Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPASTV - Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menegaskan nilai tukar rupiah saat ini berada di bawah nilai fundamentalnya (undervalued) dan berpotensi menguat ke depan.

Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia tetap kuat, ditopang pertumbuhan 5,61%, inflasi rendah, serta cadangan devisa yang memadai.

"Fundamental ekonomi kita kuat pertumbuhan mencapai 5,61%, inflasi rendah, kredit tumbuh, dan cadangan devisa juga memadai. Ini menunjukkan bahwa rupiah seharusnya stabil dan cenderung menguat," ujar Perry, Selasa (5/5/2026).

Untuk menjaga stabilitas, Bank Indonesia menyiapkan tujuh langkah, antara lain intervensi pasar valas di dalam dan luar negeri, menarik aliran modal asing, pembelian SBN (Surat Berharga Negara), menjaga likuiditas, pembatasan pembelian dolar, penguatan pasar offshore, serta peningkatan pengawasan perbankan dan korporasi bersama Otoritas Jasa Keuangan.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Produser: Yuilyana

Thumbnail Editor: Rizaldi

Baca Juga 2 Pelaku Pemukulan Waketum PSI Lapor Balik ke Polisi, Klaim Jadi Korban Duluan | KOMPAS MALAM di https://www.kompas.tv/nasional/667185/2-pelaku-pemukulan-waketum-psi-lapor-balik-ke-polisi-klaim-jadi-korban-duluan-kompas-malam

#gubernurbi #rupiah #presidenprabowo

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/667194/laporan-gubernur-bi-ke-prabowo-soal-kondisi-rupiah-yakin-menguat-lagi
Transkrip
00:00dan selanjutnya terkait dengan rupiah
00:04Bapak Presiden menanyakan nanti dijelaskan oleh
00:07Pak Gubernur, terutama juga terkait dengan
00:11diperdagangkannya mata uang Indonesia secara forward
00:15di beberapa negara. Silahkan Pak.
00:20Terima kasih Pak Menko, rekan-rekan sekalian
00:23Pak Menteri Keuangan, Bu Ketua OJK, Pak Ketua LPS
00:28Selamat sore, Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
00:32Tadi dibahas dan mendapatkan aran dari Bapak Presiden
00:36mengenai nilai tukar berkaitan dengan dua hal penting
00:41mengenai nilai tukar. Bahwa yang pertama nilai tukar
00:45sekarang itu under value. Under value dan ke depan
00:49kita yakini akan stabil dan menguat. Kenapa under value
00:54tadi disampaikan oleh Pak Menko, berkaitan fundamental
00:57kita itu kuat. Pertumbuhan sangat tinggi, 5,61 persen.
01:03Inflasi rendah. Kredit juga tumbuh tinggi, cadangan diwisah
01:08juga kuat. Nah inilah fundamental yang menunjukkan
01:12mestinya rupiah itu akan stabil dan cenderung menguat.
01:17Nah kenapa dalam jangka pendek ini ada tekanan-tekanan nilai tukar
01:22sebabnya ada dua, yaitu ada faktor global dan kemudian pada faktor-faktor musiman.
01:30Faktor globalnya apa? Yang menyebabkan tekanan nilai tukar
01:35dalam jangka pendek ini adalah satu harga minyak yang tinggi.
01:39Dua suku bunga Amerika yang juga meningkat tinggi.
01:44Yield US Treasury 10 tahun sekarang adalah 4,47 persen.
01:51Demikian juga dolar yang menguat.
01:54Dan Pak Menko tadi mengatakan terjadinya pelarian modal
01:58dari emerging market termasuk Indonesia.
02:01Nah memang dalam secara musiman April, May, Juni ini memang
02:07permintaan terhadap dolarnya tinggi.
02:10Ada untuk pembayaran repatriasi dividen, ada pembayaran utang,
02:16dan juga untuk jemaah haji.
02:19Tapi rupiah adalah under value dan ke depan akan stabil dan cenderung menguat.
02:27Itu nomor satu.
02:28Nomor dua, kami melaporkan kepada Pak Presiden dan Pak Presiden
02:34dan kemudian memberikan suatu penguatan-penguatan
02:39tujuh langkah penting yang ditembuh, Pak Nisa.
02:43Untuk membuat rupiah kuat, membuat rupiah itu stabil ke depan.
02:48Tujuh langkah pentingnya yang tadi kami laporkan apa?
02:51Satu, kami akan terus melakukan intervensi
02:55secara tunai dan domestik non-delivery di dalam negeri
02:59dan juga non-delivery forward NDF di pasar luar negeri.
03:05Di Hongkong, di Singapura, di London, di New York.
03:09Kami terus akan melakukan intervensi untuk menstabilkan rupiah
03:13baik di dalam negeri maupun dari luar negeri.
03:17Cadangan diwisah kami lebih jadi cukup untuk melakukan stabilisasi nilai tukar rupiah itu.
03:24Yang kedua, tadi Pak Menko sudah menyebutkan
03:27karena sementara ini SBN itu keluar
03:31kemudian saham meskipun dalam minggu-minggu terakhir
03:34hasil koordinasi dengan Pak Menteri Keuangan sudah mulai inflow
03:37tapi year to date masih outflow.
03:39Sementara saham terjadi outflow
03:41sehingga kami bersebabkan untuk sementara ini
03:43SRBI dibuat perlu inflow
03:46sehingga inflownya SRBI bisa mencukupi outflow-nya SBN
03:51dan saham itu koordinasi kami dengan Pak Menteri Keuangan
03:55sehingga betul-betul menjaga inflownya dari portfolio asing itu
04:01masih year to date-nya masih terjadi inflow
04:03dan itu memperkuat nilai tukar rupiah.
04:07Nomor tiga, ini juga koordinasi dengan Pak Menteri Keuangan
04:10BI akan terus membeli SBN dari pasar sekunder.
04:15Ini koordinasi sudah awal tahun koordinasi dan kita lakukan.
04:19kami sudah membeli SBN dari pasar sekunder
04:23year to date adalah 123,1 triliun rupiah
04:28dan kami akan melakukan koordinasi
04:30termasuk nanti Pak Menteri Keuangan bisa melakukan
04:33masalah buyback dan segala macam itu
04:35koordinasi sangat ngerat antara fiskal dan moneter.
04:38Kemudian yang keempat, kami juga dengan Pak Menteri Keuangan
04:41menjaga likiditas di perbankan dan pasaran lebih dari cukup
04:45yaitu terindikasi dari pertumbuhan uang primer
04:50yang selalu double digit terakhir itu
04:53pertumbuhan uang primernya adalah 14,1%.
04:57Nomor lima, yaitu adalah yang kami sudah keluarkan adalah
05:03pembatasan pembelian dolar di pasar domosik
05:07tanpa underlying.
05:08Yang dulunya 100 ribu dolar per orang per bulan
05:12kita turunkan 50 ribu dolar per orang per bulan.
05:18Itu yang kami langsung koordinasi dengan KSSK
05:20untuk penguatan penguatan, termasuk di dalam negeri
05:23itu adalah pasar yuan, Chinese yuan
05:27dengan rupiah sudah berkembang di dalam negeri.
05:30Karena lokal currency kita dengan
05:32China sama rupiah itu sangat tinggi
05:36dan sekarang sudah mulai terbentuk pasar domestik
05:41yuan sama rupiah termasuk ini lokal currency
05:45sehingga itu mengurangi atau melakukan diversifikasi dari dolar
05:50sehingga itu bisa memperkuat.
05:52Nomor enam adalah penguatan untuk pasar intervensi kami
05:58di offshore non-delivery forward
06:00supaya kita lebih mampu mengendalikan perkembangan nilai tukar
06:04di offshore di luar negeri.
06:05Selain intervensi yang terus kami lakukan
06:08kami juga membolehkan bank-bank domestik
06:12untuk ikut jualan offshore NDF di luar negeri
06:15sehingga pasokannya lebih banyak
06:18sehingga itu akan memperkuat stabilisasi dari nilai tukar rupiah.
06:24Nomor berapa? Enam ya.
06:25Nomor tujuh adalah peningkatan pengawasan
06:29kepada bank-bank dan korporasi
06:31yang terutama kami lihat
06:33bank-bank korporasi yang aktivitas pembelian dolarnya tinggi
06:36kami kirim pengawas ke sana koordinasi dengan
06:41Bu Friedricha, WTSD dari Ketua OJK
06:44untuk memastikan bagaimana stabilitas sistem keuangan terjaga.
06:48Terima kasih Pak Mengo.
06:5025 ribu.
06:51Yang tadi pembatasan pembelian dolar
06:55yang sudah kami turunkan dari 100 ribu menjadi 50 ribu
06:59kami persiapkan kami akan turunkan lagi menjadi 25 ribu
07:03sehingga pembelian dolar sampai dengan
07:06atau di atas 25 ribu itu harus pakai underlink.
07:09Itu yang kami akan perkuat
07:11ini akan kami perkuat dalam negeri.
07:13Pak Mengo sudah cukup?
07:14Oke.
07:15Berarti yang lain.
07:18Silahkan Pak Menteri Keuangan.
Komentar

Dianjurkan