00:00Dan saudara, bagaimana kondisi terbaru dua jurnalis Republika yang ditahan oleh Israel?
00:05Dan langkah apa yang akan ditempuh untuk membebaskan mereka?
00:08Telah bergabung bersama kami pemimpin redaksi Republika Andi Muhyiddin.
00:13Selamat siang Mas Dio.
00:15Selamat siang Mas Imran.
00:17Baik Mas Dio, kami tentu turut menunggu bagaimana kabar baik yang akan hadir
00:22begitu ya terkait dengan Mas Bambang Nurayono dan juga Mas Todi Badai.
00:26Tapi yang ingin kami tanyakan pertama, bagaimana kondisi terakhir dua jurnalis Republika
00:29yang dilaporkan ditahan militer Israel?
00:31Apakah ada informasi terkini yang disampaikan, begitu yang tersampaikan kepada Anda?
00:38Baik, kalau kondisi dari kemarin, sejak siang hari, kami itu putus kontak.
00:47Terus tadi malam, statusnya confirm bahwa rekan kami
00:54itu diculik gitu ya, diintersepsi, diculik.
01:00Nah, jadi sampai saat ini pun kami belum bisa dapat informasi mengenai kondisi rekan kami.
01:09Gitu ya.
01:10Tapi dari informasi jadi gini, jadi tiap kapal itu dibuatkan semacam WhatsApp group gitu ya
01:22untuk dari pihak GPC itu akan terus mengupdate informasi.
01:29Nah, tadi pagi kami mendapat informasi bahwa rekan-rekan kami itu dibawa menuju Isdut
01:38Isdut atau Asdut gitu ya, itu adalah kawasan di pesisir selatan Israel.
01:44Itu sekitar 40 km dari Gaza.
01:47Ini adalah pelabuhan terbesar di Israel.
01:51Dan biasanya memang intersepsi sebelumnya, penculikan sebelumnya itu
01:56para aktivis itu dibawa ke sana.
01:59Nah, jadi sementara untuk kondisi sama sekali kami tidak dapat info.
02:06Hanya, apa namanya, mereka ini dibawa kemana.
02:10Itu aja sementara yang bisa kami informasikan.
02:14Oke, Mas Dio ini sudah berapa lama?
02:16Dua jurnalist Republika, Mas Bambang dan Mas Todi ini
02:19bertugas begitu ke dalam misi kemanusiaan.
02:21Dan kapan terakhir kali berkomunikasi dengan mereka?
02:26Soal berapa lama, ini sebenarnya misi kedua mereka.
02:29Jadi tahun lalu di gelomba sumut Flotila, mereka ikut juga
02:34Abeng dan Todi Badai atau Bambang ya, nama aslinya Bambang.
02:40Itu sudah ikut sebenarnya misi sumut Flotila.
02:43Waktu itu dari Tunisia.
02:45Cuma waktu tahun lalu itu mereka tidak ikut berlayar.
02:51Lebih ke, apa namanya, seremonial di daratan, pelatihan di daratan gitu ya.
02:57Liputan di daratan gitu ya.
02:59Dan waktu itu memang tidak, tidak, tidak dapat peluang untuk ikut berlayar.
03:06Nah, tahun ini dia ikut lagi dan akhirnya bisa ikut berlayar gitu.
03:13Terakhir kami kontak itu di grup kami itu siang.
03:18Kemarin siang, terakhir paling terakhir itu dari Abeng atau Bambang
03:23itu mengirim video SOS sekit, pukul 15.20 WIB.
03:29Dia mengirim video SOS.
03:31Jadi video SOS ini, SOS ini memang protokol yang diterapkan teman-teman aktivis,
03:38relawan gitu ya.
03:39Jadi ketika kapal-kapal tentara Zionis Israel semakin mendekat,
03:45mereka menerapkan protokol ini gitu ya.
03:48Mereka membuat video seperti tadi yang sudah ditayangkan oleh Kompas TV juga.
03:53Dan biasanya setelah itu mereka membuang gawai,
03:58smartphone, handphone mereka, alat komunikasi mereka ke laut.
04:01Jadi sudah bisa dipastikan bahwa memang putus kontak kami dengan mereka
04:07begitu setelah membuat video SOS itu.
04:10Jadi itu terakhir kami berkomunikasi.
04:13Oke, berarti titik keberadaannya sudah diketahui gitu Mas Dio ya.
04:16Lalu seperti apa upaya yang telah dilakukan
04:19atau mungkin berkomunikasi dengan pemerintah
04:21begitu dalam hal ini Kementerian Luar Negeri?
04:24Baik, dari kemarin sore saya sendiri langsung berkomunikasi
04:28dengan Kementerian Luar Negeri.
04:31Cukup intens kami bicara komunikasinya gitu ya.
04:38Dan beberapa mungkin kalau gak salah agak malam kemarin ya
04:42sudah ada rilis juga dari Kemlu
04:45yang mengecam keras gitu ya.
04:47Nah, namun juga rekan-rekan kami dari lembaga kemanusiaan
04:54baik di Turki, juga di Malaysia, di Command Center Malaysia
04:59itu juga sudah menghubungi langsung KBRI-KBRI
05:03di negara-negara di sekitar penangkapan atau penculikan gitu ya.
05:09Ada dari Jordan, dari Siprus, dari Tunisia,
05:13segala macam itu sudah dikontak
05:14dan mereka komit untuk berusaha gitu ya.
05:20Berusaha untuk membebaskan, memulangkan
05:24rekan-rekan kita, 9 warga Indonesia
05:29yang ada di sana gitu sih.
05:32Tadi Anda katakan juga sudah ada upaya
05:35untuk berkomunikasi dengan KBRI di sejumlah wilayah.
05:37Apakah sudah ada informasi terkini?
05:40Belum, jadi saya memang belum langsung berkomunikasi
05:44dengan pihak KBRI-nya
05:46tapi semalam ada tim relawan juga yang ada di Jordania
05:51itu yang baru berapa menit mereka bertemu
05:54Duta Besar di Aman, Jordania
05:58untuk membahas soal penculikan ini
06:01dan mereka bilang, mereka komit untuk kemudian nanti
06:05membantu apapun daya upaya gitu
06:08peluang untuk dilakukan untuk mengulangkan
06:10dan memang ada dua kemungkinan ya
06:15pemulangan atau deportasi mereka gitu.
06:18Pertama adalah jalur laut.
06:20Kalau jalur laut itu biasanya dari Tel Aviv
06:22diperbangkan ke Turki gitu ya
06:24deportasinya.
06:25Yang kedua itu bisa jauh darat
06:27dari Tel Aviv mungkin bisa masuk ke Jordania.
06:30Nah ketika sampai Jordania ini
06:31dari teman-teman relawan maupun dari KBRI
06:35sudah komit untuk bagaimana
06:38akan berusaha untuk menjemput
06:40rekan-rekan kita nanti.
06:42Begitu sih sementara.
06:43Baik, Mas Dio tentu saja
06:44kami berharap semoga kabar baik
06:46dari Mas Bambang Noreyono
06:48Mas Abeng begitu ya
06:49dan juga Mas Taudi Badai
06:51segera kita dengar
06:52dan dapat meneruskan tentunya
06:55misi kemanusiaan ini
06:57untuk keluarga Gaza Palestina
06:58dan tentunya dapat kembali
06:59secepatnya kembali ke Tanah Air.
07:01Terima kasih atas informasi
07:03yang telah Anda bagikan
07:03Mas Andi Muhyiddin, Mas Dio
07:05pemimpin redaksi Republika.
07:07Selamat siang.
07:08Selamat siang, Yudupan.
Komentar