- 4 jam yang lalu
- #iran
- #amerika
- #trump
- #selathormuz
KOMPAS.TV - Selat Hormuz dan kawasan kembali panas, usai Presiden Donald Trump melakukan Proyek Kebebasan, yang memicu Iran kembali meluncurkan rudal dan drone.
Lalu apakah mini war yang disebut Trump akan memantik perang yang lebih besar, kita bahas bersama Pakar Strategi PPAU juga alumni US Air War College, Agung Sasongkojati dan Guru Besar Hubungan Internasional Saint Petersburg State University, Rusia, Connie Rahakundini Bakrie.
Baca Juga Tegas! Reaksi Iran soal Trump Luncurkan Project Freedom di Selat Hormuz | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/667156/tegas-reaksi-iran-soal-trump-luncurkan-project-freedom-di-selat-hormuz-sapa-malam
#iran #amerika #trump #selathormuz
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/667163/selat-hormuz-memanas-usai-mini-war-ala-trump-ini-analisis-pakar-strategi-ppau-dan-connie-bakrie
Lalu apakah mini war yang disebut Trump akan memantik perang yang lebih besar, kita bahas bersama Pakar Strategi PPAU juga alumni US Air War College, Agung Sasongkojati dan Guru Besar Hubungan Internasional Saint Petersburg State University, Rusia, Connie Rahakundini Bakrie.
Baca Juga Tegas! Reaksi Iran soal Trump Luncurkan Project Freedom di Selat Hormuz | SAPA MALAM di https://www.kompas.tv/internasional/667156/tegas-reaksi-iran-soal-trump-luncurkan-project-freedom-di-selat-hormuz-sapa-malam
#iran #amerika #trump #selathormuz
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/667163/selat-hormuz-memanas-usai-mini-war-ala-trump-ini-analisis-pakar-strategi-ppau-dan-connie-bakrie
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:00Selat Hormuz dan kawasan kembali panas, usai Presiden Donald Trump melakukan proyek kebebasan yang memicu Iran kembali meluncurkan rudal dan
00:08drone.
00:08Lalu apakah mini war yang disebut Trump akan memantik perang yang lebih besar?
00:13Kita bahas bersama pakar strategi PPAU, juga alumni US Air World College, Agung Sasong Gojati,
00:19dan guru besar hubungan International St. Petersburg State University, Rusia, Kony Rahakundi Nibakri. Selamat petang semuanya.
00:27Selamat siang dari Rusia.
00:30Bu Kony, sebenarnya kalau klaim mini war yang disebutkan oleh Donald Trump ini provokasi saja atau ada makna lain dari
00:38klaim Trump?
00:40Kalau saya bilang bukan provokasi ya, dia tuh sekarang kan, dia ngomongin kan kemarin ya di acara di White House,
00:45sebenarnya acara kecil,
00:46tapi dia tuh bilang bahwa dia akan menunjukkan apa namanya Project Freedom.
00:49Project Freedom tuh yang dia anggap adalah operasi mini war, yang bagaimana menggunakan operasi militer Amerika dengan niatnya tuh hanya
00:56membimbing kapal-kapal
00:58untuk keluar dari selat humus dengan bantuannya Amerika Serikat.
01:03Dia kalau nggak salah tuh akan deploy destroyer, dia akan deploy sekitar 100 lebih kali pesawat,
01:07dan juga mungkin trup sekitar 15 ribu.
01:10Jadi itulah yang dia bilang dengan mini war.
01:13Jadi dia menekankan bahwa ini sebenarnya adalah untuk menjaga ekonomi Amerika atau juga dunia yang akan tetap baik-baik aja,
01:23malah dia bilang Amerika tuh booming walaupun ada little bitur.
01:26Nah tapi untuk melancarkan semuanya dia perlu melakukan operasi Project Freedom ini.
01:30Dan dia juga sempat ngomong bahwa kalau sampai Iran mencoba mengganggu,
01:33karena memang Iran langsung menembak rudal dan drone seperti tadi disampaikan,
01:37tapi dia bilang bahwa dia akan burn off the force of the earth, gitu, tentang orang-orang Iran atau tentang
01:42masyarakat Iran.
01:43Nah sebenarnya menurut saya ini tuh nggak akan, dan juga beberapa pandangan ya,
01:47operasi ini tuh nggak akan membuka, sebenarnya nggak akan berhasil membuka selat humus.
01:51Karena ini bukan full convivia escort, dan juga Iran masih menguasai selat.
01:55Jadi mau diklaim, seperti tadi disampaikan, mau diklaim oleh Trump seperti apapun,
01:58yang masih menguasai selat itu adalah Iran sendiri.
02:01Jadi memang ada terjadi pergeseran ya, tapi kalau kita lihat,
02:04jadi tujuan Amerika yang tadinya regime change di Iran,
02:07kemudian menghancurkan nuklir Iran, itu tujuan utama,
02:10sekarang jadi sangat terlihat menjadi tekanan ekonomi lewat hormus.
02:14Dan ini artinya yang mau saya sampaikan,
02:16bahwa risiko ke depan tuh masih tentang konfrontasi laut yang akan semakin tinggi
02:20dengan operasi ini ya, walaupun dibilang mini war.
02:22kemudian ansurasi kapal pasti terus akan melonjak, akan terus meningkat,
02:27dan shipping company juga pasti akan semakin ragu.
02:30Jadi apa yang disampaikan Trump ini, somehow dia tuh lucu.
02:33Satu hal dia mau diperdiplomasi, dia tetap mau soft,
02:36tapi di lain sisi dia menggunakan stick, yaitu kekuatan mini war yang dia sampaikan.
02:42Oke, kalau misalnya ada pergeseran ambisi,
02:44tapi kalau menurut Anda, Pak Agung, sebenarnya,
02:46kalau misalnya memang tekanan ekonomi masih akan diupayakan oleh Trump secara logistik dan kekuatan militer,
02:52AS masih mampu nggak kalau melanjutkan perang?
02:55Amerika itu mampu-mampu saja,
02:57karena anggaran perang itu terpisah dengan,
03:00yang menekan dia itu bukan soal anggaran,
03:02yang menekan Amerika itu adalah soal ekonomi,
03:05financing-nya, financial problem,
03:11di mana yang akan menjadi korban adalah dunia,
03:15ekonomi global dan ekonomi Amerika sendiri.
03:17Sedangkan kalau untuk soal anggaran,
03:20untuk menyelesaikan ini, itu tidak masalah.
03:22Nah, sepuluh ada masalah ya,
03:27karena sebagian daripada gunakan di tempat lain,
03:30atau menjadi cadangan tempat lain,
03:31dan sekarang sebagian daripada itu
03:38sudah dihabiskan selama 6 minggu di Timur Tengah,
03:43sudah dihabiskan di dunia,
03:44yaitu di Eropa, di Amerika Selatan,
03:47yang harus siap Amerika lah sendiri,
03:49kemudian di Timur Tengah, dan di Timur Jauh.
03:51Nah, Timur Tengah sendiri,
03:52urusan Iran ini sudah menghabiskan
03:53hampir separuh dari beberapa persediaan.
03:54Jadi, masalah terbesar bagi Amerika itu
03:56bukan soal anggaran untuk perangnya,
03:59tapi akibat dari perangnya ini
04:01yang akan menjadi masalah,
04:02akibat dari dampak daripada balasan Iran.
04:04Karena sesungguhnya kan,
04:06Iran itu diserang ya,
04:07dan dia punya hal untuk membalas,
04:08dan dalam hal membalas itu,
04:10dia juga punya hal untuk menutup selat humus,
04:14karena itu berkaitan dengan keamanannya.
04:15Jadi, istilahnya Iran adalah
04:18keamanan kami terganggu
04:21kalau Amerika dan sekutunya
04:23mau masuk ke selat ini.
04:25Nah, itu hal yang sah.
04:26Dan sekutu Amerika kan,
04:28semua negara-negara JCC itu,
04:29hampir semuanya kan,
04:30artinya sah juga itu.
04:32Nah, tapi Pak Agung,
04:33kalau serangan-serangan selat humusnya
04:34sebenarnya juga dibantah oleh Iran,
04:36yang berdampak juga kepada negara-negara di Teluk,
04:39itu sebenarnya siapa pelakunya?
04:41Apakah benar Iran?
04:42Apa itu klaim dari mana?
04:47Ya, memang ada juga false flag
04:50atau cipta kondisi.
04:51Memang ketahuan dalam saat perang
04:53beberapa waktu yang lalu,
04:54ternyata memang Israel juga
04:57memanfaatkan ini dengan menyebutnya Kuwait,
05:00dan di Uni Emirat itu ada
05:02agen-agen intel Israel
05:04yang mencoba
05:05menghitungkan Iran.
05:07tetapi sekarang di soal Uni Emirat ini,
05:12meskipun Iran mengklaim tidak,
05:13namun itu kan perlu dicek klarifikasi
05:15sebelumnya, apa sesudahnya.
05:16Namun yang jelas,
05:18mengenai klaim Amerika memasuki Teluk,
05:20kemudian mengantar kapal keluar,
05:24kemudian klaim untuk menembak
05:25kapal, tujuh kapal cepatnya Iran,
05:28itu semua dibantah oleh Iran,
05:30dan Amerika membantah kapalnya
05:31memantah kapalnya kena serangan,
05:32Iran membantah,
05:34sudah berhasil masuk,
05:35membantah.
05:35Jadi memang kalau tidak ada
05:37yang bisa mengklarifikasi itu terjadi,
05:39akibatnya ya mentah juga.
05:41Jadi memang mereka jago sekali
05:43membuat perang informasi ya.
05:45Sehingga bantahan ini langsung
05:46menihilkan atau membuat
05:47berita itu menjadi disangsikan.
05:50Jadi, tapi saya juga curiga,
05:52ini kok ada kapal,
05:53dua kapal kargo Amerika
05:55bisa keluar,
05:56kemudian ceritanya dia keluar
05:58disambut sama kapal Amerika lolos,
06:00ini jangan-jangan model-model
06:01kong-kong-kong seperti kemarin
06:02mau di Ispahan yang ada
06:04pesawat air kulesnya jatuh,
06:06beberapa yang rusak berat,
06:07habis itu krunya
06:08pesawat tenang,
06:08bahagia,
06:09terbang naik C-295-nya.
06:10Pasukan susah Amerika itu
06:11jangan-jangan di belakang layar ini
06:13antara militer Amerika
06:14dan militer Iran itu
06:15ada yang beberapa bidang
06:16yang sebetulnya tidak sepakat
06:18untuk berperang,
06:19tapi karena perintah presidennya.
06:20Jadi mereka ya harus
06:21gimana caranya
06:22biar kelihatan berperang,
06:24tetapi
06:25tidak menimbulkan masalah
06:26bagi mereka.
06:27Nah kalau misalnya
06:28masih diduga
06:29masih ada cipta kondisi
06:30juga di kawasan Teluk,
06:32Bu Kony,
06:32kalau menurut Anda
06:33sebenarnya siapa yang
06:34dalam posisi lebih siap
06:35untuk melanjutkan perang?
06:36Tidak hanya dari
06:37kekuatan militer,
06:38tapi juga dukungan
06:38dalam negeri,
06:39dukungan support
06:40dari negara-negara sekutu.
06:43Dua-duanya sih siap ya,
06:44saya bilang,
06:45walaupun mungkin Amerika
06:46agak ada sedikit
06:47tekanan
06:48dengan
06:51protes 8 juta orang,
06:52tetapi kita bisa lihat
06:53bahwa Trump ini
06:54sebenarnya dia tuh
06:54main koerset diplomasi,
06:56jadi dia itu gabung,
06:57ada tekanan militer kecil,
06:58ada ancaman besar,
06:59tapi dia selalu bilang bahwa
07:00Iran udah bersedia bicara kok gitu loh.
07:03Yang saya khawatirkan sekarang
07:04adalah sebenarnya
07:05proyek Freedom ini
07:06akan meningkat gitu loh,
07:07ada intensitas yang
07:08akan dipermainkan.
07:09Dan yang saya khawatirkan
07:10sebenarnya adalah
07:11rencana atau mungkin
07:12kepikiran oleh Trump
07:13untuk merebut
07:15tanker
07:16yang akan membawa
07:17kapal-kapal ke China.
07:18Karena untuk Trump
07:19sekarang bagaimana caranya
07:20supaya
07:20Iran ini
07:21nggak punya kemampuan
07:23besar lah
07:23untuk membiayai perang ini.
07:25Nah jadi
07:25sekali lagi
07:26Iran tuh
07:26apa
07:27Trump tuh
07:27memainkan
07:28peranan sangat lucu
07:29dia bilang
07:29secara diplomasi dia positif
07:31tapi dia selalu mengancam.
07:32Yang kedua adalah
07:33bagaimana sekarang
07:34kita melihat
07:34mesti lihat perannya
07:36negosiator disini ya
07:37mungkin
07:37bantuan Pakistan
07:38juga bisa kita lihat
07:38tapi yang saya khawatirkan
07:40ini akan mentok
07:41karena selain
07:41urusan nuklir
07:42dan urusan
07:44pengurangan
07:45uranium
07:45yang paling berat
07:47menurut saya
07:47kalau di proposal Trump itu
07:48adalah
07:49dia minta
07:50di red line
07:51oleh dia itu adalah
07:52bagaimana
07:52Iran harus membayar
07:54atas apa yang
07:55sudah dilakukan
07:5547 tahun
07:56ya ini kan
07:56kata-kata yang sangat
07:57apa maksudnya
07:58coba 47 tahun
07:59Iran merdeka
08:00kemudian
08:01menguasai
08:02tanda kutip
08:02selat tersebut
08:03mendapat keuntungan
08:04dari selat
08:04lalu semua harus
08:05dibayar oleh Iran
08:06ini kan ada
08:07jadi selain
08:07masalah nuklir
08:08dan uranium
08:09menurut saya
08:09red line-nya adalah
08:10statement Trump
08:11untuk harga yang
08:12cukup besar
08:13atas apa
08:14yang sudah dilakukan
08:15Iran selama 47 tahun
08:16nah
08:17tapi
08:17ini
08:18strategi ini
08:19bisa improvise
08:19bisa berisiko
08:20jadi kedua
08:21pelatih
08:22akan
08:23maximize
08:24the demand
08:24tapi kita harus
08:26bicara tentang
08:26skandera paling mungkin
08:27menurut saya
08:28dia akan bertahap
08:29jadi
08:29Pakistan akan
08:30terus memainkan
08:31mediasi
08:32Iran akan membuka
08:33homo secara parsial
08:34atau gradual
08:35kita lihat
08:35tadi disampaikan
08:36bisa ada kapal lewat
08:37bisa gak ada kapal lewat
08:38kemudian
08:39Amerika Serikat
08:40akan melonggarkan
08:42blokade pelabuhan Iran
08:43nuklir mungkin
08:44akan dibahas terpisah
08:45gitu
08:45dan juga
08:46apa ya
08:47mini deal ini
08:48akan on and off
08:49lah kira-kira
08:50oke
08:50nah kalau misalnya
08:50titik panasnya ada
08:51di Selat Hormuz
08:52Pak Agung
08:52menurut Anda
08:53sebenarnya
08:54dibandingkan
08:54untuk membandingkan
08:55kekuatan
08:56angkatan laut mana
08:57yang lebih kuat
08:57antara Amerika Serikat
08:58dan juga Iran
08:58tapi jangan jawab dulu
08:59kita bahas lagi
09:00usah jadah
09:00tetap bersama kami
09:01di Kompas Petak
09:08kita lanjutkan
09:09dialog bersama
09:10Bu Kony dan Pak Agung
09:11Pak Agung yang terbaru
09:12juga soal
09:13Uni Emirat Arab
09:14yang terdampak
09:15dari drone Iran
09:16nah kalau menurut Anda
09:17ketika ada negara teluk lain
09:19yang sudah semakin
09:19terdampak
09:20apa konsekuensinya
09:26konsekuensinya adalah
09:27gini
09:28ini kan semuanya
09:29negara itu
09:30khususnya Uni Emirat
09:31itu kan sebetulnya adalah
09:32sekutunya Amerika
09:33karena apa
09:34karena mereka
09:35karena bersedia
09:36menjalin kerjasama
09:38pertahanan
09:39menempatkan
09:40pertahanan Amerika
09:41di situ
09:42dengan semua sistemnya
09:43dikendalikan
09:45di satu dengan Amerika
09:46berarti mereka sebetulnya
09:46adalah tempat yang
09:48sesah untuk diserang
09:48apalagi mereka
09:49menjadi tempat
09:50membelasang serangan
09:51atau pengawasan serangan
09:52jadi
09:53yang saya lihat sendiri
09:55bahwa
09:56saat ini nanti perangnya ini
09:57ataupun yang sekarang
09:57belajar adalah dari
09:58bukan perang darat
09:59namanya adalah
09:59pertempuran laut ya
10:00dimana angkatan laut Amerika
10:02itu yang paling
10:03sangat siaga sekarang ini
10:05dua kapal Indo
10:06US Giller Force
10:07sudah kembali
10:07ke Mediterania sekarang
10:08posisinya
10:09dan sekarang tinggal
10:10Abraham Lincoln
10:11dengan
10:13USS George W. Bush
10:14dengan tiga
10:15kapal Indo
10:16marinir
10:17setambahan
10:18pasukan
10:18total di pasukan
10:19setelah 25 ribu
10:20orang
10:21personil baru
10:22siap ya
10:22untuk menjaga
10:24panggara-panggara yang
10:25ditinggal kemarin
10:26nah nanti
10:26secara konvensional
10:27US Navy
10:29tidak tertandingi ya
10:30dalam hal
10:30firepower dan teknologi
10:31namun mereka
10:32mendapat tantangan
10:33asimetris
10:34berupa
10:34ribuan
10:35atau puluhan
10:35ribu drone malah ya
10:36kapal cepat
10:37RGC
10:38dan rudal pesisir
10:39atau rudal
10:39antikapal
10:41yang
10:41yang tersebar
10:43di sepanjang
10:43pesisir Iran
10:44dan
10:45ranjo-ranjo laut
10:46yang
10:47juga
10:48cukup berbahaya
10:49apalagi ranjo ini
10:49bisa dikendalikan
10:50dan drone-drone
10:51kapal juga ya
10:52jadi sebetulnya
10:56Iran ini
10:56tidak sendiri
10:57dia sudah di backup
10:58juga oleh
10:58Rusia dan China
11:00mungkin sebagian
11:01daripada
11:02suku cadang
11:03dan semuanya itu
11:04berasal dari China
11:04jadi sebetulnya
11:05perangnya sekarang
11:06adalah perang yang
11:07asimetris
11:07dimana
11:08kekuatan besar Amerika
11:09berhadapan dengan
11:10kekuatan asimetris
11:11daripada
11:11Iran
11:12yang menyulitkan mereka
11:14oke nah Bu Kony
11:14Iran kan membantah
11:16soal drone
11:17yang
11:18bikin
11:18UNEA
11:19juga terdampak
11:20kalau menurut Anda
11:20siapa berarti pelaku
11:22di baliknya
11:24gak tahu ya
11:25kalau ada perang
11:26kayak gini
11:26semua bisa
11:27bisa
11:28bisa terbatas
11:29dan jelas
11:29tapi kalau saya
11:30mau tariknya
11:30lebih kepada
11:31tadi penyataan
11:32bahwa
11:32apa
11:33Rusia
11:33dan China
11:34membantu ya
11:34menurut saya
11:35kita juga
11:36mesti pikirkan
11:37Rusia itu sekarang
11:37bukan cuma membantu
11:38dalam aspek
11:39mungkin di belakang layar
11:40tetapi
11:41disini
11:42karena saya ada di
11:43Rusia
11:43kita tuh sekarang
11:44sudah malah
11:45menyiapkan
11:45doktrin baru gitu
11:46untuk perang ke depan
11:47itu seperti apa
11:48termasuk ini
11:48isu selauh ini
11:49karena gini loh
11:50isu yang disampaikan
11:51oleh
11:52apa
11:54perakuan Amerika
11:55terhadap
11:55Iran
11:56ini sebenarnya
11:57harus kita lihat
11:57secara holistik
11:58kepada seluruh dunia
11:59karena
12:00kalau kita bisa lihat
12:01bukti pertahanan dia
12:022025-2026
12:03ini dia akan
12:04mengoperasionalkan
12:06satu teori yang di
12:06hubungan internasional
12:07disebut teori Mahan
12:08dia punya tiga doktrin
12:09dan ini berbahaya
12:10karena saya akan
12:11kaitkan ke Malacca ya
12:12dia tuh akan
12:13mengendalikan penuh
12:13choke point
12:14dan dia artinya
12:15bisa mengendalikan
12:16dan menolak musuh
12:17atau akan memilih musuh
12:18atau lawar
12:19atau kawan
12:20yang dia akan tentukan
12:20kedua
12:21blokado ekonomi
12:22sebagai instrumen paksaan
12:23itu akan melakukan
12:24Amerika Serikat
12:24dan yang ketiga
12:25dia proyeksi kepuasaan global
12:27dan ini gak cuman
12:28hormus
12:28ini dia bicara
12:29sudah di Panama
12:30misalnya kemarin
12:31dengan dia ikut campur
12:32ke dalam keputusan
12:33tentang satu
12:35firma
12:36Hudson
12:37dan kedua
12:38dia sekarang
12:38bagaimana kerjasama
12:39pertahanan utama
12:40Indonesia
12:40dengan Amerika
12:42disini tuh dibahas
12:43mendalam
12:43karena yang kita khawatirkan
12:44Indonesia akan
12:46tertarik ke sana
12:47karena tadi saya bilang
12:48doktrin Amerika itu
12:49akan mengontrol
12:49slog dan kita bicara
12:50tentang
12:51sign of communications
12:51itu dimana saja
12:52dan kalau kita mau bicara
12:54tentang the truth
12:55tentang sign of communications
12:56kan yang dikuasai barat
12:57itu hanya satu
12:57ya kan
12:58yang dunia
12:58yang sangat berpengaruh
13:00kepada dunia
13:00tapi sekarang
13:01yang terus dibahas disini
13:02adalah ternyata
13:03Malacca itu lebih besar
13:04powernya daripada
13:04Hormuz
13:05jadi kita disini
13:06lagi sangat worried
13:06dan itulah kenapa
13:07kami disini baru kemarin
13:08saya mengajukan
13:11tentang
13:13rakundinisme
13:13doktrin
13:14yang intinya
13:15bagaimana
13:15titik-titik
13:16maritim Amerika Serikat
13:18itu gak bisa dibiarkan
13:18dan kita akan
13:19memajukan doktrin baru
13:20untuk mengimbang
13:21imahan
13:22tentang
13:23doktrin
13:24dari Rusia
13:26yang intinya
13:26menanamkan peran
13:27negara pesisir
13:28ini kan sepertinya
13:29negara pesisir
13:29jadi gak berdaya
13:30Oman, Iran
13:31jadinya
13:31kok jadi gak berdaya
13:32dengan datangnya
13:33Amerika Serikat
13:33tiba-tiba
13:34nah jangan sampai
13:35Malaysia, Singapura, Indonesia
13:36mengalami hal yang sama
13:38kemudian kita harus
13:39mengantisipasi
13:40dampak yang lebih besar itu
13:41Bukoni
13:42mungkin gak negara-negara
13:43Teluk akhirnya
13:44ya apa ya
13:45turun tangan
13:45dengan bentuk yang
13:46lebih frontal
13:47misalnya ya
13:48menurut
13:49ada militer
13:50juga diterjunkan ke sana
13:52kalau negara Teluk
13:53saya rasa
13:53kita mesti lihat
13:54mereka juga gak mau
13:55terdebak langsung
13:56tapi kalau kita
13:57mau lihat
13:57dari Amerika Serikat
13:58dia kan sekarang
13:59udah ngajakin Inggris
14:00ngajakin Perancis
14:01ngajakin India
14:02ngajakin Jepang
14:03ngajakin South Korea
14:04untuk rencananya nih
14:06menurut saya
14:06dia akan minta
14:07guide kapal itu
14:08nanti gak dia sendiri
14:09nah at the same time
14:10pasti negara Teluk
14:11itu akan
14:12melakukan hal yang sama
14:13tetapi
14:14pertanyaannya adalah
14:15pertanyaan dari
14:15Minister Laprof disini
14:16kenapa sih negara Teluk
14:18itu gak bisa bersatu
14:18itulah isu yang terbesar
14:20dari negara Teluk
14:20mereka gak bisa
14:21satu pandangan
14:23menghadapi isu ini
14:24jadi
14:25masih sangat terpecah
14:26itu mungkin isunya
14:27sementara
14:27kalau di isu
14:28dari
14:29dorongan Trump
14:30sendiri untuk
14:30multilateral guarantee
14:31yang nolakan
14:32hanya beberapa
14:33negara
14:33NATO ya
14:34salah satunya
14:34kita lihat bagaimana
14:36Spanyol gitu
14:37sangat menolak
14:38menolak keras
14:38karena dia melihat
14:39ini gara-garanya juga
14:40dari awal ya
14:41Trump sendiri gitu
14:42berarti kalau Anda
14:43melihat ke depannya
14:45apakah gencatan senjata ini
14:46bisa umurnya panjang
14:48atau justru ya
14:48jangan-jangan
14:49seperti provokasinya
14:50Trump bisa jadi
14:51perang lanjutan
14:53saya lihat ini
14:54akan on and off
14:55makanya kenapa
14:56disini yang saya
14:57sampaikan tadi
14:57kita langsung
14:58kemarin rapat
14:59international conference
15:00tentang maritime
15:01keamanan maritime
15:01gitu kan
15:02karena melihat
15:03doktrin Amerika Serikat
15:04yang menurut kita
15:05itu tidak akan
15:05cuma di
15:06Hormuz saja
15:06Panama sudah
15:07sekarang Hormuz
15:08besok mungkin Malacca
15:09besok gak tau lagi
15:10dimana
15:10mungkin sampai
15:11ke urusan
15:12di Artik gitu
15:13tapi intinya
15:14tadi saya sampaikan
15:15bahwa ini itu
15:15akan bertahap
15:16akan bereskalasi
15:17jadi tidak akan
15:18dia begitu saja
15:18Amerika juga mungkin
15:20hanya akan melonggarkan
15:21blokade tapi sekali lagi
15:22dia akan mengajak
15:23negara-negara multilateral
15:24dan itu yang akan
15:25menjadi buat Cina
15:26dan Rusia
15:27mungkin juga akan
15:28mempercepat
15:30balancing untuk
15:31global slotnya
15:31seperti apa
15:32kita mesti lihat ya
15:33dalam posisi hari ini
15:34Rusia dan Cina
15:35itu ada di blok
15:36global slot akhirnya
15:37makanya mereka pun
15:38juga akan hati-hati
15:39approach
15:39tapi kemudian
15:40bagaimana mengamankan ini
15:41karena begini
15:42bagaimanapun
15:43kita mau lihatnya
15:44doktrin Amerika Serikat
15:45terbaru ini bahaya
15:46jadi jangan lihat
15:47Trumpnya aja
15:47doktrinya sendiri
15:48sudah bahaya
15:48doktrin maritimnya
15:49jadi Trump mungkin
15:50bisa berganti
15:51tapi kalau doktrinya
15:51nggak kita bereskan
15:52atau nggak kita coba
15:53balancing
15:53maka pengganti pun
15:54Trump kalau nanti
15:55harus diganti
15:56tetap akan mungkin
15:57menjalankan hal yang sama
15:58jadi kita harus lompat
15:59dari isu cuma membahas
16:00hormus
16:00dengan segala
16:01konteksnya
16:02tapi bagaimana
16:03dunia ini sekarang
16:04sudah waktunya
16:05bersuara juga
16:05bahwa
16:06kedepannya
16:07doktrin Amerika Serikat
16:08nggak bisa diterapkan
16:09begitu saja
16:09karena tadi saya bilang ya
16:10yang dia akan
16:12atur itu hanya adalah
16:13menguntungkan dia
16:14menguntungkan ekonomi dia
16:15menguntungkan kawan-kawan dia
16:16terus orang lain
16:17nggak boleh survive
16:18sementara hukum laut itu kan
16:19dia harus zona bebas
16:21harus semua orang
16:21bisa lewat
16:24dan dengan mudah
16:26menggunakannya
16:27untuk dagang
16:28untuk apapun juga itu
16:29jadi sekali lagi
16:30saya berharap
16:31dalam
16:32pembicaraan kita
16:33sore ini
16:34ada yang harus
16:35saya inginkan
16:36Kementerian Pertahanan Indonesia
16:37juga sudah mulai
16:38lompat
16:39membahas
16:39bagaimana
16:40kalau ini terjadi
16:41di hormus
16:41karena sekali lagi
16:42pengandaran penuh
16:43choke point
16:43dengan doktrin baru Amerika
16:45itu bahaya sekali
16:46terhadap
16:48Malacca
16:48dan sekali lagi
16:49kita mesti ingat
16:50dan mungkin
16:50nggak banyak yang tahu
16:50Malacca itu sekarang
16:51sangat strategis
16:52orang sudah mulai menghitung
16:53powernya
16:54lebih daripada hotness
16:54berarti artinya
16:56kalau misalnya
16:56skalasi ini
16:57masih harus kita antisipasi
16:58Indonesia juga harus
16:58semakin mengencangkan
16:59ikat pinggang
17:00mengantisipasi yang lebih besar
17:01lagi bu Kony
17:03oh sudah pasti
17:04makanya jauh-jauh hari kan
17:05saya udah coba
17:06ingatkan ya
17:07saya udah berkumpul
17:07dengan para mantan gubernur BI
17:09dan para mantan gubernur
17:10keuangan
17:10semua udah lihat tuh
17:12kalau ada apa-apa
17:12dengan dunia ini
17:14kita akan parah
17:15dan terjadi
17:15mungkin tadinya diharapkan
17:17perang ini pendek
17:18tapi perang ini
17:19nggak akan pendek
17:19perang ini pasti akan panjang
17:20walaupun tadi
17:21tidak dengan
17:22militer besar-besaran lagi
17:23tapi on-offnya ini
17:25akan terus mengganggu
17:25hormus
17:26dan kalau hormus
17:27terganggu
17:28of course
17:28semua perdagangan
17:29semua kapal
17:30insurans dan lain-lain
17:31akan terganggu
17:32dan ini artinya panjang
17:33dampak Indonesia
17:34akan makin besar
17:35inflasi
17:36dolar
17:36akan mungkin tebus
17:3722 ribu
17:38seperti perkiraan
17:39para pakar
17:39ekonomi gitu
17:40dan itu yang kita khawatir
17:41dampak lainnya
17:42oke
17:43Bu Kunira Kundini Bakri
17:45dan tadi juga ada
17:46Marsma TNI Purnawarawan
17:48Agusasong Kujati
17:48terima kasih sudah berbagi
17:49bersama kami
17:50saya selalu
17:50selamat menikmati
17:52selamat menikmati
Komentar