Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 5 minggu yang lalu


KOMPAS.TV - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I 2026 yang menyentuh 5,61 persen secara tahunan tidak diraih begitu saja.

Menurut Purbaya, pemerintah sudah menyiapkan langkah yang membuat pertumbuhan bisa mencapai 5,61 persen.

"Tumbuh 5,61 persen itu bukan tiba-tiba terjadi, tapi itu by desain. Mudah-mudahan ke depan kita bisa teruskan itu sehingga kita bisa tumbuh lebih cepat. Ya dua tahun, tiga tahun lagi kita bisa kaya bersama," kata Purbaya dalam Konferensi Pers APBN KiTa, Selasa (5/5/2026).

Baca Juga Menkeu Purbaya Ancam Pabrik Rokok Ilegal: Begitu Ketahuan, Tutup! di https://www.kompas.tv/nasional/667137/menkeu-purbaya-ancam-pabrik-rokok-ilegal-begitu-ketahuan-tutup



Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/667138/purbaya-bicara-ekonomi-ri-tumbuh-5-61-2-3-tahun-lagi-kita-bisa-kaya-bersama
Transkrip
00:01Saya bilang itu, ada yang bilang kita mengabaikan infrastruktur, enggak kita tidak mengabaikan infrastruktur, tetap doang infrastruktur.
00:11Nanti kalau ada permintaan lagi besar kita tambah lagi.
00:15Belanja barang yang menarik apa?
00:18Ada BOS 4,8 triliun, ada stabilisasi pangan 0,9 triliun.
00:28Jadi ini semua yang menjaga stabilitas di perekonomian termasuk stabilitas harga pangan, sehingga inflasinya terjaga dan daya belinya terjaga.
00:43Jadi itu semua bukan terjadi otomatis, tapi karena intervensi pemerintah.
00:51Tumbuh 5,61 bukan tiba-tiba saja terjadi, tapi memang by design.
00:59Mudah-mudahan ke depan kita bisa teruskan itu, sehingga kita bisa tumbuh lebih cepat.
01:05Ya, 2 tahun, 3 tahun lagi kita bisa kaya bersamalah.
01:10Kita bisa tumbuh 8%, 2-3 tahun lagi kita kaya bersamalah, makan-makan lagi kita.
01:15Next.
01:20Mungkin ini subsidi komentasi ya.
01:24Ini juga sudah pernah disebutkan ya.
01:28Subsidi saya berikan untuk dijaga stabilitas perekonomian.
01:34Nah, langsung saya tanya nih.
01:36Salah satu kritik di dunia adalah, jangan beri subsidi kelebihan ketika anggaran kamu tidak mampu.
01:49Saya ditanya itu sama World Bank, kalau nggak salah, IMF.
01:56Kita bilang, kita subsidi untuk masyarakat yang kelas bawah yang nggak mampu.
02:03Tapi yang kelas atas, BBM-nya tidak kita subsidi.
02:09Makanya naikkan, nggak lama lagi naik.
02:12Ya, itu yang langkah itu yang dihargai oleh lembaga-lembaga internasional,
02:18bahwa kita nggak membabi buta subsidinya.
02:20Subsidinya terarah.
02:22Dan ini kita akan lakukan dan sudah kita lakukan dan akan kita lakukan terus.
02:29Jadi pemerintah menjaga keselian barang dengan harga bersubsidi,
02:36itu ada BBM, LPG, dan lain-lain.
02:38Tapi yang penting itu, terarah.
02:40Bukan untuk semua halangan.
02:42Hanya untuk yang betul-betul membutuhkan.
02:44Karena nggak semua orang kita beruntung, punya uang lebih,
02:48untuk bisa hidup dengan kenaikan harga yang terlalu signifikan.
02:55Itu yang dihargai oleh World Bank.
02:57Kalau nggak salah World Bank dengan IMF,
03:00jadi dia nanya ke saya,
03:02yang itu gimana?
03:02Ya nggak apa, yang ini nggak kita lepas.
03:04Saya sudah umumkan.
03:06Langsung dia anggur-anggur.
03:07Jadi memang seperti kontroversial,
03:10tapi selama targetnya pas,
03:13nggak ada masalah.
03:14Saya bilang ke mereka juga,
03:17apa gunanya saya tarik subsidi punya uang lebih,
03:20kalau kondisi sosial politiknya kacau.
03:24Saya nggak bisa bangun malah.
03:26Oke, next.
03:27Itu menurut ya.
03:31Ketanganan pangan,
03:31empusan ya.
03:33Ketanganan pangan,
03:34realisinya mencapai 53,7 triliun,
03:3725,5 persen dari APBN,
03:40yang sebesar 210,4.
03:42ini sampai di kapasitas 1 Maret melalui belanja kementerian lembaga,
03:50subsidi pupuk, buluk, dan lain-lain.
03:54Neliatur subsidi pupuk, 25,1 triliun,
03:57itu dibayar di depan.
03:59Lalu dulu kan di belakang,
04:00ini yang sudah ceritakan,
04:02ini yang membuat perusahaan pupuk kita bisa menghemat biaya dengan baik,
04:08dan bisa berproduksi dengan baik,
04:11sehingga sekarang mereka bisa mulai ekspor, katanya.
04:16Buluk juga,
04:19kita melakukan investasi pada buluk untuk mendukung pembelian beras dan gabah,
04:24dan jagung petani.
04:26Nggak ada yang kita tunda kalau emang dibutuhkan.
04:30Jadi nggak diri-iri,
04:31saya dulu kan dibayar di akhir tahun.
04:33Buluknya ngutang,
04:34sekarang nggak,
04:34kalau butuh kasih, kasih, kasih.
04:37Sekarang, saya uangnya banyak.
04:40Betul, Pak?
04:41Betul, Mas?
04:43Kata orang itu sebenghar, benghar lah.
Komentar

Dianjurkan