- 1 hari yang lalu
KOMPAS.TV - Seorang dokter magang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi, diduga mengalami beban kerja berlebih dan perlakuan tidak manusiawi selama bertugas.
Sang dokter, yakni dr Myta Aprilia Azmi, meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026) setelah sempat dirawat intensif di RS Mohammad Hoesin, Palembang, Sumatera Selatan.
Wakil Ketua II Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri), Ramzi Amin, mengatakan sejumlah temuan pihaknya mengenai kasus meninggalnya Myta.
"Kelalaian dalam supervisi, di mana anak ini dilepas tanpa supervisi yang jelas, dengan alasan nanti untuk pembelajaran mereka karena mereka akan menjadi dokter penuh setelah selesai internship," ujarnya dalam program Sapa Pagi, Senin (4/5/2026).
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Slamet Budiarto, menegaskan pentingnya investigasi menyeluruh terhadap kasus ini.
Baca Juga Kronologi Meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmi Saat Magang di RSUD Jambi di https://www.kompas.tv/nasional/666867/kronologi-meninggalnya-dr-myta-aprilia-azmi-saat-magang-di-rsud-jambi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/666923/full-dokter-magang-meninggal-di-jambi-ika-fk-unsri-ungkap-temuan-dugaan-pelanggaran
Sang dokter, yakni dr Myta Aprilia Azmi, meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026) setelah sempat dirawat intensif di RS Mohammad Hoesin, Palembang, Sumatera Selatan.
Wakil Ketua II Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri), Ramzi Amin, mengatakan sejumlah temuan pihaknya mengenai kasus meninggalnya Myta.
"Kelalaian dalam supervisi, di mana anak ini dilepas tanpa supervisi yang jelas, dengan alasan nanti untuk pembelajaran mereka karena mereka akan menjadi dokter penuh setelah selesai internship," ujarnya dalam program Sapa Pagi, Senin (4/5/2026).
Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Slamet Budiarto, menegaskan pentingnya investigasi menyeluruh terhadap kasus ini.
Baca Juga Kronologi Meninggalnya dr. Myta Aprilia Azmi Saat Magang di RSUD Jambi di https://www.kompas.tv/nasional/666867/kronologi-meninggalnya-dr-myta-aprilia-azmi-saat-magang-di-rsud-jambi
Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/666923/full-dokter-magang-meninggal-di-jambi-ika-fk-unsri-ungkap-temuan-dugaan-pelanggaran
Kategori
🗞
BeritaTranskrip
00:03Kasus meninggalnya dokter magang asal Universitas Sriwijaya Mita Aprilia Asmi yang tengah menjalani program magang di rumah sakit umum daerah
00:10K.H.J. Daud Arief Kuala Tungkal Jambi dinilai janggal.
00:14Diduga korban mengalami beban kerja yang berat hingga kondisi kesehatannya terus menurun.
00:19Apakah ada dugaan klien medis hingga pelenggaran regulasi jam kerja dan seperti apa aturan dalam program dokter internship?
00:27Kita akan bahas bersama dengan arah sumbernya sudah hadir di sambungan daring.
00:30Ada wakil ketua dua ikatan alumni fakultas kedokteran Universitas Sriwijaya Dr. Ramzi Amin.
00:37Selamat pagi Pak Ramzi.
00:40Selamat pagi Mas.
00:42Baik kami juga sebelumnya sudah mengundang ketua umum ikatan dokter Indonesia Selamat Budiarto namun kami masih menunggu yang bersangkutan untuk
00:49bisa bergabung dalam dialog pagi hari ini.
00:51Saya ke Pak Ramzi terlebih dahulu. Pak Ramzi sejauh ini untuk update laporan Anda ke Kemenkes seperti apa?
01:00Apa yang sudah dilakukan ataupun disampaikan oleh Kemenkes ke pihak IKA FK Unsri?
01:07Ya terima kasih Mas.
01:08Jadi pertama-tama kami mewakili keluarga besar ikatan alumni FK Unsri menyatakan berduka cita dan berlasuk kawa atas kematian dari
01:21anak didik kami, murid kami, adik alumni kami yang meninggal pada saat dia menjalankan intensif.
01:30Mudah-mudahan beliau diterima di sisinya.
01:34Nah kami mendapat kabar kondisi seperti ini ketika dikirim ke rumah sakit dokter manusia di Palembang.
01:41Kemudian kami berdinas di Palembang.
01:43Jadi teman-teman dari kaitan alumni mencoba mencari tahu dari teman-temannya bagaimana kondisi yang sebenarnya terjadi di tempat yang
01:55tersebut.
01:56Dan dari beberapa laporan, walaupun sebenarnya tidak semuanya terlaporkan karena mungkin ada keseganan dan lain-lain dari teman-teman intensifnya.
02:06Tapi kita mendapatkan catatan bahwa ada beberapa hal yang mungkin masih bisa kita pertanyakan.
02:14Kenapa seorang dokter itu meninggal di tempat kerjanya, di rumah sakit yang harusnya dia itu sehat di sana.
02:22Maksudnya dia menyembuhkan orang tapi di sini sakit.
02:25Nah itu sudah kita, jadi sudah saat kita lakukan ke Kemenkes, tim Kemenkes akan turun ya mungkin pada Senin ini
02:34bersama-sama dengan tim dari Ikatan Alumni FK Rungsri dan juga IDI Jambi
02:40untuk menginvestigasi sejauh mana hal-hal yang apa yang telah kami cantumkan disorot ke Kemenkes itu apakah memang benar terjadi
02:51atau tidak.
02:51Kita ingin mendapatkan kejelasan karena ini adalah salah satu aset bangsa di mana anak ini jauh dari rumahnya, dari Oku
03:03Selatan,
03:04intensif ke daerah Jambi, ternyata di sini mendapatkan kondisi yang kita sama-sama perhatikan.
03:12Saat ini tim Kemenkes dan tim Ikatan Alumni FK Rungsri masih menginvestigasi dan belum ada kembali-kembali yang lebih lanjut
03:19mas.
03:20Tapi sejauh ini Pak Ramzi yang mungkin sudah ada temukan gitu untuk bukti-bukti dan juga fakta-fakta paling tidak
03:27dari IKA FK Rungsri sendiri apa saja Pak?
03:30Jadi ada empat yang kita indikasikan memang terbukti.
03:36Pertama ada pelanggaran regulasi dalam jam kerja, juga adanya kelalaian dalam supervisi di mana anak-anak ini dilepas tanpa supervisi
03:46yang jelas
03:47dengan alasan untuk pembelajaran mereka karena mereka akan menjadi dokter penuh setelah kesehatan intensif.
03:53Kemudian juga ada kelalaian medis dan pengabayaan klinis.
03:59Jadi ketika anak ini sakit, respon untuk pengobatan terhadap almarhum ini tidak sesuai seperti apa yang kita harapkan.
04:08Kemudian juga ada dugaan malapraktek administrasi di mana terjadi kekosoran obat,
04:15kemudian sehingga si pasien mencari obat sampai keluar gitu.
04:20Dan adanya tindakan intimidasi dan upaya penutupan informasi di mana ada arahan dari oknum-oknum tertentu
04:27yang mungkin menjadi keluarga pejabat di sana agar kondisi seperti ini tidak di-blow up dan lain-lain.
04:34Jadi hal seperti ini yang kita masih investigasi apakah ada kebenarannya memang benar atau begini,
04:42artinya kita lihat hasil dari tim investigasi yang turun mungkin pada hari ini.
04:47Oke, berarti investigasi akan dilakukan juga di rumah sakit tersebut ya Pak ya untuk bagaimana menemukan fakta-fakta lainnya?
04:54Betul, betul. Jadi kita meminta KMKS untuk investigasi, karena harapan kita sebetulnya selain kita menyayangkan terjadinya kondisi seperti ini,
05:05ya ke depannya adik-adik internasif seperti ini juga tidak mengalami hal yang sama.
05:10Mereka harus mendapatkan perlakuan yang layak sebagai seorang dokter, mudah, walaupun mereka itu masih internasif,
05:17tetapi tetap mereka sudah lulus dan dapat gelas dari dokter, sehingga perlakuan yang semestinya diberikan kepada mereka itu harus diberikan.
05:24Oke, untuk dugaan pelanggarannya, Pak Ramzi, Anda ini mengarahnya untuk oknum-oknum misalnya dokter yang mensurpervisi
05:31atau mungkin memang dari pihak rumah sakit yang misalnya tidak menjalankan SOP atau melanggar aturan?
05:37Nah untuk ini kita belum bisa memastikan, jadi nanti tim KMKS yang akan menginvestigasinya,
05:44kita mendukung tim KMKS tersebut, ya sanksinya mungkin bermacam-macam,
05:50kita belum tahu bagaimana KMKS yang akan menjadi sanksif, bisa jadi penutupan wahana pendidikan internasif di sana mungkin,
05:57atau mungkin kalau memang kita tengok tindak pidana ya mungkin ya akan dimasukkan ke pidana,
06:01tapi kita belum bisa memastikan karena tim investigasi baru akan bekerja pada hari ini.
06:06Itu mungkin yang saya dapat.
06:07Untuk langkah hukum berarti menunggu hasil ini dulu ya Pak ya,
06:10untuk sebelum akhirnya mengambil tadi langkah-langkah untuk menjerat pelaku secara pidana seperti itu?
06:18Betul, kita harus memastikan dulu memang ada tindak pidana dan tentunya akan dikodasikan dengan keluarganya gitu.
06:23Bagaimana pihak keluarga, apakah pihak keluarga itu kalau terjadi misalnya tidak pidana,
06:30apakah pihak keluarga akan memastikan ini dilanggar hukum atau tidak.
06:33Tapi tetap kita belum bisa memastikan karena tim investigasi keluarga kerja efektif pada hari ini saya dengar begitu.
06:42Baik, ada salah satu poin yang disampaikan juga oleh Ika Unsri bahwa ada dugaannya,
06:47ini korban bekerja 3 bulan berturut-turut tanpa libur di bangsal UGD.
06:52Ini kemudian dari mana mungkin pihak FK Unsri ini mendapat informasi seperti itu,
06:57dan seperti apa memang sebenarnya kejadian yang terjadi di rumah sakit tersebut?
07:02Apakah memang ini berlaku untuk semua anak magang ataupun dokter magang yang bekerja di sana?
07:07Ya, jadi kita mendapatkan dari hasil ngoprol yang bukan investigasi dengan teman-teman Al-Mahkuma,
07:15bahwa memang ketika mereka itu di sana, mereka itu diminta untuk jaga full 3 bulan,
07:213 bulan, 3 bulan di UGD, 3 bulan di bangsal, gitu.
07:26Dan mereka minta negosiasi jangan sampai 3 bulan benar, karena itu lumayan melelahkan.
07:31Kemudian jaga UGD pun mereka juga dilepas,
07:35mereka dilepas untuk menjadi seorang dokter yang,
07:38padahal mereka terhormatnya mereka sekarang magang posisinya.
07:40Nah hal seperti itu yang mereka ceritakan kepada kita,
07:43dan hal seperti ini harus kita klamifikasi lagi kepada pihak rumah sakit,
07:47apakah benar seperti itu?
07:48Karena kalau memang benar seperti itu tentunya ini yang kita sayangkan sekali,
07:52karena dokter intensif ini dari pola KMPK itu adalah mereka itu magang di sana
07:58selama setahun untuk menjadi dokter yang definitif, gitu.
08:01Oke baik, tapi sejauh ini Pak Ramzi sebelum kita juga bicara soal investigasinya,
08:06seperti apa kemudian komunikasi dari pihak unsri bersama dengan rumah sakit, gitu.
08:12Misalnya ini kan tentu saja pihak unsri juga pastinya bertanggung jawab,
08:16karena ini ada anaknya istilahnya lah,
08:19ini anak didiknya yang juga kemudian dititipkan ke rumah sakit tersebut,
08:23bagaimana komunikasi antara pihak kampus dan juga pihak rumah sakit selama ini
08:26jika ada dokter yang magang di sana?
08:29Ya, jadi saya klamifikasi bukan pihak unsri sebetulnya,
08:32tapi ikatan alumni FK unsri.
08:34Jadi kalau dari unsri sendiri karena disuruh diluluskan,
08:38maka jawabannya bukan lagi di pihak unsri,
08:41tetapi kita di ikatan alumni FK unsri-nya yang mendorong seperti ini, gitu.
08:46Dan saat ini ada wakil ketua satu ikatan keluarga alumni FK unsri yang sudah ke Jambi,
08:55dokter legeran, mungkin nanti kita akan menunggu bagaimana hasil dari kontak beliau
09:01dengan pihak rumah sakit bersama KEMKES.
09:03Baik, dan ada poin-poin lainnya tadi Pak Ramzi terkait dengan kasus ini,
09:09yaitu dugaan perundungan seperti itu yang ada di rumah sakit.
09:14Kemudian apa mungkin temuan-temuan yang bisa Anda sampaikan ke kami
09:18soal dugaan perundungan ini, Pak?
09:21Ya, saat ini kita baru mendapatkan informasi dari teman-teman albah rumah
09:26bahwa memang ada kerja yang memang bagi mereka itu cukup melelahkan, gitu.
09:34Dan untuk itu kita harus memastikan benar, gitu ya.
09:37Nanti bisa kita lihat apakah jadwal jaganya yang bisa dilihat,
09:43nanti kemudian kita lihat dari selama aktivitas sana,
09:47bisa dilihat dari aksif-aksif yang ada.
09:49Apakah benar mereka itu menjalankan kegiatan layanan kesehatan itu berlebihan atau tidak, gitu.
09:58Baik, Pak Ramzi, ini kan ada ikatan alumni yang tentunya sudah banyak,
10:05kemudian yang lulus dan juga sudah terjun ke dunia profesi secara profesional.
10:10Kemudian selama yang Anda tahu gitu, Pak Ramzi,
10:14apakah ada kasus-kasus rupa yang juga terjadi di mahasiswa-mahasiswa
10:20ataupun misalnya dokter magang yang berasal dari unsri,
10:24seperti yang dialami oleh dokter Mita ini?
10:27Jauh yang kami dapatkan itu baru ini yang kita mendapatkan kondisi
10:33di mana seorang dokter sampai sakit pada saat dia pelayanan,
10:38sampai sakitnya itu dirujuk ke rumah sakit Radit Matahir Jambi
10:43dan ke rumah sakit Mampagusin Palembang dan sampai meninggal.
10:46Tapi ada beberapa juga yang kita dapatkan dari VRC,
10:51yaitu forum komunikasi alumni pendokteran di Indonesia,
10:55ada beberapa juga kondisi dokter yang mengalami hal yang sama seperti ini,
10:59tapi saya tidak tahu persis bagaimana ekonologisnya,
11:03tapi ada juga ya dokter-dokter yang meninggal pada saat dia mendapatkan intensif.
11:07Untuk itulah kita mendorong pihak KEMKAS
11:10untuk melakukan monitor dan evaluasi terhadap program seperti ini,
11:17karena mereka ini bisa dianggap sebagai kondisi,
11:22apa, serata yang paling rendah dalam pendidikan
11:24karena mereka itu adalah dokter magang
11:26yang tidak mendapatkan fasilitas yang layak lah seperti itu.
11:39Oke, ada kasus-kasus serupa yang kemudian sebelumnya sempat terjadi gitu ya Pak ya,
11:43tapi ini sudah bergamu juga,
11:45selamat pagi Pak Selamat Budiarto,
11:46Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia.
11:49Selamat pagi.
11:50Ya, selamat pagi Pak Selamat.
11:52Kita dengar bersama bahwa ini yang dialami oleh Dokter Mita ini tentunya sangat memprihatinkan seperti itu,
11:58dan dari catatan Harian Kompas yang terbit hari ini bahwa
12:01dalam waktu tiga bulan saja ini sudah ada empat dokter magang yang meninggal dunia,
12:06terakhir adalah Dokter Mita.
12:07Bagaimana kemudian dari Ikatan Dokter Indonesia menanggapi hal ini Pak?
12:11Ya, menurut saya pertama yang harus kita lakukan adalah melakukan investigasi.
12:18Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Indonesia sedang melakukan investigasi terhadap kasus ini.
12:24Langsung ke Jambi.
12:27Yang kedua, perlu perubahan atau regulasi yang kedepannya
12:34mengenai perlindungan untuk Dokter Intensif ini.
12:38IDI sudah mengirimkan surat ke Menteri Kesehatan,
12:43antara lain waktu misalnya maksimal 40 jam per minggu,
12:46kemudian ada hak cuti, hak cuti sakit tidak bisa mengganti.
12:52Kalau kemarin itu kan, kalau Dokter Intensif sakit,
12:57kalau dia cuti sakit, dia harus mengganti.
13:01Sehingga kebanyakan Dokter Intensif ini belum sembuh,
13:05dia kepengen tetap kerja atau tidak mau cuti lagi,
13:09karena akan mengganti.
13:10Akibatnya fatal.
13:12Sehingga mereka sakitnya akan tambah parah.
13:15Kemudian mengenai biaya hidup atau gaji,
13:21itu juga kita usulkan minimal 3 UMR.
13:25Kemudian waktu Intensif juga dipercepat maksimal 6 bulan
13:30dan wahananya itu, itu harus ada pengawasan yang melekat.
13:34Kami usulkan memang antara Dinas Kesehatan dan Ikatan Dokter Nisya
13:40akan mengawasi lebih ketat lagi.
13:42Begitu.
13:42Oke, ini terkait dengan kasus Dokter Mita sendiri.
13:46Ini berarti memang selama ini belum ada sebenarnya regulasi yang secara ketat
13:51mengatur bagaimana kemudian seorang Dokter Magang
13:54bekerja di sebuah instansi ataupun institusi kesehatan seperti itu, Pak?
13:59Sudah ada regulasi.
14:01Hanya regulasi ini perlu disempurnakan.
14:05Salah satunya adalah,
14:07dia satu tahun hanya diberi hak cuti 4 hari.
14:11Kalau dia sakit, tidak ada hak cuti sakit.
14:16Sehingga, kalau Dokter Intensif ini sakit,
14:19dia pengennya kerja saja karena takut mengganti.
14:22Karena tidak ada hak cuti.
14:25Oke, kemudian kalau Anda melihat juga, Pak Selamat,
14:29untuk kasus Dokter Mita di Rumah Sakit Umum Daerah di Jambi ini,
14:33pelanggaran seperti apa yang kemudian Anda lihat?
14:37Apakah memang ini karena mungkin dari pihak rumah sakitnya
14:41menganggap bahwa Dokter Magang ini adalah seperti Dokter Tetap yang lainnya seperti itu?
14:47Ya, kebanyakan Dokter Intensif itu,
14:50rumah sakit menganggap bahwa Dokter Intensif sebagai pekerja.
14:55Itu yang salah.
14:57Padahal dia adalah harus didampingi oleh dokter yang ada di situ,
15:03bukan pekerja utama.
15:05Mereka ini kan sedang magangan gitu.
15:07Dan ada batasan waktunya.
15:09Harusnya maksimal 8 jam dia harus istirahat.
15:13Yang kedua harus ada perlindungan diri.
15:16Apakah, saya nggak tahu apakah rumah sakit sudah memberikan
15:19masker N95 dan lain-lainnya.
15:23Jadi seperti itu.
15:24Nah, kasus Dokter Mita ini memang ini tamparan yang keras
15:29buat dunia kesehatan, terutama Kementerian Kesehatan
15:32untuk segera merubah, merubah regulasinya untuk disemutuakan
15:36ke depan agar tidak terjadi lagi.
15:39Mungkin seperti itu.
15:41Oke, perubahan regulasinya.
15:41Dan wahanannya saya kira kalau memang,
15:44ya kalau memang ditemukan ya wahanannya harus diberi sanksi.
15:48Oke.
15:48Anda ini juga, kalau tidak salah,
15:52koreksi tidak salah, Anda juga mendalami soal hukum kesehatan gitu Pak.
15:55Kemudian sanksi apa yang sekiranya bisa menjerat?
15:59Mungkin pihak rumah sakit,
16:01ataupun mungkin pihak dokter yang membimbing,
16:03yang bersangkutan?
16:06Ya.
16:07Kalau rumah sakit,
16:08ini saya pernah nanya kan tanggung jawab penuh adalah rumah sakit,
16:11karena dia bekerja di rumah sakit.
16:13Nanti mengenai sanksi itu tentunya Kementerian Kesehatan
16:17yang punya kewenangan,
16:19bisa tidak menjadi tempat intensif lagi,
16:23yang kedua ataukah izinnya dibekukan,
16:27atau yang lain-lain itu kewenangan dari Kementerian Kesehatan.
16:30Tapi intinya, ini kan korban sudah 4 orang,
16:34jadi ke depan jangan sampai terulang lagi gitu loh.
16:38Oke, baik.
16:39Saya kembali ke Pak Ramzi.
16:41Pak Ramzi, ini dugaan korban overwork gitu ya,
16:46terlalu berat beban pekerjaannya,
16:48ini menjadi salah satu yang diduga menjadi penyebab
16:51dari dokter Mita ini meninggal dunia.
16:54Sebenarnya seperti apa selama ini yang terjadi di lapangan gitu Pak Ramzi,
16:57terutama untuk dokter-dokter magang,
16:59yang secara institusional mereka masih tanggung jawab pihak kampus,
17:06namun juga mereka sedang belajar di sebuah rumah sakit seperti itu.
17:12Kemudian bagaimana sih sebenarnya beban pekerjaan mereka seharusnya?
17:15Apakah bisa disamakan juga dengan dokter tetap,
17:17atau mereka sebenarnya kewajiban mereka hanya belajar saja dan dibimbing seperti itu?
17:21Ya, jadi saya koreksi sedikit bahwa dokter internship ini sudah diwisuda,
17:27menjadi seorang dokter, dan bukan kewenangan dari pihak kampus.
17:32Oke.
17:32Jadi mereka ini, ketika mereka sudah diwisuda,
17:35dalam keujian nasional, disudah oleh kampusnya masing-masing,
17:39maka mereka sudah bukan lagi tanggung jawab dari kampus,
17:43tapi jatuhnya adalah tanggung jawab ikatan alumni.
17:47Dan ketika mereka itu internship, itu adalah program dari KEMKAS,
17:51di mana untuk membuat mereka itu menjadi lebih,
17:55tujuannya adalah mereka jadi lebih mahir lagi pada saat mereka itu sudah diwisuda sebagai dokter.
18:01Jadi, sebetulnya ketika mereka menjalani pendidikan koasisten,
18:07mereka juga di rumah sakit-rumah sakit daerah juga ditempatkan,
18:10mereka juga bergantian di sepuluh divisi.
18:14Tentunya mereka sudah, kalau dibilang mereka itu tangguh,
18:18sebenarnya sudah tangguh sebetulnya.
18:19Karena mereka itu di selama pendidikan juga banyak keliling ke rumah sakit-rumah sakit daerah,
18:24sesuai dengan wahana masing-masing,
18:27dan ketika tamat mereka sudah kita anggap sebagai dokter yang tangguh sebetulnya.
18:31Nah, program pemerintah untuk internship ini adalah program pemerintah yang menginginkan
18:36bahwa dokter ini ketika mereka itu menjalankan koopisi sebagai dokter,
18:40sudah umpuni, makanya dibuatlah program internship seperti ini.
18:46Jadi, sebetulnya kalau dibilang apakah dokter ini cengeng atau apa,
18:50saya pikir enggak, karena mereka sudah menjalankan itu selama dua tahun,
18:53selama masa koasisten, dan saya yakin mereka menjadi dokter yang tangguh.
18:57Dan ketika mereka menjalankan itu juga kondisi badannya sehat-sehat saja.
19:00Nah, ini kita tidak tahu kenapa jadi beban kerja terlampau berat,
19:06atau lambat penanganan, segala macam yang menjadikan dia menjadi sampai
19:10menderita infeksi di paru-parunya.
19:14Oke, baik. Sekarang kembali ke Pak Selamat.
19:17Pak Selamat, ini yang beredar mungkin di kalangan awam, di luar profesi dokteran,
19:21banyak yang menilai bahwa memang profesi dokter ini sangat berat gitu ya,
19:24lingkungannya, kemudian tanggung jawabnya, dan juga mungkin banyak sekali beredar juga
19:31perundungan seperti itu yang terjadi di tempat bekerja,
19:35ataupun di rumah sakit seperti itu.
19:37Nah, ini ketika sudah berulang kejadian seperti ini,
19:40bagaimana kemudian evaluasi ke depannya agar kita bisa memutus mata rantai
19:45seperti ini, perundungan dan juga mungkin beban kerja yang di luar,
19:49mungkin kemampuan seseorang?
19:53Ya, kalau perundungan itu kan di berbagai tempat terjadi,
19:58mau di keluarga, di sekolahan, di pesantren, itu biasanya terjadi.
20:03Hanya beberapa perundungan yang bisa kita tolerir,
20:07ada yang tidak kita bisa tolerir.
20:10Ini fokus pada jam kerja.
20:13Ini memang menyangkut tidak hanya untuk dokter intensif,
20:16ada juga koas juga banyak yang jam kerjanya juga berlebihan.
20:21Saya kira kalau dibatasi 40 jam per minggu,
20:24itu akan mengurangi dampak yang kurang baik untuk dokter intensif tadi.
20:32Yang kedua, walaupun dokter intensif ini sudah punya SIP, sudah punya STL,
20:39tapi dia memang bukan pekerja utama gitu loh.
20:43Kadang rumah sakit dimembebani kepada dokter intensif bahwa dia adalah pekerja gitu,
20:50padahal dia sedang melakukan pematangan gitu kan.
20:54Makanya IDI mengirim ke Mainkes untuk segera merubah aturan-aturan tentang intensif,
21:02agar tidak terjadi kematian yang,
21:07kan sudah empat kematian,
21:09jadi ini harus menjadi perhatian yang serius untuk Kementerian Kesehatan.
21:12Dan IDI juga akan mengawasi kalau pendampingnya melakukan perundungan
21:19atau melakukan pelanggaran etik,
21:24ya kita akan sanksi etik,
21:26dan paling berat adalah diberhentikan dari anggota IDI.
21:29Dan mungkin untuk pengawasan di lapangannya juga,
21:32apakah juga sistem whistleblowing gitu ya,
21:34untuk melindungi juga pelapor harus juga didorong gitu Pak?
21:38Ya saya kira bisa saja,
21:40bisa saja menggunakan hotline khusus untuk pengawasan tadi.
21:47IDI juga dalam waktu dekat akan membuat hotline itu khusus untuk dokter intensif,
21:52jika terjadi masalah, perundungan, jam kerja terlalu lama,
21:57bebannya terlalu berat,
21:59ya IDI akan memberitahu ke direkturnya bahwa ini nggak benar.
22:04Palingnya itu yang bisa dilakukan oleh IDI untuk mengingatkan
22:08tidak terjadi kasus-kasus seperti ini lagi.
22:12Terakhir saya ke Pak Ramzi.
22:14Pak Ramzi, harapan dari IKFK Unstri sendiri terkait dengan kasus ini seperti apa?
22:20Ya, jadi harapan kita,
22:22terutama kepada pemerintah,
22:25mudah-mudahan seperti yang dikatakan oleh Dota Selamat tadi,
22:28ada regulasi yang lebih manusiawi lagi ke depannya,
22:32yang lebih ketat lagi,
22:34disetapi dengan memonitori dan evaluasi untuk adik-adik ini,
22:37sehingga pada saat mereka menjalankan intensif ini,
22:41mereka bisa menjalankan dengan cara yang baik,
22:44mendapatkan kematangan ilmu yang sudah diberikan selama pendidikan.
22:49Kemudian harapan kita kepada pihak rumah sakit,
22:55mudah-mudahan mereka dapat kooperatif dan bekerjasama,
22:59karena kita pada prinsipnya tidak mencari salah,
23:02tapi mau memperbaiki sistem yang ada,
23:04terutama di rumah sakit,
23:06di mana almarhumah itu meninggal.
23:09Dan kita pada masyarakat bahwa,
23:11tetap minta dukungan dari masyarakat,
23:14bahwa dokter ini juga manusia biasa,
23:16ya ada yang ketika dia sakit dan lainnya juga itu adalah bahan terbiasa.
23:22Dan mohon dukungan dari masyarakat kepada profesi dokter,
23:26bahwa agak ke depan,
23:28dokter bisa melayani masyarakat dengan baik,
23:30tapi dokter juga bisa melindungi dirinya juga dengan baik.
23:33Demikian Mas.
23:34Baik, kita harapkan tadi ya,
23:36perubahan regulasi,
23:38kita dorong terus ke Kemenkes,
23:39kemudian juga pengawasan juga harus kita dorong juga,
23:42agar kejadian seperti ini berulang lagi,
23:45dan mereka yang sebagai dokter magang ini bisa mematangkan ilmu
23:48dengan jaminan kesehatan dan juga keselamatan bagi dirinya sendiri.
23:52Terima kasih Pak Ramzi Amin,
23:54Wakil Ketua II Ikatan Alumni FK Universitas Sriwijaya,
23:57dan juga Pak Selamat Budiarto,
23:59Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia,
24:00sudah bergabung bersama kami di Sampai Indonesia Pagi.
24:02Selamat pagi.
Komentar