Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 47 menit yang lalu
JAKARTA, KOMPASTV - Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa melakukan pembenahan sistem pengelolaan anggaran setelah adanya evaluasi terhadap proses pengadaan pada tahun lalu, termasuk terkait rencana pengadaan motor listrik untuk BGN.

"Waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN, saya tolak, sudah diputuskan di rapat. Tapi ternyata ada kebocoran dari cara tertentu untuk melewati itu, sehingga sempat keluar," ujar Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026).

Menurut Purbaya, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah untuk memperkuat tata kelola anggaran.

Perbaikan kini difokuskan pada sistem yang digunakan oleh Direktorat Jenderal Anggaran agar kejadian serupa tidak terulang.

"Sekarang sudah kita perbaiki, dan hal seperti itu akan kita minimalisir semaksimal mungkin," katanya.

Selain pembenahan sistem, pemerintah juga mendorong percepatan belanja negara agar dampaknya lebih merata sepanjang tahun.

Belanja pemerintah pusat tercatat tumbuh signifikan sebagai bagian dari strategi kebijakan fiskal.

Purbaya menyebutkan, total belanja negara tumbuh sekitar 31,4 persen secara tahunan.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Rizaldi

Baca Juga Pengangkatan Kapolri Tetap Lewat DPR? Jimly Ungkap Keputusan Presiden Prabowo di https://www.kompas.tv/nasional/667189/pengangkatan-kapolri-tetap-lewat-dpr-jimly-ungkap-keputusan-presiden-prabowo



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/667195/momen-purbaya-soroti-evaluasi-pengadaan-motor-listrik-bgn-sistem-kini-diperbaiki
Transkrip
00:00Next, belanja negara, itu sudah dilahirkan lagi, belanja negara tumbuh 31 persen,
00:09perusahaan 47, kemudian lembaga 43,4 persen pertumbuhannya,
00:15non-kementerian 51 yang jelas gini, total belanjanya tumbuh 31,4 persen,
00:22jauh lebih tinggi dibanding dengan tahun lalu.
00:26Next, ini jadi strategi kita betul-betul berjalan,
00:29ke depan akan kita pastikan terus kemitian lembaga belanja tepat waktu,
00:35tepat hasaran, dan gak ada yang bojol.
00:40Next, itu software dari Dijen Anggaran,
00:51Itu sudah diperbaiki, sehingga gak kebobolan, kayak kemarin tuh.
00:56Ya kan, kamu kebobolan kan, tahun lalu,
00:59waktu kita sudah menolak beli motor untuk BGN.
01:09Jadi setelah tolak, sudah betul dirapa kita tolak,
01:12rupanya ada kebocoran dari cara tertentu untuk melewati itu,
01:16sehingga softwarenya bisa diperbaiki,
01:18sehingga sempat keluar.
01:20Sekarang sudah kita perbaiki, dan hal seperti itu akan kita semaksimal mungkin.
01:28Ini sudah disebutkan, belanja pemerintah dipercepat,
01:33kalau Anda lihat gambar paling kanan,
01:34pertumbuhannya sekarang,
01:36kalau yang kuning,
01:3747,7 persen,
01:412026.
01:44Belanja paling besar ini ya,
01:47untuk tahun lalu cuma minus 3,4.
01:50Ya Anda lihat,
01:51kita betul-betul serius,
01:53ketika saya bilang,
01:55saya akan mempercepat belanja,
01:57supaya dampaknya merata sepanjang tahun berikutnya.
02:06Nah sih ini sama,
02:08pengajaran tanya,
02:09tumbuh tinggi,
02:10tumbuh tinggi itu 18,6 persen untuk kementerian lembaga,
02:15ada belanja pegawai tumbuh 12 persen,
02:17belanja barang,
02:20tumbuh 114,6 persen,
02:23belanja modal 36,6 persen,
02:27bansos turun sedikit.
02:29Anda lihat yang dua tengah itu,
02:31kalau pegawai kan rutin,
02:33tapi belanja barang dan belanja modal,
02:35tumbuhnya cepat banget emang ini,
02:37sesuai dengan program ini,
02:39untuk mendorong,
02:41memasihkan kebijakan fiskal,
02:44dampaknya positif dan merata sepanjang tahun.
02:48Juga kita lihat belanja modal,
02:50utamanya untuk mendukung konektivitas,
02:52dan ketahanan pangan,
02:53dan pembangunan jaringan ergas,
02:54dan lain-lain.
02:55Jadi basically,
02:56kita hajar semua.
02:57Kita melihat,
02:58kementerian PU belanjanya,
03:00Rp74 triliun.
03:03Kalau saya bilang gitu,
03:05ada yang bilang,
03:06kita mengabaikan infrastruktur,
03:08enggak,
03:09kita tidak mengabaikan infrastruktur,
03:11tetap doang infrastruktur.
03:13Nanti kalau ada permintaan lagi besar,
03:15kita tambah lagi.
03:16Belanja barang yang menarik apa?
03:19Ada BOS,
03:21Rp4,8 triliun.
03:25Ada stabilisasi pangan,
03:28Rp0,9 triliun.
03:30Jadi,
03:31ini semua yang menjaga stabilitas
03:34di perekonomian,
03:35termasuk stabilitas harga pangan,
03:39sehingga inflasinya terjaga,
03:41dan daya belinya terjaga.
03:44Jadi,
03:45itu semua bukan terjadi otomatis,
03:48tapi karena intervensi pemerintah.
03:53Tumbuh 5,61 bukan
03:55tiba-tiba aja terjadi,
03:57tapi memang by design.
04:01Mudah-mudahan ke depan,
04:02kita bisa teruskan itu,
04:04sehingga kita bisa tumbuh lebih cepat.
04:07Ya, 2 tahun, 3 tahun lagi,
04:09kita bisa kayak bersama lah.
04:10Apa ya?
04:12Kita bisa tumbuh 8%.
04:132-3 tahun lagi,
04:15ya, kita kayak bersama lah.
04:16Makan-makan lagi kita.
04:17Next.
Komentar

Dianjurkan