00:02Pertemuan ini dimaksudkan untuk saling memahami, saling mendengar terhadap perkembangan informasi geopolitik, geekonomi yang terjadi pada akhir-akhir ini.
00:15Dalam pertemuan tersebut, tadi Presiden mengatakan bahwa yang dilakukan oleh beliau adalah demi keutuhan Republik Indonesia, demi keutuhan negara, dan
00:25demi kedaulatan Republik Indonesia.
00:28Para ulama, para kiai memahami itu sebagai sebuah sikap yang dilakukan oleh Presiden pada jalan yang baik, yang benar.
00:36Kita semua diminta untuk tetap memberikan support, mendoakan agar apa yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia bisa berjalan dengan baik,
00:44dengan mulus.
00:45Dan Presiden juga terus membuka diri untuk mendapatkan masukan pandangan dari berbagai macam kalangan, termasuk dari para ulama, para kiai.
00:53Dan intinya mengajak kita bersama-sama, para kiai, para ustadz, para pimpinan, pondok pesantren, dan pimpinan agama,
01:02untuk bersama-sama membangun bangsa ini, terutama bangsa kita di dalam negeri kita.
01:09Tetapapun di luar sana sedang sangat luar biasa keadaannya, karena adanya perang, mudah-mudahan Indonesia tetap aman, itu intinya, dan
01:22Indonesia tetap puas pada,
01:25dan Indonesia akan terus-menerus berusaha untuk bagaimana perang itu bisa berhenti, bagaimana kedamaian itu bisa dicapai.
01:37Beliau tadi menjelaskan tentang keanggotaan beliau atau keanggotaan Indonesia di BOP.
01:43Jadi beliau menegaskan bahwa keterlibatan beliau di BOP itu tidak serta-merta, tetapi sudah mulai proses yang panjang,
01:53sudah dibicarakan dengan beberapa pimpinan negara yang ada di wilayah, terutama wilayah Teluk,
01:59yang kemudian sepakat untuk bergabung, yang itu yang strategi yang beliau pilih adalah yang sebetulnya strategi from within.
02:09Jadi setelah selama ini kita berada di luar, kita sekarang mencoba berjuang dari dalam.
02:15Dan insya Allah apa yang akan beliau lakukan nanti adalah tetap berada di dalam koridor konstitusi kita,
02:22terutama di dalam pembukaan undang-undang dasar kita, dan kemudian juga tetap berkomitmen kepada tujuan awal,
02:31yaitu terciptanya dua negara yang berkoeksesensi damai, yaitu negara Merdeka Palestina dan Israel.
02:39Karena itu ke depan kita harus terus berupaya, apapun risikonya, apapun konsekuensinya,
02:47ikhtiar untuk membangun Palestina Merdeka itu harus terwujud.
02:51Dan itu tercantum di dalam perjanjian 20 poin, di poin 19 dan poin 20,
02:57itu tegas bahwa memang tujuan BUP itu adalah terciptanya negara Palestina,
03:03tadi berkoeksesensi dengan Israel.
03:05Saya kira itu yang jadi pegangan kita, dengan demikian maka tadi para ulama,
03:11para tokoh-tokoh agama, semuanya sepakat dengan apa yang telah disampaikan oleh Bapak Presiden.
03:16Yang saya tangkap dari apa yang disampaikan Presiden tadi adalah bahwa beliau akan berusaha menggunakan BUP ini
03:22sebagai semacam keberadaan Indonesia di dalam BUP ini sebagai semacam instrumen
03:27untuk ikut mendorong terjadinya proses deeskalasi dan lebih-lebih lagi perdamaian atas perang yang sekarang sedang berlangsung.
03:38Kalau perlu misalnya Indonesia bisa menyatakan bahwa agenda-agenda BUP on hold sampai ada pembicaraan
03:50untuk deeskalasi dan perdamaian dari perang Amerika-Israel melawan Iran ini.
03:58Yang jelas bahwa Presiden menegaskan komitmennya beliau akan melakukan apa saja untuk ikut berkontribusi
04:05membantu ke arah perdamaian, penyelesaian masalah, dan lebih-lebih karena penyelesaian masalah
04:14terutama konflik di Timur Tengah hari ini akan terkait secara cukup langsung dengan keadaan
04:22kepentingan-kepentingan domestik kita sendiri. Maka Presiden akan melakukan semuanya
04:27dan Alhamdulillah Indonesia dalam hal ini Presiden Prabowous Biyanto adalah aktor yang diterima oleh semua pihak
04:33sehingga punya peluang untuk bisa menjadi semacam mediator komunikasi di antara pihak-pihak yang terlibat.