JAKARTA, KOMPASTV - Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim telah menyerang kapal perang Amerika Serikat di Selat Hormuz.
Namun, klaim tersebut dibantah Washington yang menyatakan tidak ada kapal yang terkena serangan.
Sehari berselang, fasilitas minyak di Uni Emirat Arab, tepatnya di Fujairah, dilaporkan meledak akibat dugaan serangan drone yang juga dikaitkan dengan Iran.
Pakar Intelijen dari Center for Intelligence and Strategic Studies, Anton Ali Abbas menilai rangkaian peristiwa ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari dinamika geopolitik energi.
Menurutnya, keputusan UEA keluar dari OPEC serta kebijakan yang disebut sebagai Project Freedom turut memicu ketegangan, karena dianggap sebagai upaya mengganggu kontrol distribusi minyak yang selama ini sensitif bagi Iran.
"Iran ingin menegaskan pengaruhnya terhadap jalur minyak. Serangan ke fasilitas energi bisa dibaca sebagai pesan strategis," ujar Anton di dialog Sapa Indonesia Malam, Selasa (5/5/2026).
Sementara itu, Guru Besar Keamanan Internasional UKI, Angel Damayanti menilai konflik yang terjadi tidak bisa dianggap sebagai konflik kecil.
Menurutnya, pengerahan kekuatan militer di Selat Hormuz, termasuk pengawalan kapal oleh Amerika Serikat, menunjukkan adanya eskalasi serius di kawasan tersebut.
"Ini bukan perang kecil. Ada kekuatan militer besar di sana, dan potensinya bisa meluas," kata Angel.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan
informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Rizaldi
#hormuz #iran #as
Baca Juga [Full] Jimly Blak-blakan ungkap Deretan Usulan Komisi Reformasi Polri ke Presiden Prabowo di https://www.kompas.tv/nasional/667184/full-jimly-blak-blakan-ungkap-deretan-usulan-komisi-reformasi-polri-ke-presiden-prabowo
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/667192/full-iran-tembak-rudal-ke-kapal-as-eskalasi-di-hormuz-memanas-begini-kata-pakar-sapa-malam
Namun, klaim tersebut dibantah Washington yang menyatakan tidak ada kapal yang terkena serangan.
Sehari berselang, fasilitas minyak di Uni Emirat Arab, tepatnya di Fujairah, dilaporkan meledak akibat dugaan serangan drone yang juga dikaitkan dengan Iran.
Pakar Intelijen dari Center for Intelligence and Strategic Studies, Anton Ali Abbas menilai rangkaian peristiwa ini tidak berdiri sendiri, melainkan bagian dari dinamika geopolitik energi.
Menurutnya, keputusan UEA keluar dari OPEC serta kebijakan yang disebut sebagai Project Freedom turut memicu ketegangan, karena dianggap sebagai upaya mengganggu kontrol distribusi minyak yang selama ini sensitif bagi Iran.
"Iran ingin menegaskan pengaruhnya terhadap jalur minyak. Serangan ke fasilitas energi bisa dibaca sebagai pesan strategis," ujar Anton di dialog Sapa Indonesia Malam, Selasa (5/5/2026).
Sementara itu, Guru Besar Keamanan Internasional UKI, Angel Damayanti menilai konflik yang terjadi tidak bisa dianggap sebagai konflik kecil.
Menurutnya, pengerahan kekuatan militer di Selat Hormuz, termasuk pengawalan kapal oleh Amerika Serikat, menunjukkan adanya eskalasi serius di kawasan tersebut.
"Ini bukan perang kecil. Ada kekuatan militer besar di sana, dan potensinya bisa meluas," kata Angel.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan
informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Produser: Yuilyana
Thumbnail Editor: Rizaldi
#hormuz #iran #as
Baca Juga [Full] Jimly Blak-blakan ungkap Deretan Usulan Komisi Reformasi Polri ke Presiden Prabowo di https://www.kompas.tv/nasional/667184/full-jimly-blak-blakan-ungkap-deretan-usulan-komisi-reformasi-polri-ke-presiden-prabowo
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/667192/full-iran-tembak-rudal-ke-kapal-as-eskalasi-di-hormuz-memanas-begini-kata-pakar-sapa-malam
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:05Intro
00:07Saudara Uni Emirat Arab mengeluarkan peringatan rudal
00:11setelah pihak berwenang mengatakan sebuah drone Iran menghantam fasilitas minyak mereka.
00:20Uni Emirat Arab menuduh Iran telah melancarkan rentetan serangan terbaru terhadap wilayahnya.
00:25Salah satunya menargetkan kilang minyak hujairah pada Senin waktu setempat.
00:28Kementerian Pertahanan Uni Emirat Arab melaporkan sistem pertahanan udaranya
00:34telah mencegah 15 rudal dan 4 drone yang diluncurkan dari Iran.
00:38Serangan Iran memicu kebakaran di fasilitas minyak termasuk membuat kapal kargo di lepas pantai terbakar.
00:45Tiga orang dilaporkan mengalami cedera dan Uni Emirat Arab menyebut
00:48negaranya menjadi sasaran serangan terbaru Iran yang digambarkan sebagai eskalasi berbahaya
00:53di tengah gencatan senjata Iran dengan Amerika Serikat.
01:07Iran mengklaim telah menyerang kapal Angkatan Laut Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz.
01:11Namun Amerika membantah klaim itu.
01:14Militer Amerika Serikat menyebut bahwa Iran meluncurkan rudal dan drone ke arah kapal-kapal yang dilindungi AS di Selat Hormuz.
01:21Dan selama masa blokade Amerika di perairan Iran, AS telah menenggelamkan 6 perahu kecil Iran
01:29yang menargetkan kapal-kapal sipil di masa gencatan senjata.
01:47Pemerintah Iran menegaskan Selat Hormuz masih di bawah kendalinya
01:50dan kapal-kapal yang ingin melewatinya harus terlebih dahulu mendapatkan izin dari Angkatan Laut Iran
01:55untuk memastikan keselamatan mereka.
01:57Iran menyebut Presiden AS Donald Trump berbohong ketika ia mengklaim sedang berupaya membuka jalur di Selat Hormuz
02:04kerana alasan kemanusiaan.
02:06Iran menegaskan negaranya akan menang jika konfrontasi meningkat
02:10dan bahwa Presiden Trump tidak dapat mengembalikan keadaan seperti sebelum perang.
02:40Presiden Donald Trump berbohong ketika.
02:42dengan Iran sebagai perang kecil dan konflik yang terjadi sesuai dengan rencana perang AS.
02:50Donald Trump menyampaikan komentar tersebut saat pertemuan bisnis summit di Gedung Putih.
02:56Trump sebut konflik dengan Iran sebagai perang kecil karena Iran sudah tidak memiliki angkatan laut dan udara lagi.
03:17Terima kasih telah menonton!
03:46Ketegangan di kawasan Timur Tengah kembali memanas setelah fasilitas minyak Uni Emirat Arab di Fujairah meledak karena serangan drone Iran.
03:55Dan sehari sebelumnya Iran klaim menyerang kapal perang AS di Selat Hormuz setelah Washington menyatakan akan menjamin kebebasan pelayaran di
04:02jalur laut tersebut.
04:04Lalu bagaimana kita membaca eskalasi ini? Bagaimana dampaknya juga bagi stabilitas kawasan dan ekonomi global?
04:11Apakah akan membuat konflik semakin memanas di Selat Hormuz?
04:15Kita akan diskusikan dengan Anton Ali Abbas, pakar intelijen dari Center for Intelligence and Strategic Studies,
04:20dan Angel Damayanti, Guru Besar Keamanan Internasional Universitas Kristen Indonesia.
04:25Selamat malam Mas Anton dan Mbak Angel.
04:29Selamat malam Mas Radi.
04:30Selamat malam Mas Radi.
04:32Baik, saya ke Mas Anton dulu.
04:34Serangan ke Uni Emirat Arab, apakah ini pesan strategis Iran untuk Amerika, Mas Anton?
04:39Ya, yang jelas kita melihat dulu.
04:43Ada rentetan peristiwa sebelum ada serangan.
04:45Pertama adalah Uni Emirat Arab keluar dari OPEC.
04:47Lalu yang kedua adalah dilancarkannya Project Freedom.
04:52Dan kemudian ada serangan itu.
04:53Jadi satu sisi bahwa saya melihat bahwa Iran juga ingin menegaskan bahwa kendali soal minyak ada di tangan dia.
05:00Kenapa? Karena ketika Uni Emirat Arab keluar dari rezim OPEC, tentu saja mereka kan berencana untuk membanjiri pasar minyak dunia
05:11sehingga kemudian minyak dunia bisa turun.
05:13Dan itulah kemudian yang diganggu.
05:14Itu satu.
05:15Kedua kan sebenarnya patternnya sudah terlihat dari awal.
05:17Jadi memang Uni Emirat Arab ini 2-3 kali lebih banyak diserang oleh Iran ketimbang Israel bahkan.
05:24Jadi ini memang ada repetisi.
05:26Ketiga memang ini juga adalah pesan bahwa kelihatannya memang perang sudah di depan mata.
05:32Kenapa? Karena Presiden Trump sendiri sudah mengancam, memberi deadline 24 jam.
05:37Atau kalau tidak akan ada serangan udara yang belum pernah dilihat sebelumnya.
05:43Jadi ini yang kemudian bagi saya punya potensi.
05:46Karena bagaimanapun juga ketika kita bicara tentang proyek freedom, proyek freedom itu jelas adalah tindakan provokasi.
05:53Karena tindakan provokasi.
05:54Itu artinya apa?
05:55Ya karena artinya Amerika mencoba untuk kemudian menguji apakah memang Iran ini memang benar ingin mengganggu slat hormus atau tidak
06:04kalau mereka kawal.
06:05Ini yang saya lihat yang ingin dilakukan oleh Amerika Serikat.
06:10Sehingga kemudian Iran sudah menyampaikan pesan duluan.
06:13Apalagi kalau kita bicara tentang kecatatan senjata.
06:15Toh selama ini kecatatan senjata yang pernah, yang mendeklarasikan adalah Amerika Serikat.
06:19Bukan kesepakatan dua belah pihak.
06:21Jadi bagi Iran, ya selama ini memang masanya adalah masa perang.
06:24Kita sedang tidak berperang saja gitu loh.
06:26Kita sedang turun saja intensinya.
06:29Tapi situasinya sudah sedang perang gitu.
06:32Yang mendeklarasikan kecatatan senjata kan Amerika Serikat, bukan Iran gitu.
06:35Jadi bagi saya sih memang suasananya memang suasana perang.
06:38Jadi mau tidak mau apa yang dilakukan oleh Iran, walaupun Iran juga ngebantah, kita tidak menyerang.
06:42Tapi juga kan ada pesan bahwa ini ngomong tentang minyak gitu.
06:45Jadi bagi saya ya ini memang adalah dalam konteks yang tidak bisa dipisahkan dari sejak tanggal 28 Februari lalu, Mas
06:52Radi.
06:53Oke.
06:53Baik, saya kalau gitu ke Mbak Angel.
06:56Bagaimana Anda membaca eskalasi ini secara keseluruhan, Mbak Angel?
06:59Apakah ini respons Iran terhadap Amerika Serikat?
07:02Atau ini bagian dari strategi yang lebih besar untuk mengganggu keamanan energi global seperti yang juga diutarakan oleh Mas Anton
07:08tadi?
07:09Ya, menarik memang Mas Radi ketika Amerika, Trump mengatakan ini perang kecil.
07:15Padahal saya tidak melihat ini sebagai sesuatu yang kecil gitu ya.
07:19Malah mungkin secara kekuatan karena ya sudah cukup banyak rudal atau drone yang dikeluarkan kedua belah, terutama dari Iran misalnya
07:29ya.
07:30Atau bahkan Amerika juga sudah cukup besar tuh biaya dengan menaruh blokade maritim dan udara di Selat Hormuz dengan 10
07:37ribu bahkan akan menambah menjadi 15 ribu personel dan sebagainya.
07:41Artinya bisa jadi secara kekuatan amunisinya mungkin menjadi lebih sedikit mungkin.
07:48Tapi itu tentu bisa saja dibantah karena Amerika sebenarnya masih punya cukup banyak kekuatan.
07:53Iran juga kadang-kadang punya kekuatan yang kita bisa tidak diprediksi sebelumnya.
07:58Malah yang saya lihat perang ini ya seperti yang tadi disampaikan Mas Radi, Mas Anton juga ya, berpotensi menjadi meluas.
08:06Karena ketika Iran tidak berperang langsung Amerika gitu ya, yang akan dia serang adalah teman-temannya Amerika.
08:12Dan Amerika sendiri dengan sebutan Project Freedom gitu ya, Project yang ingin membebaskan atau kalau bahasanya meluas kapal-kapal yang
08:21terjebak di Selat Hormuz gitu ya.
08:23Dan bisa jadi sebagian kapal itu adalah teman-temannya Amerika Serikat termasuk misalnya Korea Selatan ada di situ gitu ya.
08:30Bahasanya baik gitu ya, mengawal.
08:32Tapi itu kan semata-mata bukan cuma mengawal, mengawalnya itu dengan kapal perangnya Amerika gitu.
08:37Artinya ada eskalasi, sorry ada kekuatan militer di sana.
08:42Sehingga ketika disebut perang kecil, saya tidak melihat ini sebagai sebuah perang kecil.
08:45Tapi ini justru ya eskalasi tadi.
08:47Dan apakah ini memang bagian dari strategi besar katakanlah berkaitan dengan geopolitik minyak?
08:57Misalnya itu sangat mungkin karena Iran melihat memang potensi apa ya.
09:01Dia tahu keberadaan di minyak yang memegang peranan besar di Selat Hormuz.
09:07Dia juga tahu dengan kekuatan minyak yang ada di dalam sumber daya alam yang ada di dalam negerinya.
09:1245 persen sumber minyak itu belakangan ini memang jadi tidak terjual dengan sebagaimana masanya.
09:21Tapi artinya berarti cadangan minyaknya banyak nih.
09:26Memang ini kalau kita lihat dari kacamata ini, yang seperti tadi Mas Ragi dan Mas Anton sampaikan,
09:31ini memang sebenarnya hanya tinggal menunggu waktu kok perang menjadi semakin lebih luas.
09:39Dan bukan hanya di kawasan, tapi artinya tadi Amerika dengan Uni Emirat Arab temannya gitu ya.
09:46Sementara kapal-kapal yang, ada ribuan kapal kan Mas yang masih tertahan di sana gitu ya.
09:52Dan yang kan ini ada puluhan ribu orang di situ yang mungkin pasokan makanannya sudah hampir habis.
09:57Dan mungkin sepertinya niatnya baik nih Amerika mau menyelamatkan gitu.
10:02Tapi ya tadi sebenarnya ada relasi kekuatan militer di dalam situ.
10:07Nah ini yang harus dikhawatir.
10:09Oke.
10:09Gitu Mas.
10:10Ya ini semakin luas menurut Mbak Anjil dan kalau memang demikian pasokan energi global juga akan semakin suffer sepertinya ke
10:17depan.
10:17Nah ini harus juga ada apa namanya antisipasi dari negara-negara yang bergantung pada Selat Hormuz.
10:22Saya tertarik tapi, saya kembali ke Mas Fanto, saya tertarik dengan kredibilitas Iran menyerang fasilitas minyak Uni Emirat Arab.
10:30Tadi Anda juga sudah mengatakan Mas Fanto bahwa meskipun membantah, tapi Anda meyakini bahwa ini serangan betul dari Iran.
10:36Tapi dari sisi intelijen, saya ingin juga Anda membuktikan atau juga menakar seberapa kredibel serangan ini terhadap fasilitas minyak yang
10:46ada di Uni Emirat Arab.
10:47Secara teknis kan menunjukkan bahwa serangan drone terhadap fasilitas Fujairah ini memang berasal dari Iran.
10:52Tapi apakah ada jejak sinyal atau asal drone atau pola serangan sebelumnya mendukung kesimpulan ini?
10:58Ya ada dari beberapa sumber yang saya coba kumpulkan itu menunjukkan memang itu berasal dari Iran.
11:05Jadi, dan benang merahnya adalah ketika mereka menyatakan adalah soal mereka tidak menghendaki adanya jalur, bukan jalur tikus, tapi ada
11:17jalur yang tidak mereka akuin.
11:18Jadi karena mereka memastikan bahwa terkait soal pelayaran itu harus melalui mereka dan harus dapat lisensi dari mereka.
11:25Jadi, bagi saya ketika, kenapa Uni Emirat Arab, karena Uni Emirat Arab mencoba untuk tidak kemudian menggunakan Selat Hormuz.
11:33Jadi, ini saya melihatnya ada rangkaian. Jadi, ada rangkaian ini tidak hanya berdiri sendiri.
11:38Jadi, ketika misalnya, jadi kan ketika Uni Emirat Arab keluar dari OPEC itu kan jadi tidak ujuk-ujuk.
11:44Karena mereka kemudian jadi ingin mencoba, gitu ya.
11:46Dia mencoba, karena selama ini kan soal peredaran minyak itu kan dikontrol penuh oleh OPEC.
11:52Jadi, ketika kemudian dia keluar, dia ingin lepas dari bayang-bayang.
11:56Ingin bermain sendiri, gitu ya, UAE ini.
11:59Dan juga berniat untuk membanjiri produksi minyak mereka di, sehingga kemudian pasar minyak turun.
12:04Padahal, bagi Iran, Iran tahu bahwa bagaimana kemudian membuat presur, gitu ya, presur global dengan apa?
12:11Dengan mainannya adalah bagaimana kemudian meningkatkan harga minyak dunia, gitu.
12:15Jadi, dia mencoba memainkan itu.
12:17Jadi, saya pikir ini pesannya menjadi perkorelasi.
12:20Jadi, kita mencoba untuk connecting the dots, gitu ya.
12:22Jadi, connecting the dots, ada beberapa puzzle yang kemudian mencoba untuk, apa namanya, mendukung analisis itu, Mas Radi, gitu.
12:30Jadi, memang semua tidak bisa di...
12:32Kalau kita bicara tentang politik kan nggak ada yang koinsiden.
12:35Ini semua ini pasti ada sequencing-nya.
12:37Ada sequencing-nya, ada tahapannya.
12:40Apalagi selama ini, dari tanggal 28 Februari, Uni Emirat Alap adalah salah satu negara yang mengalami serangan dari Iran.
12:48Itu yang paling tinggi dibanding negara-negara lain, gitu.
12:51Jadi, memang kita harus melihatnya dalam skala yang lebih luas.
12:54Jadi, ada puzzle-puzzle yang bisa...
12:56Dan juga ada dot-dot yang bisa kita connect, sebenarnya.
12:58Jadi, ini bukan kita coba sekedar utak-atik gatuk, gitu.
13:00Tapi, kita kemudian mencoba melihat pattern, gitu.
13:03Kenapa kemudian mereka, apa namanya, Iran itu selalu tertarik, gitu.
13:07Kenapa Iran harus berkali-kali menyerangkan serangan kepada Uni Emirat Arab.
13:10Kenapa nggak pada Arab Saudi, kenapa nggak pada Qatar, ada Bahrain, misalnya, dan lain-lain.
13:14Kenapa kemudian, misalnya, musuhnya kan yang utama adalah Israel.
13:17Israel.
13:18Kenapa...
13:18Ya, musuh utama yang Israel.
13:20Kenapa kok serangan kepada Uni Emirat Arab lebih besar ketimbang Israel.
13:24Padahal jelas-jelas, elainnya adalah Israel, elain utamanya.
13:26Gitu kan, jadi, memang, ini adalah pesan yang sangat jelas dimainkan oleh Iran.
13:31Jadi, ini bagaimana kemudian, bagi saya, Iran itu sangat paham.
13:37Bagaimana kemudian bisa memastikan bahwa pressure yang ingin mereka ciptakan,
13:40itu harus berjalan efektif, dan sesuai dengan rencana.
13:43Jadi, ketika ada pihak yang mengganggu, maka pihak yang mengganggulah itu kemudian diserang.
13:47Itu, Mas Hadi.
13:48Jadi, memang sahih ya, kemungkinan potensi melebarnya, meluasnya konflik ini,
13:53juga akan, mungkin saja, benar-benar terjadi di masa yang akan datang,
13:57mengingat kondisi-kondisi seperti yang diterangkan oleh Mas Anton tadi.
14:00Nah, tapi saya ingin juga bertanya ke Mbak Enjel,
14:02soal tindakan Iran, apakah ini dapat, dalam konteks hukum dan keamanan internasional,
14:07apakah tindakan Iran dikategorikan sebagai pelanggaran hukum internasional?
14:11Tapi jangan dijawab dulu, Mbak Enjel.
14:12Setelah jeda, saya akan tanyakan hal itu.
14:13Sesaat lagi, di Sapa Indonesia Malam.
14:23Ya, tadi saya bertanya ke Mbak Enjel sebelum jeda,
14:26terkait serangan yang dilancarkan Iran ke fasilitas minyak Uni Emirat Arab ini.
14:33Apakah tindakan ini bisa dikategorikan sebagai pelanggaran hukum internasional?
14:38Sangat melanggar sih, Mas, sebenarnya.
14:42Artinya gini, sebenarnya dalam perang, semua juga bisa sangat melanggar.
14:47Semua artinya, ketika dia menarget pada fasilitas yang menyangkut hajat hidup orang banyak,
14:52itu sudah pasti melanggar.
14:53Ketika dia menyerang dan terkena korban sipil yang kebetulan ada di sekitar serangan,
14:59sudah pasti melanggar.
15:00Tapi kan ini tidak hanya dilakukan oleh Iran sebenarnya.
15:03Negara manapun, Israel ketika menyerang Iran,
15:08Amerika ketika menyerang Iran juga,
15:11itu juga semua sebenarnya melanggar hukum internasional semua sebenarnya, Mas,
15:15kalau kita mau ulik-ulik gitu ya.
15:17Artinya ya dalam perang,
15:19pasti pelanggaran-pelanggaran terhadap hukum internasional itu ada.
15:22Walaupun sebenarnya gini, dalam hukum internasional itu juga ada kok.
15:26Hukum yang mengatur perang yang bisa diterima.
15:29Ada just war gitu ya.
15:31Ada perang yang dianggap tidak melanggar hukum internasional ketika tadi dia hanya menyerang yang memang boleh diserang.
15:39Yang menjadi komponen itu boleh diserang gitu ya.
15:42Dan ada misalnya fasilitas-fasilitas publik yang memang tidak boleh diserang.
15:47Nah itu sebenarnya itu yang harus dijaga.
15:50Silahkan perang tapi jangan sampai melanggar.
15:53Tapi dalam realitanya ya nggak ada sih Mas Perang.
15:57Mas Anton juga sudah senyum-senyum ya.
15:59Namanya juga perang ya.
16:00Kalau nggak ada yang dilanggar kayaknya nggak seru gitu.
16:02Dari zaman Perang Dunia Pertama, Perang Dunia Kedua,
16:05pasti saja ada hukum-hukum internasional yang dilarang dalam setiap perang.
16:09Tapi saya balik lagi ke motif strategis Iran melakukan serangan ini Mas Anton.
16:16Ini kan serangan ganda ya.
16:18Ada serangan kapal Amerika Serikat juga yang diserang oleh Iran meskipun dibantau oleh Amerika Serikat dan fasilitas UAE.
16:25Tepat setelah Washington menyatakan akan menjamin kebebasan pelayaran Selat Hormuz.
16:30Selain motif yang sudah Anda utarakan tadi,
16:32apakah ini juga menandakan peningkatan kemampuan fasilitas militer milik Iran?
16:38Menurut Anda?
16:38Nggak.
16:39Iran ingin menunjukkan bahwa perang hari ini tuh dominasi asimetrik loh.
16:44Asimetrik.
16:44Dan jangan lupa bahwa Iran itu kan sebenarnya teknologinya murah.
16:48Dia cuma punya drone, lalu pakai misalnya ada ranjau laut,
16:51ditambah lagi kapal-kapal kecil.
16:52Itu murah.
16:53Tapi ketika mereka melakukan serangan gitu ya,
16:56dan itu taktik itu dipakai,
16:58itu sulit untuk bisa dikalahkan dengan mudah.
17:01Termasuk juga oleh misalnya oleh Amerika Serikat yang punya kapal-kapal yang canggih.
17:05Itulah kenapa.
17:06Kan ini ada rencananya kalau misalnya nanti Project Freedom ini,
17:10itu salah satunya akan melibatkan misalnya kapal perusahaan Alec Brook.
17:14Itu yang memang sudah canggih.
17:15Tapi dia juga akan berhitung.
17:16Karena dengan sempitnya itu,
17:18dengan juga banyak hitungan, apa namanya,
17:21dugaan gitu ya,
17:22dugaan matematis bahwa pinggiran pantainya Iran itu ada banyak peluncur roket,
17:26gitu, ada drone, ada kapal.
17:28Mereka juga khawatir seberapa cepat mereka bisa merespon.
17:31Jadi sejauh ini kan masih sebatas,
17:33bahwa Psy War gitu,
17:35bahwa kami akan melakukan ini, melakukan ini, melakukan ini.
17:37Tapi itu belum dicoba gitu.
17:38Kenapa?
17:39Karena kalau bisa kita melihat sejarah tahun 8788,
17:42ketika ada tanker war perang Iran-Iraq,
17:45itu kan ada.
17:46Itu namanya Operation Ernest Will gitu ya.
17:49Ernest Will itu adalah mandat dari PBB untuk mengawal tangkar-tangkar biar aman.
17:53Tapi perbedaannya dengan yang masa lalu,
17:55itu dulu dimandatkan oleh PBB.
17:58Kedua, Amerika Serikat kalau itu tidak bermusuhan sama Iran.
18:01Cuma ingin memastikan,
18:03kan beda hari ini itu dia sedang bermusuhan sama Iran.
18:06Itu yang kemudian potensi eskalasinya menjadi sangat besar.
18:10Jadi bagi saya,
18:12apa yang dilakukan oleh Iran kemarin,
18:13walaupun itu juga dibantah oleh Amerika Serikat,
18:15itu adalah ngetes.
18:17Eh ingat loh, kami itu punya ini.
18:19Anda serius pengen melakukan ini.
18:20Anda silakan, karena itulah kemudian bisa jadi.
18:23Kalau misalnya melihat pergerakan bagaimana kapal,
18:27ada banyak yang masuk ke daerah kawasan timur,
18:30jangan nih perangnya jadi bukan lagi perang,
18:33perang yang kita bayangkan akan operasi darah dan lain-lain.
18:35Jangan-jangan kaya kemarin lagi.
18:37Perang dari jauh lagi, gitu.
18:38Jadi serangan udara, serangan udara, serangan udara.
18:41Kenapa?
18:41Karena mereka tahu kok,
18:42kenapa kemudian blokade yang itu dilakukan di Laut Arab, gitu loh.
18:46Samudera.
18:47Ya kenapa?
18:47Karena untuk jaga, nih.
18:49Ini rudalnya Iran ini bisa dari jelajahnya bisa sampai sini.
18:52Jadi itu bagi saya sih,
18:54mengirimkan pesan,
18:55bahwa kami tetap punya dominasi asimetrik di sini.
18:58Hati-hati, gitu.
18:59Jadi jangan mencoba untuk menguji.
19:01Kecuali Anda sudah siap untuk salah kalkulasi, gitu.
19:05Jadi bagi saya itu,
19:06Iran sangat baik kali ini.
19:08Dia mencoba, misalnya sebenarnya,
19:10untuk prevent eskalasi yang tidak perlu.
19:13Jangan, gitu.
19:14Jangan dicoba.
19:15Tapi karena kalau udah dicoba,
19:17kami nggak bisa mundur lagi.
19:18Karena perangnya kemudian akan,
19:20besarnya akan berkali lipat.
19:22Kenapa?
19:22Karena aset Amerika dalam hal ini yang diserang.
19:24Dan asetnya,
19:25ya tentu saja itu aset-aset strategis.
19:27Dan nggak mungkin juga Amerika tidak melawan, gitu kan.
19:30Jadi memang ini ada potensi eskalasi yang sangat,
19:32bukan meluas kalau saya.
19:34Kenapa kalau meluas?
19:35Kan dari kemarin-kemarin dicoba untuk meluas,
19:37kan nggak meluas-meluas.
19:38Tapi kemudian eskalasinya akan sangat besar,
19:40sangat memungkinkan, gitu.
19:43Jadi, dan destruktifnya,
19:44kalau tadi dibilang bahwa
19:45melanggar hukuman itu,
19:47waduh, ini pelanggarannya akan jauh-jauh lebih banyak, gitu.
19:50Jadi ini yang kita selalu khawatirkan.
19:52Dan jangan sampai kemudian eskalasinya akan terlalu besar.
19:55Kalau udah seperti ini,
19:56proyek, apa namanya,
19:58proyek freedom ini adalah sebagai,
19:59bagi saya, itu lho upaya provokasi.
20:01Kenapa? Udahlah, udah.
20:02Kalau misalnya mau pakai double blockade,
20:04udah double blockade aja.
20:05Jangan ditambah lagi.
20:05Ini kalau nguji ini,
20:07berarti Anda memang sekadar,
20:08ingin mengetes,
20:10apakah benar Iran punya nyali atau tidak punya nyali, gitu.
20:13Ya.
20:14Intinya kan Iran sudah bilang,
20:15kami sudah naruh ranjau, loh.
20:16Kalau Anda meledak,
20:18itu urusan Anda, bukan urusan kami.
20:20Ya, fasilitas militer Iran
20:22masih tetap harus diwaspadai oleh musuh-musuhnya.
20:25Meskipun bibirnya Donald Trump ini mengatakan,
20:28Iran have no more air force and navi facilities, katanya ya.
20:33Lucu memang,
20:34Presiden Amerika Serikat yang satu ini.
20:36Tapi,
20:37saya ingin berbicara soal diplomasi, Mbak Angel.
20:41Meskipun Anda mengatakan,
20:42ini sepertinya eskalasi akan terus naik, gitu ya.
20:45Terus naik dan terus naik.
20:46Dan akan lebih meluas lagi.
20:47Tapi, adakah motif Iran ini juga
20:51berlatar belakang bahwa endingnya sebenarnya
20:53mereka ini ingin berdiplomasi,
20:55ingin berunding,
20:55ingin bernegosiasi?
20:58Sejak awal sih Iran memang sudah menunjukkan
21:00tanda-tanda itu ya.
21:02Artinya gini,
21:03Iran intinya,
21:05kalau bahasa kasarnya,
21:07lu jual, gua beli.
21:08Apapun yang Amerika mau,
21:10mau perang, hayu.
21:11Mau diplomasi, juga hayu.
21:13Nah, tinggal permasalahannya adalah
21:15poin-poin yang dinegosiasikan ini
21:17ada titik temunya nggak?
21:19Kalau nggak ada titik temunya,
21:20kalau dalam bahasa saya,
21:22saya melihatnya,
21:22baik Amerika maupun Iran,
21:24dua-duanya tuh pakai model yang
21:26all out gitu ya,
21:28yang kalau kata Alka pun,
21:30kamu bisa dapat lebih banyak
21:31ketika kamu bicara,
21:32sambil bawa pisau,
21:34atau bawa pistol.
21:35Gitu.
21:36Kamu masih,
21:37tapi tunjukkan juga kemampuan
21:38alutsistamu,
21:39kemampuan kekuatan militermu,
21:41sehingga pihak lawan itu,
21:44seperti yang tadi Mas Anton sampaikan,
21:45tahu nih,
21:46kamu kalau nggak,
21:47kamu nggak setuju dengan
21:50permintaanku,
21:51kami juga punya kok kekuatan militer.
21:53Bahkan,
21:54perang itu juga sebenarnya
21:55bentuk dari diplomasi juga.
21:56Karena sebenarnya sama-sama
21:58intinya mendapatkan tujuan
21:59yang mereka inginkan.
22:01Nah,
22:01itu yang saya lihat,
22:02Mas Radi.
22:03Oke.
22:04Artinya,
22:05saya balik ke Mas Anton,
22:07Anda melihat strategi Iran
22:09yang menerapkan double strategy,
22:11seperti yang Mbak Anjal bilang,
22:12military strategy
22:13and diplomacy strategy
22:14ini merupakan
22:15langkah yang cerdik?
22:17Ya,
22:17kan sebenarnya
22:18biasanya nih,
22:19ini ngomong tentang biasanya,
22:20biasanya ketika
22:21tekanan itu langsung bertahap,
22:23tetap selalu menyiapkan
22:24ruang manuver
22:26untuk exit strategy.
22:27Oke.
22:28Gitu ya.
22:28Ada tekanan,
22:29sekalipun ada tekanan-tekanan-tekanan,
22:31selalu akan ada exit strategy.
22:33Itu dulu dilakukan
22:34ketika ngomong tentang
22:35apa namanya,
22:36tanker war gitu.
22:37Jadi bagaimana kemudian
22:38ada Ernest Will Operation
22:40itu selalu menyisakan itu.
22:42Jadi ada
22:43Prae yang mantis dan lain-lain,
22:45selalu menyisakan itu.
22:46Jadi semua,
22:47misalnya ada
22:47kapal Amerika Serikat
22:49Nabar Kranjau,
22:49kemudian
22:50instalasi Iran diserang oleh
22:51Amerika Serikat,
22:52tapi kemudian tidak
22:53membabi buta.
22:54Jadi selalu terukur.
22:55Dan kata lain,
22:56ada selalu disiapkan
22:57exit strategy.
22:58Nah ini kan yang dikhawatirkan
22:59ketika dibalas,
23:00jadi Iran kan selalu
23:02coba untuk
23:02apa namanya,
23:04untuk tidak terlalu
23:05ngotot,
23:06ngomong tentang perangnya.
23:07Setelah itu dia ingin bernafas
23:09untuk menjaga
23:09stoknya gitu ya,
23:11dan juga untuk mengatur
23:12bagaimana kemudian
23:13dia membangun,
23:14dia buying time
23:15membangun
23:16apa namanya,
23:16networking,
23:17membangun
23:17apa namanya,
23:18empati kepada mereka.
23:20Tapi di sisi lain,
23:21ketika ini
23:21Project Freedom ini dilakukan,
23:23ini akan makin
23:24mengecilkan ruang manuver.
23:26Kenapa?
23:26Ini bentuknya provokasi.
23:27Oke.
23:28Saya ingin dipuji,
23:30ada yang mau berani atau enggak
23:31gitu loh.
23:32Dan problemnya
23:32mau berapa lama ini?
23:34Dia mau bolak-balik,
23:35bolak-balik.
23:35Dulu Ernestville itu
23:36satu tahun loh,
23:3787, 88.
23:38Lah ini mau berapa lama?
23:40Amerika serius nih,
23:41punya duit yang lebih banyak gitu.
23:43Dan ketika misalnya,
23:44apakah iya?
23:45Kemudian misalnya,
23:47oke dikawal.
23:48Pertanyaan kan,
23:48apakah kemudian asuransi?
23:50Gitu ya.
23:51Kan kenapa kemudian
23:52kalau tidak ada yang berani keluar,
23:53itu bukan karena takut.
23:55Tapi karena asuransi,
23:56ini enggak mau bayar.
23:57Kan problemnya adalah
23:58apakah perusahaan asuransi
23:59itu kemudian mau membayarnya
24:01kan lain soal gitu.
24:02Jangan-jangan
24:02enggak ada kapal yang juga
24:03yang mau dikawal oleh Amerika Serikat
24:05ini kan lain soal gitu loh.
24:06Jadi bagi saya,
24:08ini yang kemudian,
24:09ruang manuvernya menjadi kecil gitu.
24:12Jadi kalau misalnya ini
24:12Project Freedom,
24:14tapi lagi-lagi kan kita menghadapi
24:15namanya
24:15Presiden Amerika Serikat
24:17bernama Donald Trump.
24:18Ya.
24:18Ini adalah negara dikuasa
24:20dan kemudian
24:21semau-maunya.
24:22Ini yang kemudian
24:23saya tentu berharap bahwa
24:25tekanan sebenarnya
24:26tekanan global itu
24:27makin menggila
24:28termasuk juga misalnya
24:29tekanan publik domestiknya
24:30sehingga kemudian Trump
24:31itu tidaklah
24:33kemudian mau meneruskan.
24:34Itu harapannya itu aja gitu.
24:35Jadi karena kalau ini diuji
24:37saya kuatirnya adalah
24:38nanti malah
24:38bukan hanya sekedar mengunci,
24:40ini nanti
24:40perang yang sangat melelahkan.
24:43Yang kemudian tidak ada.
24:44Gimana kita cara jalan-jalan keluarnya?
24:46Itu Mas Radhi.
24:47Ini yang terus dunia nantikan memang.
24:50Sepertinya yang bisa memang
24:51mengatasi
24:53ulahnya Donald Trump ini adalah
24:54internal Amerika Serikat sendiri
24:56yang sekarang sedang diolah
24:58sama
24:58apa namanya
25:00parlemennya ya
25:01dengan
25:02sikap dari Republikan
25:04yang juga terpecah
25:05saat kabarnya saat ini.
25:06Ya seru bahas perang
25:07tapi kalau
25:08suffer buat dunia
25:09termasuk buat Indonesia
25:10ya nggak bagus juga ya
25:12ke depannya begitu kira-kira.
25:13Baik.
25:13Terima kasih pakar militer
25:17dari Center for Intelligence and Strategic Studies
25:20Anton Aliyabas
25:20dan Mbak Angel Damayanti
25:22Guru Besar Kamanan
25:22Internasional Universitas Kristen Indonesia
25:24telah berbagi perspektif
25:25dan pandangannya yang menarik
25:26di Sapa Indonesia Malam hari ini.
25:28Sampai jumpa lagi
25:29selamat malam.
25:30Selamat malam Mas Kas.
25:31Terima kasih Mas Radhi.
25:32Terima kasih.
25:33Saudara Presiden Amerika Serikat Ultra
25:34mengumumkan mulai Senin
25:35waktu Timur Tengah
25:36AS akan mengawal
25:38kapal-kapal asing netral
25:39keluar dengan aman
25:41dari Selat Hormuz
25:42melalui operasi yang diberikan
25:43diberi nama Project Freedom
25:44sesaat lagi informasi untuk Anda.
Komentar