya dalam APBN 5,4 persen.
00:12Berapa nilai tukar yang sesuai dengan tasean sampelnya pertumbuhan itu?
00:17Dulu kita sepakati raratanya Rp16.500 dengan kisaran Rp16.200 sampai Rp16.200.
00:31Apakah itu menjadi suatu kisaran baru?
00:34Kalau itu, makanya tadi jawaban yang singkat kepada Pak Dolphy tadi.
00:39Milipun, dan berapa? Average on the year Rp16.500.
00:42Kisaran bawahnya Rp16.200, kisaran atasnya Rp16.800.
00:45Rp16.800. Apakah BI akan masuk? Masuk.
00:49Karena sekarang Rp16.900.
00:52Nah, ya, ya, rata ya, year to date ya.
00:54Rp16.900, year to date.
00:56Dan pengalaman kami, kalau April, Mei, Juni memang lebih tinggi.
01:02Nanti kalau Juli, Agusus akan menguat.
01:05Sehingga the whole year kami masih meyakini nilai tukar akan di dalam kisaran Rp16.200.000.
01:12Begitu, Pak, yang tadi kami ingat.
01:13Tapi, maaf, nanti ini sebagai ikut baru ya untuk tahun 2027, bukan 2026 ya, Pak.
01:19Ini, Pak.
01:20Saya mempunyai asumsi begini, Pak.
01:21Antara makroekonomi fundamental dan nilai tukar.
01:25Kita ini ketemu kolam renang yang, ini makroekonominya, Pak, fundamentalnya.
01:30Kolam renang yang bersih, bening, warnanya biru, pokoknya layak lah.
01:36Tiba-tiba kita ketemu nilai tukar, Pak.
01:39Di aquario.
01:40Yang sumber airnya dari kolam tersebut.
01:43Atau kita ketemu lautan luas yang jernih dan sebagainya, itu fundamental ekonomi kita.
01:49Terus kita ketemu kolam renang yang sumbernya dari air laut itu.
01:52Terus kita ketemu, Pak.
01:54Kolam renangnya bagus,
01:56aquarimnya butet.
01:58Yang tidak mendasarkan
02:01kepada kolam renang yang bersih tersebut.
02:05Sementara yang jaga kolam renang kita salahkan,
02:09atau yang jaga aquarium yang kita salahkan.
02:13Ini yang terjadi, Pak.
02:16Kolam renangnya bersih, jernih, bagus.
02:19Aquariumnya yang bersumber dari kolam renang itu.
02:22Airnya keruh.
02:23Banyak lumutnya.
02:25Dan, lah ini yang terjadi.
02:29Ini kan kalau gitu, Pak.
02:31Jadi, tadi Bapak mengatakan bahwa ada negara yang menggunakan pendekatan ini, pendekatan itu.
02:37Kita mencarakan mau fundamental.
02:39Tadi Bapak bicarakan fundamental.
02:40Saya juga mencarakan fundamental.
02:41Tetapi, rupiah pernah dalam sebuah sejarah fundamental ekonomi kita sedang menghadapi tekanan dan kita sedang mengalami situasi krisis yang sangat
02:51dalam.
02:52Tahun 1999 sampai tahun 1998 sampai 1999 dalam waktu singkat.
02:58Rupiah pernah 6 ribu.
03:00Zaman ini, Pak Habibie.
03:03Kita semua orang menghadapi tekanan, Pak.
03:07Pada saat itu.
03:08Tekanan krisis.
03:09Di tengah krisis.
03:12Bahkan kita.
03:13Rupiah dari nilai yang tertinggi.
03:16The highest ever.
03:19Dan kemudian turun ke 6 ribu.
03:24Dalam keadaan krisis, Pak.
03:26Terus kita mempunyai BPPN.
03:28Kemudian terjadi situasi politik dan sebagainya dan sebagainya.
03:30Dan kemudian dari 6 ribu itulah equilibrium baru setelah kita menghadapi tekanan rupiah karena krisis monotor itu.
03:39Kita kemudian naik, naik, naik, naik.
03:42Kemudian ke 9 ribu dan sekarang sampai ke situ.
03:45Jadi ada situasi fundamental kita menghadapi tekanan bahkan di saat krisis.
03:51Dan kemudian kita ada situasi fundamental yang seperti ini.
03:55Korang bicarakan sentimen dan sebagainya.
03:57Tapi kita menghadapi ini.
03:58Artinya apa?
04:00Itu.
04:02Nah, artinya apa?
04:04Kita tidak pernah bisa menemukan rumusan yang bagus.
04:07Ketika tidak menemukan rumusan yang bagus.
04:10Terus siapa, Pak, yang bisa menemukan rumusan yang bagus sementara Bapak sendiri tidak bisa menemukan?
04:18Iya, Pak.
04:20Di dalam proses perumusan kebijakan yang diadopsi oleh Indonesia itu sudah ada prosesnya.
04:28Berapa sih nilai tukar quote-unquote fundamental?
04:33Tadi saya sampaikan sekali lagi.
04:34Menurut decision-making proses di Indonesia yang kita sebut nilai tukar fundamental oleh yang sejalan dengan forecast makroekonomi.
04:46Di dalam prosesnya itu dibahas di dalam banggar dan juga di komisi 11.
04:54Nilai tukar rata yang cocok dengan inflasi, dengan pertumbuhan, dengan mempertimbangkan neraca pembayaran maupun yang macam-macam itu.
05:05Kembali lagi ke sana, monggo kalau ini decision-making diubah ya monggo.
05:12Itu kan kesepakatan.
05:14Itu dibahas di banggar di sini dan kemudian sebagai dasar itu kami juga menggunakan itu untuk ratbi meskipun di ratbi
05:22kami update perkembangan terbaru.
05:25Itu kan salah juga, kan RAPBN kan dibahas di Mei, Juni, Juli itu ya.
05:31Sementara ratbinya di akhir tahun.
05:32Itu yang kemudian menjadi rata nilai tukar dalam satu tahun yang konsisten dengan inflasi, pertumbuhan ekonomi, kredit, dan segala macam
05:42lah.
05:43Seperti itu prosesnya adalah seperti itulah decision-making proses secara nasional yang sudah diakui.
05:51Dalam pembahasannya kami juga berkoordinasi dengan pemerintah kan, biasanya dengan Menteri Keuangan.
05:56Berapa sih pertumbuhannya? Berapa sih inflasinya? Berapa sih rata nilai tukar rupiahnya? Berapa sih YSBN-nya?
06:04Itu kan dikit-dibahas, itu adalah suatu kesepakatan nasional yang kemudian kami gunakan waktu kami mengajukan ratbi.
06:13Nah monggo Pak Ketua, kalau memang penyusunan secara nasional itu mau diubah ya monggo.
06:19Oh ini kan kesepakatan nasional, seperti itu.
Komentar

Dianjurkan