Skip to playerSkip to main content
Kepolisian Daerah Riau menetapkan 15 orang sebagai tersangka dalam kasus perburuan gajah liar yang ditemukan mati tanpa kepala di Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Kapolda Riau Irjen Herry Heryawan mengatakan delapan tersangka diringkus di wilayah Riau dan Sumatera Barat, sementara tujuh lainnya ditangkap hingga ke Pulau Jawa. Menurutnya, para tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari pemodal, eksekutor di lapangan, perantara jual beli, hingga penadah hasil buruan.
“Ada 15 tersangka dan tiga masih dikejar. Seluruh rangkaian diungkap sejak olah TKP dan nekropsi,” kata Herry dalam konferensi pers di Pekanbaru, Selasa (3/3)
Herry mengungkapkan, sindikat tersebut diduga dimodali FA yang juga berperan sebagai penadah. Ia menyebut kelompok yang sama terlibat dalam penembakan empat gajah pada 2024. Penyelidikan masih terus dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pelaku lain.
“FA ini yang memberikan modal sekaligus menadah hasilnya. Dia memberi dana, menyuruh pelaku mencari, dan ketika hasilnya habis, dia kembali memerintahkan untuk berburu lagi. Dari pengembangan terungkap, pada 2024 ada empat gajah yang ditembak oleh kelompok yang sama, dengan eksekutor yang tinggal di sekitar lokasi.” kata dia.
Selain gajah, polisi juga menyita ratusan kilogram sisik trenggiling serta bagian tubuh harimau Sumatera, termasuk taring dan kuku. Temuan itu menunjukkan jaringan tersebut diduga memburu berbagai satwa dilindungi.
Polisi telah memeriksa sedikitnya 40 saksi dan melakukan analisis intelijen untuk mengungkap jaringan tersebut. Para tersangka dijerat dengan pasal tindak pidana konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya.
Penulis/Video Editor: Rahma Nayali
Produser: Dena Novita
#TirtoRecap
Sumber: Irfan Amin/Tirto.id

Category

🗞
News
Transcript
00:00Ini adalah sindikat, jadi ketika kita melangkap eksekutornya, eksekutornya itu menyampaikan bahwa itu dipesan oleh FA yang kita tangkap di
00:13kampar.
00:15FA ini adalah yang memberikan modal, FA juga yang menadah, jadi FA dia kasih modal, dia suruh cari, sudah habis
00:25dia suruh cari lagi.
00:27Dan itu kemudian terungkap 2024, ada 4 gajah yang ditembak dengan kelompok yang sama, 2025, yang melakukan eksekutornya itu yang
00:42tinggal di lokasi TN-TN di masyarakat di Desa Lubu Kembang Bunga.
00:50Ya, jadi kesempatan ini saya sampaikan ada satu eksekutor yang masih kita cari, mudah-mudahan kita bisa melakukan upaya paksa.
01:04Kemudian dari FA ini, dia juga yang menyuruh dicaca atau dipotong langsung menjadi beberapa bagian.
01:16Lalu kemudian dikirim ke tersangka lainnya, pemesannya itu di Padang, kota Padang, Sumatera Barat.
01:29Inisialnya adalah HY, ya, dengan pemesanan atau harga yang bercenjang.
01:39Jadi sekian juta, kemudian di Padang diterima, lalu dari Padang langsung dempat lagi ke Jakarta, Jakarta ke Surabaya.
01:48Sekaligus saya menjawab apa yang disampaikan oleh Bang Ganda dari JPNN, bahwa ini kejahatan terorganisir karena memang FS adalah pelaku
02:04atau sindikat yang bekerjasama dengan salah satu warga negara asing.
02:11Ya, salah satu warga negara asing.
02:16Di FS itulah yang kita temukan sisik-sisik renggiling dan BB-BB lain yang terkait dengan tindak pidana.
02:26Dan disitulah kita membuat laporan pulisi baru terkait dengan temuan-temuan yang ada di TKB.
02:34Tentunya kita berkoordinasi dengan Polda Jawa Timur, arga LP tersebut.
02:41Dibuatkan di, karena lokusnya ada di sana, dibuatkan di Polwiletab, Surabaya atau Polda Jawa Timur.
02:50Terima kasih telah menonton!
02:51Terima kasih telah menonton!
02:53Terima kasih telah menonton!

Recommended