00:00dan selanjutnya terkait dengan rupiah
00:04Bapak Presiden menanyakan nanti dijelaskan oleh
00:07Pak Gubernur, terutama juga terkait dengan
00:11diperdagangkannya mata uang Indonesia secara forward
00:15di beberapa negara. Silahkan Pak.
00:20Terima kasih Pak Menko, rekan-rekan sekalian
00:23Pak Menteri Keuangan, Bu Ketua OJK, Pak Ketua LPS
00:28Selamat sore, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
00:32Tadi dibahas dan mendapatkan aran dari Bapak Presiden
00:36mengenai nilai tukar berkaitan dengan dua hal penting
00:41mengenai nilai tukar. Bahwa yang pertama nilai tukar
00:45sekarang itu under value. Under value dan ke depan
00:49kita yakini akan stabil dan menguat. Kenapa under value
00:54tadi disampaikan oleh Pak Menko, berkaitan fundamental
00:57kita itu kuat. Pertumbuhan sangat tinggi, 5,61 persen.
01:03Inflasi rendah. Kredit juga tumbuh tinggi, cadangan diwisah
01:08juga kuat. Nah inilah fundamental yang menunjukkan
01:12mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat.
01:17Nah kenapa dalam jangka pendek ini ada tekanan-tekanan nilai tukar
01:22sebabnya ada dua, yaitu ada faktor global dan kemudian pada faktor-faktor musiman.
01:30Faktor globalnya apa? Yang menyebabkan tekanan nilai tukar
01:35dalam jangka pendek ini adalah satu harga minyak yang tinggi.
01:39Dua suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi.
01:44Yield US Treasury 10 tahun sekarang adalah 4,47 persen.
01:51Demikian juga dolar yang menguat.
01:54Dan Pak Menko tadi mengatakan terjadinya pelarian modal
01:58dari emerging market termasuk Indonesia.
02:01Nah memang dalam secara musiman April, May, Juni ini memang
02:07permintaan terhadap dolarnya tinggi.
02:10Ada untuk pembayaran repatriasi dividen, ada pembayaran utang,
02:16dan juga untuk jemaah haji.
02:19Tapi rupiah adalah under value dan ke depan akan stabil dan cenderung menguat.
02:27Itu nomor satu.
02:28Nomor dua, kami melaporkan kepada Pak Presiden dan Pak Presiden
02:34dan kemudian memberikan suatu penguatan-penguatan
02:39tujuh langkah penting yang ditembuh, Pak Nisa.
02:43Untuk membuat rupiah kuat, membuat rupiah itu stabil ke depan.
02:48Tujuh langkah pentingnya yang tadi kami laporkan apa?
02:51Satu, kami akan terus melakukan intervensi
02:55secara tunai dan domestik non-delivery di dalam negeri
02:59dan juga non-delivery forward NDF di pasar luar negeri.
03:05Di Hongkong, di Singapura, di London, di New York.
03:09Kami terus akan melakukan intervensi untuk menstabilkan rupiah
03:13baik di dalam negeri maupun dari luar negeri.
03:17Cadangan diwisah kami lebih jadi cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah itu.
03:24Yang kedua, tadi Pak Menko sudah menyebutkan
03:27karena sementara ini SBN itu keluar
03:31kemudian saham meskipun dalam minggu-minggu terakhir
03:34hasil koordinasi dengan Pak Menteri Keuangan sudah mulai inflow
03:37tapi year to date masih outflow.
03:39Sementara saham terjadi outflow
03:41sehingga kami bersebabkan untuk sementara ini
03:43SRBI dibuat perlu inflow
03:46sehingga inflownya SRBI bisa mencukupi outflow-nya SBN
03:51dan saham itu koordinasi kami dengan Pak Menteri Keuangan
03:55sehingga betul-betul menjaga inflownya dari portfolio asing itu
04:01masih year to date-nya masih terjadi inflow
04:03dan itu memperkuat nilai tukar rupiah.
04:07Nomor tiga, ini juga koordinasi dengan Pak Menteri Keuangan
04:10BI akan terus membeli SBN dari pasar sekunder.
04:15Ini koordinasi sudah awal tahun koordinasi dan kita lakukan.
04:19kami sudah membeli SBN dari pasar sekunder
04:23year to date adalah 123,1 triliun rupiah
04:28dan kami akan melakukan koordinasi
04:30termasuk nanti Pak Menteri Keuangan bisa melakukan
04:33masalah buyback dan segala macam itu
04:35koordinasi sangat ngerat antara fiskal dan moneter.
04:38Kemudian yang keempat, kami juga dengan Pak Menteri Keuangan
04:41menjaga likiditas di perbankan dan pasaran lebih dari cukup
04:45yaitu terindikasi dari pertumbuhan uang primer
04:50yang selalu double digit terakhir itu
04:53pertumbuhan uang primernya adalah 14,1%.
04:57Nomor lima, yaitu adalah yang kami sudah keluarkan adalah
05:03pembatasan pembelian dolar di pasar domosik
05:07tanpa underlying.
05:08Yang dulunya 100 ribu dolar per orang per bulan
05:12kita turunkan 50 ribu dolar per orang per bulan.
05:18Itu yang kami langsung koordinasi dengan KSSK
05:20untuk penguatan penguatan, termasuk di dalam negeri
05:23itu adalah pasar yuan, Chinese yuan
05:27dengan rupiah sudah berkembang di dalam negeri.
05:30Karena lokal currency kita dengan
05:32China sama rupiah itu sangat tinggi
05:36dan sekarang sudah mulai terbentuk pasar domestik
05:41yuan sama rupiah termasuk ini lokal currency
05:45sehingga itu mengurangi atau melakukan diversifikasi dari dolar
05:50sehingga itu bisa memperkuat.
05:52Nomor enam adalah penguatan untuk pasar intervensi kami
05:58di offshore non-delivery forward
06:00supaya kita lebih mampu mengendalikan perkembangan nilai tukar
06:04di offshore di luar negeri.
06:05Selain intervensi yang terus kami lakukan
06:08kami juga membolehkan bank-bank domestik
06:12untuk ikut jualan offshore NDF di luar negeri
06:15sehingga pasokannya lebih banyak
06:18sehingga itu akan memperkuat stabilisasi dari nilai tukar rupiah.
06:24Nomor berapa? Enam ya.
06:25Nomor tujuh adalah peningkatan pengawasan
06:29kepada bank-bank dan korporasi
06:31yang terutama kami lihat
06:33bank-bank korporasi yang aktivitas pembelian dolarnya tinggi
06:36kami kirim pengawas ke sana koordinasi dengan
06:41Bu Friedricha, WTSD dari Ketua OJK
06:44untuk memastikan bagaimana stabilitas sistem keuangan terjaga.
06:48Terima kasih Pak Mengo.
06:5025 ribu.
06:51Yang tadi pembatasan pembelian dolar
06:55yang sudah kami turunkan dari 100 ribu menjadi 50 ribu
06:59kami persiapkan kami akan turunkan lagi menjadi 25 ribu
07:03sehingga pembelian dolar sampai dengan
07:06atau di atas 25 ribu itu harus pakai underlink.
07:09Itu yang kami akan perkuat
07:11ini akan kami perkuat dalam negeri.
07:13Pak Mengo sudah cukup?
07:14Oke.
07:15Berarti yang lain.
07:18Silahkan Pak Menteri Keuangan.
Komentar