Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - KPK menyatakan tengah mengkaji rencana pengadaan sepatu bagi siswa sekolah rakyat yang ramai diperbincangkan masyarakat di media sosial.

Pengadaan ini jadi sorotan karena disebut bakal memakan anggaran Rp700 ribu per pasang sepatu, atau total Rp27 miliar.

Wakil Ketua KPK Agus Joko Pramono menyebut KPK bisa turun tangan secara proaktif sebagai strategi pencegahan korupsi dalam pengadaan sepatu siswa sekolah rakyat.

Tak hanya sepatu, Agus tegaskan KPK tengah mengkaji seluruh aspek pengadaan barang.

Penyediaan sepatu bagi siswa sekolah rakyat menuai polemik usai harganya dinilai tidak sesuai dengan foto produk yang ramai tersebar di media sosial.

Kemensos menganggarkan Rp27 miliar untuk pengadaan sepatu bagi 39 ribu siswa sekolah rakyat atau seharga Rp700 ribu per pasang sepatu. Anggaran besar ini menjadi sorotan publik karena dinilai terlalu mahal.

Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf menyebut anggaran ini masih perencanaan awal.

Nantinya Kemensos akan melakukan lelang secara terbuka untuk pengadaan sepatu yang harganya akan jauh lebih murah.

Gus Ipul memastikan pihak yang bertanggung jawab untuk pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial agar tidak melakukan penyimpangan dalam melaksanakan program Presiden.

Baca Juga Menko AHY Tinjau Sekolah Rakyat di Kulon Progo, Target Rampung dan Beroperasi Juni 2026 di https://www.kompas.tv/nasional/665110/menko-ahy-tinjau-sekolah-rakyat-di-kulon-progo-target-rampung-dan-beroperasi-juni-2026

#mensos #kpk #sekolahrakyat #sepatu

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/667153/kpk-soroti-anggaran-sepatu-sekolah-rakyat-rp27-miliar-mensos-masih-anggaran-awal-sapa-malam
Transkrip
00:00KPK menyatakan telah tengah mengkaji rencana pengadaan sepatu
00:05bagi siswa sekolah rakyat yang ramai diperbincangkan masyarakat di media sosial.
00:10Pengadaan ini jadi sorotan karena disebut bakal memakan anggaran 700 ribu rupiah
00:15perpasang sepatu atau total 27 miliar rupiah.
00:20Wakil Ketua KPK Agus Jokok Ramono menyebut
00:22KPK bisa turun tangan secara proaktif sebagai strategi pencegahan korupsi
00:29dalam pengadaan sepatu siswa sekolah rakyat.
00:32Tak hanya sepatu, Agus menegaskan KPK tengah mengkaji seluruh aspek pengadaan barang.
00:37Penyediaan sepatu bagi siswa sekolah rakyat penuhai polemik
00:40usai harganya dinilai tidak sesuai dengan foto produk yang ramai tersebar di media sosial.
00:57Kalau dalam konteks pencegahan bisa, tetapi kita sedang mempelajari seluruh proses.
01:03Tidak hanya dicakupkan kepada kos kaki atau apa-apa, tapi seluruh bisnis prosesnya.
01:09Saya rasa itu cukup.
01:12Kemensos menganggarkan 27 miliar rupiah untuk pengadaan sepatu
01:16bagi 39 ribu siswa sekolah rakyat
01:19atau seharga 700 ribu rupiah perpasang sepatu.
01:22Anggaran besar ini menjadi sorotan publik karena dinilai terlalu mahal.
01:25Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut anggaran ini masih perencanaan awal.
01:30Nantinya Kemensos akan melakukan lelang secara terbuka
01:32untuk pengadaan sepatu yang harganya akan jauh lebih murah.
01:35Kusipul memastikan pihak yang bertanggung jawab
01:38untuk pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial
01:40agar tidak melakukan penyimpangan dalam melaksanakan program Presiden.
01:47Jadi gini, setiap anggaran itu kan direncanakan sebelumnya ya.
01:54Direncanakan dan nanti tentu ada proses pengadaan.
02:00Nah proses pengadaan ini dilelang secara terbuka
02:03dan nanti hasilnya pasti lebih murah dari perencanaannya.
02:08Jadi kalau sekarang disebut itu 700 ribu ya,
02:12nanti bisa hasilnya jauh di bawah itu.
02:15Nanti kan akan ada proses lelang.
02:18Saya tidak selalu mengerti detail tentang proses lelang itu,
02:21tetapi saya sudah pastikan kepada teman-teman yang punya tanggung jawab
02:26pengadaan barang dan jasa di Kementerian Sosial
02:30untuk tidak main-main,
02:32untuk tidak melakukan penyimpangan
02:35dalam rangka melaksanakan program Presiden ini.
Komentar

Dianjurkan