Menteri Pertahanan Amerika Serikat (Menhan AS), Pete Hegseth, memberi peringatan kepada warga Iran untuk tidak keluar rumah lantaran bom sedang berjatuhan di Teheran. Hegseth menyampaikan peringatan ini dalam konferensi pers Komando Pusat AS (CENTCOM), Jumat (5/3) waktu Indonesia.
Hegseth mengklaim, operasi militer yang terus dilancarkan AS dan Israel terhadap otoritas Teheran, dilakukan untuk kepentingan rakyat Iran. “Pada akhirnya akan ada saatnya ketika peluang itu dimanfaatkan oleh mereka yang menginginkan Iran yang bebas,” ujarnya.
Sementara itu, Hegseth dalam laporannya Jumat tersebut sesumbar bahwa Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) telah salah mengambil perhitungan dengan AS. Ia menyatakan, pertempuran baru saja dimulai.
“[Akan ada] jauh lebih besar daripada saat ini jika kita menjumlahkan kemampuan kita, dan kemampuan pasukan pertahanan Israel,” ucapnya.
Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper mengklaim bahwa kekuatan tempur AS meningkat, sedangkan Iran disebutnya terus menurun. Ia mencontohkan operasi yang dilakukan dalam 72 jam terakhir.
Selama periode tersebut, AS telah menyerang hampir 200 target di wilayah Iran, termasuk di sekitar Teheran. Salah satu terbaru, sebelum konferensi pers,
Cooper juga mengatakan bahwa, hanya dalam satu jam sebelum dimulainya konferensi pers hari ini, pesawat bombers siluman B-2 Spirit AS menjatuhkan puluhan bom penetrator seberat 2.000 pon yang menargetkan peluncur rudal balistik Iran yang terkubur jauh di dalam tanah.
"Yang perlu diperhatikan, kami juga telah menyerang badan antariksa Iran yang setara dengan Komando Antariksa [AS], yang melemahkan kemampuan [Iran] untuk mengancam Amerika," katanya.
Cooper klaim bahwa serangan rudal balistik Iran telah menurun sebesar 90 persen sejak hari pertama konflik dan serangan pesawat tak berawak Iran telah menurun sebesar 83 persen dalam periode yang sama. Di laut, Cooper mengatakan jumlah kapal angkatan laut Iran yang tenggelam telah melampaui 30.
"Dan hanya dalam beberapa jam terakhir, kami menyerang kapal induk drone Iran, yang ukurannya kira-kira sebesar kapal induk Perang Dunia II. Dan saat ini, kapal itu terbakar," tambahnya.
Atas perintah Presiden Donald J. Trump, pasukan Centcom berupaya menghancurkan basis industri rudal Iran.
"Kita tidak hanya menyerang apa yang mereka miliki, kita juga menghancurkan kemampuan mereka untuk membangun kembali. Jadi, saat kita beralih ke fase berikutnya dari operasi ini, kita akan secara sistematis membongkar kemampuan produksi rudal Iran untuk masa depan, dan itu benar-benar sedang berlangsung," kata Cooper.