Lewati ke pemutarLewatkan ke konten utama
  • 2 hari yang lalu
PONTIANAK, DIO-TV.COM, Senin, 27 April 2026 - Siman Bahar Lie Kin Pin Tutup Usia, Illegal Gold Mining and Trading Dilanjutkan Mery dan Lisan Bahar
Transkrip
00:09Siman Bahar Lai Kinpin tutup usia bisnis ilegal gold mining and trading dilanjutkan Meri dan Lisan Bahar.
00:15Lisan Bahar Lai Kinpin tutup usia 60 tahun karena sakit di Zhongzhou, China, Minggu, 5 April 2026.
00:24Dalah status tersangka TPP UKPK, tindak pidana pencucian uang komisi pemberantasan korupsi,
00:29kedua kali sejak 23 Mei 2023.
00:32Modus TPPU melegalkan emas hasil ilegal gold mining and trading dari seluruh Indonesia.
00:38Rugikan negara Rp189 triliun, menurut Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan, PPATK, 2009-2013.
00:48Fakta di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya, kata Budi Setiawan, Pengamat Sosial Pontianak, Senin, 26 April 2026.
00:56Alih-alih berhenti, aktivitas penampungan emas dari praktik ilegal gold mining and trading diduga tetap berjalan.
01:03Bahkan berlanjut di bawah kendali lingkaran terdekat keluarga, Ujar Budi Setiawan.
01:09Dua nama mencuat, Meri, istri almarhum Siman Bahar, dan Lisan Bahar, adik kandungnya.
01:16Meri diduga masih menjadi bagian dari mata rantai distribusi dan penampungan emas ilegal yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
01:23Lisan Bahar lolos dari jeratan hukum dalam penggeledahan di kawasan Perdana Square, Pontianak Selatan, Sabtu, 3 Mei 2025.
01:32Kepolisian Resort Kota Pontianak, Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, menyita 47 keping emas ilegal dengan total berat 31,577 kg.
01:41Sebanyak 44 keping bermerek Simba diketahui terkait PT Simba Jaya Utama, perusahaan milik Deni Handoko, anak kandung Siman Bahar.
01:50Ironisnya, meski barang bukti dalam jumlah signifikan ditemukan, polisi hanya menahan 4 orang berinisial DN, SR, SM, dan A.
01:59Nama Lisan Bahar, yang disebut sebagai pemilik, justru tak tersentuh proses hukum.
02:05Penggeledahan bukan hanya membuka kembali dugaan praktik lama.
02:08Tetapi memicu pertanyaan publik soal konsistensi dan keberanian penegakan hukum.
02:13Banyak pihak menilai, peristiwa ini telah mengusik rasa keadilan masyarakat.
02:18Menurut Budi Setiawan, jejak Lisan Bahar sendiri bukan cerita baru.
02:23Lisan Bahar terlibat skandal penyelundupan emas batangan seberat 2,1 kg di Bandara Supadio, Pontianak, pada 20 Februari 1998.
02:32Saat itu, emas disamarkan dalam bungkusan dodol durian, modus yang sempat menghebohkan.
02:38Penggeledahan dipimpin oleh kolonel, PNB, Wijayan Tono dari PT Angkasa Pura 2 Cabang Pontianak.
02:45Namun, kasus tersebut berakhir tanpa konsekuensi hukum berarti, setelah muncul pembelaan dari pihak beya dan cukai.
02:52Dua dekade lebih berlalu, pola yang sama seakan berulang.
02:55Temuan ada, jaringan terindikasi kuat.
02:58Namun aktor kunci tetap berada di luar jangkauan hukum.
03:02Dugaan berlanjutnya bisnis penampungan emas ilegal Mary dan Lisan Bahar pasca wafatnya Siman Bahar.
03:08Menjadi cermin buram penegakan hukum di sektor sumber daya alam.
03:12Ketika praktik lama tetap hidup, dan aktor lama tetap bebas.
03:16Publik pun mempertanyakan, apakah hukum benar-benar bekerja,
03:20atau sekadar menjadi formalitas tanpa daya, Budi Setiawan.

Dianjurkan