00:00Kemacetan parah kembali terjadi di kawasan Rorotan, Jakarta Utara, antre kendaraan mengular berjam-jam hingga melumpuhkan aktivitas warga lalu.
00:07Apa akar masalah sebenarnya dan solusi yang harus dilakukan pemerintah?
00:10Kita akan tanyakan langsung dengan pengamatan Tata Kota, ada Kang Yayat Supriyatna melalui sambungan Zoom.
00:16Selamat siang, Kang Yayat.
00:18Selamat siang, Mas Reja.
00:19Ya, Kang Yayat, terima kasih sudah bergabung bersama siapa Indonesia siang, Pak Mas Sifi.
00:22Kang, yang ingin saya tanyakan adalah ini Anda melihat kemacetan ekstrim di Rorotan.
00:26Dan apakah ini murni persoalan kapasitas jalan atau justru ini kegagalan dalam perencanaan Tata Ruang dan Transportasi sejak awal?
00:34Dua-duanya, karena saya sudah pernah ke Rorotan dan saya melihat Rorotan itu adalah kawasan pencadangan areal pembangunan baru oleh
00:44para pengembang.
00:45Di seberangnya dari Kali Banjir Kanal Timur itu, itu ada wilayah Bekasi, ada Kota Harapan Jaya.
00:51Jadi sebetulnya banyak tumbuh kembangnya, kawasan permukiman baru, pabrik baru di wilayah perbatasan Jakarta, tapi aksesnya melalui jalan ke Jakarta.
01:01Nah ini yang menarik, karena wilayah perbatasan itu kadang-kadang menjadi ruang konflik.
01:07Siapa yang sebetulnya bertanggung jawab untuk menyelesaikan pembangunan atau membangun jalan baru?
01:12Dan untuk kepentingan siapa dalam hal ini?
01:14Nah ini menarik ya, karena wilayah itu harus diakui, wilayah Bekasi di seberangnya itu sangat pesat pertumbuhan perumahan skala besar.
01:23Tapi kan akses yang digunakan itu adalah akses yang masih menjadi menggunakan jalan arteri yang ada.
01:30Dan kita lihat kapasitas jalannya demikian kecil, tapi bangkitannya makin meningkat.
01:34Dan orang memasuki wilayah utara Jakarta dari Rorotan menuju ke arah Tanjung Priok dan sekitarnya itu,
01:41tetap menggunakan jalan-jalan yang ada.
01:44Dan ini fakta menunjukkan bahwa betapa pesatnya wilayah pinggiran itu akibat adanya pembangunan-pembangunan kawasan baru.
01:53Jadi ibaratnya struktur ruangnya tidak mendukung perkembangan kawasan.
01:59Nah pertanyaan satu, mengapa diizinkan gitu ya?
02:03Mengapa ada pembangunan di ruang sebelah?
02:05Apakah tidak ada sinkronisasi antara Jakarta dengan Bekasi?
02:09Mengapa Bekasi sekarang itu membangun dalam skala yang besar?
02:13Sementara di wilayah pinggiran, di Rorotan, di Banjir Kanan Timur itu pun mulai banyak pembangunan baru.
02:19Seperti misalnya pembangunan RDF, pembangunan kegiatan-kegiatan lain yang akan dikembangkan.
02:25Memang ada rencana untuk pembangunan depo ya, depo MRT.
02:30Artinya apa?
02:31Ketika akan dibangun kegiatan-kegiatan baru, coba lihat, perhatikan kapasitas ruangnya.
02:38Jadi kalau kapasitas ruangnya itu tidak mendukung, ya coba dikendalikan lah.
02:44Jadi kita kan berharap dalam hal ini ada sinkronisasi kerjasama antara pemerintah kota Bekasi dengan pemerintah DKI.
02:54Bagaimana menyelesaikan persoalannya itu kepada akar persoalan yang pertama yang kita lihat di situ.
03:01Ini persoalan tata ruang dan daya dukung jaringan jalan.
03:05Iya, Kang. Tapi kan ini infonya viral sejak Februari lalu.
03:09Ini sudah bulan Mei begitu lalu.
03:11Apa yang memang tadi Kang Nyaya menyampaikan bahwa perlu ada koordinasi antara Pemprov DKI Jakarta dan juga pemerintah Bekasi.
03:16Apa yang memang harus bisa dilakukan supaya cepat ketika memang kapasitas dari ruangan ini kurang untuk menampung banyaknya kendaraan.
03:25Apa yang bisa dilakukan dengan segera agar tidak terjadi lagi kemacetan horor di sana?
03:32Yang pertama itu harus ada peran dari pemerintah pusat.
03:36Kalau ini lintas wilayah kan ada alternatif yang harus dikembangkan.
03:40Ada nggak kemungkinan ada jaringan jalan baru yang bisa dibangun di sana?
03:44Saya melihat di situ sebetulnya ada jaringan jalan tol antara dari arah Tanjung Priok ke Cibitung yang melintasi wilayah Cilincing
03:52dalam hal ini.
03:53Tapi siapa yang kuat untuk berbayar?
03:55Dan kita lihat fenomena yang paling banyak itu kan sepeda motor.
03:59Jadi begitu besarnya bangkitan sepeda motor karena besarnya pertumbuhan kawasan permukiman.
04:05Cuman pertanyaannya nanti sama-sama timbal balik.
04:08Ini warga siapa? Ini warga yang Bekasi?
04:11Atau warga Jakarta tinggal di Bekasi?
04:13Atau warga Jakarta yang bekerja Bekasi?
04:15Karena terserang saja mengatakan banyak sekali pembangunan perumahan-perumahan besar di wilayah perbatasan karena memiliki akses langsung dekat dengan Jakarta.
04:25Nah pertanyaan dalam hal ini jika nanti dibangun jaringan jalan baru harus dipertegas bagaimana struktur jaringan jalan itu dan bagaimana
04:35antisipasi kemungkinan jaringan jalan akan tertunda jika persoalan pembebasan tanahnya itu semakin sulit karena harganya semakin mahal.
04:44Nah sekarang kita minta tanggung jawab juga dari para pengembang apakah para pengembang bisa gak berkontribusi untuk membantu meringankan misalnya
04:53contoh pengembang yang akan membangun jaringan kawasan perumahan baru di sana bisa gak membantu untuk membuka ases dengan membangun jaringan
05:01jalan untuk kepentingan mereka sendiri sebagai kawasan-kawasan baru dan kepentingan warga setempat.
05:08Karena juga yang menikmati nanti ya mereka para penghuni di kawasan-kawasan yang baru.
05:14Juga yang paling penting kalau misalnya kita melihat kepadatan seperti ini ada gak pemikiran untuk pengembangan jaringan anggutan umum misalnya
05:22Transjakarta untuk dikembangkan ke sana.
05:24Dan bisa mengakses jalan tol misalnya kan untuk mengurangi kepadatan.
05:28Yang kita khawatirkan adalah pengendalian tata ruangnya itu semakin sulit karena terserang saya mengatakan bahwa wilayah Rorotan, wilayah Ciliceng sekitarnya
05:37adalah areal pencadangan oleh pengembang.
05:41Jadi otomatis ketika di Jakarta sudah semakin mahal tanahnya di tengah kota maka mereka melihat wilayah pinggiran dan perbatasan menjadi
05:49wilayah pengembangan baru.
05:52Dan perlu diingat, perlu diingat sekali lagi saya mengatakan tolong jangan korbankan masyarakat ketika ada rencana pengembangan, ada dinamika yang
06:00cukup pesat, segera percepat penanganan pembangunan jaringan baru.
06:04Yang lain juga yang perlu perhatikan adalah pengembangan jalan alternatif.
06:08Tadi kan ada gara-gara penutupan jalan ya sehingga orang terpaksa melintasi jembatan yang ada di BKT.
06:14Itu di jembatan BKT-nya tapi nanti pada jalan lingkungan yang ada di sekitar wilayah tersebut kepatatannya juga tinggi.
06:21Dan yang paling rawan di wilayah ini adalah penerangan jalannya juga sangat terbatas.
06:27Itu kita lihat kan penerangan jalannya kalau malam hari ini masih banyak begal katanya.
06:31Jadi cukup banyak masalah yang memang perlu dikomunikasikan begitu ya Kang ya.
06:35Dan ini perlu adanya peran dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta lalu juga pemerintah BKT dan juga para pengembang untuk izin
06:40agar apabila ada jalan baru ini bisa memudahkan masyarakat.
06:43Sekali lagi pesannya adalah jangan sampai masyarakat dikorbankan.
06:48Begitu ya Kang Yayat ya.
06:49Terima kasih sekali lagi.
06:50Terima kasih ya Kang Yayat atas waktunya bersama-sama Indonesia yang pengamat tata kota.
06:55Dan saudara itu dia statement dari Kang Yayat bahwa memang perlu ada komunikasi yang baik antara pemerintah Provinsi DKI Jakarta,
07:02pemerintah BKT dan juga pengembang untuk masyarakat yang akan melintas dari arah BKT menuju Jakarta.
Komentar