Skip to playerSkip to main content
Presiden RI Prabowo Subianto mengundang ulama di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (5/3), untuk berdialog terkait perkembangan informasi geopolitik dan geoekonomi akhir-akhir ini.

Pertemuan yang berlangsung sekira 3 jam itu, menghadirkan setidaknya 165 orang yang terdiri dari ulama, kiai, habib, tokoh masyarakat, pimpinan pondok pesantren, hingga pimpinan organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam.

“Dalam pertemuan tadi Presiden mengatakan bahwa yang dilakukan oleh beliau adalah demi keutuhan Republik Indonesia, demi keutuhan negara, dan demi kedaulatan Republik Indonesia,” kata Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, kepada rekan pers di Jakarta.

Prabowo dalam pertemuan itu mendorong keutuhan dalam negeri, terlepas dengan situasi konflik yang terjadi terutama di Timur Tengah. “Betapa pun di luar sana sedang sangat luar biasa keadaannya karena adanya perang. Mudah-mudahan Indonesia tetap aman,” kata Wakil Ketua MUI, Marsudi Syuhud.

Prabowo turut mendorong perdamaian konflik Washington-Tel Aviv dengan Teheran melalui kehadiran Board of Peace (BoP), di samping tujuan awal yaitu berdirinya 2 negara melalui two state solution untuk Palestina dan Israel.

Ketum PBNU, Yahya Cholil Staquf, sebut bahwa Prabowo akan menjadikan BoP sebagai instrumen untuk deeskalasi konflik di Timur Tengah saat ini.

“Lebih-lebih lagi perdamaian atas perang yang sekarang sedang berlangsung. Kalau perlu misalnya Indonesia bisa menyatakan bahwa agenda-agenda BoP on hold sampai ada pembicaraan untuk deeskalasi dan perdamaian dari perang Amerika-Israel melawan Iran ini,” papar pria yang akrab disapa Gus Yahya itu.

Yahya memaparkan, Presiden akan berupaya mendorong perdamaian, mengingat situasi konflik juga berdampak terhadap kepentingan domestik RI. Yahya meyakini, Prabowo memiliki kans untuk mendorong upaya perdamaian itu.

“Dan alhamdulillah Indonesia dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto adalah aktor yang diterima oleh semua pihak, sehingga punya peluang untuk bisa menjadi semacam mediator komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat,” tukas Yahya.

Penulis/Editor: Dicky Setyawan
Produser: Indana Zulfa
#TirtoRecap

Category

🗞
News
Transcript
00:02Pertemuan ini dimaksudkan untuk saling memahami, saling mendengar terhadap perkembangan informasi geopolitik, geekonomi yang terjadi pada akhir-akhir ini.
00:15Dalam pertemuan tersebut, tadi Presiden mengatakan bahwa yang dilakukan oleh beliau adalah demi keutuhan Republik Indonesia, demi keutuhan negara, dan
00:25demi kedaulatan Republik Indonesia.
00:28Para ulama, para kiai memahami itu sebagai sebuah sikap yang dilakukan oleh Presiden pada jalan yang baik, yang benar.
00:36Kita semua diminta untuk tetap memberikan support, mendoakan agar apa yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia bisa berjalan dengan baik,
00:44dengan mulus.
00:45Dan Presiden juga terus membuka diri untuk mendapatkan masukan pandangan dari berbagai macam kalangan, termasuk dari para ulama, para kiai.
00:53Dan intinya mengajak kita bersama-sama, para kiai, para ustadz, para pimpinan, pondok pesantren, dan pimpinan agama,
01:02untuk bersama-sama membangun bangsa ini, terutama bangsa kita di dalam negeri kita.
01:09Tetapapun di luar sana sedang sangat luar biasa keadaannya, karena adanya perang, mudah-mudahan Indonesia tetap aman, itu intinya, dan
01:22Indonesia tetap puas pada,
01:25dan Indonesia akan terus-menerus berusaha untuk bagaimana perang itu bisa berhenti, bagaimana kedamaian itu bisa dicapai.
01:37Beliau tadi menjelaskan tentang keanggotaan beliau atau keanggotaan Indonesia di BOP.
01:43Jadi beliau menegaskan bahwa keterlibatan beliau di BOP itu tidak serta-merta, tetapi sudah mulai proses yang panjang,
01:53sudah dibicarakan dengan beberapa pimpinan negara yang ada di wilayah, terutama wilayah Teluk,
01:59yang kemudian sepakat untuk bergabung, yang itu yang strategi yang beliau pilih adalah yang sebetulnya strategi from within.
02:09Jadi setelah selama ini kita berada di luar, kita sekarang mencoba berjuang dari dalam.
02:15Dan insya Allah apa yang akan beliau lakukan nanti adalah tetap berada di dalam koridor konstitusi kita,
02:22terutama di dalam pembukaan undang-undang dasar kita, dan kemudian juga tetap berkomitmen kepada tujuan awal,
02:31yaitu terciptanya dua negara yang berkoeksesensi damai, yaitu negara Merdeka Palestina dan Israel.
02:39Karena itu ke depan kita harus terus berupaya, apapun risikonya, apapun konsekuensinya,
02:47ikhtiar untuk membangun Palestina Merdeka itu harus terwujud.
02:51Dan itu tercantum di dalam perjanjian 20 poin, di poin 19 dan poin 20,
02:57itu tegas bahwa memang tujuan BUP itu adalah terciptanya negara Palestina,
03:03tadi berkoeksesensi dengan Israel.
03:05Saya kira itu yang jadi pegangan kita, dengan demikian maka tadi para ulama,
03:11para tokoh-tokoh agama, semuanya sepakat dengan apa yang telah disampaikan oleh Bapak Presiden.
03:16Yang saya tangkap dari apa yang disampaikan Presiden tadi adalah bahwa beliau akan berusaha menggunakan BUP ini
03:22sebagai semacam keberadaan Indonesia di dalam BUP ini sebagai semacam instrumen
03:27untuk ikut mendorong terjadinya proses deeskalasi dan lebih-lebih lagi perdamaian atas perang yang sekarang sedang berlangsung.
03:38Kalau perlu misalnya Indonesia bisa menyatakan bahwa agenda-agenda BUP on hold sampai ada pembicaraan
03:50untuk deeskalasi dan perdamaian dari perang Amerika-Israel melawan Iran ini.
03:58Yang jelas bahwa Presiden menegaskan komitmennya beliau akan melakukan apa saja untuk ikut berkontribusi
04:05membantu ke arah perdamaian, penyelesaian masalah, dan lebih-lebih karena penyelesaian masalah
04:14terutama konflik di Timur Tengah hari ini akan terkait secara cukup langsung dengan keadaan
04:22kepentingan-kepentingan domestik kita sendiri. Maka Presiden akan melakukan semuanya
04:27dan Alhamdulillah Indonesia dalam hal ini Presiden Prabowous Biyanto adalah aktor yang diterima oleh semua pihak
04:33sehingga punya peluang untuk bisa menjadi semacam mediator komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat.

Recommended