Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
JAKARTA, KOMPAS.TV - Kemacetan parah kembali terjadi di kawasan Rorotan, Jakarta Utara. Antrean kendaraan mengular berjam-jam hingga melumpuhkan aktivitas warga.

Lalu, apa akar masalah sebenarnya dan solusi yang harus dilakukan pemerintah?

Simak dialog KompasTV bersama pengamat tata kota, Yayat Supriatna, melalui sambungan Zoom.

Baca Juga Horor! Pantauan Macet Parah di Jembatan Rorotan, Kendaraan Mengular Berjam-jam | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/regional/667066/horor-pantauan-macet-parah-di-jembatan-rorotan-kendaraan-mengular-berjam-jam-sapa-siang

#macet #jakarta #rorotan

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/667067/lengkap-macet-parah-rorotan-kembali-terjadi-pengamat-soroti-akar-masalah-apa-solusinya
Transkrip
00:00Kemacetan parah kembali terjadi di kawasan Rorotan, Jakarta Utara, antre kendaraan mengular berjam-jam hingga melumpuhkan aktivitas warga lalu.
00:07Apa akar masalah sebenarnya dan solusi yang harus dilakukan pemerintah?
00:10Kita akan tanyakan langsung dengan pengamatan Tata Kota, ada Kang Yayat Supriyatna melalui sambungan Zoom.
00:16Selamat siang, Kang Yayat.
00:18Selamat siang, Mas Reja.
00:19Ya, Kang Yayat, terima kasih sudah bergabung bersama siapa Indonesia siang, Pak Mas Sifi.
00:22Kang, yang ingin saya tanyakan adalah ini Anda melihat kemacetan ekstrim di Rorotan.
00:26Dan apakah ini murni persoalan kapasitas jalan atau justru ini kegagalan dalam perencanaan Tata Ruang dan Transportasi sejak awal?
00:34Dua-duanya, karena saya sudah pernah ke Rorotan dan saya melihat Rorotan itu adalah kawasan pencadangan areal pembangunan baru oleh
00:44para pengembang.
00:45Di seberangnya dari Kali Banjir Kanal Timur itu, itu ada wilayah Bekasi, ada Kota Harapan Jaya.
00:51Jadi sebetulnya banyak tumbuh kembangnya, kawasan permukiman baru, pabrik baru di wilayah perbatasan Jakarta, tapi aksesnya melalui jalan ke Jakarta.
01:01Nah ini yang menarik, karena wilayah perbatasan itu kadang-kadang menjadi ruang konflik.
01:07Siapa yang sebetulnya bertanggung jawab untuk menyelesaikan pembangunan atau membangun jalan baru?
01:12Dan untuk kepentingan siapa dalam hal ini?
01:14Nah ini menarik ya, karena wilayah itu harus diakui, wilayah Bekasi di seberangnya itu sangat pesat pertumbuhan perumahan skala besar.
01:23Tapi kan akses yang digunakan itu adalah akses yang masih menjadi menggunakan jalan arteri yang ada.
01:30Dan kita lihat kapasitas jalannya demikian kecil, tapi bangkitannya makin meningkat.
01:34Dan orang memasuki wilayah utara Jakarta dari Rorotan menuju ke arah Tanjung Priok dan sekitarnya itu,
01:41tetap menggunakan jalan-jalan yang ada.
01:44Dan ini fakta menunjukkan bahwa betapa pesatnya wilayah pinggiran itu akibat adanya pembangunan-pembangunan kawasan baru.
01:53Jadi ibaratnya struktur ruangnya tidak mendukung perkembangan kawasan.
01:59Nah pertanyaan satu, mengapa diizinkan gitu ya?
02:03Mengapa ada pembangunan di ruang sebelah?
02:05Apakah tidak ada sinkronisasi antara Jakarta dengan Bekasi?
02:09Mengapa Bekasi sekarang itu membangun dalam skala yang besar?
02:13Sementara di wilayah pinggiran, di Rorotan, di Banjir Kanan Timur itu pun mulai banyak pembangunan baru.
02:19Seperti misalnya pembangunan RDF, pembangunan kegiatan-kegiatan lain yang akan dikembangkan.
02:25Memang ada rencana untuk pembangunan depo ya, depo MRT.
02:30Artinya apa?
02:31Ketika akan dibangun kegiatan-kegiatan baru, coba lihat, perhatikan kapasitas ruangnya.
02:38Jadi kalau kapasitas ruangnya itu tidak mendukung, ya coba dikendalikan lah.
02:44Jadi kita kan berharap dalam hal ini ada sinkronisasi kerjasama antara pemerintah kota Bekasi dengan pemerintah DKI.
02:54Bagaimana menyelesaikan persoalannya itu kepada akar persoalan yang pertama yang kita lihat di situ.
03:01Ini persoalan tata ruang dan daya dukung jaringan jalan.
03:05Iya, Kang. Tapi kan ini infonya viral sejak Februari lalu.
03:09Ini sudah bulan Mei begitu lalu.
03:11Apa yang memang tadi Kang Nyaya menyampaikan bahwa perlu ada koordinasi antara Pemprov DKI Jakarta dan juga pemerintah Bekasi.
03:16Apa yang memang harus bisa dilakukan supaya cepat ketika memang kapasitas dari ruangan ini kurang untuk menampung banyaknya kendaraan.
03:25Apa yang bisa dilakukan dengan segera agar tidak terjadi lagi kemacetan horor di sana?
03:32Yang pertama itu harus ada peran dari pemerintah pusat.
03:36Kalau ini lintas wilayah kan ada alternatif yang harus dikembangkan.
03:40Ada nggak kemungkinan ada jaringan jalan baru yang bisa dibangun di sana?
03:44Saya melihat di situ sebetulnya ada jaringan jalan tol antara dari arah Tanjung Priok ke Cibitung yang melintasi wilayah Cilincing
03:52dalam hal ini.
03:53Tapi siapa yang kuat untuk berbayar?
03:55Dan kita lihat fenomena yang paling banyak itu kan sepeda motor.
03:59Jadi begitu besarnya bangkitan sepeda motor karena besarnya pertumbuhan kawasan permukiman.
04:05Cuman pertanyaannya nanti sama-sama timbal balik.
04:08Ini warga siapa? Ini warga yang Bekasi?
04:11Atau warga Jakarta tinggal di Bekasi?
04:13Atau warga Jakarta yang bekerja Bekasi?
04:15Karena terserang saja mengatakan banyak sekali pembangunan perumahan-perumahan besar di wilayah perbatasan karena memiliki akses langsung dekat dengan Jakarta.
04:25Nah pertanyaan dalam hal ini jika nanti dibangun jaringan jalan baru harus dipertegas bagaimana struktur jaringan jalan itu dan bagaimana
04:35antisipasi kemungkinan jaringan jalan akan tertunda jika persoalan pembebasan tanahnya itu semakin sulit karena harganya semakin mahal.
04:44Nah sekarang kita minta tanggung jawab juga dari para pengembang apakah para pengembang bisa gak berkontribusi untuk membantu meringankan misalnya
04:53contoh pengembang yang akan membangun jaringan kawasan perumahan baru di sana bisa gak membantu untuk membuka ases dengan membangun jaringan
05:01jalan untuk kepentingan mereka sendiri sebagai kawasan-kawasan baru dan kepentingan warga setempat.
05:08Karena juga yang menikmati nanti ya mereka para penghuni di kawasan-kawasan yang baru.
05:14Juga yang paling penting kalau misalnya kita melihat kepadatan seperti ini ada gak pemikiran untuk pengembangan jaringan anggutan umum misalnya
05:22Transjakarta untuk dikembangkan ke sana.
05:24Dan bisa mengakses jalan tol misalnya kan untuk mengurangi kepadatan.
05:28Yang kita khawatirkan adalah pengendalian tata ruangnya itu semakin sulit karena terserang saya mengatakan bahwa wilayah Rorotan, wilayah Ciliceng sekitarnya
05:37adalah areal pencadangan oleh pengembang.
05:41Jadi otomatis ketika di Jakarta sudah semakin mahal tanahnya di tengah kota maka mereka melihat wilayah pinggiran dan perbatasan menjadi
05:49wilayah pengembangan baru.
05:52Dan perlu diingat, perlu diingat sekali lagi saya mengatakan tolong jangan korbankan masyarakat ketika ada rencana pengembangan, ada dinamika yang
06:00cukup pesat, segera percepat penanganan pembangunan jaringan baru.
06:04Yang lain juga yang perlu perhatikan adalah pengembangan jalan alternatif.
06:08Tadi kan ada gara-gara penutupan jalan ya sehingga orang terpaksa melintasi jembatan yang ada di BKT.
06:14Itu di jembatan BKT-nya tapi nanti pada jalan lingkungan yang ada di sekitar wilayah tersebut kepatatannya juga tinggi.
06:21Dan yang paling rawan di wilayah ini adalah penerangan jalannya juga sangat terbatas.
06:27Itu kita lihat kan penerangan jalannya kalau malam hari ini masih banyak begal katanya.
06:31Jadi cukup banyak masalah yang memang perlu dikomunikasikan begitu ya Kang ya.
06:35Dan ini perlu adanya peran dari pemerintah Provinsi DKI Jakarta lalu juga pemerintah BKT dan juga para pengembang untuk izin
06:40agar apabila ada jalan baru ini bisa memudahkan masyarakat.
06:43Sekali lagi pesannya adalah jangan sampai masyarakat dikorbankan.
06:48Begitu ya Kang Yayat ya.
06:49Terima kasih sekali lagi.
06:50Terima kasih ya Kang Yayat atas waktunya bersama-sama Indonesia yang pengamat tata kota.
06:55Dan saudara itu dia statement dari Kang Yayat bahwa memang perlu ada komunikasi yang baik antara pemerintah Provinsi DKI Jakarta,
07:02pemerintah BKT dan juga pengembang untuk masyarakat yang akan melintas dari arah BKT menuju Jakarta.
Komentar

Dianjurkan