Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 jam yang lalu


JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memutuskan untuk memberikan insentif pembelian mobil listrik atau electric vehicle. Insentif ini akan berlaku untuk 100 ribu unit untuk tahap awal.

"Kira-kira untuk mobil listrik akan kita kasih berapa? 100.000 subisidi pertama. Kalau habis kita kasih lagi. Motor listrik juga sama. 100 ribu pertama kita akan kasih," ujar Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA Mei, Selasa (5/5/2026).

Purbaya mengatakan skema penyalurannya masih dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan lebih lanjut oleh Kementerian Perindustrian dan Kemenko Perekonomian.

Baca Juga Purbaya Ungkap Ketahanan Energi RI Nomor 2 Dunia: Unggul dari AS hingga China di https://www.kompas.tv/nasional/667141/purbaya-ungkap-ketahanan-energi-ri-nomor-2-dunia-unggul-dari-as-hingga-china



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/667144/menkeu-purbaya-pastikan-beri-insentif-buat-100-000-unit-mobil-listrik-baru
Transkrip
00:00Ada beberapa anti-inisiatif yang akan dikeluarkan oleh Kementerian Keuangan, beberapa Kementerian di sini.
00:05Tadi saya ketemu dengan Menteri Persiaan tadi pagi.
00:09Saya tanya apa yang bisa didorong.
00:12Saya tertarik dengan proposal mereka untuk memberi subsidi ke kendaraan listrik.
00:22Dan selain mendorong konsumsi,
00:26dan kedua kita bisa mengurangi konsumsi bahan bakar.
00:35Jadi ke depan harusnya kalau kita dipercepat lebih memperkuat daya tahan anggaran dan ekonomi kita.
00:43Ini omongan kasar, Pak Menteri dah ngomong tadi.
00:46Boleh cerita kalian kasar ya Pak Menteri Penelusian.
00:49Udah saya bercuti dikit boleh kan.
00:52Kalau gitu saya belum boleh ngomong dong.
00:56Boleh?
00:58Boleh gak ngomong kan ya?
01:00Kira-kira
01:04untuk mobil listrik
01:10Ah biar aja gue Menteri ini.
01:13Jadi gini,
01:15akan kita kasih berapa?
01:17100 ribu?
01:19100 ribu mobil,
01:20subsidi mobil listrik 100 ribu.
01:22Sampai bulan Oktober.
01:24Eh, enggak.
01:25100 ribu pertama.
01:27Kalau habis, kita kasih lagi.
01:30Kalau habis, kita kasih lagi.
01:31Nanti skemanya Pak Menteri Penelusian akan menjelaskan seperti apa.
01:36Nanti juga Menteri Perekonomian akan memberikan seperti apa.
01:38Motor listrik juga sama.
01:40100 ribu pertama akan kita kasih.
01:42Berapa sepirinya?
01:435 juta.
01:45Kalau habis, kita kasih lagi.
01:47Kalau habis, kita kasih lagi.
01:50Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam jangka pendek ke depan.
01:56Teriwalan ketiga dan teriwalan keempat.
01:59Juni awal saya mulai jalan.
02:01Itu salah satu kebijakan yang mungkin,
02:03atau saya boleh umumnya sudah didiskusikan,
02:06tapi nanti akan diumumkan lagi.
02:08Pak Menteri Penelusian, Pak Menteri Penelusian, Pak Menteri Perekonomian, lain-lain.
02:15Tapi sama kita adalah sekarang,
02:19kita akan memastikan semua mesin ekonomi berjalan.
02:24Di demanda kita dorong, sekarang di sektor manufaktur yang kita dorong lagi.
02:29Nanti kami jualan, ketemu dengan industri tekstil,
02:37sepatu, dan lain-lain.
02:39Di mana mereka memerlukan
02:43dana lebih murah untuk permajan mesin-mesinnya.
02:48Jadi kita akan hidupkan betul-betul sektor swasta juga.
02:52Jadi ekonomi bukan hanya didorong oleh pemerintah saja,
02:55nanti swasta akan hidup juga.
02:57kan dulu kita jenisnya seperti itu.
03:00Pak Presiden juga sudah mengintrusikan strategi seperti itu.
03:09Saya menjalankan perintah Bapak Presiden saja.
03:12Jadi jangan takut.
03:15Dengan tadi 5.61 tadi,
03:18kan pasti banyak ekonomi tuh
03:20yang bilang kita mau rusak pada kecele.
03:25jawaban nanti ada tulis,
03:26kakak cele gitu.
03:28Salah prediksi.
03:31Boroboro resesi, malah naik.
03:34Apalagi krisis.
03:35Jadi ekonomi tuh jalan,
03:37tumbuh,
03:38lambat,
03:40resesi.
03:41Resesi tuh pasti turun.
03:42Pasti ada.
03:43Kalau krisis tuh resesi di dalam sekali jatuh ke dalam.
03:47Nanti recover lagi.
03:48Nah sekarang masuk sana.
03:50Sebagian besar saya lihat di TikTok,
03:52udah bilang datanya kita menuju 1998.
03:55Padahal mereka gak pernah lihat data ekonomi dari 1998.
03:58Jadi data ini,
04:00pertumbuhan ekonomi T1 pertama ini,
04:03menunjukkan bahwa
04:05reformasi ekonomi yang dikutukan
04:07sudah memberikan nampak ke perekonomian
04:09dan kita sepertinya
04:11akan terus
04:14mengalami pertumbuhan ekonomi
04:16yang lebih cepat.
04:18Jadi teman-teman,
04:19gak usah khawatir.
04:22Saya mau letak terus data ekonomi
04:24dari hari ke hari.
04:25Setiap kelemahan kita diskusikan ya Pak.
04:30Kita cari cara pemencahan yang paling baik seperti apa.
04:34Pemerintah gak takut
04:36atau tidak ragu untuk invest
04:38untuk menjaga laju pertumbuhan ekonomi kita.
04:43Itu yang akan menjadi pagi.
04:46Tapi besok kita takdir ya.
04:49Jadi sempat ini saya akan menyampaikan
04:51realisasi APBN kita.
04:53Kinerja dan fakta
04:55sampai dengan 31 Maret 2020.
04:58Udah telat ya.
05:00Bukan ya?
05:01Telat banget.
05:02Yaudah.
05:04Kita,
05:05DPR udah.
05:05Jadi kita mulai ya.
05:08Beberapa kesimpulan pertama next?
05:13Ini dinamika global.
05:16Kita gak bisa apa-apa
05:18tentang dinamika global
05:20karena kita gak bisa kontrol.
05:22waktu saya di AMF World Bank
05:26itu ada sesi
05:28Menteri Keuangan Amerika
05:30menceritakan strategi yang akan mereka lakukan
05:36untuk
05:40mencapai
05:41quote-unquote perdamaian dengan Iran.
05:44Tapi kalau saya lihat
05:46isinya sepihak
05:48seolah-olah
05:49Iran
05:53diperlakukan sebagai
05:54pihak yang kalah perang
05:56dengan tuntutan Amerika yang
05:59tegas ini, ini, ini.
06:01Hitungan saya
06:02kan belum kalah perang.
06:03Pasti
06:05gak akan
06:06tercapai
06:07perjanjian itu.
06:08Jadi kita
06:09mesti siap dengan
06:10konflik
06:11berkepanjangan
06:12dan harga minyak
06:13yang masih
06:14akan bertahan
06:16cukup lama.
06:17Saya pikir
06:18tadinya
06:18sebulan-dua bulan
06:19selesai perang ini
06:20rupanya
06:21enggak.
06:25Memimpin-mimpin dunia itu
06:28masih kurang
06:29bijak juga rupanya.
06:30Jadi itu yang kita hadapi sekarang.
06:32Jadi makanya
06:32setiap
06:33effort yang bisa
06:34mengurangi konsumsi
06:37minyak
06:37dalam negeri
06:39kita akan
06:40kerjakan.
06:42Ini apa di sini?
06:43Ya harga minyak tinggi
06:44ini setelah
06:45semuanya batu bara
06:45masih rendah
06:47sempat tinggi
06:48juga merendah
06:48terus CPO juga
06:50agak naik sedikit
06:51tembaga agak naik
06:53nikel
06:54naik
06:55enggak tinggi-tinggi
06:55amat
06:56emas
06:56naik tinggi
06:57sampai turun
06:58tapi yang menjadi
06:59concern kita
07:00utama adalah
07:01minyak
07:01misalnya.
07:03Karena ini
07:03mengaruhi APBN saya.
07:05APBN saya
07:06sudah hitung
07:07dengan harga minyak
07:08sampai rata-rata
07:08100 dolar
07:09perbaru
07:10sampai tahun
07:10jadi
07:12masih
07:13aman.
07:14Saya
07:15kalau
07:15diklarifikasi
07:16lagi di sini
07:18ada yang bilang
07:19uang saya tinggal
07:20102
07:20terus saya
07:22dalam berkat
07:22kali itu
07:22saya pindahin
07:24aja
07:24300
07:25ke bank
07:28sisanya
07:29masih di
07:29120
07:29masih di
07:32BI
07:33bank
07:34masih uang saya
07:35ada saya
07:36dengar kemarin
07:38bank
07:39uangnya kan
07:40udah ada
07:40bentuk pinjeman-pinjeman
07:41ke
07:41tempat lain kan
07:43sehingga
07:44enggak ada lagi
07:45di bank
07:45atau enggak bisa
07:46ditarik
07:47ini
07:48Anda pikir
07:48kalau bank
07:50ngasih pinjam
07:50satu perusahaan
07:5310 triliun
07:54misalnya
07:55perusahaan dapat
07:5610 triliun kan
07:57uangnya
07:58taruh di mana
08:00bank lagi
08:03jadi ada
08:04proses penyiptaan
08:05uang di situ
08:06jadi uangnya
08:07enggak berkurang
08:07ya
08:08memang kalau saya
08:09tarik sekaligus
08:11mungkin
08:11banknya agak kaget
08:12tapi uangnya masih di situ
08:13enggak ada masalah
08:14gimana kita sudah komunikasi
08:16dengan bank sentral ya
08:17Pak ya
08:18untuk
08:19men-smoothing
08:19hal itu
08:20kalau memang
08:21kita perlukan
08:22menarik uang
08:23dalam jumlah banyak
08:24tapi
08:25dalam waktu dekat
08:26itu enggak akan terjadi
08:27karena itu
08:28memang salah
08:29enggak akan kita pakai
08:31sementara
08:32pendapatan pajak kita
08:34masuk terus
08:35dari bulan ke bulan
08:36dan sampai sekarang
08:37masih sesuai dengan
08:40rencana
08:41anggaran kita
08:44berikutnya
08:48jadi
08:53next
08:53orang juga
08:59banyak bilang
09:00Indonesia
09:02fisikanya
09:03goyah
09:04maka rupanya
09:06lemah-lemah
09:06dan lain
09:06kalau rupanya
09:07anaknya beya
09:07nanti ya
09:08jangan banya saya
09:09mereka yang benar-benar menjawab
09:11tapi kalau kita lihat
09:12dari ketanian energi
09:13kita itu
09:15amat kuat
09:16itu nomor dua tuh
09:18kalau sebelah kanan tuh
09:19perbandingan ketanian energi
09:20terhadap
09:21krisis energi global
09:22kalau ada krisis global
09:24kita nomor dua
09:25paling kuat
09:26dibanding negara-negara lain
09:27makanya
09:27dari Amerika
09:28dari China
09:29dari Australia
09:30dan lain-lain
09:33ini
09:33ini keluaran dari mana
09:36jadi siapa nih
09:37World Bank
09:38bukan ya
09:38JP Morgan
09:42ADB juga
09:43melakukan hal yang sama
09:44studi yang sama
09:45cuma mereka
09:46nggak bisa publish
09:47karena kalau mereka publish
09:48nanti negara-negara
09:50yang di bawah
09:50goncang katanya
09:51mereka yang di bawah
09:52nggak minta
09:52jangan dipublish
09:54tapi official ABDB
09:55bilang sama saya
09:56kita di atas
09:58ini top dua juga
Komentar

Dianjurkan