00:00Israel terus melanggar gencatan senjata yang dimulai 17 April lalu dan kemudian diperpanjang hingga pertengahan Mei.
00:07Israel mengklaim serangan mereka menargetkan kelompok Lebanon, pro-Iran, dan Hezbollah.
00:12Namun kenyataannya, saudara, justru banyak korban yang merupakan warga sipil.
00:19Serangan Israel yang diklaim menyasar Hezbollah dan warga pro-Iran menyebabkan kerusakan luar biasa di Lebanon.
00:26Tak hanya kerusakan infrastruktur, korban jiwa pun berjatuhan.
00:30Kementerian Kesehatan Lebanon menyebut 41 orang tewas selama 24 jam dalam serangan udara terbaru Israel pada Sabtu lalu.
00:43Sementara itu diserang, Hezbollah tidak tinggal diam.
00:47Serangan Hezbollah menyasar tentara dan kendaraan perang Israel.
00:50Hezbollah mengklaim telah menewaskan tiga tentara Israel, sementara itu lebih dari 3.100 orang terluka.
01:03Saling serang Israel dan Hezbollah seiring dengan perangiran dan Amerika Serikat, saudara.
01:09Korban tewas dan luka di Lebanon terbanyak sejak 2 Maret lalu.
01:13Total korban tewas mencapai 2.569 orang.
01:17Sementara korban luka 8.183 orang.
01:28Meski gencatan senjata diberlakukan, namun militer Israel masih juga menyerang wilayah Lebanon dengan dali menyerang Hezbollah.
01:36Tindakan Israel ini justru semakin memperkeruh usaha perdamaian di Timur Tengah.
01:40Lalu apakah perdamaian di Timur Tengah masih jauh dari kata harapan?
01:43Kita bahas bersama pengamat Timur Tengah, Hasibullah Satrawi.
01:47Selamat malam Pak Hasibullah.
01:49Selamat malam Mbak Dian.
01:52Ya Pak Hasibullah, Israel masih terus menyerang Hezbollah.
01:55Mereka masih saling serang.
01:57Dan apakah Anda melihat ini menjadi penghambat negosiasi damai antara Amerika Serikat dan juga Iran?
02:03Ya, saya rasa memang Lebanon merupakan persoalan tersendiri dengan segala macam kompleksitasnya.
02:10Bahkan saya menyebutnya Lebanon itu ibarat seperti barang di atas perahu yang bergerak.
02:18Kalau diharapkan barang itu diam sementara perahunya terus bergerak, maka itu adalah hal yang mustahil.
02:25Perahu itu adalah termasuk diantaranya kondisi di Iran, kondisi di Israel, kondisi di Palestina, dan kondisi di sekitar Israel secara
02:33umum.
02:33Saya ingin mengatakan ada keterkaitan di satu sisi di antara konflik-konflik yang ada di Israel dan sekitarnya,
02:42tapi juga ada keterputusan di sisi yang lain.
02:45Walaupun terminologi terputus dan terhubung terkait dengan konflik di Temur Tengah sekarang ini seringkali digunakan secara politis oleh para pihak.
02:55Misalkan Iran, ketika Iran mengaitkan Lebanon sebagai bagian daripada wilayah ginjatan senjata,
03:02maka sebenarnya itu juga mengandung dimensi politik.
03:06Karena dengan itu Iran ingin memasukkan Hezbollah di dalam dirinya,
03:11dan itu merupakan satu bagian daripada kelompoknya.
03:16Walaupun pada waktu bersamaan, Iran belum pernah koordinasi dengan otoritas di Lebanon.
03:20Hal yang sama sebenarnya juga dari sisi Israel.
03:23Ketika Israel menganggap Lebanon persoalan yang terpisah,
03:27itu adalah persoalan yang juga politis, sikap yang juga politis.
03:31Karena pada ujungnya dengan memisahkan Lebanon dari Hezbollah,
03:36maka sebenarnya mereka ingin memecah belak.
03:38Dan ketika mereka menganggap Lebanon sebagai sebuah persoalan terpisah,
03:43mereka tidak betul-betul mau bermosyawara, mau bernego dengan Hezbollah.
03:48Nah itu yang saya bilang, terma terpisah dan terputus dalam konteks konflik-konflik ini
03:54sebenarnya bermuatan politis.
03:56Sebenarnya harus ada energi untuk kemudian betul-betul memisahkan satu sama lain
04:02dalam konteks agar persoalannya selesai.
04:04Tapi bukan justru dalam konteks mengaitkan satu sama lain
04:07dan membuat kabur di antara satu persoalan dengan persoalan yang lain.
04:12Begitu Mbak Dia.
04:13Baik, ini adalah politis tapi apakah Anda melihat situasi saat ini
04:17seberapa besar konfliknya nantinya bisa meluas ke wilayah lain, eskalasinya?
04:23Pak Sibulo.
04:24Seperti yang saya bilang tadi, kalau perahunya masih terus bergerak,
04:28yaitu konflik Iran dan Amerika,
04:31maka hampir mustahil barang di atasnya itu dibiarkan berhenti.
04:36Saya ingin mengatakan, kalau konfliknya Iran, Amerika dan Israel masih membara,
04:41hampir mustahil, Lebanon akan betul-betul dipisahkan.
04:45Akan betul-betul diselesaikan.
04:47Sekali lagi, minimalnya Hezbollah tidak akan pernah mau menerima logika itu.
04:51Bagi Hezbollah, selesainya persoalan Iran,
04:54selesainya persoalan Amerika, serangan Amerika terhadap Iran,
04:58itu menjadi syarat, itu menjadi ketentuan
05:01untuk kemudian membuat dia bisa menerima berdamai dengan Israel.
05:06Artinya, ini yang menentukan adalah berakhirnya perang antara Amerika Serikat dan Iran.
05:11Baru Hezbollah akan menghentikan serangan kepada Israel dan sebaliknya?
05:14Dari sisi Hezbollah, kurang lebih begitu.
05:17Karena sekali lagi, keterlibatan Hezbollah dalam perang ini adalah sebagai solidaritas.
05:22Karena itu, ketika perang ini dimulai tanggal 28 Februari,
05:26lalu tanggal 2 Maret, Hezbollah melakukan memutusan untuk melibatkan diri dalam perang ini.
05:32Dan saat itu, otoritas Lebanon sudah memberikan larangan
05:35kepada Hezbollah agar tidak terlibat.
05:38Sekali lagi, Lebanon memiliki kompleksitas tersendiri terkait dengan persoalan ini.
05:43Dan sejauh ini, cara menyelesaikan persoalan di Lebanon menurut saya
05:47belum bersifat komprehensif, belum juga menjadi satu kesatuan,
05:52di mana pada akhirnya ujung-ujung konfliknya
05:55juga terkait dengan konflik-konflik lain, terutama yang terjadi di Iran.
05:58Oke, di tengah masih berlangsungnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran.
06:02Ada tidak posisi diplomasi yang bisa dilakukan internasional
06:06dalam konflik antara Israel dan juga Lebanon, Pak Sibullo?
06:10Menurut saya, dengan adanya perkembangan perang sekarang menjadi perang hormos,
06:15perang maritim, terutama saya menyebutnya,
06:18Mbak Dian, fase sekarang adalah fase yang ke-6,
06:21di mana salah satu cirinya saya melihat adalah
06:24adanya agresivitas, kalau dari sisi Iran,
06:28yang itu tidak begitu kentara dalam fase-fase sebelumnya,
06:32lima fase sebelumnya,
06:33dan juga dari sisi Amerika yang dimulai dengan hadirnya kembali
06:38retorika-retorika ancaman.
06:40Itu yang membedakan fase ke-6 dengan fase yang ke-5,
06:43yaitu pertanggal 21 April.
06:45Saya secara kategori menganggap 21 April sebagai fase yang ke-5 dalam perang ini.
06:50Salah satu cirinya adalah di fase yang ke-5,
06:53Amerika mengalami kayak semacam kekalahan diplomasi,
06:56karena walaupun mereka sangat ingin datang ke Pakistan,
07:00harapannya bisa ditunggu oleh Aragji yang juga berkunjung ke sana,
07:04kenyataannya Aragji tidak menunggu utusan dari Pakistan,
07:07dari Amerika, dan pada akhirnya pertemuan itu tidak terjadi.
07:11Nah, di fase yang ke-6,
07:14saya melihat ada kayak semacam peningkatan eskalasi dari kedua sisi.
07:18Dari sisi Iran, kita melihat peningkatan agresivitas yang sangat-sangat meningkat.
07:23Yang terbaru, misalkan, itu kita bisa lihat dari sikapnya
07:27badan intelijen garda revolusi Iran,
07:30yang menyatakan dalam bentuk ultimatum,
07:33silakan Amerika memilih dua.
07:35Yang pertama adalah opsi serangan militer yang mustahil,
07:40yang kedua atau bersepakat dengan Iran.
07:42Coba bayangkan Iran sekarang sudah berani mengancam secara terbuka,
07:47secara agresif kepada Amerika.
07:50Nah, sementara dari sisi Amerika,
07:51saya juga melihat setelah 1 Mei kemarin,
07:53ada kayak semacam peningkatan retorika,
07:56yang sebelumnya kurang begitu berenergi,
07:58tapi ini Trump kemudian sudah mulai kembali kepada nada-nada ancaman.
08:02Misalkan yang terbaru,
08:04Trump mengatakan,
08:05walaupun proposalnya belum tentu diterima,
08:08dan malah mengatakan ada kemungkinan opsi militer diambil kembali.
08:11Artinya apa?
08:12Saya menganggap,
08:14saya melihat ini dua pihak sekarang,
08:16sama-sama siap untuk berunding,
08:18tapi juga sama-sama siap untuk berperang.
08:21Dan kalau baca sebabnya,
08:23dalam konteks Amerika,
08:25konteksnya adalah sepertinya Amerika merasa aman dari jebakan 60 hari.
08:30Nah, dari Iran,
08:31saya melihat kenapa menjadi lebih agresif,
08:34itu disebabkan oleh efektivitas atau dampak
08:37daripada blokade yang dilakukan oleh Amerika.
08:40Jadi, saya melihat itu dampak yang sangat kuat bagi Iran,
08:43karena itu Iran menjadikan persoalan blokade,
08:47itu persoalan yang sangat krusial,
08:49bahkan itu hal utama yang harus diselesaikan oleh Amerika,
08:52kalau Amerika ingin menyelesaikan soal-soal lain,
08:55termasuk soal nuklir.
08:56Oke,
08:56sikap Amerika Serikat menjadi penentu,
08:58berakhirnya konflik antara Israel dan juga Lebanon,
09:00karena kita tahu,
09:01perang ini juga menimbulkan banyak korban jiwa.
09:04Terima kasih atas ulasan Anda,
09:05Pak Asyibolo Satrawi,
09:06Pengamat Timur Tengah,
09:07di Kompas Malam,
09:08selamat malam dan sehat selalu.
Komentar