- 3 menit yang lalu
- #rupiahmelemah
- #presidenprabowo
- #rupiah
KOMPAS.TV - Nilai tukar rupiah terus melemah. Presiden Prabowo sebut kondisi Indonesia masih kuat karena sebagian besar rakyat, terutama yang tinggal di desa, tidak terlalu terpengaruh gejolak nilai tukar rupiah.
Kita ulas dampak pelemahan nilai tukar rupiah ini bersama Politisi Gerindra, Sugiat Santoso, dan Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda.
#rupiahmelemah #presidenprabowo #rupiah
Baca Juga [FULL] Pemred Republika Ungkap Kondisi 2 Jurnalisnya yang ditahan Militer Israel di https://www.kompas.tv/nasional/669732/full-pemred-republika-ungkap-kondisi-2-jurnalisnya-yang-ditahan-militer-israel
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669733/full-politisi-gerindra-celios-soroti-pernyataan-prabowo-soal-rupiah-apa-dampaknya
Kita ulas dampak pelemahan nilai tukar rupiah ini bersama Politisi Gerindra, Sugiat Santoso, dan Direktur Ekonomi Digital CELIOS, Nailul Huda.
#rupiahmelemah #presidenprabowo #rupiah
Baca Juga [FULL] Pemred Republika Ungkap Kondisi 2 Jurnalisnya yang ditahan Militer Israel di https://www.kompas.tv/nasional/669732/full-pemred-republika-ungkap-kondisi-2-jurnalisnya-yang-ditahan-militer-israel
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/669733/full-politisi-gerindra-celios-soroti-pernyataan-prabowo-soal-rupiah-apa-dampaknya
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:04Sederhana nilai tukar rupiah kembali merosot hingga ke angka 17.600 per dolar Amerika Serikat.
00:11Anggota Komisi 11 DPR RI Primus Justisio meminta Gubernur Bank Indonesia Peri Warjio mundur.
00:17Primus menilai turunnya nilai tukar rupiah sebagai anomali karena di satu sisi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih di angka 5,61%.
00:25Primus juga menyoroti soal kondisi ekonomi di beberapa negara pasca eskalasi di Timur Tengah meningkat yang sudah kembali tumbuh.
00:34Tak hanya pada dolar Amerika nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing lainnya disebut Primus juga turun.
00:42Oleh karena itu Primus menilai Peri sebagai Gubernur Bank Indonesia harus mundur dari jabatannya.
00:50Apa yang terjadi sekarang?
00:55Yang berhubungan dengan tugas dan fungsi Bank Indonesia itu anomali.
01:02Pertumbuhan ekonomi kita 5,61%.
01:08Tetapi nilai tukar rupiah kita jeblok.
01:13Bahkan sekarang ada di level rekor terendahnya terhadap dolar.
01:24Indes kita juga habis lah.
01:29Merosot turun.
01:30Apa yang terjadi saat ini menurut saya pribadi Bank Indonesia saat ini sudah menghilangkan trust.
01:42Bank Indonesia sudah menyampingkan kredibilitasnya.
01:47Dan Anda sebagai pimpinan Bank Indonesia, sebagai tokoh utamanya, harus gentleman Pak.
01:54Harus berani melawan.
01:56Ada apa ini?
01:57Kenapa ini?
02:01Pak Ferry yang saya hormati, kadang, kadang Pak, kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan Pak.
02:17Saya berikan contoh, mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri.
02:22Tidak ada salah.
02:24Kalau selanjutnya terserah Bapak tentu saja.
02:28Sementara Menteri Keuangan Purbaya Yudisa Dewa meluruskan soal polemik pernyataan Presiden terkait warga desa yang tidak menggunakan dolar.
02:36Menkyu menilai pernyataan itu hanya untuk menenangkan rakyat.
02:42Purbaya menjelaskan secara teori ekonomi, dampak inflasi dari barang impor atau imported inflation masih diperdebatkan dan punya jenayah waktu sehingga
02:51tidak langsung merugikan masyarakat di desa.
02:56Begini, itu kan bicara di pedesaan, itu kontennya di situ untuk orang sana.
03:01Bukan berarti Pak Ferry yang ngerti rupiah, dia kan jago, beneran.
03:06Jadi konteksnya seperti itu.
03:07Besok saya ini, akan ada APBN kita, laporan APBN kita sampai April.
03:14Itu hasilnya bagus, pasti di luar perkiraan para pengamat itu.
03:18Jadi fondasi kita memang betul-betul bagus, jadi Anda nggak usah khawatir.
03:26Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika terus melemah pada perdagangan Sedin.
03:31Mata uang Garuda ini sempat berada di level 17.600 per dolar Amerika.
03:35Tidak hanya rupiah, indeks harga saham gabungan atau IHSG juga ikut tertekat.
03:40Menteri Keuangan Purbaya Yudisa Dewa mengatakan, situasi yang terjadi saat ini hanya bersifat sementara.
03:47Menkyu menegaskan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat.
03:50Apa-apa yang kita perbaiki, karena fondasi ekonominya kan bagus.
03:54Itu masalah sentimennya, jadi saya akan fokus jaga fondasi ekonominya dengan memastikan fondasi ekonominya tidak terkendali.
04:04Nanti kita juga akan masuk ke bond market mulai hari ini.
04:06Timbal sudah masuk, tapi hanya sedikit, mulai hari ini akan kita masuk dengan lebih signifikan lagi.
04:12Sehingga pasar obligasinya terkendali, sehingga asing yang pegang obligasi tidak keluar,
04:16karena takut misalnya ada kapital lost gara-gara harga obligasi itu.
04:24Oh, ini kan banyak sentimen kalau rukanya melemah, seolah-olah kita akan bergerak seperti 998 lagi.
04:29Beda 998 itu keperjakan yang salah dan instability sosial politik terjadi setelah setahun kita resesi.
04:4097 per tengah itu kita resesi.
04:46Kita kan sekarang belum merusak sih, karena masih tempat pencang, jadi masih ada ruang untuk membaca semua ini.
04:52Sebelumnya Presiden Prabowo Subianto juga merespons pelemahan nilai tukar rupiah.
04:56Presiden menilai masyarakat kecil terutama di desa tidak terdampak langsung gejolak kurs dolar karena tidak memakai dolar.
05:04Selama purbaya bisa senyum, tenang aja, gak usah kolon kok hatir itu.
05:15Mau dolar berapa ribu kek, kan kalian di desa-desa gak pake dolar.
05:20Yang pusing yang itu, yang suka keluar negeri.
05:23Ayo, siapa ini?
05:26Mbak Titik ini, pusing ini.
05:34Percaya ekonomi kita kuat, fundamental kita kuat.
05:39Orang mau ngomong apa, Indonesia kuat.
05:45Percaya kepada kekuatan kita.
05:48Percaya kepada rakyat kita.
05:51Semua pemimpin harus bekerja untuk rakyat.
05:56Anggota DPR RI dari fraksi PDIP, Komarudin Watubun menilai,
06:01pernyataan Presiden Prabowo soal warga di desa tidak memakai dolar tidak tepat.
06:05Menurut tua DPP PDIP ini, nilai tukar rupiah yang anjlok terhadap dolar Amerika
06:10tetap berpengaruh pada harga-harga serta daya beli masyarakat.
06:13Kalau dalam konteks orang desa itu menggunakan rupiah, ya.
06:20Tapi dalam konteks ekonomi kehidupan mereka, ya ada pengaruhnya.
06:25Karena itu sekiranya di masalah ekonomi, masalah dasar itu,
06:31orang kampung juga pasti mengerti itu.
06:33Karena dengan nilai rupiah anjlok seperti ini,
06:39akan berpengaruh kepada harga barang akan naik.
06:41Karena barang impor termasuk BBM, pupuk, elektronik, gandum itu yang makan-makan di,
06:53termasuk kawi itu, pergi biasa makan di, apa, apa,
07:01di rumah maka kopi-kopi, makan yang roti-roti dari gandum,
07:06itu kan pasti harga akan naik, kan.
07:09Politisi PDIP ini berharap pemerintah lebih serius dalam menyikapi
07:13merosotnya nilai tukar rupiah demi menjaga stabilitas harga, terutama bahan pokok.
07:18Karena jika harga terus naik sementara pendapatan rakyat tidak berubah,
07:22maka akan menimbulkan dampak yang lebih besar.
07:25Tim Liputan, Kompas TV
07:32Sedara nilai tukar rupiah terus melemah,
07:34sementara Presiden Prabowo menyebut kondisi Indonesia masih kuat
07:37karena sebagian besar rakyatnya, terutama yang tinggal di pedesaan,
07:41tidak terlalu terpengaruh pada gejolak nilai tukar rupiah.
07:44Selengkapnya kita ulas dampak melemahan nilai tukar rupiah ini
07:47bersama politisi Partai Gerindra, Sugiyah Santoso.
07:50Selamat malam, Mbak Kompas TV dimanapun berada.
07:55Dan hadir juga Direktur Ekonomi Digital Selius, Nailul Huda Masuda, malam.
08:01Oke, saya mau nanya ke Mas Sugiyah dulu.
08:04Mas Sugiyah, jadi pernyataan dari Pak Presiden ini
08:07yang menyebut Indonesia kuat, tidak terpengaruh gejolak rupiah
08:10karena rakyat yang terutama banyak tinggal di pedesaan ini
08:14tidak menggunakan dolar sehari-harinya.
08:16Jadi maksud pernyataan Presiden Prabowo ini apa?
08:19Hanya untuk menenangkan publik?
08:21Atau memang benar kondisi realitanya seperti itu?
08:25Ya, yang pertama saya pikir apa yang disampaikan Pak Purbaya tadi
08:29bahwa statement Pak Prabowo itu kan konteksnya di hadapan petani
08:33ketika beliau mengandiri panen raya jagung
08:36dan meresmikan gudang ketahanan pangan di Nganjuk di hadapan petani.
08:42Saya pikir bahasa seorang pemimpin ketika berhadapan dengan rakyatnya
08:45saya pikir memang bahasanya harus bahasa yang penuh optimis dan menenangkan.
08:50Ketika memang di saat yang bersamaan
08:52para pengamat dan beberapa tokoh misalnya di media sosial
08:58maupun media mainstream
08:59seolah-olah memprovokasi kepanikan.
09:02Saya pikir apa yang disampaikan oleh Pak Prabowo itu adalah
09:04bahasa untuk rakyatnya, bahasa pemimpin untuk rakyatnya.
09:07Sangat berbeda misalnya ketika Pak Prabowo menggunakan bahasa
09:11ketika memimpin rapat di kabinet.
09:14Bahasanya pasti gratis dan bersifat yang solutif lah.
09:18Oke, tapi bukankah Anda juga menilai dengan pernyataan dari Presiden Prabowo ini
09:23kemudian menimbulkan kegaduhan di mana-mana dan menimbulkan
09:26justru spekulasi dan pertanyaan nih?
09:30Ya, saya pikirkan kegaduhannya itu seperti mendapatkan peluru
09:33bagi kelompok-kelompok yang ingin terus memprovokasi kepanikan
09:36di tengah-tengah masyarakat.
09:38Kalau kita misalnya, apa yang disampaikan Pak Prabowo
09:40bahwa masyarakat desa itu tidak terpengaruh oleh dolar.
09:44Kalau kita misalnya belajar dari sejarah krisis yang pernah terjadi di Indonesia
09:48apakah krisis tahun 1960-an misalnya
09:52atau krisis pada tahun 1998
09:54kan memang yang menjadi penyelamat ekonomi kita kan ekonomi kerakyatan, UKM
09:59yang menjadi bantalan ekonomi kan?
10:00Ketika misalnya, misalnya lah 1998
10:031998 itu kan yang terkena di sektor perbankan
10:06maupun sektor korporasi besar.
10:08Sementara rakyat, ekonomi rakyat pada saat itu
10:11yang membuat bangsa ini tetap bisa bangkit kembali.
10:15Ketika misalnya kita mendengarkan provokasi bahwa
10:18ini kalau sampai 18 ribu, sampai 20 ribu
10:21Indonesia akan kolap
10:22saya pikir itu kan bukan bahasa yang optimis
10:24bukan bahasa yang menenangkan rakyat.
10:26Oke, jadi ini adalah bahasa yang digunakan Pak Prabowo
10:28karena optimis dan juga ingin menenangkan rakyat.
10:30Kalau gitu saya tanyakan ke Mas Huda.
10:31Mas Huda, dari pengamatan Anda benarkah
10:33yang akhirnya terserap di masyarakat yang saat ini diperbincangkan
10:37adalah memang jadinya rakyat tenang
10:39karena ucapan dari Pak Presiden ini?
10:43Ya, tentu kalau kita lihat
10:45kejolak di masyarakat lah ya
10:47ini ada kejolak terkait dengan
10:51ketidakpercayaan pada apa yang disampaikan oleh Pak Prabowo
10:54karena ini masyarakat juga
10:56ya tidak butuh juga sebenarnya gitu kan
10:59kalau kita lihat banyak sekali yang menyampaikan
11:02bahwa nilai tukar rupiah ini
11:04bisa, yang melemah ya
11:06itu bisa berpengaruh terhadap
11:08segala sendi kehidupan di masyarakat.
11:10Nah, ketika Pak Prabowo menyampaikan
11:12bahwa rakyat desa itu tidak terpengaruh
11:14tentu ini bersetengah dengan
11:17apa yang dipikirkan oleh masyarakat
11:20nah, makanya ini yang kita lihat
11:24sebenarnya justru membuat
11:27rakyat semakin gaduh gitu
11:29bukan hanya, bukan sebagai peluru
11:31tapi ini adalah ya, bisa kita bilang
11:34ucapan Pak Prabowo yang sama sekali tidak tepat
11:37karena kalau kita lihat
11:39di sini ada...
11:40Tidak tepatnya di mana mas?
11:42Ya, karena kalau kita lihat mbak
11:44ini tadi sampaikan juga sama dari
11:46politisi PDIP sebenarnya di Viti
11:48bahwa di situ rakyat desa ini juga
11:50mengalami dampak negatif secara langsung
11:53saya mengutip saja data dari BPS saja mbak ya
11:56bahwa untuk, tadi misalkan Pak Prabowo
11:59lagi panan jagung misalkan
12:01data dari BPS menyebutkan bahwa
12:03struktur inputnya untuk komoditas jagung
12:0720-25% itu disumbang dari impor
12:11nah, impor ini kan transaksinya pakai dolar
12:14nah, ketika dolar ini menguat terhadap rupiah
12:18maka harga yang harus diimpor itu akan tambah tinggi
12:22seperti misalkan kalau kita lihat pupuknya dan sebagainya
12:26itu diimpor
12:27nah, ada yang kita dari dalam negeri
12:29tapi itu tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dari dalam negeri kita
12:33makanya itu butuh diimpor
12:34nah, inilah yang memang publik melihat
12:38ini tidak hanya tidak tepat
12:42tapi ini juga mengurangi rasa empati
12:45dan rasa, ya bisa kita bilang
12:48dari sisi masyarakat desa itu sendiri sebenarnya mbak
12:51oke, jadi mas Uda ingin kalimat sederhananya adalah
12:53seperti ini ya mas Uda
12:54setiap harinya memang rakyat ini banyak yang
12:58tidak menggunakan dolar
13:00karena masih menggunakan rupiah
13:01tetapi dalam realitanya ketika pelemahan nilai tukor rupiah sangat rasa
13:05sekarang sudah menyentuh di angka 17.600 lebih
13:07ini berdampak panjang
13:09dan memang tidak langsung
13:11tapi bisa jadi beberapa bulan ke depan
13:13atau mungkin sekarang sudah dirasakan juga
13:17tidak dirasakan
13:18kalau mbak Uda lihat ya
13:20di beberapa minimarket lah ya
13:23atau beberapa warung itu
13:25untuk harga minyak saja
13:26minyak gorengnya itu sudah meningkat
13:28karena kemasan dari plastiknya itu juga sudah meningkat di harganya
13:32makanya ini yang saya sampaikan bahwa
13:34ini lah yang
13:35kan rakyat di desa kan juga konsumsi minyak goreng gitu kan
13:39nah makanya
13:40ini lah yang saya sampaikan bahwa
13:42disini ketidaktepatan itu
13:44ya walaupun dikaitkan dengan konteks
13:47berbicara dengan rakyat di desa dan sebagainya
13:49tapi yang jelas adalah
13:50penyataan ini membuat masyarakat ini bertanya
13:54bahwa ini adalah set of crisis-nya dari presiden
13:57ketika bicara terhadap publik
13:59ini kan forum publik sebenarnya
14:01makanya ini yang saya sampaikan
14:03yang mereka harapkan sebenarnya
14:05bagaimana pemerintah itu menghadapi hal ini
14:08bukan justru menenangkan dengan
14:10kalimat-kalimat klise sebenarnya
14:12oke
14:13kalimat yang menenangkan atau kalimat yang klise
14:15yang tadi mas udah bilang
14:17apakah ini juga mempengaruh
14:18trust publik sehingga menyebabkan
14:20menjadi salah satu faktor hari di ISG
14:23Anjlo
14:25ya pasti
14:26makanya
14:26kalau kita lihat kan ini kan
14:28urututan mbak ya
14:29IHSG Anjlo
14:30sebenarnya kalau kita lihat ya
14:33dari berkaca pada beberapa
14:35kejadian gitu kan
14:37bahwa ketika
14:38pemerintah itu tidak punya sense of crisis
14:41maka dari investor pun itu
14:43semakin tidak
14:44mempercaya apa yang akan dilakukan oleh pemerintah
14:46makanya kalau kita lihat
14:48untuk orang yang masuk ke
14:50pasar keuangan kita
14:52itu semakin sedikit
14:53dan ini sudah terjadi beberapa bulan
14:56bukan hanya terjadi kemarin
14:58seperti yang disampaikan
14:59Pak Purbaya misalkan
15:00Pak Purbaya disampaikan ini
15:01adalah temporan
15:02atau jangka pendek
15:03tapi ini sudah terjadi
15:04jangka menengah gitu
15:06itu dari awal tahun sudah terjadi
15:08seperti ini gitu
15:09dan respon pemerintah ini
15:11sama sekali tidak
15:12tidak tepat gitu
15:13nah makanya
15:14ini ditambah lagi dengan
15:15pernyataan-pernyataan
15:16yang menurut saya
15:18dan masyarakat secara luas
15:20itu tidak tepat
15:21sama sekali
15:21diucapkan oleh pemerintah
15:23ini yang
15:23yang memang
15:24menjadi
15:25pertanyaan publik
15:27dan juga
15:27investor ketika
15:29ingin masuk ke
15:29pasar keuangan kita
15:31pasti seperti itu
15:32Pak
15:32oke
15:33hari ini juga dua kali
15:34dinyatakan oleh
15:35MenQ
15:36pagi dan sore
15:37tadi salah satu juga
15:39menyoroti soal
15:41pelemahan nilai tukar rupiah ini
15:43dipengaruhi sentimen
15:43jangan pendek
15:44keluarga jangan khawatir
15:45pertanyaannya
15:46apakah ini sudah
15:47meredakan
15:48mungkin luapan emosi
15:50warga
15:51atau tanda tanya warga ya
15:52tentang kalimat
15:53dari pernyataan presiden ini
15:55usah jadinya
15:55Bapak-Bapak nanti akan menjawabnya
15:56tetap bersama kami
15:57di Sampai Indonesia Malam
16:00saya sebelumnya
16:01Mas Ugi
16:02jadi apa penilaian
16:03dari Pantai Gerindra
16:04ketika oke hari ini
16:05dua kali Pak MenQ
16:06berbicara soal
16:08pelemahan nilai tukar rupiah
16:09terhadap dolar Amerika Serikat
16:11yang mengatakan
16:11warga jangan khawatir
16:12ini sentimen jangka pendek
16:13tapi satu sisi
16:14hari ini juga di Komisi 11
16:16diadakan rapat
16:17bersama dengan Gubernur BI
16:18disitu politisi PDIP
16:20juga menyatakan
16:20bahwa tren
16:21pelemahan nilai tukar rupiah
16:22bukan hanya disebabkan
16:23karena
16:24gangguan
16:25dari global
16:26tetapi juga karena
16:27ada kepercayaan investor
16:28yang membebani
16:30mata uang
16:31dalam negeri
16:32ditambah juga
16:32ada permintaan
16:33untuk Gubernur BI
16:34munur
16:34jadi apa respon dari Gerindra
16:36menyikapin hal ini
16:36Mas Ugi
16:38yang pertama bahwa
16:40jangan dianggap
16:41ketika Pak Prabowo
16:42menyampaikan bahwa
16:43kita harus tenang
16:45masyarakat desa itu
16:46tidak terpengaruh
16:47kenaikan dolar
16:49bukan berarti
16:49pemerintah tidak
16:50membuat langkah-langkah strategis
16:52untuk
16:52katakanlah
16:53semakin menguatkan
16:54fundamental ekonomi kita
16:55yang memang sudah kuat
16:56saya pikir
16:57akan sangat berbeda
16:59misalnya
16:59bahasa Pak Prabowo
17:00di tengah-tengah petani
17:01dengan bahasa Pak Prabowo
17:02misalnya ketika
17:03memimpin kabinet
17:04pasti bahasa memimpin kabinet
17:06lebih bersifat
17:06teknokratif
17:07dan solutif
17:08yang kedua
17:09saya ingin mengkoreksi
17:10bahwa jauh sebelum
17:12persoalan kenaikan
17:14harga dolar ini
17:15sebetulnya kan
17:15sejak dilantik Pak Prabowo
17:17sebagai presiden
17:18dia berkali-kali
17:19mengantisipasi
17:20tentang
17:20apa ya
17:21perkembangan
17:21geopolitik global
17:22yang semakin
17:23tidak menentu
17:24misalnya
17:24ada
17:26kalau kita
17:27meminjam istilahnya
17:28John Mayshamer
17:29di
17:29The Great
17:30The Tragedy of Great Power
17:32yang mengatakan
17:34bahwa ada realisme
17:35kompensif
17:36dimana negara-negara
17:37dunia itu
17:38akan mempertahankan
17:39kepentingannya masing-masing
17:41solusi
17:42jangka panjang
17:43yang ditawarkan oleh Pak Prabowo
17:45ketika
17:45beli memungkinkan bangsa ini
17:46adalah bagaimana
17:47Indonesia itu bisa
17:48berdaulat dalam bidang pangan
17:50menguatkan ketahanan pangan
17:52dan ketahanan energi
17:53tadi saya akan sedikit
17:54mengkoreksi bahwa
17:55di 2025
17:56berdasarkan data
17:57dari kementerian
17:58pertanian kita
17:59sesungguhnya
18:00dalam konteks
18:00ketahanan pangan
18:01dan kita sudah surplus
18:02misalnya beras kita
18:03di 2025
18:05surplus
18:053,5 juta ton
18:07misalnya
18:07dan itu
18:08selama kita tidak
18:09suas sembada pangan
18:10begitu juga tadi
18:11Mas Nailon Huda kan
18:12mengatakan
18:13persoalan jagung
18:14kalau data dari
18:15kementerian pertanian terakhir
18:16mas
18:16jagung kita sudah
18:17suas sembada pangan
18:18ada sekitar
18:197 komoditi pertanian
18:21yang kita sudah
18:21suas sembada pangan
18:22misalnya beras
18:23jagung
18:23gula
18:24misalnya
18:25apakah benar seperti itu
18:26Mas Udah
18:26jadi sehingga kita
18:27tidak memerlukan
18:27impor lagi nih
18:30ini adalah yang
18:32kita sebut sebagai
18:33pemahaman yang
18:34berbeda Mbak
18:34bahwa
18:35yang tadi sampaikan
18:36Pak Sudi
18:37itu adalah
18:37produksinya
18:38yang saya
18:39sampaikan adalah
18:40inputnya
18:41input untuk
18:42beras
18:43input untuk
18:43jagung
18:44itu juga ada
18:46yang diimpor
18:47bukan berasnya
18:49bukan jagungnya
18:50gitu
18:50makanya ini paham ya
18:52antara
18:52input dan output
18:53input dari
18:55beras
18:56dari jagung
18:57itu butuh pupuk
18:58dan kan
18:59kalau kita lihat
19:00pupuk yang
19:01disubsidia
19:02yang diberikan
19:03kepada petani
19:04itu cuma
19:0550%
19:06sekitar 50%
19:08bahwa
19:08bahkan di beberapa
19:09daerah itu
19:10dibawah 50%
19:11artinya
19:11kalau itu butuh
19:1210
19:13cuma 5
19:13yang ditanggung
19:15oleh negara
19:16sisanya
19:17itu dia beli sendiri
19:18dengan harga yang
19:19yang besar
19:20yang cukup tinggi
19:21itu kok
19:21karena impor
19:22menggunakan dolar
19:24ya
19:25betul sekali
19:25nah makanya
19:27ini yang
19:27yang tadi saya
19:28sampaikan
19:28inputnya ini
19:29bukan
19:30bukan
19:30dari ketahalan
19:31pangan
19:32beras yang
19:33sudah
19:33swasuma
19:33dan sebagainya
19:34bukan
19:35ini adalah
19:36ini pemahaman
19:37sederhana
19:37sebenarnya
19:38bahwa inputnya
19:39ini dari
19:40dari luar
19:41dan menggunakan
19:42dolar
19:42ketika ini
19:43rupiah melemah
19:44terhadap dolar
19:45maka harga inputnya
19:47akan naik
19:48harga input naik
19:49pasti outputnya
19:49juga akan meningkat
19:50makanya ini
19:50yang harus
19:51harus dipahami
19:52gitu
19:52oke
19:53kalau gitu
19:53pertanyaan yang sama
19:54buat bapak-bapak
19:55apa-apa yang perlu
19:56dilakukan oleh
19:57pemerintah secepat mungkin
19:58tentu bukan hanya
19:59berbicara saja
19:59di depan publik
20:00untuk meyakinkan
20:01dan menenangkan
20:01agar nilai tukar rupiah
20:03ini tidak melemah
20:04kembali
20:04tidak tergerus lagi
20:05gak izin mbak
20:07saya lanjutkan ya
20:09silahkan mas
20:10jadi apa yang bisa
20:11dilakukan pemerintah
20:12yang pertama
20:13yang pertama bahwa
20:14tadi saya ulangi
20:16kembali
20:16bahwa pemerintahan
20:17Pak Prabowo
20:18sedang menguatkan
20:19ketahanan pangan
20:20dan ini saya pikir
20:21progresnya sudah
20:22sangat positif ya
20:22beberapa komunitas
20:24unggulan kita itu
20:25sudah suasembada
20:26tinggal nanti
20:27persoalannya
20:28bagaimana kita
20:28meningkatkan nilainya
20:29dengan hilirisasi
20:30dan itu kan
20:31tahapan berikutnya
20:32yang akan dilaksanakan
20:33oleh pemerintahan
20:34Pak Prabowo
20:34yang berikutnya
20:35itu adalah
20:36ketahanan energi
20:37dan ini mungkin
20:38yang PR yang belum
20:38bisa dituntaskan
20:39bagaimana BBM kita
20:41memang masih
20:43konteksnya masih
20:43impor lah
20:44tapi kan kita optimis
20:45bahwa di awal-awal
20:46Pak Prabowo
20:47sudah mengatakan
20:47kita akan menerapkan
20:48B50
20:49dan itu akan
20:50launching 1 Juli
20:51di 2026 ini
20:52bagaimana
20:54BBM kita itu
20:55kalau bisa
20:55apa ya
20:56bahan bakunya itu
20:57tidak banyak dari impor
20:59saya pikir itu
21:00dan satu lagi
21:01kalau kita berbicara
21:02bagaimana
21:03perbandingan
21:04angka ekspor
21:05dan angka impor kita
21:05kalau berdasarkan data
21:07yang kita terima
21:08dari pemerintah
21:09sesungguhnya
21:09masih surplus
21:10bahwa
21:10angka ekspor kita
21:12itu masih jauh lebih besar
21:13daripada angka impor kita
21:14bahwa
21:15ekspor kita
21:16per bulan itu
21:16bisa
21:1823 miliar dolar
21:19dibandingkan
21:20misalnya dengan
21:21angka impor kita
21:22yang masih
21:22katakanlah
21:2319 miliar dolar
21:23jadi kalau
21:24dari merasa
21:25pendagangan kita
21:26ekspor kita
21:26masih besar
21:27sebetulnya
21:28kalau kita pikir
21:29tinggi dolar
21:30kalau ekspor kita
21:31makin besar
21:32itu akan
21:32mengumpulkan kita
21:33tapi persoalannya
21:35sekali lagi
21:36saya ingin menekankan
21:37apa yang menjadi
21:37fokus pemerintahan
21:38Pak Prabowo
21:39bahwa selama ketahanan energi kita kuat
21:42itu yang terjadi
21:44di ekonomi global
21:45apa yang tadi
21:47konteks relevan
21:49yang disampaikan Pak Prabowo
21:50ekonomi desa
21:51sesungguhnya
21:52Indonesia itu ekonominya
21:54mas
21:58mas sudah singkat saja
22:00mas
22:00singkat saja
22:02iya
22:03yang harusnya
22:04pemerintahan harus berani
22:05untuk
22:06merealokasi
22:07anggaran
22:07karena beberapa
22:08lembaga rating
22:09itu sudah mengatakan
22:10bahwa ini
22:10defisit bisa melebar
22:11dan itu bisa
22:12membuat
22:13investor itu tidak
22:14persadar
22:14hadap pemerintahan kita
22:15bahwa itu
22:16yang harus dilakukan
22:17adalah
22:17realokasi
22:18realokasi anggaran
22:19nah tadi
22:19sampaikan
22:20sebenarnya
22:20itu karena
22:21ke-aka ekspor
22:22impor
22:22dan sebagainya
22:23itu tapi
22:24digambil dari
22:25fisik
22:25berjalan
22:26ini yang
22:27tadi
22:27selain saya
22:28sampaikan
22:28untuk nilai kukar
22:29itu bukan dari
22:30ekspor impor barang
22:31tapi dari
22:31dengaran
22:32kita memang
22:33defisit
22:33makanya
22:34yang harus kita
22:35lakukan adalah
22:36yang menerangkan
22:38ke publik
22:38bahwa ini
22:39bukan hanya
22:40kata-kata
22:41sakti saja
22:42suasabadan dan sebagainya
22:43yang adalah
22:44tapi yang penting
22:45bagaimana
22:45rakyat itu bisa
22:46menjampau
22:47pangan itu
22:48dengan harga yang murah
22:49pesannya adalah
22:52optimis
22:52tapi realitanya
22:53juga harus dijalankan
22:54ya
22:54itu yang paling utama
22:56terima kasih
22:57Mas Uda
22:57Mas Sugiyah
22:58terima kasih
22:58selamat malam
22:59Bapak-Bapak
22:59selamat
23:00selamat menikmati
Komentar